Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

28 November, 2005

Damai Dalam Zikir

Alhamdulillah.....terwujud juga keinginan untuk mengikuti zikir bersama Ustadz M.Arifin Ilham. Ustadz kondang yang biasanya hanya bisa dilihat di layar kaca ini, akhirnya berkunjung juga ke Bojonegoro pada hari Sabtu, 26 November 2005 kemarin. Antusias masyarakat yang begitu luar biasa, sudah kelihatan dari jam 07.00 WIB, meskipun acara baru dimulai pada jam 15.00 setelah sholat ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam.

Ada beberapa point penting yang beliau sampaikan sebelum acara zikir bersama dilaksanakan:
1. Pengertian Zikir
Zikir artinya ingat dan disebut. Karena ingat, maka disebut dan disebutnya adalah karena ingat. Dalam kaitannya dengan zikrullah, zikir berarti mengingat dan menyebut asma Allah. Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebtan adalah gerak lisan. Zikir terdiri dari zikir lisan (ucapan), zikir qolbu (merasakan kehadiran Allah), zikir akal (kemampuan menangkap bahasa Allah di balik setiap gerakan alam ini) dan yang terakhir adalah zikir amal (Taqwa). Taqwa itu adalah hakikat zikir sebenarnya. Berawal dari kekuatan hati, ditangkap oleh akal dan diucapkan dengan lisan, lalu dibuktikan dengan ketaqwaan, amal nyata di dunia ini.

2. Mengapa Berzikir?
Berzikir bagi orang yang taat kepada Allah merupakan kebutuhan, karena zikir adalah penghubung antara hamba dan Khaliqnya. Meninggalkannya sama dengan melepaskan hubungan dengan-Nya. Buah dari zikir adalah ketaatan. Berarti semakin tekun dan khusyu seorang hamba berdzikir diharapkan akan semakin taat (bertaqwa). "Hai orang orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut asma) Allah, zikir yang sebanya-banyaknya. Dan bertabihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang" (QS.Al-Ahzab: 41-44).

3. Kapan Berzikir?
Pada dasarnya zikir tidak terikat ruang dan waktu, kapan dan dimanapun dapat dilakukan bahkan dalam situasi dan kondisi apapun. Hanya saja ada waktu2 khusus yang lebih diutamakan. "Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu), dan bacaan di waktu itu lebih berkesan". (QS. Al-Muzzammil:6). Setiap waktu tersebut memiliki keutamaan masing-masing. Pagi adalah saat sebelum memulai aktifitas. Sore adalah sebagai wujud syukur terhadap apa yang telah diupayakan pada hari itu agar memperoleh keberkahan. Dan malam adalah puncak dari kenikmatan berzikir, terjalinnya hubungan mesra antara hamba dengan Rabb-Nya.

4. Dimana?
Allah adalah Maha (Pemberi) Cahaya. Untuk dapat menyerap cahaya Allah tentulah dengan mendatangi tempat di mana Allah memancarkan cahaya itu. Dan masjid adalah tempat yang Allah perkenankan untuk berzikir. "Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya didalamnya, pada waktu pagi dan petang". (QS.An-Nuur:36). Masjid adalah tempat sholat. Adapun sholat adalah rangkaian gerakan yang sarat dengan zikir. Namun demikian, Allah tentu saja tidak hanya diingat pada saat zikir saja. Tetapi di luar sholatpun Allah senantiasa hadir dalam jiwa seorang muslim. Jadi zikrullah secara umum dapat dilaksanakan dimana saja. Tetapi yang terbaik adalah di rumah-rumah Allah. Akhirnya tentu tidak mustahil, jika setiap muslim yang senantiasa berzikir, berkeyakina bahwa buni Allah yang terhampar luas ini adalah masjid baginya.

5. Bagaimana?
Zikir merupakan proses menujua Allah. Allah Maha Suci. Oleh karena itu, untuk dapat menuju Allah, hendaklah mensucikan lahir dan batin terlebih dahulu. Suci lahir artinya dalam keadaan wudhu, bahkan mandi lebih disarankan. Suci batin artinya niat zikir semata taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Dan yang tidak kalah penting ialah memakan makanan yang halal dan pakaian yang halal. Rasulullah Saw bersabda "Tentang seorang yang dalam perjalanan jauh, badannya kotor, pakaiannya kumal, kemudian berdoa padahal makanannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan yang didapat secara haram. Maka bagaimana akan dikabulkan?". Adapun sikap zikir adalah menghadap kiblat dengan keadaan duduk seperti duduk diantara dua sujud. Dengan mata kepala tertutup, diharapkan mata batinnya terbuka. Kemudian materi zikir yang dibaca adalah zikir yang bersumber dari Al-Quran dan yang warid (bersumber) dari Rasulallah Saw. Agar konsentrasi tidak buyar, maka saat berzikir bila terdengar suara-suara di luar zikir, maka anggaplah itu bagian dari zikir. Semua ini kita lakukan agar hidup yang sesaat ini berarti untuk hidup yang tanpa akhir.

