Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

30 January, 2006

Makin Unggul Berkat Muhasabah

Makin Unggul Berkat Muhasabah

Satu hari lagi kita akan menyongsong datangnya tahun baru 1427 Hijriyah. Adalah kesempatan yang baik buat kita untuk menilai amal perbuatan kita selama setahun lalu, serta membuat rencana untuk perbaikan diri di masa yang akan datang. Untuk Itulah perlunya kita menghisap diri.

Islam mengajarkan konsep quality control kehidupan yang paling dahsyat dan menyediakan alat pengukur tercanggih. Pelaksanaan tekun akan menghasilkan pribadi-pribadi tangguh dan sukses yang sejati.

Evaluation, performance appraisal, quality control. Kita silau oleh berbagai istilah dan konsep manajemen Barat yang kita kira paling canggih untuk membentuk diri atau organisasi menjadi professional dan berprestasi. Setiap akhir tahun pembukuan, kita mengira bahwa kalau kita laksanakan performance appraisal, seorang karyawan kemudian akan tercambuk untuk lebih berprestasi.

Setiap akhir tahun pula, orang melakukan evaluasi, membuat resolutions dan mengira setahun ke depan mereka akan mengisi hanya dengan hal-hal positif. Tentu tidak ada salahnya membuat new year resolutions. Kadang kita malah mengkaitkannya dengan konsep kebiasaan baik, seperti 7 habits of highly effective people ala pakar manajemen Stephen R.Covey.

Namun proses evaluasi mana yang lebih canggih daripada peritah Allah yang satu ini. "Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan hendaklah (tiap-tiap) diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk esok (akhirat)". (QS.Al Hasyr:18.)

Allah tidak memerintahkan kita mengevaluasi diri dan kehidupan kita untuk satu semester atau satu tahun ke depan, tetapi untuk sebuah kehidupan abadi yang baik buruknya ditentukan oleh baik buruknya kehidupan kita saat ini. Yang luar biasa adalah kita tidak tahu kapan kita mulai kehidupan abadi itu: nanti malamkah kita mati? Besokkah kiamat datang?

Kemudian, Islam menyediakan alat ukur mulai dari yang paling konseptual ("Seorang mukmin tidak menuhankan apapun selain Allah. Apakah saat ini aku menganggap pekerjaanku lebih penting daripada pergi sholat demi menyembah Allah? Mengapa aku tidak mau segera menyegerakan sholat?"), hingga yang paling praktis ("Sudahkan aku tersenyum dan berkata baik kepada ibu yang menyambung nyawa dan bermandi darah sewaktu melahirkan aku? Sudahkan aku mencium tangan ayahku sebagai tanda hormatku kepada orang tuaku yang melindungiku sejak kecil? Berapa malam terlewati tanpa aku berusaha menemui Cinta Utamaku yaitu Allah lewat tahajud?")

Lalu, teori manajemen diri dan perusahaan mana yang mengajarkan evaluasi dan performance appraisal sedikitnya 5 kali sehari, sebagai quality control tools? Call it what you will, Islam memberi kita konsep evaluasi diri dan quality control yang paling baik yang bisa dilaksanakan akan membentuk pribadi yang bukan saja highly effective dan professional sebagaimana kata Stephen Covey, tetapi juga selalu meyesali kesalahan dan bergegas memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri.Konsep itu adalah MUHASABAH. (Sumber: Alia-Januari 2006)

Nah...selamat Tahun Baru 1427 Hijriyah Sahabat. Semoga tahun kemarin menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kita untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang, hingga datangnya kehidupan abadi.

Posted by Ida Latifa Hanum :: 13:52 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

21 January, 2006

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427H

Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427H

Salah satu peristiwa besar dan penting yang selalu kita peringati setiap kali datang bulan Muharram adalah tragedi Karbala. Karena peristiwa itu terjadi pada bulan suci ini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427 Hijriah, semoga meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Karbala, Bumi Penaklukan Darah atas Pedang
(Sumber: Islamic Republic of Iran Broadcasting)

