<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580</id><updated>2011-11-10T22:00:54.559+07:00</updated><category term='deeply'/><category term='catatan cinta'/><category term='Puisiku'/><title type='text'>Karena Setiap Kata Adalah Doa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-8584262521294564681</id><published>2009-03-19T08:41:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T08:43:34.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='deeply'/><title type='text'>Surat Kepada Bapak</title><content type='html'>Langit  Denpasar merekah pagi ini, kilau matahari menerobos menyeruak ruang ruang kosong  di setiap sudut kamarku, sinarnya hadir menghangatkan. Entah mengapa, seraut wajah bapak, sekelebat hadir…. mengingatkan akan bapak yang kuyakin tidak pernah meninggalkanku disetiap detak nadi kehidupan, meski sekarang aku berada jauh dari Bapak.  Bapak, bagaimana kabar Bapak hari ini?  Apa yang sedang bapak lakukan saat ini? Masihkah membaca Al’quran, ditemani kacamata karena pandangan mulai samar? Atau telah mulai  menyiram bunga bunga di halaman kecil rumah kita? Atau sudah disibukkan dengan kelucuan cucu-cucu bapak, yang tidak jarang  menguras tenaga dan kesabaran bapak dengan tingkah polah mereka?  Namun satu hal yang pasti, aku selalu berharap semoga ALLAH SWT senantiasa menjaga bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurat senyum tulusmu terbayang di wajahku. Ah, bagaimana mungkin aku melupakan raut wajah itu. Raut wajah yang senantiasa tersenyum, meski berjuta gundah belum juga lepas dari hidupnya, meski beban setinggi gunung harus dipanggul di pundaknya. Ketegaran yang tak kenal putus asa, demi istri dan 5 orang anak perempuan yang diamanahkan Allah kepadanya. Bapak, terima kasih  telah mengajariku untuk tidak mengeluh dalam menghadapi kesulitan hidup dan senantiasa bersyukur atas keadaan apapun yang Allah berikan kepada kita saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak akan ku lupa senyum itu, iya senyum itu. Senyum bahagia saat bapak berhasil menyulap tempat tidur kami menjadi panggung kecil untuk bapak mementaskan berbagai macam cerita rakyat. Namun yang paling aku ingat adalah saat bapak mengisahkan berbagai kisah pewayangan penuh hikmah. Tak jarang, kami anak-anak bapak tertawa riuh rendah saat tiba-tiba suara dan gaya bicara bapak berubah karena menjelma menjadi berbagai tokoh pewayangan. Begitu indah kenangan masa kecil itu. Bapak, terima kasih karena melalui semua ini membuat kami memahami, indahnya arti kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun masih jelas dalam ingatanku, saat guratan sedih menghalangi indah raut  wajahmu, saat aku menangis dan mengatakan bahwa bapak pilih kasih. Ketika  bapak membelikan sepatu baru buat mbak yang mendapat tugas untuk mengibarkan bendera saat upacara hari kemerdekaan. Aku marah kepada bapak, aku menangis, bungkam tak mau menyapa bapak, aku tak peduli ketika bapak menjelaskan alasannya. Belakangan aku menyesal, seharusnya aku segera sadar saat melihat  sepatu buntut kakakku tak lagi layak untuk untuk dipakai. Harusnya aku memahami, tidak mudah juga bagi bapak memenuhi semua keinginan anaknya dalam waktu yang bersamaan. Karena sudah pasti bapak harus bersusah payah dan memeras pikiran bagaimana membahagian semua anak-anaknya. Maafkan aku bapak, harusnya aku sadar, kala itu bapak  mengenalkan kepadaku tentang arti kata keadilan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah bapak ingat, di setiap bapak pulang dari acara, saat oleh-oleh kue yang bapak bawa tidak sama dengan jumlah kami anak-anak bapak. Dengan cepat bapak membagi makanan itu menjadi 5 bagian sama persis sebelum kami berebut mendapatkannya. Aku kadang merindukan saat-saat seperti itu. Saat keributan kecil terjadi diantara kami, namun semua itu tak menghalangi keakraban kami. Dan sampai saat ini tak jarang, kakak-kakak menjadikan kisah kami sebagai dongeng sebelum tidur bagi anak-anak mereka. Kembali bapak mengajarkan kepada kami, indahnya berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tak pernah usai, ilmu yang kau ajarkan kepada kami. Kesabaran, kesederhanaan, ketegaran, kasih sayang, cinta kasih. Pun ketika putih telah menutup di hampir seluruh rambut, saat gigi satu per satu mulai tanggal, saat mata mulai samar, saat langkah mulai tertatih. Namun tidak ada yang bapak lakukan, selain syukur atas nikmat iman, usia, dan kesehatan yang telah Allah berikan. Kau katakan, tak perlu cemas dengan kerutan yang menghias wajah, tak perlu malu dengan uban yang terlihat, tak harus hanya diam karena tak lagi tegap melangkah. Justru kita harus bersyukur dengan isyarat yang telah Allah berikan, bahwa tidak selamanya kita muda, bahwa tak selamanya kita ada di dunia, karena sesungguhnya kita hanya milik Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak kenangan yang mengingatkanku akan bapak yang berada jauh di sebarang sana. Bapak, aku ingin pulang. Andai detik ini aku mampu terbang untuk bersujud di hadapmu, akan ku sampaikan rasa cinta, rindu, maaf, dan juga penyesalanku, karena tak jarang ku abaikan apa yang kau katakan, karena belum mampu ku menjadi seperti apa yang bapak inginkan, karena acapkali sikapku ada yang menyakitkan hati bapak, karena tak pernah mampu ku membalas segala kebaikan bapak dan tak mampu juga kuhitung berapa besar kesalahanku kepada bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb,  lewat lirih bisikku, ku hanya ingin bapak tau, betapa aku masih mengharapkan hadirnya mewarnai hari-hariku, betapa aku masih merindukan kasih dan sayangnya, betapa aku masih membutuhkan nasehatnya untuk membimbingku di setiap langkah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb, semoga belum terlambat untuk kusampaikan “Ku mohon Engkau jaga Bapak di sisa usia yang masih Kau berikan kepadanya, semoga belum terlambat untukku mengatakan, bahwa aku bersyukur, bapak masih ada di hidupku, untuk selalu memberikan sinar dan hangatnya kepada kami. Karena aku tahu, di luar sana banyak saudara-saudaraku yang merindukan hadirnya seorang  bapak. Ya Rabb, berikan aku kesempatan untuk bisa berbuat baik kepada orang tuaku. Agar tak ada lagi cerita penyesalan anak, setelah mendapati ternyata Allah lebih mencintai orang tuanya untuk kembali berada di sisi-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-8584262521294564681?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/8584262521294564681/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=8584262521294564681&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/8584262521294564681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/8584262521294564681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2009/03/surat-kepada-bapak.html' title='Surat Kepada Bapak'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2065014999399985327</id><published>2009-03-19T08:39:00.000+07:00</published><updated>2009-03-19T08:40:35.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Bunga di Tamanku</title><content type='html'>Bunga di tamanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indah wajahmu mempesonaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi ceria di hari-hariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala  sepi menyusup di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga di tamanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cantik mahkotamu membawaku sesaat terbang ke negeri khayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkanku pada lengkung  bianglala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dengan cantiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghapus mendung saat hujan mulai reda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga di tamanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wangi tebar aromamu membius hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa ketenangan yang tak terganti oleh kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghempaskan sesak yang menyeruak di dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga di tamanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekarlah engkau selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau tahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada asa yang aku tebarkan di setiap putik-putikmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadikannya terus merebak, menghias&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menjadikan indah taman hatiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2065014999399985327?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2065014999399985327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2065014999399985327&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2065014999399985327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2065014999399985327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2009/03/bunga-di-tamanku.html' title='Bunga di Tamanku'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2824371948273939159</id><published>2008-06-07T11:31:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T11:31:55.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan cinta'/><title type='text'>Blog Entry Maafkan aku kekasihku</title><content type='html'>Kekasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak  bermaksud hadir tanpa arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memayungimu di bawah mata ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuatmu tak nyaman diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan aku wahai kekasih hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2824371948273939159?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2824371948273939159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2824371948273939159&amp;isPopup=true' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2824371948273939159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2824371948273939159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/06/blog-entry-maafkan-aku-kekasihku.html' title='Blog Entry Maafkan aku kekasihku'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-5415089279478510880</id><published>2008-06-07T11:28:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T11:28:45.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan cinta'/><title type='text'>Dalam Kesendirian</title><content type='html'>Dalam kesendirian kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata yang terangkai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada makna yang terungkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada keluh yang menggelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada harap yang terpadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberkas cahaya telah terurai, dari sang mentari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebongkah harap kan menjadi kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang datang pasti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada harap yang kuberi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa pasti ada di hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersayat hati tuk menanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya menunggu takdir ILLAHI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-5415089279478510880?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/5415089279478510880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=5415089279478510880&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5415089279478510880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5415089279478510880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/06/dalam-kesendirian.html' title='Dalam Kesendirian'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-4958668815925738766</id><published>2008-06-07T11:18:00.000+07:00</published><updated>2008-06-07T11:20:12.557+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan cinta'/><title type='text'>CINTAKU</title><content type='html'>Cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindumu telah kusapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam darimu kuterima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati ini telah berjumpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rasa dan asa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak yang terpisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak membuat kita resah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalunkan irama yang mendesah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengharap takdir dengan berpasrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita mulai alunan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simponi sayang terdengar jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merambat pasti menembus buih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatukan kita dari serpih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta... sampai waktunya untuk kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-4958668815925738766?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/4958668815925738766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=4958668815925738766&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4958668815925738766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4958668815925738766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/06/cintaku.html' title='CINTAKU'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2332683834710988767</id><published>2008-06-07T09:55:00.001+07:00</published><updated>2008-06-07T09:58:06.157+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Ketika Aku Mencintai dan Dicintai</title><content type='html'>Tatkala aku mencintai&lt;br /&gt;Tiada berbalas cintaku dan aku berhenti mencintai&lt;br /&gt;Betapa kemudian aku menyadari&lt;br /&gt;Kesuraman hitam putih cinta yang aku miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku mencintai&lt;br /&gt;Kemudian tiada lagi yang aku cintai&lt;br /&gt;Terasa hilang semua cinta yang biasanya aku temui&lt;br /&gt;Rupanya kelam hitam putih cinta yang aku jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dicintai&lt;br /&gt;Namun tiada aku menyadari&lt;br /&gt;Tak sedikitpun aku mencoba mengerti&lt;br /&gt;Keangkuhan hitam putih cinta yang kemudian di jiwa merajai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTAKU TIADA KAYA WARNA &lt;br /&gt;BERDIAM IA DALAM KEADAAN PEMBERIAN DAN KEINGINAN MENERIMA SEMATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berlari untuk sebuah pencarian&lt;br /&gt;Menempuh waktu yang terdesak oleh keterbatasan&lt;br /&gt;Bersama harap yang tiada berhenti&lt;br /&gt;Sampai berbagai warna akhirnya kudapati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala aku mencintai&lt;br /&gt;Tiada berbalas cintaku dan ketidakpuasan mewarnai&lt;br /&gt;Betapa kemudian aku menyadari&lt;br /&gt;Warna ketulusan sudah waktunya kulukiskan di hati  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku mencintai ….&lt;br /&gt;Batasan waktu menghilangkan yang aku cintai &lt;br /&gt;Warna kesabaran, dan penerimaan yang mesti diberi &lt;br /&gt;Sebelum kekelaman hati dalam kehampaan aku jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku dicintai&lt;br /&gt;Belajar aku menorehkan warna menghargai&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2332683834710988767?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2332683834710988767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2332683834710988767&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2332683834710988767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2332683834710988767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/06/ketika-aku-mencintai-dan-dicintai.html' title='Ketika Aku Mencintai dan Dicintai'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-9142694028279405194</id><published>2008-02-23T08:14:00.000+07:00</published><updated>2008-02-23T08:15:36.443+07:00</updated><title type='text'>Be My Sun Shine</title><content type='html'>Hari ini, hanya ada kita... kau, aku dan detik-detik melaju waktu. Kau bercengkrama bersamaku, di keheningan malam paling sempurna. Disaksi cahaya bulan di atas pucuk-pucuk cemara diselimuti rintikku yang ingin luluh mendekapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, ketika hanya ada kita...kau, aku dan detik-detik memacu waktu. Yang tampak adalah senyummu. Senyum yang paling indah yang pernah dilihat dunia. Dan dunia takkan pernah melihatmu.  Aku pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hari ini, ingatlah akan ucapku... kau datang dari cinta..... dan kau pergi untuk cinta&lt;br /&gt;Maka berjanjilah, untuk kembali kepadaku lagi suatu hari nanti di satu pagi. Dan jadilah matahari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-9142694028279405194?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/9142694028279405194/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=9142694028279405194&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/9142694028279405194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/9142694028279405194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/be-my-sun-shine.html' title='Be My Sun Shine'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-4532784249346870224</id><published>2008-02-18T07:04:00.001+07:00</published><updated>2008-02-18T07:06:44.655+07:00</updated><title type='text'>KEKASIH HATI...</title><content type='html'>Apa kabarmu  wahai yang akan menjadi bagian dalam hidupku..&lt;br /&gt;Masihkah kau setia menungguku.. .? &lt;br /&gt;Tak perlu kau bosan, tak perlu kau sedu sedan&lt;br /&gt;Jadikanlah semua itu istimewa di hatimu&lt;br /&gt;Karena yang kau tunggu adalah aku, sang kekasih dunia akhiratmu&lt;br /&gt;Percayalah padaku..segalanya akan berakhir dengan indah&lt;br /&gt;Jangan berputus asa menanti hadirku&lt;br /&gt;Karena saat semua itu terwujud, aku adalah bagian dari kisah indah cerita hidupmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah penantianmu tidak sia-sia, &lt;br /&gt;Dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya&lt;br /&gt;Saat ini aku belum hadir di hadapanmu&lt;br /&gt;Tapi percayalah…saat Allah telah memampukanku, aku akan datang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada saat yang tidak pernah engkau bayangkan&lt;br /&gt;Bukan aku menunda, bukan aku tak merindu dan &lt;br /&gt;Bukan pula aku tidak ingin segera bertemu denganmu&lt;br /&gt;Namun ketahuilah...ada banyak hal yang harus aku perbaiki dalam diriku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saatnya mutiara itu berhasil aku persembahkan untukmu&lt;br /&gt;Semoga dengan menjaga  mutiara itu&lt;br /&gt;Tak akan memberatkan pertanggungjawabmu atas diriku kepada-Nya&lt;br /&gt;Itu semua karena aku begitu mengasihimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekasih hatiku,&lt;br /&gt;Di mana pun engkau janganlah gundah, janganlah gelisah&lt;br /&gt;Aku mengerti memahami apa yang kau rasakan saat ini&lt;br /&gt;Kerinduan yang mendalam&lt;br /&gt;Percayalah…aku pun rindu akan hadirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bersedih, hapus air matamu, enyahkan keraguan di dalam hatimu&lt;br /&gt;Pasrahkan dalam sujud panjang tahajjud di malam-malammu&lt;br /&gt;Percayalah, takdir Allah lah sebaik-baiknya tempat kembali&lt;br /&gt;Dan suatu saat, takdir itu pula yang akan Allah hadiahkan kepada kita&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kekasih  pujaanku, &lt;br /&gt;Lelahkah menunggu hadirku? &lt;br /&gt;Ku mohon, bertahankah demi aku&lt;br /&gt;Aku akan segera datang, dan pada saatnya sambutlah aku dengan segala ikhlas di hatimu&lt;br /&gt;Karena, jika sampai detik ini aku masih bertahan..