Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

27 May, 2006

Dipun Tunda Rumiyin Dhateng Ngayogyokartonipun

Dipun Tunda Rumiyin Dhateng Ngayogyokartonipun

Hari ini, Sabtu tanggal 27 Mei, sepulang dari kantor rencananya aku langsung berangkat ke Sleman, untuk bertemu dengan saudara saudara kita yang berada di kawasan Gunung Merapi. Mumpung hari seninnya aku libur, jadi bisa agak lama di sana. Pagi-pagi sudah aku siapkan segala bekalku. Saat menyetrika baju, tiba-tiba lantai yang aku duduki bergoyang untuk sekian detik. Masih antara percaya dan tidak apakah ini benar-benar gempa atau perasaanku saja. Benda-benda di atas juga terlihat berayun-ayun. Aku tinggalkan aktivitasku, dan berlari ke depan rumah untuk memastikan. Beberapa tetangga terlihat sudah ramai di depan rumah masing-masing, ternyata mereka juga merasakan hal yang sama.

Tak lama, lewat breaking news di sebuah televisi swasta aku ketahui bahwa gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter telah mengguncang daerah Yogyakarta, Bantul pesisir Selatan, dan tidak luput juga kawasan Gunung Merapi selama kurang lebih 57 detik. Wow, ternyata gempa yang bersumber dari Yogyakarta itu terasa juga getarannya sampai ke Bojonegoro.

Segera aku hubungi teman yang berada di Yogyakarta yang rencana akan berangkat bersamaku ke daerah daerah Gunung Merapi. Aku mencoba pastikan bagaimana keadaannya apakah masih cukup membahayakan atau tidak. Komunikasi ke Yogyakarta memang sedikit terganggu pagi itu. Akhirnya aku tetap bersiap-siap dengan membawa semua perlengkapan yang sudah aku siapkan ke kantor. Jadi bisa langsung berangkat jika memungkinkan untuk aku tetap berangkat ke sana.

Setelah bongkar-bongkar phonebook akhirnya terkumpul juga semua nomor telepon teman-teman yang tinggal atau memiliki keluarga di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Alhamdulillah, setelah aku telepon satu persatu, mereka dan semua keluarganya selamat dan tidak terjadi apa-apa.

Agak siang temanku mengabarkan, kalau Yogyakarta masih dalam keadaan carut marut. Dia sendiri juga masih bingung dan belum berani masuk rumah. Semua warga pun masih was-was menanti berita dari Badan Metrologi dan Geofisika akan kemungkinan terjadinya gempa susulan. SMS larangan untuk berangkat ke Yogyakarta akhirnya dia kirim ke aku. Ada benarnya juga sih sarannya, daripada di sana malah tidak banyak yang bisa dilakukan. Insya Allah minggu depan saja berangkat ke sananya. Doakan ya kondisinya lebih memungkinkan. Atau syukur-syukur kalau minggu besok sudah bisa berangkat. Tapi yang pasti semoga Allah senantiasa menjaga saudara-saudara kita yang berada di sana dan diberikan kesabaran dalam menghadapi semuanya.

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:38 :: 0 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------