Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

30 June, 2006

The 6 Sweet and Worst Memories

The 6 Sweet and Worst Memories

Postingan kali ini aku mengajak semuanya untuk bernostalgia dengan memoriku yang manies plus yang pahitnya.

Yang manies-manies dulu ya:

1.Saat keponakan pertama lahir laki2. Semua saudaraku perempuan. Jadi ceritanya, harapan menjadi kenyataan.

2.Waktu diterima di 2 Perguruan Tinggi Negeri di Malang. Dendam terbalaskan, karena sebelumnya pernah gagal.

3.Dapat bea siswa pas kuliah. Seneng, bisa sedikit meringakan beban orang tua.

4.Pertama kali ketrima nglamar kerja di Malang. Waktu itu belum wisuda, jadi seneng banget ga sempat menyandang status pengangguran.

5.Waktu tour to Java sama teman-teman kuliah. Sekalian sillaturahmi dengan keluarga mereka. Masih ingat ga Tik, ketika kita terdampar di Sarangan-Magetan?? Kenangan ta terlupakan deh.

6.Ketika akhirnya berani memutuskan untuk berhijab. Plongggg banget, kayaknya sudah tidak ada lagi beban yang sekian lama tertahan.

Sekarang, tinggal yang pahit-pahit deh...

1.Dulu, di daerahku kalo malam ke 9 Ramadhan biasanya bikin obor. Pada saat main itu lenganku terbakar api. Meskipun tidak membekas, tapi lumayan lama trauma ama api.

2.Waktu gagal ikut ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Hiks, dunia rasanya mau kiamat (hiperbol dikit, he..he). Sudah mupeng pengen kuliah disitu sih.

3.Waktu jadi kambing hitam. Menyakitkan banget, teman yang seharusnya bertanggung jawab malah tidak mau menjelaskan the true story. Padahal dia tahu persis keadaannya. Sakittttt buanget deh pokoknya. Akhirnya waktu menjawab semuanya dan dia meminta maaf dengan keikhlasan hati.

4.Selama 3 hari "kos" di Rumah Sakit gara-gara Paratipi B (gejala tifus). Sedih banget mana jauh dari keluarga, trus ga kuliah hampir 1 bulan. Penyandang IP terendah eui... Untung cuma middle tes, jadi masih ada kesempatan berjuang.

5.Waktu kakakku nomer 4 menikah. Rumah rasanya sepi. Biasanya kami berdua ke mana-mana selalu bersama. So kini, sendiri lageeee...

6.Saat masih ditempatkan di Bali. Waktu itu Bom Bali I terjadi. Wah, benar2 seperti orang terasing, nggak berani keluar kos,karna ada swipping di mana-mana. . Andai katangkep Pecalang (polisi desa, red), pasti disel di penjara banjar (desa,red).uughhfff..menyedihkan

Nah, si enam sudah lengkap kan?? PR selesai Bu Guru, maaf nie, telat postingnya.

Posted by Ida Latifa Hanum :: 08:15 :: 0 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------