Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

18 March, 2006

SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA (BAG-2)

SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA (BAG-2)

...adalah kelanjutan tulisan beberapa waktu yang lalu, belum lupa kan dengan cerintanya??

Bangunannya tidak begitu besar. Nampak dari luar mushola kecil karena bangunan ini berada di bagian paling depan. Sekilas kulihat ada sekitar 5 orang jama’ah di dalamnya. Mungkin yang lain sudah pulang seusai sholat subuh. Bangunan bergaya arsitektur Bali berpadu dengan ornamen khas masjid membuatku ingin masuk melihatnya. Tapi..., sudahlah aku harus segera mandi, sholat dan bersiap-siap, karena jam 9 pagi aku sudah harus sampai di denpasar lagi.

Sebenarnya aku masih ingin bernostalgia dengan Lida. Banyak hal yang ingin kami ceritakan setelah sekian lama tidak ketemu. Aroma sedap melintas, membuat rasa lapar semakin menjadi, maklum semalam hanya makan ala kadarnya di rumah makan tempat bus berhenti. Wow...bimesre, ini dia satu-satunya makanan khas bali yang aku doyan dan ternyata disediakan Lida khusus untukku. Daging ayam yang diiris kecil memanjang, ditumis dengan bumbu merah...hhhmm, jangan ditanya deh enaknya.

Sembari menikmati sarapan pagi, cerita terus mengalir. keingintahuannku tentang jama'ah subuh di musholanya tadi pagi menjadi diskusi menarik kami berdua. Menurutnya setiap hari tidak lebih dari 10 orang yang sholat di situ, kecuali kalau anak-anak PonPes sedang tidak libur. Dulu aku mengira, kalau yang disebut kampung muslim itu adalah banjar (desa red) yang penduduknya muslim semua. Tapi ternyata yang aku lihat di sini hanya beberapa rumah yang berada di sekeliling lingkungan masjid. Kecuali untuk daerah-daerah tertentu seperti negara (baca negare red.) yang secara kuantitas penduduk muslimnya lebih banyak dibandingkan wilayah Bali lainnya.

Namun sebagai kelompok minoritas, justru ikatan persaudaraan mereka layak untuk diacungi jempol. Setiap ada peringatan hari besar Islam, mereka melaksanakan di desa-desa lain secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan agar perayaan menjadi lebih meriah karena berkumpul dengan lebih banyak saudara muslim dari desa lain. Kita mestinya bersyukur terlahir di tempat di mana Islam menjadi masyarakat mayoritas. Tetapi sedih rasanya jika mengingat masih saja ada perpecahan di antara sesama saudara muslim. Harusnya kita belajar banyak dari mereka.

Waktu cepat sekali berlalu, padahal aku masih ingin istirahat. Iseng kutelpon perusahaan dimana aku melamar untuk mengundur jadwal test menjadi lebih siang dengan alasan aku baru saja sampai di Bali. Alhamdulillah, usahaku berhasil (bandel ya). Akhirnya waktu berjuang tiba juga. Lida memutuskan untuk mengantarku sampai di Batu Bulan karena khawatir aku kesasar, sekalian dia berangkat mengajar di sebuah SMP negeri di daerah Karangasem. Pertemuan yang sangat menyenangkan, tapi sayang hanya sesaat.

Segera kuberhentikan taxi yang melintas di depanku. Tidak sulit menemukan alamat perusahaannya . Alhamdulillah test tulis dan interview kulalui dengan baik dan tidak memakan waktu lama. Hari itu juga kuputuskan untuk langsung kembali ke Malang karena besok sudah harus bekerja lagi. Selamat tinggal pulau dewata, jika Allah memberi kesempatan, aku pasti kembali (bersambung)

Kisah Selanjutnya: Terjebak di pulau dewata kala BOM BALI I terjadi...

MySpace Layouts


Posted by Ida Latifa Hanum :: 12:50 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

08 March, 2006

Impianku

IMPIANKU

Impian memang indah. Dengan impian ingin kugapai sejuta bintang dan harapan. Impian membawaku ke sebuah tempat yang kudambakan, yang takkan pernah kujumpai dalam alam nyata. Impian adalah alam bebas, tanpa dinding, tanpa batas. Tidak ada yang bisa melarang, aku ingin terus bermimpi, menggapai harapan dan keinginan, yang tak bisa kutemui saat pejaman mataku terbuka dan mimpiku berakhir.

Dengan impian kita memiliki harapan, dengan impian mendorong kita akan berusaha keras mewujudkannya. Karena tidak ada yang menginginkan indahnya impian hanya angan belaka yang berakhir saat terbangun dari tidur. Semoga semuanya akan berubah menjadi kenyataan suatu saat nanti.

Mbak Ida, kang dadang,lain kali tantangan menulis impiannya yang banyak ya, jangan cuma lima. Soalnya impianku banyak banget. (he..he, kalau nurutin impian ga ada habisnya ya) Jadi apa aja ya impianku? Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini, ingin itu banyak sekali. Tapi yang sampai kebawa mimpi kayaknya ini deh.

1.Kalau punya kesempatan pergi ke luar negeri, tujuan pertama kali yang pengen aku kunjungi adalah Mekkah. Aku ingin bisa naik haji. Kalau bisa sih di usia yang masih muda. Apalagi kalau bisa bareng sama kedua orang tuaku, pasti akan lebih menyenangkan

2.Pengen punya adik/anak asuh yang banyak. Aku suka "iri" melihat orang-orang yang sudah mampu punya anak asuh banyak. Pasti menyenangkan sekali dekat dengan anak-anak kecil. Doakan ya rejekinya banyak, biar bisa menambah adik asuh lebih banyak lagi.