Karbala. Itulah nama hamparan sahara yang menjadi panggung drama nyata yang menyuguhkan genangan darah dan air mata suci putera-puteri Rasul. Panggung sebuah tragedi yang mengiris sukma dan hati nurani insan dan abdi-abdi sejati Ilahi manakala darah daging suci Rasul itu menjadi mangsa keserakahan, pengkhianatan, kezaliman, dan kebiadaban penguasa serta kepicikan sebagian umat sepeninggal Rasul.
Karbala. Gurun duka dan nestapa. Gurun tempat matahari dari angkasa malakut mengguyurkan terik cahaya kesaksian atas histeria dan ratap tangis putera-puteri Azzahra saat tercekik dahaga di tengah seringai ribuan pasukan angkara murka, saat mereka terlunta-lunta di tengah ingar bingar ribuan manusia-manusia srigala yang bermandikan air liur dan mabok harta dan kekuasaan, saat mereka mengerang di tengah lingkaran pagar tombak dan betis kuda-kuda perang kaum durjana, saat mereka terkepung gumpalan debu dan semburan api musuh yang melahap tenda-tenda mereka, saat mereka terbantai di tengah gemerincing pedang dan gemertak rahang keangkuhan penguasa Dinasti Umayyah.
Karbala. Samudera pasir yang menikari bagian sungai Eufrat di Irak. Padang tandus tempat kstaria sejati Islam, Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib as, mempersembahkan kesegaran, ketegaran, dan keperkasaan darah altruisme untuk menerjang prahara kemunafikan dan meruntuhkan benteng kebejatan Bani Umayyah terhadap Islam dan umatnya. Tanah tempat Al-Husain putera Azzahra mengibarkan bendera perang terhadap setiap kekuatan angkara murka di muka bumi yang saat itu diperagakan dengan amat sempurna dan mencekam oleh Yazid bin Muawiyah, Ubaidillah bin Ziyad, Syimir bin Dzil Jaushan, dan aktor-aktor antagonis lainnya. Karbala, tanah tempat Al-Husain menyambut Asyura tuk melepas bintang berekor tanda datangnya keranda kehancuran para Fir'aunis.
Karbala. Pada akhirnya adalah gurun sejarah abadi penaklukan darah syuhada atas panah, tombak, dan pedang.
"Jikalau raga diciptakan untuk menyongsong kematian, maka kematian di ujung pedang di jalan Allah jauh lebih baik dan mulia ketimbang mati di atas ranjang." (Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib as).
Baca Selengkapnya

Posted by Ida Latifa Hanum :: 08:52 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

17 January, 2006

Nikmat yang Sering Terlupakan

Nikmat yang Sering Terlupakan

Alhamdulillah, akhirnya masuk kerja juga hari ini. Sejak Sabtu sampai Senin kemarin saya ijin tidak masuk kerja karena demam yang lumayan bikin badan ga enak semua. Sejak awal tahun baru, saya memang banyak keluar kota. Maklum bulan besar, jadi banyak orang punya hajat. Belum lagi dengan hujan yang tiap hari mengguyur kota Bojonegoro, yang selalu turun disaat orang pulang kerja. Mau ga mau harus main hujan-hujanan setiap pulang kerja. Jas hujan pun terkadang tidak banyak membantu kalau lagi hujan deras. Mestinya sih sabar dengan menunggu sampai reda, tapi dengan mendung yang selalu disertai awan putih, bisa-bisa larut malam baru sampai di rumah.

Meskipun hanya tiga hari tidak banyak beraktifitas, ternyata banyak sekali pekerjaan yang terlantar. Bukan hanya pekerjaan kantor, tapi juga pekerjaan di rumahpun jadi tidak tersentuh. Belum lagi dengan ikan-ikan yang mulai gerah dengan aquarium yang airnya mulai keruh minta dibersihkan, anggrek-anggrek yang sudah menunggu perawatan. Dan yang jelas kajian ahad pun lewat begitu saja. Kalau begini jadi menyesal karena tidak pandai menjaga kesehatan.

"Kesehatan itu mahal, makanya kalau sehat jangan lupa sakit", begitu kata dokter yang memeriksa saya beberapa hari yang lalu.

Duh,...jadi ingat kalau kesehatan itu adalah nikmat Allah yang luar biasa besarnya, tetapi kita sering lupa dengan mengabaikan begitu saja. Padahal sebagai ungkapan syukurpun, kesehatan tidak menuntut banyak, dia hanya meminta dijaga dengan baik dan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

Doa Ketika Sakit
Yaa Allah, bagimu segala pujian
Karena tidak henti-hentinya aku bergerak
Berkat kesehatan badanku
Bagimu segala pujian
Karena penyakit yang engkau timpakan pada jasadku

Aku tidak tahu
Keadaan yang mana yang patut aku mensyukuri-Mu
Waktu yang mana
Yang paling pantas aku memuji-Mu

Apakah waktu sehat
Ketika engkau senangkan daku dengan yang baik-baik dari rezeki-Mu
Engkau bangkitkan semangatku
Untuk mencari rido dan karunia-Mu
Engkau kuatkan aku utuk mentaati-Mu
Pada apa yang telah Kauberikan taufiknya bagi-Ku

Ataukah waktu sakit
Ketika Engkau menguji aku
Dan Engkau anugrahkan kenikmatan kepadaku
Dengan meringankan dosa-dosa
Yang memberati punggungku
Mensucikan kesalahan-kesalahan
Yang telah menenggelamkan diriku
Memberikan peringatan
Untuk memperoleh pengampunan
Dan menyadarkan akan penghapusan dosa
Dengan kenikmatan yang terdahulu

