03 November, 2007
Tabbayun, warisan Ramadhan
Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, tanpa kita tahu apakah akan bertemu kembali dengannya. Yang hanya bisa kita lakukan saat ini adalah memelihara warisan Ramadhan agar senantiasa terjaga dalam diri kita. Salah satunya adalah Tabbayun, sikap kehati-hatian, teliti, mencari kebenaran, sehingga kita tidak mudah terprovokator dan berusaha untuk mengklarifikasi setiap kebenaran berita yang kita terima.
Rasulallah sendiri memberikan keteladanan dalam sikap tabayyun ini. Pernah dalam sebuah riwayat, diceritakan ada seorang sahabat memberikan laporan kepada Nabi, bahwa si Fulan tidak suka rumahnya dekat dengan masjid, dan tidak pula senang berdekatan dengan Rasullaah. Namun, Beliau tidak begitu saja mempercayai laporan tersebut. Di datanginya si Fulan, lalu beliau bertanya, "Benarkan engkau tidak senang rumahmu berdekatan dengan masjid dan tidak pula engkau senang ketika dekat denganku".
Lalu si Fulan menjawab "berita itu benar wahai Rasullallah, bukankan engkau sendiri yang mengajarkan bahwa Allah mengitung setiap jengkal langkah kita ke masjid. Dan pula tiap jengkal langkahku mendekatimu untuk mendapatkan segala kebaikan darimu. Dengan jauh dari masjid dan dengan jauh darimu, akan semakin banyaknya amalan yang dihitung Allah ketika aku berjalan mendekati rumah Allah dan mendekat kepadamu"
Demikianlah Rasulallah mengajarkan kepada kita. Betapa pentingnya sikap tabbayun, karena semua itu bisa menghindarkan perpecahan tali persaudaraan dan menjaga sillaturami. Bukan tanpa alasan ketika Allah menciptakan struktur mata, telinga dan mulut dalam anatomi tubuh manusia. Kita haruslah banyak melihat dan mendengar sebelum kemudian berbicara. Karena hanya ada dua aktifitas lisan, jika tidak berkata baik, maka ia diam.
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf:18)
So, sebagai seorang mukmin, sudah seharusnya kita tidak mudah terprovokasi dan tidak pula menjadi provokator. Dan Tabbayun adalah sikap yang mampu mengendalikan keduanya. Siapkan kita menjadi pewaris atas warisan Ramadhan yang berharga ini?? Ayo kita buktikan
Posted by Ida Latifa Hanum ::
10:37 ::
0 Comments:

Post a Comment
---------------------------------------