&lt;br /&gt;itu semua karena Allah menjanjikan saatnya pertemuan indah itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-4532784249346870224?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/4532784249346870224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=4532784249346870224&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4532784249346870224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4532784249346870224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/kekasih-hati.html' title='KEKASIH HATI...'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-1413564992737963114</id><published>2008-02-18T07:03:00.001+07:00</published><updated>2008-02-18T07:04:44.095+07:00</updated><title type='text'>Thanks Allah</title><content type='html'>Hari ini... &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik kepada orang lain, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tidak punya apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang suami atau istri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi tidak bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor karena pembantu tidak mengerjakan tugasnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan disaat kita lelah dan mengeluh tentang pekerjaan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang yang memiliki keterbatasan yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah tersenyum dan berterima kasih kepada Allah bahwa kita masih diberikan kesempatan untuk hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is a gift&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Live it.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enjoy it.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celebrate it.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And fulfill it&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-1413564992737963114?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/1413564992737963114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=1413564992737963114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/1413564992737963114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/1413564992737963114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/thanks-allah.html' title='Thanks Allah'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-3877562711429087313</id><published>2008-02-18T06:48:00.001+07:00</published><updated>2008-02-18T07:03:28.221+07:00</updated><title type='text'>Unlimited Love</title><content type='html'>Kadang aku iri melihat orang -orang disekelilingku,di sayangi oleh seseorang. Apalagi dibulan Februari. Di mana-mana nuansa Valentine. Aku memang ingin langsung menikah. tapi sebagai manusia kadang timbul juga perasaan ingin diperhatikan secara istimewa. Aku tidak pernah tahu rasanya candle light dinner. Pun tidak pernah Menerima bunga mawar merah. Tidak ada yang menawarkan jaketnya saat aku menggigil kedinginan atau berpegangan tangan sambil melihat hujan meteor. Yah ,mungkin aku bisa merasakan sekilas hal-hal itu kalau aku sudah menikah. Mungkin, mudah-mudahan. Tapi sampai saatnya tiba,bagaimana caranya supaya tetap bersih hati? Lalu aku pun tersadar tiga kata cinta yang aku rindukan itu sudah sering aku dengar. Orang tua aku selalu mengucapkannya. Memanggil aku dengan akung? betapapun aku telah menyusahkan dan sering menyakiti mereka.Mungkin mereka bahkan memanggil aku seperti itu sejak aku sebelum dilahirkan. Padahal belum tentu aku jadi anak yang bisa melapangkan mereka ke surga. Belum tentu bisa jadi kebanggaan. Jangan-jangan hanya jadi beban.... Tatapan cinta itu juga sering aku terima. Dari ibu yang bergadang menjagaku yang tengah demam.... Dari ayah menahan keinginannya, agar bisa membeli makanan untuk aku. Dari teman yang beriring-iring menjenguk aku ketika dirawat dirumah sakit. Dari saudara yang memeluk aku ketika bersedih. Dari sepupu yang berbagi makanan padahal ia juga lapar.. Dari Orang tua teman yang bersedia mengantar aku pulang larut malam.Betapa seringnya kita tidak menyadari. Tidak hanya dari mahluk hidup.Kasih dari ciptaan Allah lainnya juga melimpah. Matahari yang menyinari dengan hangat. Udara dengan tekanan yang pas. Sampai dari hal yang mungkin selama ini tidak terpikirkan Aku pernah membaca tentang planet Jupiter. Sebagai planet terbesar di tata surya kita, Jupiter yang gravitasinya amat tinggi, seakan menarik Bumi agar tidak tersedot kearah matahari. Benda-benda langit  yang akan menghantam Bumi juga ditarik oleh Jupiter.  Di atas segalanya, tentu saja ada cinta Allah yang amat melimpah. Duh.... Begitu banyaknya berbuat Dosa, Allah masih berbaik hati membiarkan aku hidup.... Masih membiarkan aku bersujud walau banyak tiada khusyu’. Padahal kalau Dia mau, mungkin aku pantas-pantas saja langsung dilemparkan ke neraka Jahannam. Coba, mana ada sich kebutuhanku tidak Allah penuhi. Makanan selalu ada. Aku bisa menikmati sekolah, pekerjaan. Anggota tubuh yang sempurna. Diberi kesehatan. Diberi kehidupan. Apalagi yang kurang? tapi tetap saja, berbuat maksiat, dosa.... Malu.... Tentu ada ujian dan kerikil di sepanjang kehidupan ini . Tapi bukankah itu bagian dari kasihNya juga? Bagaimana kita bisa merasakan kenikmatan jika tidak pernah tahu rasanya kepedihan? Buat saudaraku yang diuji Allah dengan cobaan, yakinlah bahwa cara itu Allah mencintai kita. Pasti ada hikmahnya. Pasti! Jadi, selama ini ternyata kita bukan kekurangan cinta. Kita saja yang tidak pernah menyadarinya. Bahkan tenggelam dalam lautan cinta yang begitu murni. Sekarang pertanyaannya, apa yang telah kita lakukan untuk membalasnya? kalau aku,(malu nich.... ) sepertinya masih sering menyakiti orang lain. sadar ataupun tidak sadar. Kalaupun tidak sampai menyakiti, rasanya masih sering tidak peduli dengan orang lain. Apalagi pada Allah... Begitu besarnya cinta Allah pada aku dan aku masih sering menyalahgunakannya, Mata tidak digunakan semestinya.... Lisan kejam dan menyayat-nyayat.... Waktu yang terbuang sia-sia Kalau sudah seperti ini,rasanya iri pada semua hal-hal yang berbau pacaran pra nikah, hilang sudah. Minimal, berkurang drastislah. Siapa bilang aku tidak dicintai? memang tidak ada yang mengantar-antar aku kemana-mana, tapi Allah mengawal aku disetiap langkah. Tidak ada candle light dinner, tapi ada sebuah keluarga hangat menemani aku setiap makan malam. Tidak ada surat cinta, tapi bukankah Allah telah memberikan surat cinta melalui firman-firmaNya. Bukankah Allah selalu memastikan kebutuhanku terpenuhi? Bukankah itu juga cinta? Entah cinta yang resmi itu akan datang di dunia atau tidak. Tapi ingin rasanya membalas semua cinta yang Allah ridhoi.  Jangan sampai ada cinta halal yang tak terbalas.... Wassalaamu'alaikum wr wb Original Title, Cinta tak terbatas, Original writer, unknown&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-3877562711429087313?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/3877562711429087313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=3877562711429087313&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3877562711429087313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3877562711429087313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/unlimited-love.html' title='Unlimited Love'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-1506727420680466388</id><published>2008-02-07T11:22:00.001+07:00</published><updated>2008-02-07T11:23:07.963+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisiku'/><title type='text'>Aku Di Sini</title><content type='html'>Tak perlu kau rindukan  sejuta bintang yang bertaburan di angkasa raya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menemani malam-malammu yang sepi  sendiri&lt;br /&gt;Karena aku selalu setia disini menemani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu kau mencari sejuta sahabat&lt;br /&gt;Untuk memberikan senyumnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyiapkan pundaknya, untukmu menumpahkan air mata&lt;br /&gt;Cukuplah aku sebagai alasan bahagia itu&lt;br /&gt;Yang akan menghadirkan canda di sela sedih yang menyelimuti hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat segala gundah, lelah dan kacau hatimu tak lagi terkendali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kau merasa terbuang, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa segalanya tak berpihak kepadamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usah kau simpan sendiri, menangislah&lt;br /&gt;Karena aku ada disini,  hingga tak lagi kau rasa sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat semua cintamu seolah pergi dan tak mungkin kembali&lt;br /&gt;Jangan kau tangisi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ada di sini, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjelma bagai pelangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga hujan air mata seolah tak pernah membasahi indah dua matamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berjanji, tak ada sedikitpun ragu untukku tetap di sini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya satu yang aku ingin, bahagia untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu, Iya kamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-1506727420680466388?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/1506727420680466388/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=1506727420680466388&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/1506727420680466388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/1506727420680466388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/tak-perlu-kau-rindukan-sejuta-bintang.html' title='Aku Di Sini'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-5044681676991501637</id><published>2008-02-07T11:20:00.000+07:00</published><updated>2008-02-07T11:21:25.066+07:00</updated><title type='text'>Inilah aku...Bagaimana denganmu?</title><content type='html'>Pada dasarnya setiap manusia memiliki watak dasar. Teori yang di dasarkan pada penemuan Hippocrates pada tahun 400 SM, menyebutkan setidaknya ada 4 dasar sifat manusia, beserta dengan perpaduannya. Tentulah banyak hal-hal menarik di balik sifat-sifat manusia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku sendiri, jauh sebelum tertarik secara teoritis mengenali kepribadianku yang sebenarnya, sudah merasakan bahwa sifat-sifatku cenderung melankolis. Hal itu aku sadari baik dari cara aku bersikap ataupun bagaimana dalam menghadapi permasalahan yang ada.  Pernah aku mengikuti sebuah pelatihan “How to Sales your Self”. Dari bebarapa quesoiner yang diberikan, grafik membuktikan bahwa aku memang benar-benar ada di zone ini.Atau lebih tepatnya melankolis berpadu dengan phlegmatis. Dan untuk menyeimbangkan itu semua, aku membutuhkan seseorang yang mempunyai tipe dasar koleris. Sehingga, sifat melankolis yang cenderung lunak, bisa di selaraskan dengan sifat koleris yang tegas dan kuat di kepemimpinan. Ehm..sepertinya, begitulah gambaran pendamping yang aku inginkan ..(hayah…kok jadi ngelantur ke sini bicaranya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok..kembali ke sifat dasar manusia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 4 watak dasar ini, kita akan mengetahui, bagaimana kita yang sebenarnya. Apakah Seorang Sanguinis yang spontan, lincah, dan periang?. Apakah  seorang Melankolis yang penuh pikiran, setia, tekun. Apakah seorang Koleris yang suka petualangan, persuasif, percaya diri. Atau seorang Phlegmatis yang ramah, sabar, Atau bahkan kita adalah perpaduan dari secara keseluruhan sifat2 di atas. Subhanallah, Allah memang maha kreatif dalam meng-create keunikan dalam diri setiap makhluk ciptaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu semua kita akan mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengoptimalkan anugerah Allah ini, yang akan mendatangkan keselarasan dalam kehidupan kita. Lebih dari itu, begitu kita memahami bagaimana cara mengeluarkan apa yang terbaik dari diri kita, kita akan mendapatkan bahwa orang lain juga kelihatan lebih baik. Dalam sebuah bukunya Florence Littauer menjelaskan : ”Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak dengan cara seperti yang kita lakukan, kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali tentang aku. Bagaimana aku bisa mengatakan bahwa aku adalah orang yang melankolis sedikit perpaduan phlegmatis?  Yuk…kita menelusuri satu-satu 4 sifat dasar manusia ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepribadian Melankolis Sempurna ( Introvert – Pemikir – Pesimis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Emosi Melankolis Sempurna. Mendalam dan penuh pikiran, analitis, serius dan tekun, cenderung jenius. Berbakat dan kreatif, Artistik atau musical, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-. Melankolis Sempurna di Pekerjaan. Berorientasi jadwal, Perfeksionis, standar tinggi, Sadar perincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah. Mendapat pemecahan kreatif, Perlu menyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan, daftar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melankolis Sempurna Sebagai Teman. Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, Sangat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melankolis Sempurna Sebagai Orang Tua. Menetapkan standar tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Menjaga rumah selalu rapi, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain, Mendorong intelegensi dan bakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kepribadian Phlegmatis Damai ( Introvert – Pengamat - Pesimis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Emosi Phlegmatis Damai. Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang, dan mampu, Sabar, baik keseimbangannya, Hidup konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati. Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Phlegmatis Damai di Pekerjaan. Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administratif, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Phlegmatis Damai Sebagai Teman. Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik. Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Phlegmatis Damai Sebagai Orang Tua. Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan waktu bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa, bisa mengambil yang baik dari yang buruk, Tidak mudah marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, buat teman-teman yang memiliki ciri-ciri berbeda dengan aku, mungkin kalian berada pada zone di bawah ini. So..come on guys..just let me know, what type you’re &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepribadian Sanguinis Populer ( Ekstrovert – Membicara – Optimis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kekuatan Emosi Sanguinis Populer. Kepribadian yang menarik, suka berbicara, menghidupkan pesta, rasa humor yang hebat, ingatan kuat untuk warna. Secara fisik memukau pendengar, emosional dan demonstratif. Antusias dan ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Hidup di masa sekarang, Mudah diubah, Berhati tulus, Selalu kekanak-kanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sanguinis Populer di Pekerjaan. Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan inovatif, Punya energi dan antusiasme, Mulai dengan cara cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sanguinis Populer Sebagai Teman. Mudah berteman, Mencintai orang, senang akan dipuji, Selalu tampak menyenangkan, sering dicemburui orang lain, bukan pendendam, cepat minta maaf, mencegah saat membosankan, dan suka kegiatan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sanguinis Populer Sebagai Orang Tua. Membuat rumah menyenangkan, Disukai teman anak-anak, mensikapi musibah dengan tenang, atau menjadikannya menjadi humor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kepribadian Koleris Kuat ( Ekstrovert – Pelaku – Optimis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Emosi Koleris Kuat. Berbakat pemimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas. Tidak emosional bertindak, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri. Memancarkan keyakinan, bisa menjalankan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Koleris Kuat di Pekerjaan. Berorientasi target, melihat seluruh gambaran secara objektif, terorganisasi dengan baik, mencari pemecahan praktis, bergerak cepat untuk bertindak, mendelegasikan pekerjaan, menekankan pada hasil, membuat target, merangsang kegiatan, berkembang karena saingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Koleris Kuat sebagai teman. Tipe orang yang tidak terlalu membutuhkan teman, mau bekerja untuk kegiatan, senang dan tertarik memimpin dan mengorganisasi. Biasanya selalu benar, unggul dan menonjol dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Koleris Kuat sebagai Orang Tua. Memberikan kepemimpinan kuat. Menetapkan tujuan, Memotivasi keluarga untuk kelompok, mengetahui jawaban yang benar,dan pandai mengorganisasi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi?? Bagaimana dengan kamu teman?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-5044681676991501637?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/5044681676991501637/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=5044681676991501637&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5044681676991501637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5044681676991501637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/inilah-akubagaimana-denganmu.html' title='Inilah aku...Bagaimana denganmu?'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-4571017020293588817</id><published>2008-02-07T11:18:00.000+07:00</published><updated>2008-02-07T11:20:03.227+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Seharusnya Marah?</title><content type='html'>"Kalau  Ida gak bisa marah, jangan pura2 marah.." Biuhhhh,  aku dibilang pura-pura marah???. Padahal saat itu aku lagi sebel sama orang itu. sebelllll banget. Pengen marah, Pengen berteriak di telinganya "Aku ini lagi marah sama kamuuuuu, tau ga sehhhh ...!!" . Tapi gak ngerti gimana caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, aku memang orangnya gak bisa marah. Amarahku biasanya aku ungkapin dengan aksi diam....alias ngambek (he..he..sama juga dengan marah ya  ),nangis, atau separah-parahnya, aku memilih lebih berhati-hati dan sebisa mungkin menjaga jarak dengan orang-orang yang berpotensi menimbulkan konflik. Itu pun ga bisa lama. Kalau orang yang bikin marah itu sudah mulai "baik-baikin" plus dengan gaya gaya candaannya ...mulai deh... luluh . