Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

18 February, 2008

Unlimited Love

Kadang aku iri melihat orang -orang disekelilingku,di sayangi oleh seseorang. Apalagi dibulan Februari. Di mana-mana nuansa Valentine. Aku memang ingin langsung menikah. tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa. Aku tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah Menerima bunga mawar merah. Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat aku menggigil kedinginan atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor. Yah ,mungkin aku bisa merasakan sekilas hal-hal itu kalau aku sudah menikah. Mungkin, mudah-mudahan. Tapi sampai saatnya tiba,bagaimana caranya supaya tetap bersih hati? Lalu aku pun tersadar tiga kata cinta yang aku rindukan itu sudah sering aku dengar. Orang tua aku selalu mengucapkannya. Memanggil aku dengan akung? betapapun aku telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka.Mungkin mereka bahkan memanggil aku seperti itu sejak aku sebelum dilahirkan. Padahal belum tentu aku jadi anak yang bisa melapangkan mereka ke surga. Belum tentu bisa jadi kebanggaan. Jangan-jangan hanya jadi beban.... Tatapan cinta itu juga sering aku terima. Dari ibu yang bergadang menjagaku yang tengah demam.... Dari ayah menahan keinginannya, agar bisa membeli makanan untuk aku. Dari teman yang beriring-iring menjenguk aku ketika dirawat dirumah sakit. Dari saudara yang memeluk aku ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar.. Dari Orang tua teman yang bersedia mengantar aku pulang larut malam.Betapa seringnya kita tidak menyadari. Tidak hanya dari mahluk hidup.Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan Aku pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar di tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik Bumi agar tidak tersedot kearah matahari. Benda-benda langit yang akan menghantam Bumi juga ditarik oleh Jupiter. Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Duh.... Begitu banyaknya berbuat Dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan aku hidup.... Masih membiarkan aku bersujud walau banyak tiada khusyu’. Padahal kalau Dia mau, mungkin aku pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam. Coba, mana ada sich kebutuhanku tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Aku bisa menikmati sekolah, pekerjaan. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? tapi tetap saja, berbuat maksiat, dosa.... Malu.... Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini . Tapi bukankah itu bagian dari kasihNya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat saudaraku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa cara itu Allah mencintai kita. Pasti ada hikmahnya. Pasti! Jadi, selama ini ternyata kita bukan kekurangan cinta. Kita saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni. Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya? kalau aku,(malu nich.... ) sepertinya masih sering menyakiti orang lain. sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang lain. Apalagi pada Allah... Begitu besarnya cinta Allah pada aku dan aku masih sering menyalahgunakannya, Mata tidak digunakan semestinya.... Lisan kejam dan menyayat-nyayat.... Waktu yang terbuang sia-sia Kalau sudah seperti ini,rasanya iri pada semua hal-hal yang berbau pacaran pra nikah, hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang aku tidak dicintai? memang tidak ada yang mengantar-antar aku kemana-mana, tapi Allah mengawal aku disetiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat menemani aku setiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah telah memberikan surat cinta melalui firman-firmaNya. Bukankah Allah selalu memastikan kebutuhanku terpenuhi? Bukankah itu juga cinta? Entah cinta yang resmi itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya membalas semua cinta yang Allah ridhoi. Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas.... Wassalaamu'alaikum wr wb Original Title, Cinta tak terbatas, Original writer, unknown

Posted by Ida Latifa Hanum :: 06:48 :: 1 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------