Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

31 August, 2006

Marhaban Yaa Ramadhan


Bulan Ramadhan bulan suci yang senantiasa dinanti. Bulan istimewa yang Allah anugerahkan kepada kita satu tahun sekali. Penuh barakah, maghrifat, ampunan dan pintu menuju syurga terbentang di depan mata kepada siapa saja yang rindu dan menyambutnya dengan penuh suka cita. Jadi persiapan apa yang telah kita lakukan menjelang detik-detik datangnya bulan penuh keagungan ini? Mulai persiapan lahir batin serta ilmu seputar amaliyah Ramadhan. Untuk itu semua, sudahkan kita mengawalinya dengan:

1.Menyambung sillaturahmi. Berkunjung ke sanak saudara, terutama orang tua kita. Bagi yang tidak sempat, Salam sapa lewat telephone atau sms pun sah-sah aja. Bagi para anak sholeh dan sholehah, semoga tidak terlewatkan ziarah ke makan orang tua yang telah kembali kepada-Nya.

2.Meminta Maaf dan memaafkan. Sebagai manusia, tentulah kita tidak terlepas dari segala bentuk kesalahan. Minta maaf adalah perbuatan mulia. Tidak harus kepada yang tua, tetapi juga kepada yang muda. Karena kebijaksanaan tercermin juga dari kebesaran hati kita untuk memulai meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Ikhlaskan segala sikap buruk orang lain kepada kita. Buang jauh-jauh dendam dan rasa sakit hati. Percayalah Allah Maha adil. Justru Allah akan lebih senang jika kita mendoakan kebaikan baginya.

3.Memperbanyak ilmu seputar ibadah dan amaliyah di bulan Ramadhan. Ini sangat penting karena akan membantu kita agar Ramadhan tidak berlalu dengan sia-sia. Siapa yang bisa menduga, andai tahun depan, kita tidak lagi bertemu Ramadhan.

4.Membersihkan rumah dari najis. Sebagai seorang muslim, tentulah kita menyambut tamu agung dengan sebaik-baiknya. Sudahkah rumah kita berhias dengan segalanya yang bermuatan ibadah? Tanggalkan semua yang tidak disukai Allah. Jangan ada yang menghalangi masuknya cahaya Illahi di dalam rumah kita.

5.Mensucikan diri dengan mandi dan berniat ibadah wajib bulan Ramadhan. Allah menyukai kebersihan, karenanya kebersihan adalah sebagaian dari iman. Kesucian diri memantapkan kita untuk menjalani ibadah selama bulan ini.

6.Jangan lupa, berdasarkan penanggalan Islam perpindahan hari ditandai dengan adzan Maghrib, bukan tengah malam pukul 24.00. Maka bersegeralah bersyukur jika kita memasuki 1 Ramadhan, karena Allah masih memberi kesempatan kita untuk bertemu dengan bulan penuh kemuliaan..

Allahuma Baariklana Fii Rajabi Wa Sya’ban Wa Balighna Ya Ramadhan

Ada yang masih tertinggalkah persiapan menyambut datangnya Ramadhan?? Silahkan berkomentar, ditunggu ya :)

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:19 :: 8 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

22 August, 2006

Mengenal Ummul Mukminin


Hari Minggu kemarin, iseng ikut ibu, mengikuti pengajian ibu-ibu Majelis Ta’lim di komplek perumahan. Materinya “Menjadi ibu cerdas untuk anak yang cerdas”. Intinya, kalau ingin anaknya cerdas, ibunya juga harus memiliki wawasan yang luas dengan rajin belajar pula, dengan harapan bisa menjadi panutan, dan tempat bertanya bagi anak-anaknya.

Suatu ketika ustadzah menyelingi dengan pertanyaan "Ibu-Ibu, berapa istri Rasulallah"? Lho..lho..lho, kok beragam jawabannya 3, 4, 6 dst. "Siapa saja nama istri beliau"? Nah lho, makin bingung deh. "Siapa nama istri Ikang Fauzy Ibu-ibu"? "Marisa Haque..." Jawab ibu-ibu kompak. Gerrrr...ibu-ibu pun tertawa mendengar jawaban mereka sendiri, karena menyadari selama ini lebih mengenal selebritis daripada keluarga junjungannya, Nabi Muhammad Saw.