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku sendiri juga bingung dengan sifatku yang satu ini. Sebenarnya ini bagian dari sisi baikku atau kelemahanku?. Belum lagi kalau berhadapan dengan orang yang tipe  "gengsi" mengucapkan kata maaf. Bagi orang seperti ini dengan "baik-baikin" sudah menjadi bagian dari permintaan maaf. Makin ga bisa deh untuk berkata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal saat itu sebenarnya aku  pengen banget marah..pengen memaki, pengen jelasin semuanya. Tapi kenapa semua jadi susah???   Apalagi kalau orang yang membikin naik tekanan darah ini sudah mengeluarkan jurus "sudah-sudah, ga usah di bahas lagi, itu kan kemarin.." Duhhh..padahal aku merasa masalah itu belum selesai..pengen membela diri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aku punya alasan. yang pertama aku takut sekali kata-kataku melukai perasaan orang lain. Karena biasanya, pada saat emosi, orang cenderung menggunakan kata-kata yang menusuk hati lawan bicaranya. Alasan kedua, aku jauh akan lebih menyesal apabila kata-kataku menyakiti hati orang lain, jadi menurutku lebih baik mengalah. Dan yang ketiga, aku merasa takut, jika amarah terus aku pendam, empatiku akan sedikit demi sedikit memudar. Duhh..jangan sampai deh kayaknya untuk urusan yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sisi lain, kadang aku marasa sifat lunakku ini menjadi sesuatu yang diabaikan oleh orang lain. Dalam artian.."ah, Ida ga bakalan marah deh, paling marah bentar juga udah reda lagi" .  Plus kejahilan-kejahilan yang mereka rencanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat kata-kata seorang teman ketika mendapati aku dalam keadaan seperti ini. " Ada saatnya kita harus tegas, garang seperti ksatria saat di medan perang, tapi ada saatnya juga kita pun perlu meneteskan air mata, dan meluluhkan hati. Tidak mudah memang Ida, untuk menjadikan diri kita pribadi yang tangguh" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks, sepertinya seperti itulah  yang aku rasakan saat ini. Apakah dengan sifat-sifatku seperti ini aku berada dalam daftar orang-orang tidak tegas?? entahlah..aku sendiri bingung menilai diriku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-4571017020293588817?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/4571017020293588817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=4571017020293588817&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4571017020293588817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4571017020293588817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2008/02/bagaimana-seharusnya-marah.html' title='Bagaimana Seharusnya Marah?'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-6829547134149871208</id><published>2007-12-10T14:02:00.000+07:00</published><updated>2007-12-10T14:09:50.624+07:00</updated><title type='text'>Muslimah Sejati</title><content type='html'>Pertama, ialah muslimah yang mengimani bahwa Allah SWT adalah Rabbnya, Muhammad SAW adalah Nabinya dan  Islam adalah Dinnya. Ia cinta kepada Allah dan Rasul-nya serta taat terhadap perintah keduanya dan  menjadikan ketaatannya itu sebagai filter yang membentengi dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ialah muslimah yang bertaqwa, khusyuk dalam beribadah dan zuhud terhadap hal-hal yang bersifa duniawi.  Mereka menjaga kewajibannya, mengerjakan berbagai amal sholeh, berhati-hati terhadap hal-hal yang dilarang.  Maka tanda-tanda keimanan itu tampak pada ucapan, tindakan dan keyakinan mereka.  Mereka sangat takut terhadap amanah Allah SWT dan takut atas pedihnya siksa Allah jika ia menyalahi perintah-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ialah muslimah yang selalu taat dan berbuat ikhsan terhadap kedua orang tuanya, serta berhati-hati untuk tidak membuat keduanya marah, sehingga kita dapati kedua orang tua mereka ridho kepadanya&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keempat, ialah muslimah yang selalu taat kepda suaminya. Mereka mencintai dan menyayanginya, menyeru dan menasehatinya ke  arah kebaikan, menjadi pendampingnya disaat istirahat, bersikap halus dan merendahkan suara jika berbincang-bincang dengannya.  Mereka mendampinginya di jalan kebaikan, memberi ketentraman, kedamaian serta kesejukan hati. Jika dipandang mereka tampak menyenangkan karena kerapian busananya dank arena senyumannya yang manis.  Jika diperintah mereka mentaatinya dan jika suaminya pergi maka dipeliharanya diri dan kehormatannya serta dijaganya harta dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, ialah muslimah yang mertarbiyah anak-anaknya untuk taat kepada Allah SWT. Mereka tanamkan akidah Islamiyah sholihah ke dalam diri anak-anaknya dan mereka didik permata hati mereka untuk cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari aklaq yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, ialah muslimah yang selalu menegakkan dien Allah SWT, melaksanakan apa yang diketahuinya dan menyeru manusia kepada Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, ialah para wanita apabila ditimpa suatu musibah, ia tetap tegar. Setegar gunung karang diterpa angina topan, sekokoh karang diterjang ombak…dan tak satupun cobaan mampu mengusik hatinya dan tidak sedikitpun musibah menimpanya menjadikannya gundah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimah Sejati, tiada yang mereka harapkan dari setiap musibah yang menimpanya, kecuali pahala dan ampunan Allah Robbul Izzah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Muslimah Sejati..,kita kah salah satunya? Semoga…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-6829547134149871208?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/6829547134149871208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=6829547134149871208&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6829547134149871208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6829547134149871208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/12/muslimah-sejati.html' title='Muslimah Sejati'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-7756316200014068456</id><published>2007-11-12T11:25:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T11:27:19.556+07:00</updated><title type='text'>Ciuman Salah Waktu</title><content type='html'>Kadang kita sering lupa dan sulit membedakan cinta kasih kita kepada siapa atau apa. Tulisan  di bawah ini adalah adalah kisah nyata dari seorang teman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rere, bocah umur 2 tahun adalah anak dari pasangan suami istri muda. Pada anak seumuran ini tentulah dia sedang lucu-lucunya. Tak perlu ditanyakan betapa sayang kedua orang tuanya kepadanya. Hingga pada saat ulang tahunnya, sang ibu berencana membuat pesta. Tak lupa menyiapkan kado istimewa yang menurutnya akan disukai oleh bocah kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah mall, bertemulah sang ibu ini dengan sebuah mainan mobil-mobilan yang cukup besar dengan motor yang dijalankan dengan baterai kering, hanya menekan pedal gas mobil ini bisa langsung jalan. Melihat harganya yang lumayan mahal sang ibu mulai berpikir sejenak. Namun setelah menimbang, akhirnya memberanikan diri untuk membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulanglah ibu muda ini untuk segera menyiapkan pernak - pernik pesta ulang tahun. Ulang tahun  berjalan sangat meriah, anak tetangga kanan dan kiri semua diundang untuk menghadiri acara ulang tahun ini. Rere pun sangat senang karena suasana rumah menjadi ramai dan meriah dengan berkumpulnya teman - teman kecilnya yang biasa bermain bersama dengannya. Sajian kue - kue lezat buatan ibunya, membuat pesta semakin menyenangkan. Singkat cerita sang ibu merasa bangga karena acaranya berlangsung sukses, apalagi Rere terlihat antusian dengan kado yang dibeli ibunya dengan susah payah. Rere pun langsung mengendarai mobil - mobilan barunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu berlalu, Rere masih asyik bermain dengan mobil-mobilannya setiap hari. Hingga suatu ketika sang ibu pulang dari kantor di sore hari dengan kondisi sangat capek, penat karena panas dijalan, mendapati mobil-mobilan Rere rusak parah. Bannya lepas 2 kemudian spionnya lepas dan kondisi mobil sudah terbalik. Kontan saja sang ibu ini mukanya merah padam, mengingat dia membeli mobil-mobilan ini dengan susah payah dengan uang yang tidak sedikit hingga dia harus kencangkan ikat pinggangnya hanya untuk membeli mobil-mobilan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mencari anaknya yang sedang bermain. Setelah bertemu Rere sang ibu ini langsung bertanya dengan nada tinggi dan marah - marah kepada Rere. Dan di ujung aksinya sang ibu memukul Rere hingga Rere menangis dengan sangat keras dan meminta ampun karena kesakitan dan merasa takut kepada ibunya. Menyadari anaknya begitu, sang ibu langsung menenangkan Rere. Selang beberapa waktu Rere pun diam. Setelah dinina bobokan, Rere pun tertidur dan dibawa kekamar. Sambil menidurkan sang ibu melihat keadaan Rere yang pulas tertidur. Dengan perasaan sangat menyesal sang ibu ini melihat warna merah - merah di bagian paha dan kaki Rere akibat pukulan tangannya. Sang ibu ini meneteskan air matanya dan memeluk erat Rere serta menciuminya, sebagai bukti penyesalan atas emosinya yang tidak terkendali. Bagaimanapun Rere adalah anak keasayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi pelukan erat dan ciuman sang ibu ini sebenarnya salah waktu. Bagaimana tidak, saat Rere sedang tidur sang ibu ini mencurahkan kasih sayangnya.Sedangkan Rere sendiri tidak merasakan kasih sayangnya karena sedang pulas dengan tidurnya. Yang Rere tahu adalah ibunya yang pemarah, suka memukuli jika dia melakukan kesalahan. Yang dia rasakan adalah bahwa ibunya tidak lagi sayang kepadanya, Maka sia - sialah curahan kasih sayang yang salah waktu seperti ini. Apakah anda sering melakukan hal ini? Mulailah berubah dan tunjukkan kasih sayang kita pada saat yang tepat. Jika kasih sayang yang kita curahkan ini tidak diketahui oleh orang yang kita sayang maka akan akan menjadi sia-sia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-7756316200014068456?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/7756316200014068456/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=7756316200014068456&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7756316200014068456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7756316200014068456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/11/ciuman-salah-waktu.html' title='Ciuman Salah Waktu'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-6607972779630188874</id><published>2007-11-03T10:37:00.000+07:00</published><updated>2007-11-03T15:40:27.030+07:00</updated><title type='text'>Tabbayun, warisan Ramadhan</title><content type='html'>Bulan Ramadhan telah meninggalkan kita, tanpa kita tahu apakah akan bertemu kembali dengannya. Yang hanya bisa kita lakukan saat ini adalah memelihara warisan Ramadhan agar senantiasa terjaga dalam diri kita. Salah satunya adalah Tabbayun, sikap kehati-hatian, teliti, mencari kebenaran, sehingga kita tidak mudah terprovokator dan berusaha untuk mengklarifikasi setiap kebenaran berita yang kita terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulallah sendiri memberikan keteladanan dalam sikap tabayyun ini. Pernah dalam sebuah riwayat, diceritakan ada seorang sahabat memberikan laporan kepada Nabi, bahwa si Fulan tidak suka rumahnya dekat dengan masjid, dan tidak pula senang berdekatan dengan Rasullaah. Namun, Beliau tidak begitu saja mempercayai laporan tersebut. Di datanginya si Fulan, lalu beliau bertanya, "Benarkan engkau tidak senang rumahmu berdekatan dengan masjid dan tidak pula engkau senang ketika dekat denganku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si Fulan menjawab "berita itu benar wahai Rasullallah, bukankan engkau sendiri yang mengajarkan bahwa Allah mengitung setiap jengkal langkah kita ke masjid. Dan pula tiap jengkal langkahku mendekatimu untuk mendapatkan segala kebaikan darimu. Dengan jauh dari masjid dan dengan jauh darimu, akan semakin banyaknya amalan yang dihitung Allah ketika aku berjalan mendekati rumah Allah dan mendekat kepadamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Rasulallah mengajarkan kepada kita. Betapa pentingnya sikap tabbayun, karena semua itu bisa menghindarkan perpecahan tali persaudaraan dan menjaga sillaturami. Bukan tanpa alasan ketika Allah menciptakan struktur mata, telinga dan mulut dalam anatomi tubuh manusia. Kita haruslah banyak melihat dan mendengar sebelum kemudian berbicara. Karena hanya ada dua aktifitas lisan, jika tidak berkata baik, maka ia diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (Qaaf:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sebagai seorang mukmin, sudah seharusnya kita tidak mudah terprovokasi dan tidak pula menjadi provokator. Dan Tabbayun adalah sikap yang mampu mengendalikan keduanya. Siapkan kita menjadi pewaris atas warisan Ramadhan yang berharga  ini?? Ayo kita buktikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-6607972779630188874?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/6607972779630188874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=6607972779630188874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6607972779630188874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6607972779630188874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/11/tabbayu-warisan-ramadhan.html' title='Tabbayun, warisan Ramadhan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-4259560844770481236</id><published>2007-11-01T08:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T08:10:40.617+07:00</updated><title type='text'>Sudah Bersyukurkah Pagi Ini??</title><content type='html'>Dengan apa kita mengawali pagi hari ini? Tersenyum , bersedekah? Atau masih termanggu pada jawaban atas do’a dan permintaan yang kita sampaikan kepada Allah tadi malam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kita selalu sibuk dengan mengharap dan menghitung berapa banyak permintaan kita yang belum diijabah oleh Allah SWT. Padahal jika kita  mau membuat daftar perbandingan, akan jauh lebih banyak nikmat Allah yang kita terima tanpa kita minta dibanding dengan permintaan yang belum dikabulkannya. Nggak percaya?? Bikin coret2an yukkk .... Kenapa? kaget ya :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bangun  dari, cobalah melihat dari dalam diri kita. Siapa yang menjaga jantung kita tetap berdetak, padahal dalam waktu yang bersamaan kita tengah lelap menikmati indahnya mimpi. Siapa yang menjaga mata kita tetap berkedip, siapa yang memberikan rasa kantuk, sehingga kita tidak tiba2 tidur ketika sedang beraktifitas, pun tidak pernah pula perusahaan oksigen Allah tutup, karena sang empu-Nya sedang sibuk dengan urusan-Nya.Ya Rabb, rasanya tak kan mampu menghitung semua nikmat-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;So, kita mulai pagi hari ini. Berhentilah untuk  menghitung berapa banyak doa kita yang belum dikabulkan, tetapi mulailah untuk menghitung berapa banyak nikmat yang Allah telah berikan tanpa kita memintanya. Semua itu adalah bukti atas rasa sayang Allah kepada kita. Ya Rabb...ampunkanlah dosa-dosa kufurku atas nikmat-Mu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-4259560844770481236?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/4259560844770481236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=4259560844770481236&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4259560844770481236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4259560844770481236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/11/sudah-bersyukurkah-pagi-ini.html' title='Sudah Bersyukurkah Pagi Ini??'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-3240213948598852507</id><published>2007-10-08T12:53:00.000+07:00</published><updated>2007-10-08T12:54:37.424+07:00</updated><title type='text'>Met Hari Raya Idul Fitri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align:center;"&gt;&lt;br /&gt;               &lt;embed src="http://img.kapanlagi.com/c/s/07868.swf" quality="high" bgcolor="#FFFFFF" width="500" height="357" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1  _Prod_Version=ShockwaveFlash" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               &lt;a href="http://kartu.kapanlagi.com/"&gt;Lihat Kartu Ucapan Lainnya&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;               (&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KapanLagi.com&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-3240213948598852507?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/3240213948598852507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=3240213948598852507&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3240213948598852507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3240213948598852507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/10/met-hari-raya-idul-fitri.html' title='Met Hari Raya Idul Fitri'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-6648154571777055597</id><published>2007-09-12T07:53:00.000+07:00</published><updated>2007-09-12T07:54:22.948+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>Mohon Maaf Lahir dan Bathin &lt;br /&gt;11 bulan, banyak kata sudah diucapkan dan dilontarkan&lt;br /&gt;tak semua menyejukkan&lt;br /&gt;11 bulan, banyak perilaku yang sudah dibuat dan&lt;br /&gt;diciptakan tak semua menyenangkan&lt;br /&gt;saatnya istirahat dalam "perjalanan dunia"&lt;br /&gt;saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga,&lt;br /&gt;saatnya menikmati indahnya kemurahanNya&lt;br /&gt;saatnya memahami makna pensucian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menunaikan Ibadah Shiyam &lt;br /&gt;bersama kita leburkan kekhilafan,&lt;br /&gt;Semoga mempertemukan kita&lt;br /&gt;dengan Keagungan Lailatul Qadar&lt;br /&gt;dan kita semua menjadi pilihanNya&lt;br /&gt;untuk dikabulkan do'a - do'a&lt;br /&gt;dan kembali menjadi fitrah&lt;br /&gt;Amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-6648154571777055597?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/6648154571777055597/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=6648154571777055597&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6648154571777055597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6648154571777055597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/09/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-8376993236007765000</id><published>2007-08-30T08:06:00.001+07:00</published><updated>2007-08-30T08:06:42.414+07:00</updated><title type='text'>MAHA BENAR ALLAH</title><content type='html'>Jika Anda termasuk penggemar acara televisi "Discovery" pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau. Ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. &lt;br /&gt;Orang tua berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur'an tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi "Marajal bahrayni yaltaqiyaan, baynahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. ." artinya "Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus." Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tidak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi "Yakhruju minhumaa lu'lu`u wal marjaan" artinya "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan." Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur'an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur'an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.&lt;br /&gt;Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al-Qur'an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan seketika ia pun memeluk Islam. Allahu Akbar! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahul `Azhim.&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w. bersabda, "Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air." Seorang sahabat bertanya, "Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?" Rasulullah s.a.w. bersabda, "Selalulah ingat mati dan membaca Al-Qur'an."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. " (Q.S Al Furqan:53)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-8376993236007765000?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/8376993236007765000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=8376993236007765000&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/8376993236007765000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/8376993236007765000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/08/maha-benar-allah.html' title='MAHA BENAR ALLAH'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2400141492767774497</id><published>2007-08-30T07:44:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T07:50:11.756+07:00</updated><title type='text'>WANITA LEBIH SUKA DIBOHONGI?</title><content type='html'>Suatu ketika, pernah ada cerita lucu ketika seorang Marketing Officer sebuah BUMN datang ke kantorku untuk urusan dinas. Di tengah pembicaraan, tiba-tiba handphone Bapak ini berdering. Sesaat sebelum menjawab, ia melihat layar Hp nya, kemudian menoleh ke arahku dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir, isyarat bahwa dia memintaku untuk tidak mengeluarkan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatah dua patah kata, tentulah ada pembicaraan yang mampir ke telingaku. "Sudah makan?" "Oh nggak, nggak kemana-mana lagi di kantor aja"..."Oh itu..., suara sirene mobil patroli polisi".( memang pada saat itu ada mobil polisi lewat depan kantor dengan suara khasnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa nggak nyaman berada di ruangan itu, aku segera keluar. Setelah agak lama dan tidak terdengar lagi percakapan, aku segera kembali untuk meneruskan diskusi yang tadi sempat terputus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf ya Mbak..." katanya sambil tersenyum simpul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh ya Pak, nggak apa apa kok". Jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tadi istri saya yang telpon" timpalnya lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, saya pikir putrinya Bapak" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biasalah wanita, nanti kalau dia tahu saya di luar kantor, malah tanya yang nggak-nggak, apalagi sampai dengar suara wanita. Istri saya cemburuan Mbak, makanya daripada jadi panjang ceritanya, mendingan saya bilang begitu aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kalau tidak karena menjaga perasaannya, tentulah tidak kutahan tertawaku, pun tetap juga dia menangkap senyumku. "Ya begitulah Mbak wanita" ulangnya lagi Yang di benak ku saat itu, apa istrinya nggak tahu pekerjaaan suaminya. Kalau tahu mestinya kan nggak berlebihan gitu. Atau karena suaminya pernah ketauan pernah tidak jujur? Andai  tadi dia sempat mendengar suaraku, apa  akan terjadi perang dunia kedua?, apa dia akan marah ke suaminya tanpa alasan?" Hayah…kok jadi berandai-andai gini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu mengingatkan aku pada sebuah ucapan seorang teman "Wanita memang suka dibohongi"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhhmmm, Masa sih?? Nggak semua begitu deh kayaknya. Walaupun ada, semoga saya bukan termasuk di dalamnya, apalagi &lt;em&gt;just for something stupid&lt;/em&gt;..iihhh...nggak banget deh…:D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2400141492767774497?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2400141492767774497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2400141492767774497&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2400141492767774497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2400141492767774497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/08/wanita-lebih-suka-dibohongi.html' title='WANITA LEBIH SUKA DIBOHONGI?'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2449452299426189909</id><published>2007-08-12T11:21:00.000+07:00</published><updated>2007-08-12T11:52:47.727+07:00</updated><title type='text'>Kisah Sebatang Pohon</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rr6N15elTLI/AAAAAAAAABI/5zjEajGyZ_Y/s1600-h/bird.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rr6N15elTLI/AAAAAAAAABI/5zjEajGyZ_Y/s320/bird.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5097667785331657906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu Ketika di sebuah padang, tersebutlah sebuah pohon rindang. Dahannya rimbun dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya menembus tanah hingga dalam. Pohon itu tampak gagah dibandingkan dengan pohon-pohon yang lain di sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rindang dan tingginya pohon itu menjadi tempat hidup bagi beberapa burung di sana.  Mereka membuat sangkar dan bergantung hidup pada batang-batang pohon itu. Burung burung itu membuat lubang dan mengerami telur – telur  dalam kebesaran pohon itu.  Pohon itu merasa senang mendapat teman saat mengisi hari-harinya yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut.  Mereka kerap singgah dan berteduh di kerindangan pohon itu. Mereka duduk dan membuka bekal makanan di bawah naungan dahan-dahannya. “Pohon yang sangat berguna”, begitu ujar mereka setiap selesai berteduh.  Lagi-lagi sang pohon pun bangga dengan mendengar perkataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya mulai berjatuhan. Tubuhnya kini kurus dan pucat. Tidak ada lagi kegagahan yang dulu dimilikinya.burung burung pun enggan bersarang di sana. Orang yang lewat tidak lagi singgah untuk berteduh.&lt;br /&gt;Sang pohon sedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap si  pohon. “mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku agar aku tak perlu merasakan siksaan ini.” Sang pohon terus menangis hingga air matanya membasahi seluruh tubuhnya yang kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin  kering. Ratap dan tangis terus terdengar mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada suatu pagi menjelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cittt…cericit..cittt”. Ah, suara apa itu? Ternyata ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cittt…cericit…citt.” Suara itu makin keras melengkingnya. Ada anak burung lagi yang baru menetas. Lama kemudian riuhlah di atas pohon itu. Ada anak-anak burung yang menetas. Satu, dua, tiga…empat anak burung lahir ke dunia.&lt;br /&gt;“Aha..doaku dijawab-Nya”, seru sang burung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya terbanlah burung burung kea rah pohon itu. Mereka membuat sarang –sarang baru. Ternyata batang pohon yang kering mengundang burung dengan jenis tertentu untuk mau bersarang di sana. Burung – burung itu merasa lebih hangat berada di batang yang kering ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih beragam dan lebih banyak. “Ah, kini hari-hariku makin cerah bersama burung – burung ini”, guman dang pohon dengan hati berbinar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pohon kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang pohon tampak tersenyum. Ah, rupanya air mata sang pohon tua itu menumbuhkan bibit baru yang akan melanjutkan penabdiannya pada alam.&lt;br /&gt;Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik dari kisah di atas? Allah memang selalu mempunyai rencana-rencana rahasia untuk kita. Allah dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia akan selalu memberi jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tidak mudah untuk kita mengerti. Tapi yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dititipkan-Nya cobaan kepada kita, kita harus ingat akan ada saat yang lain. Saat Dia memberikan kita karunia yang berlimpah. Ujian-Nya bukanlah harga mati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang pohon, sesungguhnya Dia sedang menunda pemberian kemuliaaan. Allah tidak menumbangkan pohon itu sebagaimana yang dia minta, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia.Allah sedang menguji kesabaran yang dimiliki sang pohon.&lt;br /&gt;Teman, yakinlah…apapun cobaan yang kita hadapi adalah bagian dari rangakian kemuliaan yang sedang Allah persiapan untuk kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah selalu bersama-sama orang yang sabar. – &lt;em&gt;Renungan untuk diri sendiri,yang ingin menjadi lebih sabar&lt;/em&gt;-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2449452299426189909?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2449452299426189909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2449452299426189909&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2449452299426189909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2449452299426189909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/08/kisah-sebatang-pohon.html' title='Kisah Sebatang Pohon'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rr6N15elTLI/AAAAAAAAABI/5zjEajGyZ_Y/s72-c/bird.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-5152484435526080053</id><published>2007-07-31T09:17:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T09:25:45.880+07:00</updated><title type='text'>Tried It, Love It, and Make It Habit !</title><content type='html'>(Motivasi Membangun Kebiasaan Menulis)&lt;br /&gt;Oleh: Aan Widhi Atma, ST*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip apa yang disampaikan oleh Aristotle dalam buku 7 Habitsnya Stephen Covey   “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa makna kalimat tersebut. Tidak heran jika Thomas Alfa Edison dikenang hingga saat ini, bukan karena penemuannya, tetapi karena kebiasaan bangkit dari kegagalannyalah yang patut diacungkan jempol. Jangan terkesima dengan tendangan bebas David Beckham yang dahsyat itu, hal itu dikarenakan kebiasaannya menendang bola ke dalam ban mobil yang digantungkan di tengah gawang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan kebiasaan penulis-penulis hebat. Ambil contoh, JK Rowling, dia mengatakan “Saya menulis hampir setiap hari. Kadang saya menulis selama sepuluh atau sebelas jam. Pada hari lain, saya hanya menulis selama tiga jam.” Andrias Harefa dalam bukunya "Agar Menulis/Mengarang Bisa Gampang" mengharuskan dirinya untuk menulis setiap hari sebanyak 1 halaman folio. Aa Gym mengkhususkan waktunya beberapa jam setiap hari untuk menulis. &lt;br /&gt;Pada kesempatan ini saya ingin mengajak Anda untuk membentuk kebiasaan menulis, yang dimulai dari hal-hal yang sangat sederhana. Kebiasaan  merupakan titik pertemuan dari pengetahuan, keterampilan dan keinginan (Stephen R. Covey, 1997). Pengetahuan adalah paradigma teoritis, apa yang harus dilakukan dan mengapa. Keterampilan adalah bagaimana melakukannya. Dan keinginan adalah motivasi untuk melakukan. Agar sesuatu bisa menjadi kebiasaan dalam hidup, kita harus mempunyai ketiga hal ini.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan 1: Menuliskan apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan&lt;br /&gt;Menulis merupakan ungkapan rasa syukur terhadap nikmat sehat yang diberikan oleh Allah swt kepada badan fisik kita. Cobalah lihat diri kita, mata bisa melihat dengan sempurna, telinga bisa mendengar dengan baik, dan hati bisa merasakan dengan jernih. Agar tulisan kita berbuah manfaat bagi orang lain maka gunakanlah nikmat tersebut untuk hal-hal yang baik pula. &lt;br /&gt;Dalam teori dari mind mapping disebutkan bahwa apa yang kita tulis bersumber dari memori sensorik kita (Ingemar Svantesson, 2004). Ada beberapa macam memori:&lt;br /&gt;• Penglihatan - kita melihat apa yang kita lihat&lt;br /&gt;• Pendengaran - kita mengingat apa yang kita dengar&lt;br /&gt;• Kinestetik - kita mengingat gerakan dan perasaan&lt;br /&gt;• Persentuhan - kita mengingat apa yang kita sentuh dengan tangan&lt;br /&gt;• Pencicipan - kita mengingat kelezatan&lt;br /&gt;• Pembauan - kita mengingat bau harum dan bau busuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber memori di atas merupakan bahan untuk tulisan yang tiada habisnya. Bayangkan, dalam satu hari saja kita melihat berbagai macam pernak-pernik kehidupan yang berbeda dari hari kemarin. Pertanyaannya, pernahkah kita mendokumentasikannya menjadi sebuah tulisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah menulis hal-hal yang dekat dengan diri Anda, kecil dan sederhana. Contoh, merangkum acara-acara televisi yang bermutu, film-film yang membangkitkan imajinasi dan motivasi, bahkan pertandingan yang menegangkan di lapangan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebiasaan 2: Menuliskan apa yang Anda baca&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa menulis memerlukan seorang  saudara yang siap membantunya. Saudara menulis itu bernama membaca. Dr. Stephen D. Krashen dalam Hernowo(2004) mengatakan, “hanya dengan memperkaya diri kita dengan sebanyak-banyaknya katalah maka “bahan” yang sudah kita miliki itu dapat kita ungkapkan dengan bahasa tulis yang kaya dan indah pula” . Terdapat 2 kategori orang dalam hal membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang senang membaca dan senang menulis. Tipe ini, sudah menjadikan membaca dan menulis sebagai kesenangannya atau dengan kata lain dia telah menemukan AMBAKnya (Apa Manfaatnya Bagiku). Dengan mengetahui manfaat dari kegiatan membaca dan menulis maka akan memunculkan motivasi yang kuat untuk terus melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang yang senang membaca tetapi  sulit menulis. Ciri khusus tipe ini adalah, memiliki literatur yang banyak, tetapi sulit menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan. Untuk diketahui bahwa menulis adalah pekerjaan hati bukan pikiran, semakin Anda memikirkan apa yang ditulis maka menulis menjadi hal yang sulit dalam benak Anda. Anda harus mengetahui teknik atau skill menulis, agar gampang memulainya. Kuncinya, segera mulai menggerakkan pena Anda di secarik kertas, tekan keyboard komputer Anda tanpa berpikir terlebih dahulu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita membaca teks, meskipun itu sebuah buku ataupun artikel pendek pada majalah, maka untuk membuat peta pembelajaran coba gunakan metode ini (Ingemar Svantesson, 2004):&lt;br /&gt;• Pertama, melihat sekilas keseluruhan teks dengan sangat cepat untuk mendapatkan ide dari isi teks tersebut. Gunakan stabilo atau berilah garis bawah ketika anda membaca sekilas (skimming) teks tersebut dan tandailah kata-kata yang menurut Anda merupakan kata-kata penting. Tidak menjadi masalah apakah nantinya Anda akan memakai kata tersebut atau tidak.&lt;br /&gt;• Mempersiapkan peta pembelajaran dengan menggambar atau menulis masalah utama atau sepasang cabang pokok. Tulislah beberapa kata/sub bagian, satu kata masing-masing garis.&lt;br /&gt;• Tentukan mengapa Anda membaca teks tersebut. Maksud Anda membaca itu penting karena membatasi jumlah kata dan kata-kata mana yang Anda ambil sebagai kata-kata kunci. Apakah Anda membaca demi kepuasan, untuk belajar membuat ringkasan, atau membuat laporan untuk orang lain, atau apa tujuan Anda?&lt;br /&gt;• Bacalah terus seluruh teks dan tambahkanlah kata-kata kunci pada peta pembelajaran.&lt;br /&gt;• Tulis kembali peta pembelajaran Anda, dan putuskan apa yang dipertahankan dan mana yang akan di buang. Gunakan hanya kata-kata yang Anda perlukan untuk mengingat isi bacaan/teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andrias Harefa dalam bukunya “Menata Karier Menuju Kebebasan Finansial” memberikan tips membaca buku dengan super cepat:&lt;br /&gt;• Bacalah daftar isi dengan seksama&lt;br /&gt;• Pilihlah sub judul yang paling menarik minat Anda dan bacalah bagian tersebut lebih dulu&lt;br /&gt;• Bacalah bagian sebelah kiri dari setiap sub judul yang berisi kutipan, kata-kata hikmah, atau rangkuman ide utama sub judul yang bersangkutan. Bila Anda menjumpai hal yang belum jelas, bacalah seluruh artikel dalam subjudul tersebut.&lt;br /&gt;• Tandai kata-kata yang menarik dengan stabilo atau beri garis bawah dengan pena warna-warni.&lt;br /&gt;• Bacalah bagian-bagian sub judul yang kurang menarik minat Anda pada saat memiliki waktu senggang yang lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan 3: Membiasakan diri dengan Mind Mapping&lt;br /&gt;Metode mind mapping akan mempermudah kita untuk mengatur dan mengelompokkan ide-ide yang muncul dari pikiran kita. Intinya adalah menuliskan segala sesuatu tentang sebuah objek dalam secarik kertas, tanpa dipikir benar salahnya, ada kaitannya atau tidak, biarkan hati, pikiran dan tangan Anda mewujudkan kata-kata tersebut. Coba Anda fokus pada satu objek, kemudian lakukan langkah di bawah ini untuk memulai membuat peta tulisan Anda!&lt;br /&gt;1. Tulis (atau gambarkan) satu obyek di tengah-tengah selembar kertas. Tariklah satu garis dari titik itu, sebanyak Anda perlukan jika Ada menulis kata-kata, masing-masing satu garis.&lt;br /&gt;2. Tulis semua kata yang muncul dari benak Anda, meskipun kata-kata yang Anda pikirkan itu aneh dan tidak berkaitan! Tidak usah dibuat teratur, tulis saja kata-kata itu secara acak.&lt;br /&gt;3. Tuliskan kata-kata sebanyak mungkin, untuk menangkapnya dalam arus asosiasi yang cepat yang berkembang di kepala Anda.&lt;br /&gt;4. Jangan menyensor atau memilih kata-kata tertentu saja! Kata-kata aneh bisa saja merupakan satu-satunya yang memberi Anda ide yang terbaik nantinya.&lt;br /&gt;5. Jangan khawatir tentang di mana Anda menulis kata-kata tersebut. Biarkan asosiasi Anda mengalir secara bebas di atas kertas. &lt;br /&gt;6. Buatlah sebuah garis untuk masing-masing kata baru dan tambahkan sebanyak mungkin, apa pun katanya atau sekalipun Anda menuliskan kata-kata yang mempunyai arti sama. Kata-kata itulah yang akan memberi Anda sejumlah kata-kata yang benar-benar baru. &lt;br /&gt;7. Jangan menyerah! Setiap ketrampilan akan diperoleh pada waktunya sendiri dan memang butuh proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perenungan Akhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.