Alhamdulillah.....terwujud juga keinginan untuk mengikuti zikir bersama Ustadz M.Arifin Ilham. Ustadz kondang yang biasanya hanya bisa dilihat di layar kaca ini, akhirnya berkunjung juga ke Bojonegoro pada hari Sabtu, 26 November 2005 kemarin. Antusias masyarakat yang begitu luar biasa, sudah kelihatan dari jam 07.00 WIB, meskipun acara baru dimulai pada jam 15.00 setelah sholat ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam.
“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah daripada itu. Adapun orang- orang yang beriman, maka mereka yakin perumpamaan itu benar-benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apa maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perupamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tiada orang yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (Al-Baqarah, 26)
Musim hujan telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, curah hujan yang tinggi selalu disertai pula dengan mulai mewabahnya penyakit demam berdarah atau yang biasa kita kenal dengan DBD (Deman berdarah Dengue). Miris sekali rasanya melihat pemberitaan di media massa seputar wabah penyakit ini, apalagi lebih dari 50% korbannya adalah anak-anak. Belum lagi dengan keterbatasan fasilitas kesehatan yang memaksa mereka harus rela dirawat di lorong-lorong rumah sakit. Bahkan wabah ini juga telah banyak merenggut korban jika dan penyebarannya sangat luar biasa
Masih jelas dalam ingatan saya beberapa tahun yang lalu. Seorang sahabat saya harus kehilangan ibu dan saudaranya karena virus mematikan ini. Lebih mengharukan lagi, pada saat yang bersamaan dia sendiri sedang dalam rawat inap di rumah sakit karena penyakit yang sama. Sehingga kematian kakak dan ibunya baru ia ketahui setelah ia keluar dari rumah sakit.
DBD adalah virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri di seputar otot dan persendian, penurunan sel-sel darah putih yang dapat mengakibatkan kegagalan sirkulasi darah, dan berakhir dengan kebocoran plasma atau biasa disebut dengan DSS (Dengue Shock Syndrome). Virus ini berasal dari nyamuk “Aides Aigypti”, yang biasanya berkeliaran pada siang hari antara jam 8 – 12 dan pada sore hari antara jam 15 – 18 petang. Sungguh luar biasa, nyamuk yang memiliki ciri khas warna hitam putih ini, dengan panjang tubuh yang tidak lebih dari 1cm ternyata mampu membunuh manusia sebesar apapun. Virus mematikan ini dibawa oleh nyamuk betina melalui ludahnya. Pada saat nyamuk betina akan bertelur, maka ia sangat membutuhkan zat protein, dan darah manusia banyak sekali mengandung zat yang ini. Itulah mengapa manusia menjadi sasaran yang tepat untuk mendapatkannya. Jadi pada saat menggigit manusia itulah, virus berbahaya ini berpindah pada manusia.
Tidak semua manusia yang terkena virus ini akan terjangkit DBD, semua tergantung kepada daya tahan tubuh masing-masing. Namun tidak ada salahnya jika kita waspada terhadap tanda-tandanya, sehingga kita tidak terlambat dalam bertindak. Gejala awal adalah suhu badan yang tiba-tiba bisa mencapai 39 – 40°C, yang disertai dengan lemas dan rasa sakit pada sekujur badan. Bisa jadi selama tiga hari gejala ini, hasil pemeriksaan dokter belum menunjukkan kita positif DBD. Ciri berikutnya yang dapat kita kenali adalah perembesan plasma, biasanya ini disertai dengan mimisan, gusi berdarah dan juga bercak-bercak merah di badan.
Nah, biasanya pada hari keempat, darah kita akan mulai mengental yang dapat menghambat aliran darah dalam tubuh kita, padahal seperti kita ketahui bahwa seluruh organ tubuh kita sangat membutuhkan darah dan cairan. Hal ini mengakibatkan panas dalam tubuh kita. Untuk menggantikan cairan dalam darah kita yang keluar ini, kita bisa menggantinya dengan mengkonsumsi oralit, air putih, susu, infus dan sebagai pengganti sel-sel darah putih, kita bisa mengkonsumsi juice jambu biji yang disinyalir mampu menormalkan kadar sel darah putih dalam tubuh dalam waktu yang relatif cepat.
Hingga saat ini memang belum diketemukan vaksin atau obat yang bisa membasmi virus mematikan ini. Namun kita tidak perlu larut dalam kekhawatiran yang berlebihan. Masih ada upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya, yaitu melalui 3M: Menguras bak mandi, Menutup tempat-tempat yang berpeluang untuk perkembangbiakan nyamuk dan Mengubur baramg-barang bekas yang bisa menampung air. Bisa juga dengan menaburkan bubuk abate di bak mandi. Ini juga akan sangat membantu kita dalam menghentikan perkembangbiakan nyamuk untuk beberapa waktu. Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita. Jangan sampai kita kalah dengan rasa malas, yang justru berujung pada membahayakan kehidupan kita, terutama anak-anak. Bukankan kebersihan adalah sebagian daripada iman?? (dari berbagai sumber)