Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

20 April, 2006

(Kutemukan Kembali) Sahabatku

MySpace Layouts


(Kutemukan Kembali) Sahabatku

Ada tampilan miscall di layar HP seusai aku mandi kemarin malam. Sayang sang penelpon menyembunyikan nomornya. Niat untuk menelpon balikpun akhirnya aku urungkan. Saat sholat Maghrib, kembali terdengar panggilan masuk. Begitu selesai sholat aku cek, ternyata sama seperti sebelumnya, tanpa identitas. Kali ketiga, langsung dengan cepat aku terima telponnya, siapa tahu ada sesuatu yang penting hingga berkali-kali menelponku.

"Assalamu'alaikum" terdengar suara dari HP yang aku genggam. Subhanallah, sepertinya suara ini aku pernah mengenalnya. Karena lama tidak pernah lagi mendengar, aku meragukan tebakkanku sendiri. "Ini aku...masih ingat?". Ya Allah, benar dugaanku, dia adalah sahabat baik yang sekian tahun menghilang dari kehidupanku. Sahabat yang membuatku tertarik bergelut dengan komputer dan dunia IT (Maaf, ilmunya dah pada ilang, karna ga pernah diasah lagi, he..he). Waktu masih kuliah aku memang dekat dengan beberapa teman dari Fakultas lain. Perbedaan disiplin ilmu, justru membuat kami dekat karena lebih banyak hal yang menjadi topik pembicaraan kami. Bahkan setelah lulus, kamipun sempat bekerja satu kantor meskipun lain devisi.

Hingga pada suatu saat, dia menghilang hanya karena ada kesalahpahaman (bisa dibilang gitu ga ya, aku juga ga ngerti sih kenapa??) diantara kami. Sebenarnya bukan masalah besar, bahkan rasanya tidak sebanding dengan nilai persaudaraan yang telah kami lewati selama bertahun-tahun. Sifatnya yang cenderung melankolis, membuatnya memilih menghindar dan meninggalkan seribu tanya. Aku terus berusaha menghubunginya, baik dengan mengirim sms ketika lebaran, ucapan selamat ketika kelahiran putra pertamanya, ataupun menitipkan salam melalui orang-orang terdekatnya. Tapi tidak pernah sekalipun aku mendapatkan respon darinya. Aku hanya berpikir, mungkin dia sibuk dengan kehidupannya yang sekarang, apalagi semenjak kelahiran putra pertamanya. Meskipun tidak menyangkal, pada kondisi tertentu aku menganggap dia telah memutuskan sillaturahmi (maafin aku ya).

Dan semalam, dia datang melalui teleponnya, menjelaskan alasan kenapa dia menghilang dari persahabatan kami. "Benar kan, masalahnya tidak sesulit yang kau bayangkan". Ah, Tuhan selalu punya rencana yang indah. Di saat aku sudah mulai melupakan semuanya, mengikhlaskan semua, maaf dan memaafkan atas semua kesalahpahaman yang terjadi, tiba-tiba dia datang dengan sendirinya. Tidak penting bagiku penjelasan atas apa dan kenapa. Semuanya sudah selesai, dan yang tertinggal hanyalah hikmah, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, selama kita mempunyai kemauan untuk melakukannya. Bagiku ini adalah pertemuan kembali dengan sahabat lama yang sangat aku rindukan kabar beritanya. Thanks God, akhirnya kau kembalikan sahabat baikku. Dan ceritapun mengalir, tentang segala hal baru yang tlah lama tidak saling berbagi. (Salam untuk bidadari dan pangeran kecilmu ya).

Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...bro and sist...moga hati kita dipertautkan karena-Nya

Posted by Ida Latifa Hanum :: 15:28 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

18 April, 2006

(Kembali) Tentang Ibu

(Kembali) Tentang Ibu
myspace layout



Dering telepon atau bunyi sms masuk di pagi hari sudah tidak asing di rumahku. Kalau tidak kakakku nomor 1, 2, 3, ya 4. "Tolong dong tanyain ke Ibu, bumbu masakan ini, apa?" Pertanyaan yang sudah bisa aku tebak. Maklum, keempat kakakku sudah berstatus sebagai istri jadi memasak sudah menjadi aktivitas wajib mereka sehari-hari.

