Karena Setiap Kata Adalah Doa
Karena Setiap Kata Adalah Doa

07 June, 2008

Blog Entry Maafkan aku kekasihku

Kekasih...

Tak bermaksud hadir tanpa arti

Memayungimu di bawah mata ini,

Yang membuatmu tak nyaman diri

maafkan aku wahai kekasih hati

Labels:


Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:31 :: 34 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------
Dalam Kesendirian

Dalam kesendirian kita...

Tak ada kata yang terangkai

Tak ada makna yang terungkap

Tak ada keluh yang menggelisah

Tak ada harap yang terpadu

Kekasih hati...

Seberkas cahaya telah terurai, dari sang mentari

Sebongkah harap kan menjadi kenyataan

yang datang pasti...

Tak ada harap yang kuberi

Asa pasti ada di hati

Tersayat hati tuk menanti

Hanya menunggu takdir ILLAHI

Labels:


Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:28 :: 0 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------
CINTAKU

Cinta,

Rindumu telah kusapa

Salam darimu kuterima

Hati ini telah berjumpa

Dalam rasa dan asa



Cinta,

Jarak yang terpisah

Tak membuat kita resah

Mengalunkan irama yang mendesah

Mengharap takdir dengan berpasrah



Cinta

Telah kita mulai alunan kasih

Simponi sayang terdengar jernih

Merambat pasti menembus buih

Menyatukan kita dari serpih



Cinta... sampai waktunya untuk kita

Labels:


Posted by Ida Latifa Hanum :: 11:18 :: 0 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------
Ketika Aku Mencintai dan Dicintai

Tatkala aku mencintai
Tiada berbalas cintaku dan aku berhenti mencintai
Betapa kemudian aku menyadari
Kesuraman hitam putih cinta yang aku miliki

Ketika aku mencintai
Kemudian tiada lagi yang aku cintai
Terasa hilang semua cinta yang biasanya aku temui
Rupanya kelam hitam putih cinta yang aku jalani

Ketika aku dicintai
Namun tiada aku menyadari
Tak sedikitpun aku mencoba mengerti
Keangkuhan hitam putih cinta yang kemudian di jiwa merajai

CINTAKU TIADA KAYA WARNA
BERDIAM IA DALAM KEADAAN PEMBERIAN DAN KEINGINAN MENERIMA SEMATA

Akupun berlari untuk sebuah pencarian
Menempuh waktu yang terdesak oleh keterbatasan
Bersama harap yang tiada berhenti
Sampai berbagai warna akhirnya kudapati

Tatkala aku mencintai
Tiada berbalas cintaku dan ketidakpuasan mewarnai
Betapa kemudian aku menyadari
Warna ketulusan sudah waktunya kulukiskan di hati

Ketika aku mencintai ….
Batasan waktu menghilangkan yang aku cintai
Warna kesabaran, dan penerimaan yang mesti diberi
Sebelum kekelaman hati dalam kehampaan aku jalani

Ketika aku dicintai
Belajar aku menorehkan warna menghargai

Labels:


Posted by Ida Latifa Hanum :: 09:55 :: 0 Comments:

Post a Comment

---------------------------------------