Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

24 July, 2006

Selamat Hari Anak...

Hari anak-anak hari gembira
Mari bersama-sama merayakannya
Kita semua berbahagia
Sebagai putra Indonesia
Kita Semua berbahagia
Sebagai putra Indonesia...


Begitulah bait-bait lagu yang tak henti-hentinya keluar dari bibir mungil para malaikat ini. Agenda rutin setiap tahun, dengan generasi yang berbeda. Malam itu, aku temani mereka membuat topi kerucut sebagai tanda "kebesaran" untuk merayakan hari mereka tanggal 23 Juli 2006 kemarin. Mereka memang anak-anak yang luar biasa. Mereka berusaha untuk mandiri dan tanpa ingin diganggu orang lain. Kubiarkan mereka berkreasi sekehendak hatinya. Warna warni cerah yang menghiasi topi seolah menggambarkan keceriaan suasana hati mereka.

Semua bersemangat, tidak sedikitpun terlihat ekspresi jenuh diraut wajah. Seperti tidak sabar lagi menanti datangnya hari yg dinanti. Mereka sibuk menyiapkan semuanya, karena akan banyak hal menyenangkan yang bisa mereka lakukakan dihari bahagia itu. Bernyanyi, menari, mewarnai, baca puisi dan masih banyak lagi, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik.

Iya, hari itu adalah hari mereka. Dimana semua seolah memberikan perhatian lebih hak mereka atas kebahagian, kesenangan, kasih sayang, perlindungan, kebebasan untuk berkreasi dan berprestasi dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Semoga peringatan hari anak ini bukan hanya sebuah simbol yang berumur satu atau dua hari, sehingga tidak ada lagi kisah duka tentang mereka...dan mereka pun bahagia sebagai putra Indonesia...

Jika Anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan hinaan, Ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, Ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. (Dorothy Law Nolte)

Tulisan ini untuk semuanya...untuk mereka yang sudah memiliki bidadari-bidadari kecil, untuk mereka yang belum dan akan segera memiliki malaikat kecil, dan untuk semua yang menyadari, bahwa pendidikan anak bukanlah tanggung jawab keluarga semata, tapi juga lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh. Ya untuk semua, semua yang menginginkan lahirnya generasi Rabbani yang tangguh.

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:48 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------