Kadang aku berpikir lucu juga mereka ini, jauh-jauh telepon dari luar kota hanya sekedar menanyakan bumbu masakan. Bukan hanya itu saja, tetapi terkadang mereka juga protes, karena hasil masakannya tidak selezat memasak ibu. "Bu, kok hasil masakannya nggak seperti masakan ibu sih, hayoo...ada bumbu yang dirahasiakan ya?". Begitu mereka bercanda.

Inilah yang membuat aku semakin bangga dengan ibu. Sekolah beliau memang tidak seperti sekolah kami di jaman modern ini. Tetapi tetap saja ibu memiliki segudang ilmu yang tidak mungkin kami dapatkan di tempat lain. Kesabarannya, ketekunannya, pengabdiannya kepada keluarga, kearifannya, dan kasih sayangnya telah membuat kami belajar banyak hal kepadanya. Dan yang pasti bagiku ibu adalah koki terhebat yang ada di dunia ini, yang selalu setia menyajikan karya terbaiknya kepada kami.

Sepertinya tidak akan pernah habis kata-kata indah yang menggambarkan pesona seorang ibu ,meskipun semuanya tidak akan mampu menyamai keberadaan yang sesungguhnya. Satu hal yang pasti, ibu adalah sebuah muara yang selalu setia menanti kedatangan kita anak-anaknya dengan segudang cinta yang tak akan pernah sirna oleh waktu. Pun ketika seorang anak datang dan bersimpuh hanya dalam kedukaannya. Tidak berlebihan jika ada sahabat yang menyebutmu sebagai madrasah cinta, karena ketulusanmu yang tak tersaingi.Ibu, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmad-Nya kepadamu

Posted by Ida Latifa Hanum :: 10:52 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

11 April, 2006

Oleh-Oleh dari Semarang dan Yogja

MySpace Layouts


Oleh-Oleh dari Semarang dan Yogja
Liburan 2 hari kemarin, aku dan keluarga memutuskan mengunjungi kakakku nomer 4 yang baru beberapa bulan yang lalu pindah ke Semarang. Maklum, kakakku saat ini sedang mengandung anak pertamanya. Jadi biar bisa ketemu, kita yang ngalahi pergi ke sana, sekalian berlibur.

Sabtu sehabis sholat subuh Bapak, Ibu, Mbak-Mbakku ama para keponakan sudah berangkat semua, kecuali aku dan keponakanku yang masih duduk di bangku SD, karena masih harus sekolah. Sore harinya sepulang kerja aku menyusul ke sana. Bersamaan dengan berkumandangnya adzan maghrib, aku sampai di Stasiun Tawang Semarang. Malamnya aku ajak semua my nephew jalan-jalan. Tapi sayang, kedatanganku di sambut hujan deres banget. Jadilah malam itu terjebak di taman bermain anak-anak. Padahal jauh-jauh hari sudah aku siapkan list buku yang ingin aku beli di Gramedia. Jadi, acara malam itu berubah menjadi terjebak hujan dan keliling kota melihat banjir, kalau ini mah sudah biasa di Bojonegoro, he...he

Minggu pagi, pengennya jalan-jalan ke pasar tradisional Semarang dan sekitarnya, karena siangnya aku janjian mau copi darat ama seseorang, Tapi sayang, berdasarkan aklamasi, akhirnya kita ke Yogyakarta. Maklum, pergi rame-rame, jadi banyak keinginan dan kepentingan yang harus diakomodir. Jam 13.00 kita berangkat ke Yogya. Sampai sana udah sore, karena selama perjalanan hujan turun lumayan deras jadi sedikit extra hati-hati. Akhirnya cuma jalan-jalan aja ke toko Batik di sepanjang Malioboro, sekalian nyari oleh-oleh buat yang di rumah, tetangga dan titipan teman-teman kantor. Yang lumayan lama sih waktu bantu Bapak nyari Wayang Kulit. Ga tau siapa saja tokoh pewayangan yang di cari. Pokoknya kalo urusan wayang Bapak memang hapal dari A sampai Z. Tapi rada sedih juga sih waktu di sini, handphone dan tempat camera digitalku raib di ambil orang gak bertanggung jawab. Tapi Alhamdulillah, saat itu Camera Digital ga berada di dalam tempatnya, padahal di tas itu juga. He..he, tertipu ya, cuma dapat tempatnya aja!!!. Yah, diikhlasin aja deh, mungkin yang ambil lagi butuh duit banget, anaknya sakit atau apa. Atau diingatkan kali ama yang Di Atas kalau shodaqohnya kurang. Jam 22.30, sampai juga di Semarang lagi.