3.Pada saatnya nanti aku pengen berhenti kerja dan punya usaha sendiri. Aku hobi banget jalan-jalan trus beli pernak pernik ini itu. Jadi daripada dipakai sendiri dan ngabis-abisin duit lebih baik jualan aja. Lumayan, bisa menambah pendapatan. Jadi rencananya kalau punya modal aku pengen punya butik khusus muslimah di rumah, jadi ga perlu jauh-jauh kalau bekerja. Terus di tempat yang sama aku juga pengen jualan bunga, khususnya anggrek. Butik dipadu dengan taman anggrek, pasti semakin indah, asri dan alami. Duh...jadi pengen cepet2 bisa mewujudkan, sekarang lagi belajar jahit baju sama ibu dan juga nanam anggrek. Doakan berhasil ya belajarnya.

4.Kalau punya rejeki untuk bikin rumah, aku ingin punya rumah minimalis tapi memiliki halaman luas. Karena cita-citaku punya ruangan terbuka khusus untuk membaca. Semacam perpustakaanlah, tapi dengan suasananya yang sejuk dekat dan dengan alam. Siapa aja boleh datang, terutama anak-anak. Belum banyak sih koleksi bukunya, semoga bisa terus bertambah. Atau ada yang bersedia menyumbangkan buku?? (maunya :D)

5.Wah...yang terakhir ini mah sebenarnya rahasia banget, Tapi gimana ya??? Ga pa apa deh karena ini juga impianku. Ssstt...diem2 ya, dan ga usah tanya ini itu, bisa panjang ntar ceritanya. Aku ingin punya suami shalih, syukur-syukur kalau seneng berdakwah. Bukan apa-apa sih, tapi karena aku orangnya rada-rada bandel, jadi biar tiap hari ada yang ngomelin, he...he.

Namanya juga impian, kalau Allah mengabulkan Alhamdulillah, kalau nggak ya tetap saja harus disyukuri. Nah sekarang aku juga pengen tahu impian teman-teman yang lain. Berani ga ya Umminya Ifa, Dek Andres, Dek Hakim mengungkapkan impian mereka??

MySpace Layouts


Posted by Ida Latifa Hanum :: 09:19 :: 2 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

03 March, 2006

Membaca Surah Yusuf dan Maryam Agar Anak Ganteng dan Cantik??

Membaca Surah Yusuf dan Maryam Agar Anak Ganteng dan Cantik?? (Sstttt...Edisi Khusus Wanita)

Postingan ini sebenarnya berawal dari teman satu kantor yang beberapa waktu lalu minta tolong dicarikan Surah Yusuf dan Maryam. Jadi ceritanya dia lagi hamil 3 bulan dan berencana menggelar acara tiga bulanan. Kebetulan ada artikel yang mengupas masalah ini. Nah. Lho apa hubungannya dengan menulisnya di sini?? Erat, karena saya sendiri belum pernah menjadi ibu, jadi pengen tahu juga, bener ga sih ini, he..he. Tapi yang pasti semoga bermanfaat buat siapa saja yang membacanya.

Memang membaca dua surah Al-Quran ini diyakini oleh kebanyakan orang bisa membuat anak yang dilahirkan cantik dan ganteng. Siapa yang menyangkal ketampanan Nabi Yusuf As dan kecantikan paras Maryam, Ibunda Nabi Isa As. Entah darimana asalnya, yang pasti tradisi ini telah berlangsung lama dan dilakukan dari generasi ke generasi.

Pada dasarnya membaca Al-Quran memang adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT. Tetapi Islam tidak pernah mengajarkan melaksanakan sesuatu ibadah dengan membaca surah ini atau surah itu, kecuali ada contoh atau hadits dari Rasulallah SAW. Karena itu sebaiknya jangan membaca surah-surah tertentu dengan keyakinan-keyakinan tertentu pada saat hamil. Tapi bacalah Al-Quran dari awal hingga akhir sesuai dengan kemampuan agar hati semakin tenang dan mantap menghadapi jihad melahirkan generasi Islami. "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah...". Menurut dokter kandungan, ketenangan batin adalah suatu hal yang mutlak dibutuhkan oleh wanita yang sedang hamil. Karena kondisi psikis wanita yang sedang hamil amat berpengaruh pada kandungan yang ada di rahimnya.

Selain itu, alangkah baiknya juga membaca terjemahan agar bisa memahami artinya, sehingga dapat membantu untuk mengamalkannya. Apabila pada saat hamil, tentunya bacaan itu diiringi dengan doa dalam hati tentang pengharapan-pengharapan kita, selain tentunya di waktu-waktu khusus untuk berdoa.

Jadi tidak hanya Surah Yusuf dan Surah Maryam, tapi bacalah seluruh ayat Al-Quran sesuai dengan kemampuan masing-masing. Lebih baik lagi bila kita membacanya sehabis sholat, utamanya sesudah sholat wajib. Bila kita membaca 1 lembar sehari sehabis sholat, maka berarti dalam 1 hari kita telah membaca ½ juz. Kalau dalam sehari kita mampu membaca 2 lembar, maka dalam 1 hari kita telah membaca 1 juz. Dengan demikian selama sebulan kita telah mengkhatamkan Al-Quran. Subhanallah, sungguh prestasi yang luar biasa.

Bila kita rajin membca Al-Quran ketika hamil, sertakan dengan doa agar kelak anak kita pun akan cinta kepada Al-Quran. Allah paling mencintai orang orang belajar Quran dan mengajarkannya. Jadi jangan membaca Al-Quran saat hamil saja. Yang terpenting, Allah tidak menilai keimanan seseorang dari cantik dan ganteng saja. Bukankah akan lebih membahagiakan jika anak yang nantinya lahir mirip dengan ayah ibunya?? (Sumber: Alia Feb, 2006)

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:29 :: 3 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------