&lt;br /&gt;(Ali Bin Abi Thalib)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sedang menulis skenario yang tidak mungkin ditulis oleh orang lain. Sebuah cerita yang berkobar dalam diri Anda adalah skenario yang “komersial”. Anda tidak menjadi penulis kelas dua di bawah siapa pun. Anda menjadi yang terbaik bagi diri Anda sendiri. Anda memiliki satu hal yang layak jual sebagai seorang penulis-sudut pandang Anda. Sudut pandang Anda adalah sebuah cara unik untuk melihat dunia berdasarkan pengalaman Anda dan bagaimana Anda merasakan dunia seputar Anda.&lt;br /&gt;(Viki King)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulislah dengan alasan apapun asal bukan untuk meremehkan&lt;br /&gt;(Stephen King)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil-hasil riset dengan jelas menunjukkan bahwa kita belajar menulis lewat membaca&lt;br /&gt;(Dr. Stephen D. Krashen)&lt;br /&gt;**** Motivasi Diri Yang Lagi Males untuk Menulis****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-5152484435526080053?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/5152484435526080053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=5152484435526080053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5152484435526080053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5152484435526080053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/07/tried-it-love-it-and-make-it-habit.html' title='Tried It, Love It, and Make It Habit !'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-6872788343007410667</id><published>2007-07-13T16:32:00.000+07:00</published><updated>2007-07-31T09:23:45.954+07:00</updated><title type='text'>HARI INI AKU MILAD LOH ^_^</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RpgWO3Ew65I/AAAAAAAAABA/RoZ4jTdb3fU/s1600-h/flowe.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RpgWO3Ew65I/AAAAAAAAABA/RoZ4jTdb3fU/s320/flowe.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5086840223672888210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang spesial di Milad ku hari ini. Bahkan kalau kakakku di tengah malam tidak sms untuk mengucapkan selamat bisa dipastikan aku lupa. Dari dulu sih memang begini, jarang ingat. Dan dari kecilpun keluarga tidak pernah membuat pesta untuk merayakan hari ulang tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sujud malamku pun, tidak banyak yang aku minta. Aku merasa Malu, karena sudah  terlalu banyak yang aku minta kepada-Nya. Biarlah malam ini aku bersyukur atas segala yang sudah Dia berikan kepadaku. Kalaupun ada yang kuminta lebih kepada ampunan-Nya atas dosa yang menumpuk setinggi gunung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berbagai kenangan tentang hari jadiku mulai teringat. Pernah sekali aku mendapatkan surprise party dari teman-teman kos semasa di Malang Dulu.  Iya, kenangan yang membuat aku menyesal, sedih dan merasa bersalah kepada sahabat-sahabatku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih kuliah dulu, aku selalu berusaha keras untuk mengingat hari ulang tahunku. Bukan karena alasan untuk merayakan. Tetapi lebih pada sikap antisipatif akan kejutan-kejutan kecil yang disiapkan teman-teman kos. Ada yang di guyur air, dikerjain di kamar mandi, sampai hal-hal di luar dugaan yang bisa membuat kita merasa teraniaya (hiperbol banget yak :D).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat berangkat ke kantor, tidak ada sesuatu terjadi. Segalanya aman terkendali. Hhhmmm...lupakan mereka dengan ultahku? Tidak ada ucapan selamat, tidak juga sikap sikap aneh. Semuanya wajar dan berjalan seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu kebetulan banyak sekali pekerjaan kantor yang harus aku selesaikan. Hingga jam kerja usai, belum juga selesai. Lembur pun harus aku lakukan, hingga selesai maghrib. Rekan-rekan kerjaku ternyata sudah menyiapkan hadiah untukku. Kali ini, selain aku bisa makan gratis sesuati dengan keinginanku, aku juga dapat gratisan nonton bioskop ramai-ramai. Kalau biasanya kita ultah ditodong ini itu, kali ini aku yang di manjakan.  Masih ingat banget waktu itu filmnya &lt;em&gt;The Mummy Return&lt;/em&gt;. Film itu memang salah satu alasan kita nonton bareng, karena animasinya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam 21.30 acara selesai. Bergegas aku pulang, karena sebenarnya jam malam yang diperbolehkan sampai jam 21.00. Suasana sudah lenggang ketika penjaga kos membukakan pintu gerbang. Begitu juga dengan kamarku. Padahal biasanya kamarku paling ramai karena jadi markas teman-teman. Perlahan aku buka pintu, khawatir membangunkan teman sekamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya lampu redup yang menyala. Di atas mejaku tertata rapi kue ulang tahun dengan kue-kue kecil di sekelilingnya. Lengkap dengan lilin angka 24 yang hampir habis meleleh hingga tinggal sedikit saja mencapai permukaan kue.  Di sebelah kue kulihat ada secarik kertas bertuliskan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Idul (panggilan sayang mereka ke aku)...sebenarnya malam ini kita mau bikin surprise party buat kamu. Tapi kamu pulangnya malam banget, kita capek nungguin dari tadi, jadi kita tidur aja. Selamat Ulang Tahun Ya...Semoga Panjang Umur" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa sesak di hati. Kupandangi satu-persatu wajah mereka. Demi menyambut kedatanganku, mereka rela tidur berhimpitan di 2 tempat tidur yang sebenarnya hanya bisa menampung 4 orang.  Rasa bersalah membalut hati. Tentulah mereka mengharapkan senyum bahagiaku dengan apa yang telah mereka siapkan sejak siang hari tadi. Aku telah menghapus harapan harapan itu. Pengorbanan mereka, waktu,  rupiah-rupiah telah mereka sisihkan dari uang saku bulanan yang mereka dapat dari orang tuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb...hari itu aku telah mengecewakan banyak hati, semua mereka ridho dengan apa yang telah saya lakukan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sahabat; Nanda, dosen di salah satu Universitas Lhokseumawe-Aceh, "Apa kabar Sarah bidadari kecilmu Na?". Eny dan Enni di Surabaya yang sebentar lagi menunggu kelahiran buah hatinya. Acip yang tetap setia mendampingi suami hingga di Papua. Rahma di Ponorogo, "Semoga Pipie Boutiq-nya lancar ya". Novi, teman sekamar yang tetap sibuk jadi arsitek di bandung, Chyntia, yang masih betah Sekolah di Malang "Udah kelar belum S2 Spesialis matanya?". Vera di Kediri "Sukses ya bisnisnya", Erisa di Sidoarjo "Thanks for design rumahnya, meski belum bisa aku wujudkan rumah idaman itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sampai detik ini aku masih tetap merindukan kalian semua, berharap semua kenangan indah kita di Malang dulu terulang kembali. &lt;em&gt;I Luv you All Girls&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-6872788343007410667?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/6872788343007410667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=6872788343007410667&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6872788343007410667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/6872788343007410667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/07/hari-ini-aku-milad-loh.html' title='HARI INI AKU MILAD LOH ^_^'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RpgWO3Ew65I/AAAAAAAAABA/RoZ4jTdb3fU/s72-c/flowe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-7795204056306330249</id><published>2007-06-12T14:13:00.000+07:00</published><updated>2007-06-26T15:46:06.007+07:00</updated><title type='text'>Chocolate and Strawberry</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RoDSOhdOTQI/AAAAAAAAAAw/kZM80ZcyDBs/s1600-h/strawberry.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RoDSOhdOTQI/AAAAAAAAAAw/kZM80ZcyDBs/s320/strawberry.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5080291526614863106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, mengawali pagi dengan membuka cakrawala melalui lembar demi lembar daily newspaper. Sebuah synopsis film yang tidak lama lagi akan ditayangkan di bioskop bioskop Indonesia. &lt;em&gt;First, I am really intertest with the title &lt;/em&gt;"Coklat and Strowberi, ajarkan Arti Pilihan Hidup".  Hhhmm..jujur aja nih, jarang-jarang loh film kita yang memberikan nilai nilai kehidupan. So, mo tahu cerita tentang film yang kata mereka mengajarkan tentang pilihan hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda dengan film film Indonesia yang pada umumnya bercerita tentang kisah percintaan dan persahabatan anak-anak muda. Hanya saja yang ini adalah kisah cinta pasangan anak manusia sejenis alias guy (Na’udzubillah). Perjalanan hidup membawa mereka bertemu secara intens dengan kaum hawa. Hingga pada akhirnya salah satu dari mereka menyadari kalau apa yang mereka lakukan selama ini adalah kesalahan besar. Hubungan yang mereka rajut adalah adalah hubungan tidak sehat yang tidak akan pernah sampai pada masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik terjadi, ketika pasangannya tidak menyadari kesalahannya dan tetap bersikukuh pada  cara pandang hidupnya yang nggak jelas. Oh ya, Sebenarnya judul coklat di sini adalah perumpamaan untuk sifat maskulin dan strawberi untuk jiwa yang feminis (jangan "Tanya kenapa", bukan sutradaranya eui.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, singkat cerita, diharapkan drama komedi romantis ini di tonton semua kalangan, khususnya orang tua kenapa? Lho, kenapa mesti begitu?? Karena….kata sutradaranya nih "Ada satu pesan mendasar tentang pentingnya pilihan hidup, dan agar orang tua mengerti dan memahami jika harus menerima keadaan anaknya yang berkarakter '&lt;em&gt;penyakitan&lt;/em&gt;' ".(lho...lho...lho...piye to iki?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyleneh kan! Sebuah gagasan alias ide konyol untuk orang tua dengan membiarkan anaknya ‘sakit” alih alih alasan HAM….(Astaughfirullah). Jika sudah begini, apa iya film ini mampu memberikan nilai? Apa bukannya semakin memberikan pandangan yang salah pada masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa dipungkiri, bahwa fenomena masyarakat "&lt;em&gt;sakit&lt;/em&gt;' seperti ini memang ada. Tapi bukan berarti menjadi alasan sebuah pembenarankan. Sangat dikhawatirkan justru film film seperti ini lah yang semakin menyuburkan komunitas amburadul seperti ini. Kita lihat saja bagaimana, jika film ini jadi diputar tanggal 14 juni pekan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits disebutkan: Allah Swt. dan RasulNya telah menetapkan hukum bunuh bagi pelaku liwath (homoseksual) . Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menjumpai orang yang berbuat homoseks seperti praktek kaum Luth, maka bunuhlah si pelaku dan yang diperlakukan (pasangannya)" (HR Bukhari, Muslim, at-Turmudzi, Abu Daud, dan an-Nasa’i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak takutkan kita jika perilaku menyimpang ini menjadi bom waktu yang suatu saat bisa menghancurkan bumi seisinya?. Jika Allah berkehendak, dengan mudah Dia akan menggantikan orang-orang penentang di muka bumi ini dengan orang-orang yang akan patuh serta cinta pada Allah. Dan Allah pun pasti akan mencintai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya, film sebagai media ampuh yang bisa mempengaruhi pola pikir masayarakat justru lebih berorientasi pada solusi dan tindakan pencegahannya. Bukan justru memaksakan penyelewengan menjadi sebuah bentuk pembenaran dengan dalih mengatasnamakan kebebasan berekspresi atau hak asazi manusia. Ingat Bro, Allah telah mengatur segalanya dengan Sempurna.....masih ada waktu untuk berubah menjadi lebih baik, sebelum  segala sesuatunya terlambat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-7795204056306330249?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/7795204056306330249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=7795204056306330249&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7795204056306330249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7795204056306330249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/06/chocolate-and-strawberry.html' title='Chocolate and Strawberry'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RoDSOhdOTQI/AAAAAAAAAAw/kZM80ZcyDBs/s72-c/strawberry.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-4865539162788262979</id><published>2007-06-09T07:55:00.001+07:00</published><updated>2007-06-09T08:12:58.963+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke…Blog</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rmn-bBdOTPI/AAAAAAAAAAo/l00EDFMkMow/s1600-h/bali.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rmn-bBdOTPI/AAAAAAAAAAo/l00EDFMkMow/s320/bali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5073866195410504946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum.wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar saudaraku? Maaf ya kalo selama dua bulan lebih saya belum update Blog. Saya memang sedikit direpotkan dengan aktifitas di tempat tinggal baru. Hampir dua bulan ini saya moved to Denpasar. Sebenarnya tawaran untuk pindah kerja ke Denpasar sudah dari Bulan Januari keamrin, tetapi entah kenapa, saya yang dari awal merasa berat, akhirnya berangkat juga ke Denpasar. Buat saudara2ku, Tika, Pak Aziz Abu Amin, terima kasih ya atas supportnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bali bumi Allah juga kan, siapa tau bisa mewarnai" kata mustika &lt;br /&gt;"Di manapun sama saja, asalkan kita bias menjaga ketakwaan dan selalu mengingat Allah, begitu kata istri saya" nah lho, Makasih ya Abu, sampai istrinya urun rembuk  juga"&lt;br /&gt;"Kalo saya pasti mau, kan bisa jadi dakwah" begitu kata Pak Azis yang tgl 13 kemarin menggenapkan dien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan pesimis atau gimana, &lt;em&gt;just like&lt;/em&gt; krisis kepercayaan diri lah (sama aja ya), apa iya saya yang begini2 aja bisa mewarnai, apa tidak saya yang terwarnai. Jauh dari ortu dan keluarga eui. Tapi alhamdulillah, so far so good. Ternyata benar, Bali juga bumi Allah. Finally aku bertemu juga dengan keluarga baru di sini. Thank You Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga lingkungan baru, mesti adaptasi dengan teman baru dengan berbagai macam karakter dan budaya yang berbeda. Apalagi teman-teman kerja di sini tidak hanya dari dari sabang sampai merauke tapi juga yang dari belahan bumi Allah yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berkaitan dengan pekerjaan di Branch Office di sini tidak lagi online 24 jam seperti di Bojonegoro. Maklum, the big bos officenya ada di ruangan sebelah jadi untuk pengiriman report pekerjaan sudah tidak melalui internet. Kasian deh saya, makanya jadi jarang on the line. Meski setiap hari, tapi tidak lagi in full days. Maklum, namanya juga fasilitas perusahaan. Semoga "numpang" internet di tempat kerja tidak sia2 dan ada manfaat di dalamnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum juga genap dua bulan menginjakkan kaki di bumi Pulau Dewata, warna kehidupan terus saja berjalan. Mulai dari cerita seneng, sedih, mengharukan plus yang lain lainnya. Dan yang pasti, aku pun tak sabar ingin berbagi cerita denganmu saudaraku. Kamu, iya kamu :) (Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-4865539162788262979?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/4865539162788262979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=4865539162788262979&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4865539162788262979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/4865539162788262979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/06/kembali-keblog.html' title='Kembali ke…Blog'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/Rmn-bBdOTPI/AAAAAAAAAAo/l00EDFMkMow/s72-c/bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-7480159806121105171</id><published>2007-03-17T18:01:00.000+07:00</published><updated>2007-03-17T18:04:19.523+07:00</updated><title type='text'>Diam Yang Berdosa</title><content type='html'>Tak selamanya diam itu emas....eh, ini bukan dalam rangka menyanyikan syair lagu ya. Pernah dengar gak cerita tentang seorang pejabat mengucapkan kata-kata perpisahan karena akan dipindah tugaskan di tempat lain?. Seperti biasanya, selalu diungkapkan rasa terima kasih dan permintaan maaf selama menjadi pemimpin. Tapi permintaan maaf kali ini lain. Kali ini bukan hanya permintaan maaf untuk ucapan yang tak pantas, perbuatan yang tidak menyenangkan atau sikap yang kurang adil, tetapi permintaan maaf untuk apa yang tidak bisa dia ungkapkan atau disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita sering beranggapan bahwa dosa atau kesalahan adalah atas apa yang kita ucapkan atau kita bicarakan. Benar, karena anggapan bahwa diam itu emas, diam itu sebuah bukti pengendalian diri. Dan diam adalah tanda orang yang mendapatkan nikmat. Namun ternyata, sebagaimana tidak semua berbicara berdosa, diam pun tidak semua berpahala, tidak semua berarti emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada beberapa diam yang dianggap berdosa, &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;, diam ketika melihat kemungkaran yang secara terang-terangan dilakukan di depan kita. Sebagai contoh diamnya suami ketika melihat istrinya berbuat sesuatu yang tidak disukai Allah. Karena mengijinkan kezaliman sama berdosanya dengan melakukan kezaliman itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, diam terhadap informasi dimana masyarakat luas sangat membutuhkannya untuk kebaikan. Ini sama halnya ketika seorang alim (pemilik informasi) ditanya, lalu dia diam menyembunyikannya. Atau ketika seorang yang berilmu tidak mau mengajarkan ilmunya kepada orang lain, sehingga mengakibatkan orang lain tersesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;, diam yang dilakukan karena menguntungkan dirinya sendiri. Diibaratkan seorang yang semula sangat bersimpati terhadap penindasan yang dilakukan pemimpinnya, tetapi tiba-tiba berubah diam dan tidak banyak berbicara. Dan hal itu dikarenakan sekarang dia telah mendapatkan posisi menguntungkan di tengah orang-orang yang dulu dikecamnya. Ketika dia sudah mendapatkan apa yang dimau, tidak lagi perduli dengan saudaranya yang dahulu senasib dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keempat&lt;/em&gt;, diam karena kita tidak mau mengakui kesalahan dan tidak ada usaha untuk memperbaikinya.  Kesalahan yang amat sangat merugikan masyarakat luas, dan mereka membutuhkan pertanggung jawaban kita. Dan ketika ada orang lain yang bisa dijadikan kambing hitam, kita akan kembali bersuara lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang kita tidak pernah tahu untuk alasan apakah orang meminta maaf untuk tutup mulutnya. Bisa jadi karena sebagai orang yang tertindas dalam kezaliman, bisa karena informasi yang tidak berani disampaikan atau karena alasan yang lain. Satu hal yang pasti, semoga kita tidak termasuk yang berburuk sangka. Lalu, bagaimana dengan alasan aksi diam kita? :). &lt;em&gt;(Mimbar)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-7480159806121105171?