Dalam keadaan demikian
Apa yang dituliskan oleh dua malaikat bagiku
Berupa amal yang bersih yang tidak terfikirkan hati
Yang tidak terucapkan lidah
Yang tidak dilakukan oleh angota badan
Tetapi semuanya karunia dari-Mu atasku
Dan anugrah dari perlakuan-Mu terhadapku

Ya Allah
Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya
Cintakan aku kepada apa yang Kauridhoi untukku

Ringankan bagiku
Apa yang telah Engkau timpakan kepadaku
Sucikan aku dari hal-hal kotor
Hapuskan dariku kejelekan yang sebelumnya aku kerjakan
Yang sebelumnya aku kerjakan
Berikan kepadaku nikmatnya kesehatan
Datangkan kepadaku sejuknya kesejahteraan
Jadikan jalan keluarku dari sakitku
Menuju ampunan-Mu
Perpindahanku dari kemalanganku
Menuju maaf-Mu
Lepaskan aku dari deritaku
Menuju ketentraman-Mu
Keselamatanku dari kesusahan ini
Menuju pertolongan-Mu

Sungguh Engkau yang mencurahkan anugrah
Menabur karunia
Maha Pemberi, Maha Pemurah
Pemilik keagungan dan kebaikan

{Dicopy dari milis forum pengajian kantor}

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:32 :: 2 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

09 January, 2006

Selamat Hari Raya Idul Adha




SEMOGA MENINGKATKAN KETAQWAAN KITA DALAM BERBAGI DAN SOLIDARITAS ANTAR SESAMA

Posted by Ida Latifa Hanum :: 08:39 :: 2 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

03 January, 2006

Malam Tahun Baru 2006

Tahun Baru 2006

"Lho, kok di rumah...??" Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh semua orang datang ke rumahku pada tanggal 31 Desember 2005 kemarin.

"Memang aneh ya kalau malam tahun baru di rumah" tanyaku lagi. (hi...hi, padahal aku paling ga suka kalau pertanyaan dijawab dengan pertanyaan), habis bosen menjawab pertanyaan sama.

"Nggak juga sih...!". Jawab mereka semua kompak.

Dari dulu, aku memang jarang merayakan tahun baru rame-rame. Seingatku hanya 3 kali saja. Yang pertama tahun 1999, bertepatan dengan ulang tahun teman kuliah di Malang dulu. Kedua pada waktu acara reuni SMA tahun 2000. Dan yang terakhir tahun 2003, itupun karena teman-teman lama dari luar kota pengen tahu acara malam tahun di Bojonegoro. Yang paling sering sih menghabiskan waktu sendirian aja di rumah. Atau kalau nggak, muter-muter pakai motor untuk melihat keadaan sekeliling (kayak satpol PP aja ya). Lagian kalau tahun baru, kebanyakan orang keluar rumah jadi sudah pasti jalanan macet, bikin merasa ga nyaman.

Tahun baru kali ini, juga tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sejak pulang kerja hari Sabtu siang aku tidak keluar rumah sama sekali. Seharian penuh aku habiskan buat nonton TV dan baca-baca buku di rumah. Iseng2 aku telp Mbak ini untuk bertanya seputar ganti Blogskins. Sudah 7 bulan blogskins-ku tidak pernah berubah. Aku mulai merasa jenuh dengan blogskins yang itu-itu saja, makanya pengen banget ganti Nah setelah utak-atik sana-sini, ini dia hasilnya. Belum puas sih sebenarnya, masih banyak yang pengen aku rubah. Tapi cukup lumayan lah untuk mengurangi rasa bosanku.

Satu hal yang berusaha tidak aku lewatkan di setiap tahun baru. Bikin catatan kecil untuk rencanaku di tahun mendatang, sekaligus evaluasi atas apa yang aku lakukan selama satu tahun ini, baik untuk urusan pribadi, maupun pekerjaan kantor. Sebenarnya untuk menjadi lebih baik sih tidak harus menunggu pergantian tahun. Setiap hari juga seharusnya begitu. Tapi tidak ada salahnya juga kan kalau kita tandai dengan evaluasi diri (mungkin karena saya accounting ya, jadi ada istilah tutup buku...he...he). Wah, ternyata masih banyak PR yang belum terselesaikan di tahun 2005 kemarin. Harapannya sih ke depan tidak terulang lagi kesalahan-kesalahan yang sama. Yup...I will be something new a metamorfhosis (kayak kupu-kupu aja ya)untuk lebih cantik dan cantik lagi. (Doakan ya semoga tidak kalah dalam perjuangan melawan penyakit malas)

Posted by Ida Latifa Hanum :: 12:10 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------