"Syurga dunia adalah kelezatan berzikir, syurga akhirat adalah ampunan Allah SWT dan syurganya syurga adalah liqaa (berjumpa) dengan Allah"

Ya Allah berikanlah kepada kami kemampuan untuk senantiasa mengingat-Mu dan memperbagus ibadah kepada-Mu"


Posted by Ida Latifa Hanum :: 08:31 :: 2 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

22 November, 2005

Lebih Waspada Terhadap DBD

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah daripada itu. Adapun orang- orang yang beriman, maka mereka yakin perumpamaan itu benar-benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apa maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perupamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tiada orang yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (Al-Baqarah, 26)

Musim hujan telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, curah hujan yang tinggi selalu disertai pula dengan mulai mewabahnya penyakit demam berdarah atau yang biasa kita kenal dengan DBD (Deman berdarah Dengue). Miris sekali rasanya melihat pemberitaan di media massa seputar wabah penyakit ini, apalagi lebih dari 50% korbannya adalah anak-anak. Belum lagi dengan keterbatasan fasilitas kesehatan yang memaksa mereka harus rela dirawat di lorong-lorong rumah sakit. Bahkan wabah ini juga telah banyak merenggut korban jika dan penyebarannya sangat luar biasa

Masih jelas dalam ingatan saya beberapa tahun yang lalu. Seorang sahabat saya harus kehilangan ibu dan saudaranya karena virus mematikan ini. Lebih mengharukan lagi, pada saat yang bersamaan dia sendiri sedang dalam rawat inap di rumah sakit karena penyakit yang sama. Sehingga kematian kakak dan ibunya baru ia ketahui setelah ia keluar dari rumah sakit.

DBD adalah virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri di seputar otot dan persendian, penurunan sel-sel darah putih yang dapat mengakibatkan kegagalan sirkulasi darah, dan berakhir dengan kebocoran plasma atau biasa disebut dengan DSS (Dengue Shock Syndrome). Virus ini berasal dari nyamuk “Aides Aigypti”, yang biasanya berkeliaran pada siang hari antara jam 8 – 12 dan pada sore hari antara jam 15 – 18 petang. Sungguh luar biasa, nyamuk yang memiliki ciri khas warna hitam putih ini, dengan panjang tubuh yang tidak lebih dari 1cm ternyata mampu membunuh manusia sebesar apapun. Virus mematikan ini dibawa oleh nyamuk betina melalui ludahnya. Pada saat nyamuk betina akan bertelur, maka ia sangat membutuhkan zat protein, dan darah manusia banyak sekali mengandung zat yang ini. Itulah mengapa manusia menjadi sasaran yang tepat untuk mendapatkannya. Jadi pada saat menggigit manusia itulah, virus berbahaya ini berpindah pada manusia.

Tidak semua manusia yang terkena virus ini akan terjangkit DBD, semua tergantung kepada daya tahan tubuh masing-masing. Namun tidak ada salahnya jika kita waspada terhadap tanda-tandanya, sehingga kita tidak terlambat dalam bertindak. Gejala awal adalah suhu badan yang tiba-tiba bisa mencapai 39 – 40°C, yang disertai dengan lemas dan rasa sakit pada sekujur badan. Bisa jadi selama tiga hari gejala ini, hasil pemeriksaan dokter belum menunjukkan kita positif DBD. Ciri berikutnya yang dapat kita kenali adalah perembesan plasma, biasanya ini disertai dengan mimisan, gusi berdarah dan juga bercak-bercak merah di badan.

Nah, biasanya pada hari keempat, darah kita akan mulai mengental yang dapat menghambat aliran darah dalam tubuh kita, padahal seperti kita ketahui bahwa seluruh organ tubuh kita sangat membutuhkan darah dan cairan. Hal ini mengakibatkan panas dalam tubuh kita. Untuk menggantikan cairan dalam darah kita yang keluar ini, kita bisa menggantinya dengan mengkonsumsi oralit, air putih, susu, infus dan sebagai pengganti sel-sel darah putih, kita bisa mengkonsumsi juice jambu biji yang disinyalir mampu menormalkan kadar sel darah putih dalam tubuh dalam waktu yang relatif cepat.

Hingga saat ini memang belum diketemukan vaksin atau obat yang bisa membasmi virus mematikan ini. Namun kita tidak perlu larut dalam kekhawatiran yang berlebihan. Masih ada upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya, yaitu melalui 3M: Menguras bak mandi, Menutup tempat-tempat yang berpeluang untuk perkembangbiakan nyamuk dan Mengubur baramg-barang bekas yang bisa menampung air. Bisa juga dengan menaburkan bubuk abate di bak mandi. Ini juga akan sangat membantu kita dalam menghentikan perkembangbiakan nyamuk untuk beberapa waktu. Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Jangan sampai kita kalah dengan rasa malas, yang justru berujung pada membahayakan kehidupan kita, terutama anak-anak. Bukankan kebersihan adalah sebagian daripada iman?? (dari berbagai sumber)



Posted by Ida Latifa Hanum :: 09:06 :: 3 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------