Selama ini yang kita dikenal adalah Siti Khadijah binti Khuwaylid dan Aisyah binti Abu Bakar saja. Padahal masing-masing dari istri nabi adalah pribadi yang utuh, yang lengkap dengan prestasi masing-masing. Siapa sajakah pribadi-pribadi bermutu ini?

1. Siti Khadijah binti Khuwaylid ra. (Ummul Mukminin pertama), lahir di Makkah tahun 556 dari keluarga terpandang. Pada saat menikah dengan nabi usianya 40 tahun dan berstatus sebagai janda. Adalah wanita pertama pemeluk Islam yang dengan ikhlas harta kekayaannya disediakan untuk mendukung dakwah suaminya. Dengan kewibawaannya, Ia pun menjadi pelindung bagi Rasulallah Saw dari ancaman orang Quraisy. Dari Khadijah Nabi mendapat karunia tiga anak laki-laki yaitu; Al-Qasim, Abdullah, dan Taher, dan 4 anak perempuan, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kalsum dan Fatimah.

2. Saudah binti Zum’ah (Ummul Mukminin kedua). Beliau adalah janda dari As-Sakran bin Amru-Amiri, yang meninggal dunia ketika hijrah ke Habsyi (Ethiopia). Untuk mengobati luka Saudah, atas saran Khaulah binti Hakim as, Rasulallah Saw lantas meminang Saudah. Beliau wafat di masa kekhalifahan Umar bin Khatab hampir berakhir.

3. Aisyah binti Abu Bakar (Ummul Mukminin ketiga). Adalah satu-satunya istri nabi yang masih gadis ketika dinikahi. Humaira, begitu panggilan romantis Nabi kepadanya, yang berarti si pipi merah jambu. Setelah Nabi wafat ada 1.210 hadits yang diriwayatkan Aisyah, 228 diantaranya terdapat dalam hadits shahih Bukhari. Kebanyakan adalah soal wanita dan keluarga. Dalam suatu kisah, Aisyah pernah difitnah berselingkuh dengan sahabat Nabi, Safwan bin Buatal, karena beliau diantar oleh Safwan ketika tertinggal dari rombongan pada saat peperangan melawan Bani Mustaliq. Bahkan Nabi sendiri sempat goyah, sehingga turunlah surah An-Nuur ayat 11, Allah menegur Nabi dan membenarkan Aisyah. Beliau wafat pada malam selasa, 17 Ramadhan 57H, dalam usia 66 tahun. Shalat jenasahnya diimami oleh Abu Hurairah dan dimakamkan di Ummahat al-Mukminin di Baqi.

4. Hafsah binti Umar (Ummul Mukminin keempat). Adalah janda Khunais bin Huzafah, sahabat yang meninggal ketika perang Uhud. Ayahnya Umar bin Khatan yang tidak tega melihat kesedihannya, berniat mencarikan suami. Pilihan pertama adalah Abu Bakar , tetapi tidak mendapat jawaban. Kemudian mendatangi Usman bin Affan, tetapi juga ditolak, karena Usman masih berduka atas kematian istrinya Ruqayyah, yang tidak lain putri Rasulallah Saw sendiri. Mengadulah Umar kepada Nabi, dan Nabi berkata “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Usman, dan Usman akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafsah”. Tak lama, Nabi menikahi Hafsah dan Utsman menikahi Ummu Kalsum putri Rasulallah. Sejarah mencatat, Hafsahlah yang terpilih diantara istri-istri Nabi untuk menyimpan naskah Al-Quran pertama. Beliau wafat pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan dimakamkan di Ummahat al- Mukminin di Baqi.

5. Zainab binti Khuzaimah (Ummul Mukminin kelima). Usia pernikahannya dengan Nabi singkat sekali, antara 4 – 8 bulan. Namun namanya harum sebagai Ummul Masaakiin (ibunya orang-orang miskin), karena sifat kedermawaannya. Ketika Zainab meninggal, Nabilah yang menshalatkan jenasahnya. Beliau adalah istri Nabi yang pertama kali dimakamkan di Baqi.