Hari terakhir di Semarang aku ga kemana-mana karena malamnya harus pulang ke Bojonegoro, jadi mesti siapkan segala sesuatunya. Siangnya ketemuan deh ama seseorang yang kemarin sempat tertunda. Maaf ya, kemarin aku sudah merubah jadwal ketemuan kita. Pengennya sih ketemu di rumahnya, tapi sayang ga ada yang nganter, mau berangkat sendiri takut kesasar. Alhamdulillah, tempat kerjanya dekat dengan rumah kakakku, jadi sepulang dari kerja kerja bisa langsung datang. Duh, ga sabar rasanya ketemu dengannya….gimana ya orangnya?? Selain dengannya aku juga pengen banget ketemu ama baby-nya, yang sering bawain teh ama goring-gorengan ke Blogku, tapi sayang lagi di rumah eyangnya, datang sendiri deh umminya. Akhirnya ketemu juga...kok kita kayaknya udah kenal lama banget ya Mbak Ida, biasalah cerita ini-itu, namanya juga baru ketemu. Trus kita juga sempat foto2an gitu deh, yang lain jangan pada ngiri ya. Hhhm...ada satu lagi, aku dapat hadiah juga lho, mau tahu?? Rahasia ya, ntar pengen lagi. Ok, thanks ya Sis for your kindness, Insya Allah next time kita ketemu lagi, biar bisa ketemu Zidan juga.

Posted by Ida Latifa Hanum :: 15:27 :: 3 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

03 April, 2006

Selamat Menempuh Hidup Baru Mbak

MySpace Layouts


Selamat Menempuh Hidup Baru Mbak

Jangan gelisah, jangan bersedih, jangan gundah, usah lara, usah nestapa, usah merana. Bagi semua yang belum menemukan "pasangannya", Allah telah menjanjikan pasangan bagi setiap hamba yang diciptakan-Nya. Hanya waktu masalahnya. Ada dua alasan kenapa sampai saat ini Allah masih menahan pertemuan dengan jodoh masing-masing.

Yang pertama, Allah ingin menguji kita dalam menjalani semuanya. Apakah kita memilih jalan yang sesuai dengan ajaran-Nya, sehingga menjalaninya dengan ikhlas dan sabar? Atau justru tergesa-gesa sehingga memilih jalan pintas yang justru tidak diridhoi oleh-Nya? Alih-alih pengen dapat pasangan hidup yang shalih/shalehah dengan rajin pergi ke masjid, eh..., kok malah dapatnya maling sendal...he2, niatnya salah kali ya. Na'udzubilla. Insya Allah kalau niat dan caranya baik, Allah pasti akan melindungi dari segala keburukan. Alhamdulillah, Allah tidak menilai dari hasil, tetapi lebih pada proses bagaimana usaha kita dalam mendapatkan segala sesuatu.

Yang kedua, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya sebelum melakukan tugas mulia sebagai istri, suami, ayah, ibu dan status-status lain yang harus disandang dalam kehidupan sosial masyarakat, sebagai kompensasi dari sebuah pernikahan. Sudah tak terhitung berapa banyak pernikahan hancur hanya karena tidak memiliki cukup ilmu untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Tetaplah bersyukur ketika Allah masih menahan pertemuan dengan sang pujaan hati, karena itu artinya Allah memberikan kesempatan lebih banyak kepada kita. Jadi harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Percayalah Allah telah menyiapkan rencana paling indah untuk semua hambanya.

Maha besar Allah dengan segala kuasanya menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Dan kembali pada tanggal 2 April 2006 kemarin, Dia tunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui perjanjian agung sepasang anak manusia dalam ikatan pernikahan nan kuat dan suci. Ga salah Mbak, kalau jodoh pasti akan datang in the right time, right place, with a right persons. Barakallah Mbak Hanum, dengan menjadi istri sholehah dari seorang suami yang sholeh, bukan tidak mungkin Sakinnah, Mawaddah, Warrahmah akan teraih. Sekali lagi congratulations ya Mbak. Honey moonnya kemana nih??

MySpace Layouts


Posted by Ida Latifa Hanum :: 08:25 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------