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/7480159806121105171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=7480159806121105171&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7480159806121105171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7480159806121105171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/03/diam-yang-berdosa.html' title='Diam Yang Berdosa'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-7463728242816299864</id><published>2007-02-19T15:32:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T15:50:54.486+07:00</updated><title type='text'>Mendadak Nasyid</title><content type='html'>Assalamu'alaikum semuanya. Apa kabar??? Maaf ya kalo beberapa minggu ini jarang update Blog. Dua minggu kemarin tiba-tiba aja "ditodong" teman-teman untuk mengisi acara di Launching Persaudaraan Muslimah (Salimah) PD.Bojonegoro. Wal hasil, dengan suara yang pas-pasan ini, harus bergabung dengan "jasmine voice" nasyid. Dan dalam waktu waktu sesingkat-singkatnya pula mulai mesti menghafal beberapa lagu yang sudah dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah, acaranya terlampaui juga pada hari minggu kemarin. Sempat juga deg-deg-an juga sih, soalnya 1 jam sebelumnya aku belum dapat kostum. Maklum keputusan untuk menggunakan kostum gamis biru tua plus jilbab warna putih baru diambil sehari sebelumnya. Sudah pinjam ke sana-sini, ngublek toko baju ini itu, ternyata nggak dapat juga. Di detik-detik terakhir bisa bernafas lega, ketika seorang teman menawarkan bajunya, mesti dengan ukuran yang kegedean. Bongkar pasang pun dimulai, setelah melalui saling silang dengan teman2 yang lain dapat juga ukuran yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain acara inti, moment kemarin itu juga diisi dengan talk show "&lt;strong&gt;STOP Kekerasa Dalam  Rumah Tangga (KDRT)”&lt;/strong&gt;. Seru juga acaranya, karena acara khusus muslimah ini, kebanyakan yang datang Ibu-Ibu Rumah Tangga. Bahkan lucunya, mereka pun banyak yang mengaku sebagai pelaku KDRT. Pengakuan ini muncul setelah pembicara menjelaskan bahwa cubitan, bentakan dan hal-hal yang selama ini dianggap sepele, ternyata sebagai salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga. &lt;em&gt;Next time &lt;/em&gt;ya, tak coba posting materinya, siapa tau ada manfaat yang bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, buat yang pengen lagu apa yang kemarin aku dan teman-teman bawakan, simak baik-baik ya sepenggal lagu di bawah ini ya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Ibuku...&lt;br /&gt;Dengarkanlah suara dalam hatiku&lt;br /&gt;Kubersyukur, kubahagia, &lt;br /&gt;Atas limpahan Nikmatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuingat hari, hari lalu&lt;br /&gt;Kuingat masa, masa yang lalu&lt;br /&gt;Betapa senang ketikaku&lt;br /&gt;Bersama ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ajar aku mengenal Allah&lt;br /&gt;Lewat Sholat dan Puasa&lt;br /&gt;Kau ajar aku, mencinta Allah&lt;br /&gt;Lewat Apa yang Dicipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan kasih darimu Ibu&lt;br /&gt;Terukir indah dalam hatiku&lt;br /&gt;Kesabaranmu. Tak pernah surut&lt;br /&gt;Oleh sang waktu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-7463728242816299864?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/7463728242816299864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=7463728242816299864&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7463728242816299864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7463728242816299864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/02/mendadak-nasyid.html' title='Mendadak Nasyid'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-5424622139064288547</id><published>2007-01-23T10:59:00.000+07:00</published><updated>2007-01-23T11:20:50.287+07:00</updated><title type='text'>SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1428H</title><content type='html'>Assalamu'alaikum.wr.wb Semuanya....&lt;br /&gt;Apa kabar? Maaf ya, udah sekitar 1 bulan in ga meng-update Blog. Beberapa minggu terakhir banyakkkkk banget yang harus diselesaikan  (sok2 sibuk :D). Bagaimana dengan tahun barunya? Pastilah setumpuk rencana ke depan telah dipersiapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang penting dari semua itu adalah pembinaan diri, sehingga apa yang telah kita persiapkan tidak berakhir dengan angan-angan. Allah telah memberikan kita sejumlah sarana tarbiyah kepada dirinya untuk membentuk kepribadian Islami yang sempurna di seluruh isinya; ilmiah, iman, akhlaq, sosial dsb.  Atau dengan kata lain memalui Tarbiyah Dzatiyah (pembinaan) seseorang terhadap dirinya sendiri dengan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang menyebabkan ke-urgensi-an Tarbiyah Dzatiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menjaga diri mesti didulukan daripada menjaga orang lain&lt;br /&gt;"hai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" (At-Thahrim:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Jika anda tidak mentarbiyah (membina) diri anda, siapa yang mentarbiyah anda?&lt;br /&gt;Jika seseorang tidak mentarbiyah dirina sendiri, hari dan umur terus bergulir, sedang ia gagal mengetahui titik lemah dirinya. Akibatnya, ia merugi pada saat kematian menjemputnya. Allah Ta’ala berfirman, "Ingatlah hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kalian pada hari pengumpulan (untuk dihisab)"(At-Taghabun:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Hisab Kelak Bersifat Individual.&lt;br /&gt;"Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri." (Maryam:9)&lt;br /&gt;Rasulallah SAW bersabda: "Setiap orang dari kalian pasti akan diajak bicara Tuhannya, tanpa penterjemah antara dirinya dengan-Nya" (Muttafaq Alaih)&lt;br /&gt;Barang siapa mentarbiyah dirinya, Insya Allah hisabnya diringankan dan ia selamat dari siksa dengan rahmad Allah Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Tarbiyah Dzatiyah itu lebih mampu mengadakan perubahan&lt;br /&gt;Seseorang harus melakukan Tarbiyah Dzatiyah, karena ia lebih tahu akan dirinya dan rahasianya.  Jika ia menginginkan pembinaan dirinya, ia juga lebih mampu mengendalikan dirinya menuju manhaj tertentu, perilaku utama, dan gerakan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Tarbiyah Dzatiyah adalah sarana Tsabat (Tegar) dan Istiqomah&lt;br /&gt;Perumpamaan Tarbiyah Dzatiyah adalah seperti pohon, yang jika akar-akarnya menancap kuat di bumi maka pohon tersebut tetap kokoh kendati terkena angin dan badai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Sarana Dakwah yang paling kuat&lt;br /&gt;Individu yang melakukan Tarbiyah Dzatiyah menjadi qudwah (panutan) yang baik dan teladan istimewa di aspek iman, ilmu, akhlaqnya jadi bukan dibentuk dengan banyak khutbah dan ceramah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Cara yang benar memperbaiki realitas yang ada.&lt;br /&gt;Dimulai dengan Tarbiyah Dzatiyah yang dilakukan setiap orang dengan dirinya, dengan maksimal, syumul (universal) dan seimbang. Jika setiap individu baik, baik pula keluarga dengan izin Allah Ta'ala. Lalu dengan sendirinya masyarakat menjadi baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Karena Keistimewaan Tarbiyah Dzatiyah&lt;br /&gt;Pada akhirnya urgensi Tarbiyah lainnya ialah mudah diaplikasikan, sarana-saranya banyak, dan ada terus pada orang muslim di setiap waktu kondisi dan tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhm...jadi seperti kata Ustadz Aa' Gym...mulai dari diri sendiri, dari yang kecil, dan dari sekarang. Siapkan kita untuk menjadi yang lebih baik? Dan tak lupa, selamat Tahun Baru Islam 1428H ya...semoga tercapai segala yang telah diimpikan.(sebuah nasehat untuk diri sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Tarbiyah Dzatiyah, Abdullah bin Abdul Aziz Al-Aidah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-5424622139064288547?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/5424622139064288547/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=5424622139064288547&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5424622139064288547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/5424622139064288547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2007/01/selamat-tahun-baru-islam-1428h.html' title='SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1428H'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-7228059448224299421</id><published>2006-12-22T13:07:00.000+07:00</published><updated>2006-12-26T13:31:10.813+07:00</updated><title type='text'>Mother's day</title><content type='html'>MOTHER HOW ARE YOU TODAY.....WE LOVE YOU SO MUCH...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RZC-SUfWgJI/AAAAAAAAAAY/-ZNIyEyF7Ls/s1600-h/Mom.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RZC-SUfWgJI/AAAAAAAAAAY/-ZNIyEyF7Ls/s320/Mom.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5012715607210492050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-7228059448224299421?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/7228059448224299421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=7228059448224299421&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7228059448224299421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/7228059448224299421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/12/mothers-day.html' title='Mother&apos;s day'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RZC-SUfWgJI/AAAAAAAAAAY/-ZNIyEyF7Ls/s72-c/Mom.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-3280129401569090423</id><published>2006-12-08T13:14:00.000+07:00</published><updated>2006-12-08T14:16:02.693+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Akhir Yang Manis</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RXkML3mPD2I/AAAAAAAAAAM/LhVI8wPMBEA/s1600-h/bunga.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RXkML3mPD2I/AAAAAAAAAAM/LhVI8wPMBEA/s320/bunga.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5006045858841431906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah seorang yang shalih membeli sepetak tanah dari seorang petani yang taat beribadah. Setelah terjadi kesepakatan harga, maka sah lah tanah itu menjadi miliknya. Ketika hendak mengelola tanah itu, terkejutlah dia ketika mendapati emas dalam jumlah luar biasa di dalam tanah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangkah sang orang shalih tersebut? Ternyata tidak. Justru kebimbangan yang senantiasa menghiasi hari-harinya. Apakah emas itu telah menjadi haknya? Bukankah dia hanya membeli sepetak tanah, bukan emas? Bukankah itu artinya sang pemilik tanah sebelumnya lebih berhak atas emas-emas itu?. Berhari-hari dia larut dalam berbagai pertimbangan. Hingga lamunannya berakhir kepada mengingat pengadilan Allah. Kepercayaannya akan pengadilan kelak di akherat membuatnya mengurungkan niat mengambil emas itu, karena khawatir bukan haknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, datanglah dia kepada sang pemilik tanah.  Subhanallah, beginilah jika dua orang hamba Allah yang sholeh diuji dengan harta. Bukannya senang atas penyerahan emas ini kepadanya. Yang terjadi justru dia menolak. Karena merasa telah menjual tanah itu, maka semua yang berada di dalam itu adalah hak pembeli. Perselisihan pun muncul di antara mereka, perselisihan yang jarang terjadi ketika orang mendapati harta berlimpah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut berdua, akhirnya mereka  memutuskan untuk membawa masalah ini ke pengadilan. Hakim pun terkejut dengan perkara yang mereka bawa. Mereka datang bukan untuk merebutkan sesuatu yang sangat berharga, tetapi justru menolaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika permasalahan tidak lagi mendapatkan jalan keluar. Bertanyalah sang hakim kepada keduanya. "Punyakah engkau anak laki-laki" tanyanya kepada sang pembeli. "Iya, saya punya Pak Hakim". "Dan Engkau wahai pemilik tanah, punyakah engkau anak perempuan". Dijawablah dengan anggukan pertanyaan sang hakim itu. "Nikahkanlah mereka, dan berikan harta itu kepada mereka, niscaya harta itu akan lebih bermanfaat bagi keduanya, dan itulah cara yang paling adil bagi kalian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka pun meninggalkan pengadilan dengan tersenyum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-3280129401569090423?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/3280129401569090423/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=3280129401569090423&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3280129401569090423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3280129401569090423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/12/sebuah-akhir-yang-manis.html' title='Sebuah Akhir Yang Manis'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_CTeMfWxPmMs/RXkML3mPD2I/AAAAAAAAAAM/LhVI8wPMBEA/s72-c/bunga.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-2445877164753039508</id><published>2006-11-28T10:45:00.000+07:00</published><updated>2006-11-28T11:32:31.787+07:00</updated><title type='text'>Jujur # Blak-Blakan</title><content type='html'>Sesaat setelah karyawan bagian produksi keluar dari ruanganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku: Ngapain sih dia ke sini, mana "......" (sensor)banget lagi. &lt;br /&gt;         Bikin ruangan kita nggak enak aje.&lt;br /&gt;Aku    : Jangan begitu Bu, ntar klo orangnya dengar bisa tersinggung loh.&lt;br /&gt;Teman  : Ah elo, die kan emang begitu. Gue kan jujur Da..&lt;br /&gt;Aku    : Hah?? Jujur gimana Bu...&lt;br /&gt;Temanku: Iye, gue kan jujur ngungkapin kata hati gue tentang die ke loe.&lt;br /&gt;Aku    : Ye, itu mah bukan jujur tapi nggak bisa mengendalikan diri&lt;br /&gt;Temanku: Bisa aje loe. Giliran gue berusaha jujur aje loe bilang &lt;br /&gt;         kagak bisa ngendalikan diri.&lt;br /&gt;Aku    : Emang begitu, jujur kan gak harus blak-blakan Bu&lt;br /&gt;Temanku: Elo ye..pinter banget ngemas bahasanye.&lt;br /&gt;Aku    : ....(just smile)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kerjaku yang satu ini emang sedikit berbeda dengan yang lain. Usianya jauh di atasku. Tapi dengan gayanya yang ceplas ceplos plus logat kental yang ga berubah meskipun sudah 2 tahun ini tinggal di Bojonegoro, membuat orang santai berkomunikasi dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi udah ada aja Ibu yang satu ini. Padahal jelas banget kata yang dia tujuan ke karyawan produksi tadi  menyinggung perasaan orangnya kalau mendengar. Tapi kok bisa di bilang sebagai sebuah bentuk kejujuran. Kata jujur sebenarnya kata sifat yang menunjukkan kemuliaan. Siapa sih yang ga pengen di bilang orang jujur. Tapi makna jujur bagi temanku yang satu ini kenapa beda?. Bagiku jujur itu nggak harus blak-blakan, nggak harus apa adanya. Jujur perlu ditempatkan pada posisi yang seharusnya. Alih-alih berkata jujur padahal justru menyakitkan orang. Kalaupun ada kecewa itu hanya sebuah proses yang bergerak kepada arah kebaikan. Jadi jujur tidak seharusnya membuat orang lain merasa tidak nyaman berada di dekat kita.  Jujur tidak sekedar terucap dalam lisan, tetapi juga dibutuhkan ketrampilan bagaimana mengungkapkan kejujuran itu sendiri. Jika pada akhirnya kata jujur berubah makna, tentulah karena hasil rekayasa. Toh tidak mengungkapkan sesuatu yang ada di dalam hati bukan berarti tidak jujurkan? Jadi jujur itu... Ditunggu ya commentnya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-2445877164753039508?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/2445877164753039508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=2445877164753039508&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2445877164753039508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/2445877164753039508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/11/jujur-blak-blakan.html' title='Jujur # Blak-Blakan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-3032754058849070514</id><published>2006-11-06T09:53:00.000+07:00</published><updated>2006-11-08T10:23:46.659+07:00</updated><title type='text'>Bila si Kecil bicara Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/2516/1667/1600/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/2516/1667/320/love.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buat Fahmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fahmi, kamu kok ngguanteng sih...aku gemes deh sama kamu. Aku cinta dan  sayang sama kamu, kamu mau jadi pacarku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari&lt;br /&gt;Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho...lho...lho...surat apa ini, kok pesannya pakai sayang-sayang (lha..kok mendadak dangdut). Sore itu sehabis jama'ah Azhar di masjid depan rumah, Bapak menemukan secarik kertas di halaman samping masjid. Entah karena merasa aneh, lucu atau gimana, Bapak membawa kertas itu pulang dan menunjukkan ke aku dan menyuruh memberikan ke guru TPA yang berlokasi sama dengan masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersenyum tersungging ketika membaca surat bernada merah jambu itu Rasa ingin tahu tentang anak bernama Fahmi muncul, kok sampai bikin si putri "jatuh cinta". Iseng kupanggil keponakanku yang setiap hari juga ngaji di TPA yang sama. Dia bersedia untuk menunjukkan besok sepulang dari mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu aku &lt;em&gt;stand by&lt;/em&gt; di teras depan rumah untuk menunggu kedatangan arjuna yang telah membuat Putri jatuh cinta kepadanya. Aih...aih...sang pangeran imut lengkap dengan baju koko, peci dan tas di punggungnya, keluar dari pintu pagar belakang masjid dengan wajah ceria. Jadi ini toh sang pangeran cinta, bocah kelas 4 SD yang membuat Putri teman sebayanya tiba-tiba pandai merangkai kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Fahmi  pacare Putri e" olok keponakanku begitu anak yang bernama Fahmi lewat depan rumah. Yang digodain cuek aja dan tetap asyik bergurau dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Emang pacar apa sih Mbak (panggilanku kepada keponakanku)" tanyaku mencoba ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pacar yo pacar, seperti yang di TiviTivi itu lho, &lt;em&gt;piye-piye&lt;/em&gt;... masa tante ga ngerti, terus nanti jadi istri"...&lt;em&gt;weks&lt;/em&gt;, seperti di Tivi?? ...aku di bilang ga ngerti lagi.  Hhhmm...benar-benar kotak ajaib ini mempengaruhi bocah lugu ini. (jadi sewot mengingat acara TV yang seringkali acara dan jam tayangnya amburadul) Mungkin maksud keponakanku ini nantinya setelah pacaran jadi suami istri gitu kali ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka kan cinta, terus jadi pacar" Nah lho...hari itu aku mendapat pelajaran cinta dari bocah yang belum genap berumur 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, Mbak kan juga cinta sama mama, ayah, sama Mas, trus sama adik juga berarti itu juga pacar Mbak?