6. Ummu Salamah (Ummul Mukminin keenam). Nama aslinya Hindun binti Abu Umayah bin Mughfirah. Janda dari Abdullah bin Abdul Asad, yang meninggal ketika perang melawan Bani As’ad. Sebelum meninggal Abu Salamah berwasiat agar istrinya dinikahi oleh orang yang lebih baik darinya. Abu Bakar dan Umar bin Khatab ingin melaksanakan wasiat itu, tetapi ditolak. Akhirnya Rasulallahlah yang menikahinya. Sejarah mencatat surat At-Taubah 104 turun dikala Rasulallah Saw sedang berbaring di kamar Ummu Salamah. Dalam perjanjian Hudaibiyah Ummu Salamah memiliki peranan penting. Beliau tercatat banyak mengikuti peperangan. Adalah Ummul Mukminin yang paling akhir wafatnya, yaitu sesudah peristiwa Karbala, di mana Imam Husein cucu Rasulallah Saw terbunuh.

7. Zainab binti Jahsy (Ummu Mukminin ketujuh). Adalah bekas istri anak angkat nabi Zaid bin Haritsah. Wanita ini adalah cucu Abdul Muthalib kakek Nabi. Meski pernikahan Nabi dengan Zainab benar-benar perintah Allah, tetapi gosip menyelimuti penikahan mereka. Wahyu atas perintah ini ada pada surah Al-Ahzab 37. Dari perkawinan inilah kemudian turun hukum-hukum pernikahan, termasuk perintah berhijab (Al-Ahzab 53).

8. Juwairiyah binti Harits.(Ummul Mukminin kedelapan). Nama aslinya Barrah binti harits bin Abi Dhirar, putri pimpinan pemberontak dari suku Bani Musthalaq. Barrah adalah tawanan perang. Setelah menikah dengan Nabi berganti nama menjadi Juwairiyah. Meninggal dalam usia 65 tahun di Madinah, pada masa Muawiyah. Dishalatkan oleh Marwan bin Hakam, Imam Amir Madinah.

9. Sofiyah binti Huyai (Ummul Mukminin kesembilan). Adalah satu-satunya istri Nabi dari golongan Yahudi. Sofiyah masih keturunan Nabi Harun dan ibunya Barrah binti Samual. Pada saat dinikahi Nabi usianya 17 tahun dan sudah dua kali menikah. Salah satunya dengan Kinanah bin Rabi bin Abil Haqiq, pemimpin benteng Qumus, benteng terkuat di Khaibar, markas kaum Yahudi. Dengan menikahi Sofiyah, Nabi berharap kebencian kaum Yahudi kepada kaum Muslim dapat diredam. Sofiah wafat pada tahun 50H pada masa Mu’awiyah dan dimakamkan di Baqi

10. Ummu Habibah binti Sofyan (ummul Mukminin kesepuluh). Nama sebenarnya Ramlah binti Abi Sofyan. Ia putri pemimpin Quraisy, Abu Sofyan, musuh bebuyutan Islam. Sedangkan Habibah sendiri adalah nama putrid Ramlah hasil penikahannya dengan Ubaidillah, saudara ummul Mukminin Zainab ra. Tentu saja Ramlah telah masuk Islam. Ketika Hijrah ke Habsyi (Afrika), suaminya murtad, masuk nasrani. Kemudian Ramlah dinikahi Nabi. Abi Sofyan marah, karena putrinya masuk Islam dan menikah dengan musuh besarnya. Sampai akhir hayatnya Ramlah tetap membela Islam dan suaminya. Beliau wafat pada usia 60 tahun dan dimakamkan di Baqi.

11. Mariah Al-Qitbiyah (Ummul Mukminin kesebelas). Sebelumnya adalah budak kiriman Raja Mesir, yang kemudian dinikahi Nabi. Darinya Nabi mendapat satu keturunan bernama Ibrahim bin Muhammad. Namun sayang Ibrahim meninggal. Mariah sendiri wafat pada tahun 16H dan dishalatkan oleh Amir Mukminin Umar bin Khattab.

