Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

07 February, 2008

Bagaimana Seharusnya Marah?

"Kalau Ida gak bisa marah, jangan pura2 marah.." Biuhhhh, aku dibilang pura-pura marah???. Padahal saat itu aku lagi sebel sama orang itu. sebelllll banget. Pengen marah, Pengen berteriak di telinganya "Aku ini lagi marah sama kamuuuuu, tau ga sehhhh ...!!" . Tapi gak ngerti gimana caranya.

Sejujurnya, aku memang orangnya gak bisa marah. Amarahku biasanya aku ungkapin dengan aksi diam....alias ngambek (he..he..sama juga dengan marah ya ),nangis, atau separah-parahnya, aku memilih lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menjaga jarak dengan orang-orang yang berpotensi menimbulkan konflik. Itu pun ga bisa lama. Kalau orang yang bikin marah itu sudah mulai "baik-baikin" plus dengan gaya gaya candaannya ...mulai deh... luluh .

Kadang aku sendiri juga bingung dengan sifatku yang satu ini. Sebenarnya ini bagian dari sisi baikku atau kelemahanku?. Belum lagi kalau berhadapan dengan orang yang tipe "gengsi" mengucapkan kata maaf. Bagi orang seperti ini dengan "baik-baikin" sudah menjadi bagian dari permintaan maaf. Makin ga bisa deh untuk berkata-kata.

Padahal saat itu sebenarnya aku pengen banget marah..pengen memaki, pengen jelasin semuanya. Tapi kenapa semua jadi susah??? Apalagi kalau orang yang membikin naik tekanan darah ini sudah mengeluarkan jurus "sudah-sudah, ga usah di bahas lagi, itu kan kemarin.." Duhhh..padahal aku merasa masalah itu belum selesai..pengen membela diri .

Memang aku punya alasan. yang pertama aku takut sekali kata-kataku melukai perasaan orang lain. Karena biasanya, pada saat emosi, orang cenderung menggunakan kata-kata yang menusuk hati lawan bicaranya. Alasan kedua, aku jauh akan lebih menyesal apabila kata-kataku menyakiti hati orang lain, jadi menurutku lebih baik mengalah. Dan yang ketiga, aku merasa takut, jika amarah terus aku pendam, empatiku akan sedikit demi sedikit memudar. Duhh..jangan sampai deh kayaknya untuk urusan yang satu ini.

Tapi di sisi lain, kadang aku marasa sifat lunakku ini menjadi sesuatu yang diabaikan oleh orang lain. Dalam artian.."ah, Ida ga bakalan marah deh, paling marah bentar juga udah reda lagi" . Plus kejahilan-kejahilan yang mereka rencanakan.

Aku teringat kata-kata seorang teman ketika mendapati aku dalam keadaan seperti ini. " Ada saatnya kita harus tegas, garang seperti ksatria saat di medan perang, tapi ada saatnya juga kita pun perlu meneteskan air mata, dan meluluhkan hati. Tidak mudah memang Ida, untuk menjadikan diri kita pribadi yang tangguh"

Hiks, sepertinya seperti itulah yang aku rasakan saat ini. Apakah dengan sifat-sifatku seperti ini aku berada dalam daftar orang-orang tidak tegas?? entahlah..aku sendiri bingung menilai diriku

Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:18 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------