12. Maimunah binti Al Harits (Ummul Mukminin keduabelas). Usianya 25 tahun ketika dinikahi oleh Nabi. Ini adalah permintaan dari Abbas bin Abdul Munthalib, karena Maimunah adalah adik ipar Abbas sendiri. Beliau wafat pada tahun 51H. (sumber:Alia)

Jadi siapa saja nama istri Nabi Muhammad Saw, Ibu-Ibu?? :D

Posted by Ida Latifa Hanum :: 09:56 :: 5 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------

03 August, 2006

Diet Infotaiment

Bagi para pecinta acara infotaiment agaknya harus mulai berpikir dua kali untuk menonton acara ini. Pasalnya mulai hari ini, sebuah Ormas Islam telah memberikan label haram pada tayangan yang membahas tuntas tentang kehidupan public figure. Meskipun masih diperdebatkan dan belum di keluar secara resmi oleh Lembaga Negara yang berhak, dalam hal ini MUI, tetapi adalah hal yang perlu untuk dipertimbangkan.

Tidak memungkiri, aku sendiri bukan orang yang anti pati tapi tidak pula addic terhadap acara-acara seperti ini. Syukur alhamdulillah, kesibukan dan berbagai aktifitas membuat sedikit bernapas lega, karena tidak banyak kesempatan untuk terus-menerus berada di depan layar kaca. Itupun bukan berarti aku terbebas dari gossip yang ditayangkan. Ada saja teman mengajak membahas berita-berita seputar kehidupan selebritis seusai mereka lihat.

Di luar pembahasan halal atau haramnya produk televisi yang masih menjadi pro kontra ini, sebenarnya manfaat apa yang kita dapatkan setelah mengetahui seluk beluk kehidupan pribadi para publik figur ini, dengan telah menghabiskan banyak waktu untuk menikmati acara ini. Karena tidak jarang, opini publik, skenario yang seringkali telah berubah atau sumber yang tidak mau disebut namanya, tiba-tiba bisa merubah cara pandang terhadap seseorang. Rasa simpati kita raib entah kemana, tiba-tiba kita berubah seperti hakim yang memvonis seorang terdakwa, dengan menge-klaim ooh..si A ternyata begini, si Anu selingkuh dengan itu. Si ini punya anak dengan si itu dan lain sebagainya.

Pernahkah kita berpikir, bagaimana seandainya itu terjadi pada diri kita?? Aib yang seharusnya menjadi rahasia, tetapi dibeberkan di muka umum. Sesuatu yang harus tersembunyi, terus di gali oleh orang-orang yang lain, yang hanya berkepentingan "menjual" sisi buruk kehidupan mereka. Setiap orang pasti memiliki kisah hidup, dan tidak semuanya berjalan mulus. Di luar salah atau benar, kita bukanlah orang yang berhak untuk memberikan penilain. Apalagi jika penilaian itu hanya di dasarkan pada prasangka, sudah pasti diragukan pula kebenarannya.

Akan lebih bermanfaat jika berita yang ditayangkan infotaiment mengedepankan prestasi, jiwa sosial atau segala seuatu yang sifatnya membangun. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa daya tarik seorang publik figur masih sangat berpengaruh dalam masyarakat. Jadi Insya Allah dengan mengedepankan semua ini infotaiment akan menjadi acara yang bisa berpengaruh positif.

Untuk menghindarinya, perbanyak aktifitas sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk tahu lebih tentang kehidupan pribadi orang lain. Segera merubah chanel televisi jika sudah mulai pemberitaan tentang sisi negatif kehidupan seseorang. Sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan, jika seseorang mengajak kita membicarakan kejelekan orang lain. Jangan menanggapi secara berlebihan, karena akan semakin bergulir dan cenderung menimbulkan fitnah. Na’udzubillah, semoga kita tidak menjadi orang yang memakan bangkai saudara sendiri. (Sebuah renungan diri)

Posted by Ida Latifa Hanum :: 15:06 :: 4 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------