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, nggak, mama yo mama, masak dibilang pacar, &lt;em&gt;piye to&lt;/em&gt; tante &lt;em&gt;iki&lt;/em&gt;" protesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha tante kenapa hayo nggak punya pacar"...&lt;em&gt;gubraks&lt;/em&gt; ga nyangka ditodong pertanyaan dari bocah kelas 1 SD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti pacarannya, kalau sudah menikah"  jawabku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa nikah dulu baru punya pacar, yo pacar dulu" bantahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Trus tante kok ga nikah-nikah, nanti kan bisa punya adik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah..., ternyata benar, jangan menyepelekan anak kecil. Mereka sebenarnya mempunyai kemampuan luar biasa. Dari hal-hal yang dilihat mereka bisa menyimpulkan sesuai dengan pemahaman mereka sendiri. Tidak menyangka ternyata anak kecil yang acapkali kita remehkan, mampu merangkai sebuah kronologis. Bahwa setelah melalui tahapan pacaran, menikah, barulah seseorang boleh memiliki keturunan. Hanya saja terkadang pemahaman mereka perlu diluruskan. Di sinilah orang tua berperan. (halah ngomong apa aku ini, nglantur ga ya?? segera kugiring keponakanku untuk kembali ke materi cinta,  (&lt;em&gt;ngeless&lt;/em&gt;, asline ga siap kalau pertanyaannya malah kemana-mana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulilah, akhirnya dia bisa menyimpulkan "Berarti menikah &lt;em&gt;dhisik&lt;/em&gt; (dulu) baru pacaran?", "Tapi kalau di tivi-tivi kok begitu hayo"...duh, lagi-lagi dia mengandalkan televisi untuk memperkuat argumentasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka belum tahu Mbak, nanti kalau sudah tahu nggak begitu lagi" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau Mbak cinta sama temannya, berarti nggak boleh bertengkar, harus rukun, terus membantu teman yang membutuhkan, seperti waktu Mbak di sekolah  membantu korban bencana alam itu loh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha temanku kok yo pacar-pacaran di sekolah" &lt;em&gt;iihhhhh&lt;/em&gt;...gemessss banget dengan pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berarti mereka belum ngerti, jadi nggak boleh ditiru. Besok tugasnya Mbak kasih tahu temannya ya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berarti ga boleh ya pacar-pacaran..." katanya mengangguk-angguk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia pun kembali bermain dengan teman-temannya dengan tersenyum, entahlah apa yang sekarang ada di benaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku (sepertinya) kembali harus menyiapkan jawaban-jawaban lagi, karena aku yakin dia akan kembali dengan hal-hal baru selalu dia temui di luar sana....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-3032754058849070514?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/3032754058849070514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=3032754058849070514&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3032754058849070514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/3032754058849070514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/11/bila-si-kecil-bicara-tentang-cinta.html' title='Bila si Kecil bicara Tentang Cinta'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-9102976544099235154</id><published>2006-11-03T14:59:00.000+07:00</published><updated>2006-11-04T15:45:24.191+07:00</updated><title type='text'>Catatan Lebaran Tahun Ini</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger2/2516/1667/1600/mudik.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/2516/1667/320/mudik.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum.wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar semuanya? Bagaimana lebaran kali ini? Sudah terobati ya rasa kangennya dengan keluarga dan kampung halaman. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Ramadhan 1427H ini akhirnya dapat dilalui dengan lancar, meskipun pada minggu terakhir  sempat 2 kali "berkunjung" ke dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali kedua lebaran tanpa Mbah dari ibu, sejak beliau meninggal dunia tahun 2004 kemarin. Jadi lebaran kali ini mudik ke kampung halaman Bapak. Masih di Bojonegoro, tapi di kampuang nan jauh di mato. Mudik, sekalian menjemput siMbah yang beberapa waktu lalu "dititipkan" di rumah &lt;em&gt;paklik&lt;/em&gt; (adik bapak) karena ortu mesti menunggui kakak yang melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi setelah sholat Ied di Masjid depan rumah dan sarapan pagi, siap-siap untuk ke rumah Mbak. Absen dimulai jangan sampai ada yang tertinggal. Dulu seingatku, setiap pergi berlebaran, cukup dengan satu mobil, semua bisa bisa diangkut (kayak barang ajah :)). Tapi sekarang...???. &lt;em&gt;Ups&lt;/em&gt;, lupa kalau sekarang anggota keluarga udah bertambah. Semua kakakku udah menikah, jadilah dari 4 menjadi 8. Belum lagi ditambah dengan 5 kurcaci kecil alias cucu bapak ma ibu. Jadi jumlahnya 2 + 5 + 4 +5 = 16, wow lumayan juga ternyata. Tahun depan harus nyewa bus pariwisata kali ya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan yang berbeda juga dengan tahun-tahun sebelumnya. Dulu, salah satu yang bikin betah dalam perjalanan ke rumah Mbah adalah melewati hutan jayu jati yang masih rimbun. Suasana gelap langsung terasa kala memasuki kawasan ini. Tapi sayang, hutan kini sudah dibabat habis. Jadilah suasana yang teduh dan rindang berubah panas. Belum lagi hujan yang tak kunjung tiba, terlihat di sepanjang jalan kering kerontang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam makan siang tiba di sana (sengaja..he..he). Setiap lebaran memang selalu dimasakin kare ayam. Ini salah satu masakan masakan andalan &lt;em&gt;bulik&lt;/em&gt;. Pedas, asin, pokoknya nikmat deh.  Ba'da ashar, langsung pulang ke rumah. Mengingat di rumah juga pasti banyak tamu, kasihan kalau mendapati rumah tertutup rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya kedua, berkunjung ke rumah saudara (keponakan ibu) di Tuban. Biasanya sih, mereka yang berkunjung ke rumah. Tapi tahun ini sedikit prihatin, karena saudara ibu ini sedang sakit, jadi sillaturahmi kali ini sekalian menjenguk beliau. Alhamdulillah, keadaanya sudah membaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, klo pergi ke Tuban, kita pasti sekalian menyalurkan hobi makan seafood, (ada lagi kesamaan kita Mbak Hanum (http://azayaka2004.wordpress.com). Kalau di Tuban, hhhmmm...di sepanjang jalan gampang banget nemuin seafood. Karena dekat ama laut, jelas beda dengan di Bojonegoro. Ikannya lebih segar, lebih nikmat karena makannya di tepi laut, dan yang paling penting adalah harga lebih murah (huhhh...maunya). Hari itu kebetulan  bertepatan dengan Milad Mbak yang nomor 4, jadi sekalian dirayain di sini. Alhamdulillah, sebelum maghrib kita sudah sampai di rumah lagi. Jarak Bojonegoro – Tuban memang bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam, tapi tetep saja "capek deh..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga lebaran,hiks...rumah mulai sepi. Mbak-Mbak pada berkunjung ke keluarga suaminya masing-masing. Jadi...rumah kembali sepi, dan akupun kembali disibukkan dengan kegiatan cuci mencuci gelas yang ga ada habisnya..he..he. Tapi ikhlas kok, banyak tamu banyak rejeki :). Ayo siapa aja boleh bertamu, mumpung kue lebarannya masih ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf lahir batin ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum.wr.wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-9102976544099235154?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/9102976544099235154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=9102976544099235154&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/9102976544099235154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/9102976544099235154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/11/catatan-lebaran-tahun-ini.html' title='Catatan Lebaran Tahun Ini'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-116114206572257399</id><published>2006-10-18T10:21:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.862+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/idul%20fitri.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/idul%20fitri.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-116114206572257399?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/116114206572257399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=116114206572257399&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/116114206572257399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/116114206572257399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/10/blog-post.html' title=''/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-116079414280087949</id><published>2006-10-14T09:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.794+07:00</updated><title type='text'>Ketika Pintu Syurga Dibuka</title><content type='html'>Wahai Manusia,&lt;br /&gt;Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah&lt;br /&gt;Dengan membawa berkah rahmah dan maghfirah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan yang paling mulia di sisi Allah&lt;br /&gt;Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama&lt;br /&gt;Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama&lt;br /&gt;Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya&lt;br /&gt;Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih&lt;br /&gt;Tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci&lt;br /&gt;Agar allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya&lt;br /&gt;Celakalah orang-orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah di bulan yang agung ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibuka bagimu&lt;br /&gt;Maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupnya bagimu&lt;br /&gt;Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu &lt;br /&gt;Untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-116079414280087949?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/116079414280087949/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=116079414280087949&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/116079414280087949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/116079414280087949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/10/ketika-pintu-syurga-dibuka.html' title='Ketika Pintu Syurga Dibuka'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115941653082573270</id><published>2006-09-28T11:03:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.728+07:00</updated><title type='text'>just 3 'bout me</title><content type='html'>Dapet PR ni dari Ummunya Zydan. Kali ini tentang "just 3 'bout me". Mumpung lagi nggak banyak kerjaan, aku kerjakan aja. Soalnya nih PR dah lumayan lama. Maaf ya Mbak...baru sempat nulisnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;just 3 for now&lt;br /&gt;Kondisi fisik...&lt;br /&gt;Merasa sehat sih, tapi ada sedikit masalah dengan perut. Nggak tahu nih dari selesai makan sahur tadi pagi, kayaknya ada sesuatu yang bikin "&lt;em&gt;eneg&lt;/em&gt;". Doain ya, semoga lancar sampai maghrib nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan...&lt;br /&gt;Lagi kangen banget ama keponakanku yang Sabtu kemarin aku antar ke Semarang. Maklum dari lahir sampai usia 3 bulan, tinggal di Bojonegoro. Hhhmmm...lagi apa ya dia? Apalagi tadi pagi sempat melihat kaos kaki mungilnya di jemuran. Hiks jadi pengen ke Semarang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yg baru aja dilakukan...&lt;br /&gt;Meeting dengan orang2 HRD dan Produksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;just 3 'bout my hijrah&lt;br /&gt;Tahun...&lt;br /&gt;Tahun berapa ya?? Sekitar 1999an kali...ato 2000?? Ya segituanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita singkat...&lt;br /&gt;Hampir sama kayak Mbak Ida. Sebenarnya sudah lama pengen hijrah, tapi takut blm bisa istiqomah. Awalnya musiman, jadi kadang pakai kadang nggak. Tapi alhamdulillah, akhirnya bisa juga nggak buka tutup lagi :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan...&lt;br /&gt;Alhamdulilah merasa lebih tenang. Rasanya terlepas sudah beban di hati. Soalnya tahu klo hukumnya wajib, cuma akunya aja yang rada-rada bandel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;just 3 "bout my school&lt;br /&gt;Pendidikan terakhir...&lt;br /&gt;D3 Akuntansi Politeknik Negeri Malang (d/h Politeknik Universitas Brawijaya Malang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pendidikan selanjutnya...&lt;br /&gt;Ada niatan nerusin ke program D4. Kemarin sih sudah sempat dikontak ama dosen2 waktu kuliah dulu, klo Poltek sekarang membuka program D4. tapi sayangnya nggak ada program khusus. Jadi tetep aja kuliah full dari jam 7 pagi sampai jam 13, dari Senin sampai Sabtu.  Artinya, kuliahnya ga bisa disambi kerja :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah sesuai dengan cita-cita...?&lt;br /&gt;Sebenarnya belum sih kalau dikatakan sesuai cita2. Aku lebih suka terjun di dunia pendidikan. Tapi bukan alasan kan untuk tidak bersyukur dengan apa yang aku jalani sekarang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;just 3 'bout my job&lt;br /&gt;Pekerjaan sekarang...&lt;br /&gt;Accounting di wooden house exporter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang dengan pekerjaan sekarang...?&lt;br /&gt;Sometimes merasa boring, karena yg dihadapi itu2 ajah. Pengen sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi dalam karir...&lt;br /&gt;Apaan ya?? Kalau kerja di perusahaan sih nggak terlalu, karena dari awal aku lebih suka punya usaha sendiri. Jadi kalau masalah karir...ibu rumah tangga aja kali ya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;just 3 women I wanna pass it on&lt;br /&gt;Udah pada dapat semua kayaknya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115941653082573270?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115941653082573270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115941653082573270&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115941653082573270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115941653082573270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/09/just-3-bout-me.html' title='just 3 &apos;bout me'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115890118872585602</id><published>2006-09-22T11:58:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.646+07:00</updated><title type='text'>Mohon Maaf Lahir Batin</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ramadhan sudah akan menjelang &lt;br /&gt;Pintu segala pahala akan segera dibuka &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak kata  sudah diucapkan dan dilontarkan&lt;br /&gt;tak semua  menyejukkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak perilaku yang sudah dibuat dan diciptakan&lt;br /&gt;tak semua  menyenangkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saatnya istirahat dalam "perjalanan  dunia"&lt;br /&gt;saatnya membersihkan jiwa yang berjelaga,&lt;br /&gt;saatnya menikmati  indahnya kemurahanNya&lt;br /&gt;saatnya memahami makna pensucian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saatnya hati lebih dibersihkan lagi&lt;br /&gt;Saatnya amal shalih lebih dilipatgandakan lagi&lt;br /&gt;Saatnya ibadah lebih dikhusyu'kan lagi&lt;br /&gt;Agar Ar-Ra'yan menyambut senang&lt;br /&gt;Agar Allah SWT semakin sayang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.&lt;br /&gt;Mohon ma’af lahir dan bathin untuk segala kesalahan dan kekhilafan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Makasih ya Dek E-Mail-nya. Apa kabar Yogyakarta??)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115890118872585602?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115890118872585602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115890118872585602&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115890118872585602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115890118872585602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/09/mohon-maaf-lahir-batin.html' title='Mohon Maaf Lahir Batin'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115769790012381273</id><published>2006-09-08T13:24:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.575+07:00</updated><title type='text'>Internet oh Internet</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Internet.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Internet.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu baru saja mengeluarkan  motor dari pintu pagar rumah, tergopoh-gopoh Bapak tetangga sebelah datang menghampiriku. "Mbak..Mbak.." panggilnya, seakan takut aku keburu berangkat kerja. "Iya Pak, ada apa", tanyaku heran, kok tumben manggil aku, biasanya kalau ada perlu, pasti dengan ortu. "Mbak, Internet itu apa ya?" tanyanya. Sepertinya pertanyaan pada orang yang tepat, karena orang yang ditanyai ini setiap hari tidak lepas dengan teknologi komputer dan komunikasi yang satu ini. Tapi gimana jawabnya ya?? Katanya Blogger tapi giliran ditanya, ga bisa menjawab. Huuuhh...malu-maluin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhmmm...masak sih harus aku jelaskan devinisinya?? Jika harus menjelaskan tentang konsep dasar internet, bagaimana informasi disimpan di internet, bagaimana berkomunikasi dengan pemakai lain, serta bagaimana mencari informasi dengan cepat dan efektif, pastilah sulit memahaminya, lha wong aku juga ga paham-paham amat dengan bahasa seputar &lt;em&gt;World Wide Web &lt;/em&gt;ini, bagiku yang penting bisa pakai itu aja. Belum lagi aku menjawab, beliau menambahi lagi "Itu ya Mbak, computer yang pakai telepon itu ya?" Nah lho, tambah mumet lagi nih. "Iya Pak, untuk bisa memakainya, kita memang perlu jaringan telepon" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada berbelit-belit, dan aku tambah pusing, akhirnya aku tanya ke beliau, kenapa menanyakan internet. Selidik punya selidik, ternyata saudara Bapak ini diterima di sebuat Instansi Pemerintah, tapi pengumumannya di sampaikan melalui web (apalagi nih) Departemen terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya khawatir Mbak, Internet itu menipu..." tambahnya lagi "Katanya banyak berita bohong ya di Internet". Walah&lt;em&gt;...tuink...tuink...&lt;/em&gt;ayo dong bantu gimana nih jelasinnya. "Internet itu seperti koran tapi di komputer gitu ta Mbak?" "Terus yang menulis isinya siapa, kalau nanti dia menipu, bisa nggak kita menuntut, terus kita harus ke mana mendatanginya.." &lt;em&gt;Gubrakkk&lt;/em&gt;...banyak banget rentetannya, dalam hatiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebelumnya diberitahukan nggak Pak kalau hasil seleksinya diumumkan melaui internet?". "Memangnya saudara Bapak diterima di Departemen apa?" "Insya Allah kalau dari Departemen pemerintahan bisa dipertanggungjawabkan" jawabku untuk meredam kegalauan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus, bukti kalau saudara saya diterima apa Mbak, sudah jauh-jauh datang ke Jakarta, ternyata itu hanya penipuan, kan tidak punya bukti, bisa jadi nama saudara saya sudah dihapus dari Internet"? tanyanya tetap antusias.  "Insya Allah  itu resmi kok Pak, ditindak lanjuti aja". kucoba mengakhiri pembicaraan, karena sudah terlambat berangkat kerja. Bukan tanpa alasan sih, karena memang dalam penerimaan PNS tahun ini, Pemerintah memanfaatkan teknologi  Internet, mulai dari pengumuman pendaftaran sampai hasil akhir. Dan beberapa temanku kebetulan juga diterima. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga saja aku tidak salah meyakinkan beliau. Nah kalau sudah seperti ini, perlu nggak sih sosialisasi tentang internet kepada masyarakat?? Aku yakin Bapak sebelah rumah ini hanyalah satu dari sekian banyak orang yang belum mengerti, apa sih sebenarnya internet. Tapi yang pasti aku masih punya PR kalau ketemu beliau lagi. Walah...Internet oh Internet...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115769790012381273?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115769790012381273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115769790012381273&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115769790012381273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115769790012381273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/09/internet-oh-internet.html' title='Internet oh Internet'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115699874497352581</id><published>2006-08-31T11:19:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.509+07:00</updated><title type='text'>Marhaban Yaa Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/ramadhan.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/ramadhan.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan bulan suci yang senantiasa dinanti. Bulan istimewa yang Allah anugerahkan kepada kita satu tahun sekali. Penuh barakah,  maghrifat, ampunan  dan pintu menuju syurga terbentang di depan mata kepada siapa saja yang rindu dan menyambutnya dengan penuh suka cita. Jadi persiapan apa yang telah kita lakukan menjelang detik-detik datangnya bulan penuh keagungan ini? Mulai persiapan lahir batin serta ilmu seputar amaliyah Ramadhan. Untuk itu semua, sudahkan kita mengawalinya dengan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Menyambung sillaturahmi.  Berkunjung ke sanak saudara, terutama orang tua kita. Bagi yang tidak sempat, Salam sapa lewat telephone atau sms pun sah-sah aja. Bagi para anak sholeh dan sholehah, semoga tidak terlewatkan ziarah ke makan orang tua yang telah kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Meminta Maaf dan memaafkan. Sebagai manusia, tentulah kita tidak terlepas dari segala bentuk kesalahan. Minta maaf adalah perbuatan mulia. Tidak harus kepada yang tua, tetapi juga kepada yang muda. Karena kebijaksanaan tercermin juga dari kebesaran hati kita untuk memulai meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain. Ikhlaskan segala sikap buruk orang lain kepada kita. Buang jauh-jauh dendam dan rasa sakit hati. Percayalah Allah Maha adil. Justru Allah akan lebih senang jika kita mendoakan kebaikan baginya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Memperbanyak ilmu seputar ibadah dan amaliyah di bulan Ramadhan. Ini sangat penting karena akan membantu kita agar Ramadhan tidak berlalu dengan sia-sia. Siapa yang bisa menduga, andai tahun depan, kita tidak lagi bertemu Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Membersihkan rumah dari najis. Sebagai seorang muslim, tentulah kita menyambut tamu agung dengan sebaik-baiknya. Sudahkah rumah kita berhias dengan segalanya yang bermuatan ibadah? Tanggalkan semua yang tidak disukai Allah. Jangan ada yang menghalangi masuknya cahaya Illahi di dalam rumah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Mensucikan diri dengan mandi dan berniat ibadah wajib bulan Ramadhan. Allah menyukai kebersihan, karenanya kebersihan adalah sebagaian dari iman. Kesucian diri memantapkan kita untuk menjalani ibadah selama bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Jangan lupa, berdasarkan penanggalan Islam perpindahan hari ditandai dengan adzan Maghrib, bukan tengah malam pukul 24.00. Maka bersegeralah bersyukur jika kita memasuki 1 Ramadhan, karena Allah masih memberi kesempatan kita untuk bertemu dengan bulan penuh kemuliaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Allahuma Baariklana Fii Rajabi Wa Sya’ban Wa Balighna Ya Ramadhan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang masih tertinggalkah persiapan menyambut datangnya Ramadhan?? Silahkan berkomentar, ditunggu ya :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115699874497352581?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115699874497352581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115699874497352581&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115699874497352581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115699874497352581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/08/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban Yaa Ramadhan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115621680832779733</id><published>2006-08-22T09:56:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.439+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Ummul Mukminin</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Kembang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Kembang.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu kemarin, iseng ikut ibu, mengikuti pengajian ibu-ibu Majelis Ta’lim di komplek perumahan.  Materinya “Menjadi ibu cerdas untuk anak yang cerdas”.  Intinya, kalau ingin anaknya cerdas, ibunya juga harus memiliki wawasan yang luas dengan rajin belajar pula, dengan harapan bisa menjadi panutan, dan tempat bertanya bagi anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika ustadzah menyelingi dengan pertanyaan "Ibu-Ibu, berapa istri Rasulallah"? Lho..lho..lho, kok beragam jawabannya 3, 4, 6 dst. "Siapa saja nama istri beliau"? Nah lho, makin bingung deh. "Siapa nama istri Ikang Fauzy Ibu-ibu"? "Marisa Haque..." Jawab ibu-ibu kompak. Gerrrr...ibu-ibu pun tertawa mendengar jawaban mereka sendiri, karena menyadari selama ini lebih mengenal selebritis daripada keluarga junjungannya, Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini yang kita dikenal adalah Siti Khadijah binti Khuwaylid dan Aisyah binti Abu Bakar saja.  Padahal masing-masing dari istri nabi adalah pribadi yang utuh, yang lengkap dengan prestasi masing-masing.  Siapa sajakah pribadi-pribadi bermutu ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siti Khadijah binti Khuwaylid ra. (Ummul Mukminin pertama), lahir di Makkah tahun 556 dari keluarga terpandang.  Pada saat menikah dengan nabi usianya 40 tahun dan berstatus sebagai janda. Adalah wanita pertama pemeluk Islam yang dengan ikhlas harta kekayaannya disediakan untuk mendukung dakwah suaminya. Dengan kewibawaannya, Ia pun menjadi pelindung bagi Rasulallah Saw dari ancaman orang Quraisy.  Dari Khadijah Nabi mendapat karunia tiga anak laki-laki yaitu; Al-Qasim, Abdullah, dan Taher, dan 4 anak perempuan, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kalsum dan Fatimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saudah binti Zum’ah (Ummul Mukminin kedua). Beliau adalah janda dari As-Sakran bin Amru-Amiri, yang meninggal dunia ketika hijrah ke Habsyi (Ethiopia). Untuk mengobati luka Saudah, atas saran Khaulah binti Hakim as, Rasulallah Saw lantas meminang Saudah. Beliau wafat di masa kekhalifahan Umar bin Khatab hampir berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Aisyah binti Abu Bakar (Ummul Mukminin ketiga).  Adalah satu-satunya istri nabi yang masih gadis ketika dinikahi.  Humaira, begitu panggilan romantis Nabi kepadanya, yang berarti si pipi merah jambu. Setelah Nabi wafat ada 1.210 hadits yang diriwayatkan Aisyah, 228 diantaranya terdapat dalam hadits shahih Bukhari.  Kebanyakan adalah soal wanita dan keluarga. Dalam suatu kisah, Aisyah pernah difitnah berselingkuh dengan sahabat Nabi, Safwan bin Buatal, karena beliau diantar oleh Safwan ketika tertinggal dari rombongan pada saat peperangan melawan Bani Mustaliq. Bahkan Nabi sendiri sempat goyah, sehingga turunlah surah An-Nuur ayat 11, Allah menegur Nabi dan membenarkan Aisyah.  Beliau wafat pada malam selasa, 17 Ramadhan 57H, dalam usia 66 tahun.  Shalat jenasahnya diimami oleh Abu Hurairah dan dimakamkan di Ummahat al-Mukminin di Baqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hafsah binti Umar (Ummul Mukminin keempat).  Adalah janda Khunais bin Huzafah, sahabat yang meninggal ketika perang Uhud. Ayahnya Umar bin Khatan yang tidak tega melihat kesedihannya, berniat mencarikan suami. Pilihan pertama adalah Abu Bakar , tetapi tidak mendapat jawaban. Kemudian mendatangi Usman bin Affan, tetapi juga ditolak, karena Usman masih berduka atas kematian istrinya Ruqayyah, yang tidak lain putri Rasulallah Saw sendiri. Mengadulah Umar kepada Nabi, dan Nabi berkata “Hafsah akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Usman, dan Usman akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Hafsah”.  Tak lama, Nabi menikahi Hafsah dan Utsman menikahi Ummu Kalsum putri Rasulallah.  Sejarah mencatat, Hafsahlah yang terpilih diantara istri-istri Nabi untuk menyimpan naskah Al-Quran pertama.  Beliau wafat pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan dimakamkan di Ummahat al- Mukminin di Baqi.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Zainab binti Khuzaimah (Ummul Mukminin kelima). Usia pernikahannya dengan Nabi singkat sekali, antara 4 – 8 bulan.  Namun namanya harum sebagai Ummul Masaakiin (ibunya orang-orang miskin), karena sifat kedermawaannya.  Ketika Zainab meninggal, Nabilah yang menshalatkan jenasahnya.  Beliau adalah istri Nabi yang pertama kali dimakamkan di Baqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Ummu Salamah (Ummul Mukminin keenam).  Nama aslinya Hindun binti Abu Umayah bin Mughfirah. Janda dari Abdullah bin Abdul Asad, yang meninggal ketika perang melawan Bani As’ad. Sebelum meninggal Abu Salamah berwasiat agar istrinya dinikahi oleh orang yang lebih baik darinya. Abu Bakar dan Umar bin Khatab ingin melaksanakan wasiat itu, tetapi ditolak.  Akhirnya Rasulallahlah yang menikahinya. Sejarah mencatat surat At-Taubah 104 turun dikala Rasulallah Saw sedang berbaring di kamar Ummu Salamah. Dalam perjanjian Hudaibiyah Ummu Salamah memiliki peranan penting.  Beliau tercatat banyak mengikuti peperangan. Adalah Ummul Mukminin yang paling akhir wafatnya, yaitu sesudah peristiwa Karbala, di mana Imam Husein cucu Rasulallah Saw terbunuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Zainab binti Jahsy (Ummu Mukminin ketujuh). Adalah bekas istri anak angkat nabi Zaid bin Haritsah.  Wanita ini adalah cucu Abdul Muthalib kakek Nabi.  Meski pernikahan Nabi dengan Zainab benar-benar perintah Allah, tetapi gosip menyelimuti penikahan mereka.  Wahyu atas perintah ini ada pada surah Al-Ahzab 37.  Dari perkawinan inilah kemudian turun hukum-hukum pernikahan, termasuk perintah berhijab (Al-Ahzab 53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Juwairiyah binti Harits.(Ummul Mukminin kedelapan). Nama aslinya Barrah binti harits bin Abi Dhirar, putri pimpinan pemberontak dari suku Bani Musthalaq.  Barrah adalah tawanan perang. Setelah menikah dengan Nabi berganti nama menjadi Juwairiyah.  Meninggal dalam usia 65 tahun di Madinah, pada masa Muawiyah. Dishalatkan oleh Marwan bin Hakam, Imam Amir Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sofiyah binti Huyai (Ummul Mukminin kesembilan). Adalah satu-satunya istri Nabi dari golongan Yahudi.  Sofiyah masih keturunan Nabi Harun dan ibunya Barrah binti Samual. Pada saat dinikahi Nabi usianya 17 tahun dan sudah dua kali menikah. Salah satunya dengan Kinanah bin Rabi bin Abil Haqiq, pemimpin benteng Qumus, benteng terkuat di Khaibar, markas kaum Yahudi.  Dengan menikahi Sofiyah, Nabi berharap kebencian kaum Yahudi kepada kaum Muslim dapat diredam. Sofiah wafat pada tahun 50H pada masa Mu’awiyah dan dimakamkan di Baqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ummu Habibah binti Sofyan (ummul Mukminin kesepuluh).  Nama sebenarnya Ramlah binti Abi Sofyan. Ia putri pemimpin Quraisy, Abu Sofyan, musuh bebuyutan Islam. Sedangkan Habibah sendiri adalah nama putrid Ramlah hasil penikahannya dengan Ubaidillah, saudara ummul Mukminin Zainab ra.  Tentu saja Ramlah telah masuk Islam.  Ketika Hijrah ke Habsyi (Afrika), suaminya murtad, masuk nasrani.  Kemudian Ramlah dinikahi Nabi.  Abi Sofyan marah, karena putrinya masuk Islam dan menikah dengan musuh besarnya.  Sampai akhir hayatnya Ramlah tetap membela Islam dan suaminya. Beliau wafat pada usia 60 tahun dan dimakamkan di Baqi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Mariah Al-Qitbiyah (Ummul Mukminin kesebelas). Sebelumnya adalah budak kiriman Raja Mesir, yang kemudian dinikahi Nabi.  Darinya Nabi mendapat satu keturunan bernama Ibrahim bin Muhammad. Namun sayang Ibrahim meninggal.  Mariah sendiri wafat pada tahun 16H dan dishalatkan oleh Amir Mukminin Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Maimunah binti Al Harits (Ummul Mukminin keduabelas). Usianya 25 tahun ketika dinikahi oleh Nabi.  Ini adalah permintaan  dari Abbas bin Abdul Munthalib, karena Maimunah adalah adik ipar Abbas sendiri.  Beliau wafat pada tahun 51H. &lt;em&gt;(sumber:Alia)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa saja nama istri Nabi Muhammad Saw, Ibu-Ibu?? :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115621680832779733?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115621680832779733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115621680832779733&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115621680832779733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115621680832779733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/08/mengenal-ummul-mukminin.html' title='Mengenal Ummul Mukminin'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115459272252664198</id><published>2006-08-03T15:06:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.372+07:00</updated><title type='text'>Diet Infotaiment</title><content type='html'>Bagi para pecinta acara infotaiment agaknya harus mulai berpikir dua kali untuk menonton acara ini. Pasalnya mulai hari ini, sebuah Ormas Islam telah memberikan label haram pada tayangan yang membahas tuntas tentang kehidupan public figure.  Meskipun masih diperdebatkan dan belum di keluar secara resmi oleh Lembaga Negara yang berhak, dalam hal ini MUI, tetapi adalah hal yang perlu untuk dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak memungkiri, aku sendiri bukan orang yang anti pati tapi tidak pula &lt;em&gt;addic &lt;/em&gt;terhadap acara-acara seperti ini. Syukur alhamdulillah, kesibukan dan berbagai aktifitas membuat sedikit bernapas lega, karena tidak banyak kesempatan untuk terus-menerus berada di depan layar kaca. Itupun bukan berarti aku terbebas dari gossip yang ditayangkan. Ada saja teman mengajak membahas berita-berita seputar kehidupan selebritis seusai mereka lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar pembahasan halal atau haramnya produk televisi yang masih menjadi pro kontra ini, sebenarnya manfaat apa yang kita dapatkan setelah mengetahui seluk beluk kehidupan pribadi para publik figur ini,  dengan telah menghabiskan banyak waktu untuk menikmati acara ini. Karena tidak jarang, opini publik, skenario yang seringkali telah berubah atau sumber yang tidak mau disebut namanya, tiba-tiba bisa merubah cara pandang terhadap seseorang. Rasa simpati kita raib entah kemana, tiba-tiba kita berubah seperti hakim yang memvonis seorang terdakwa, dengan menge-klaim ooh..si A ternyata begini, si Anu selingkuh dengan itu. Si ini punya anak dengan si itu dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita berpikir, bagaimana seandainya itu terjadi pada diri kita?? Aib yang seharusnya menjadi rahasia, tetapi dibeberkan di muka umum. Sesuatu yang harus tersembunyi, terus di gali oleh orang-orang yang lain, yang hanya berkepentingan "menjual" sisi buruk kehidupan mereka. Setiap orang pasti memiliki kisah hidup, dan tidak semuanya berjalan mulus. Di luar salah atau benar, kita bukanlah orang yang berhak untuk memberikan penilain. Apalagi jika penilaian itu hanya di dasarkan pada prasangka, sudah pasti diragukan pula kebenarannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan lebih bermanfaat jika berita yang ditayangkan infotaiment mengedepankan prestasi, jiwa sosial atau segala seuatu yang sifatnya membangun. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa daya tarik seorang publik figur masih sangat berpengaruh dalam masyarakat. Jadi Insya Allah dengan mengedepankan semua ini infotaiment akan menjadi acara yang bisa berpengaruh positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindarinya, perbanyak aktifitas sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk tahu lebih tentang kehidupan pribadi orang lain. Segera merubah chanel televisi jika sudah mulai pemberitaan tentang sisi negatif kehidupan seseorang. Sebisa mungkin mengalihkan pembicaraan, jika seseorang mengajak kita membicarakan kejelekan orang lain. Jangan menanggapi secara berlebihan, karena akan semakin bergulir dan cenderung menimbulkan fitnah. Na’udzubillah, semoga kita tidak menjadi orang yang memakan bangkai saudara sendiri. &lt;em&gt;(Sebuah renungan diri)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115459272252664198?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115459272252664198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115459272252664198&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115459272252664198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115459272252664198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/08/diet-infotaiment.html' title='Diet Infotaiment'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115405457919068952</id><published>2006-07-28T09:28:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.242+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kekeringan dan Nasi Gaplek</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Singkong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Singkong.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Adalah topik hangat tentang kota kelahiranku yang ditayangkan di sebuah televisi swasta sore kemarin.  Kekeringan memang sedang melanda di beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro. Dan salah satu yang terparah adalah Desa Clebung Kec.Bubulan, daerah yang cukup lumayan memberikan kontribusi sebagai penghasil kayu jati dengan kwalitas yang tidak perlu lagi diragukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kekeringan melanda, &lt;em&gt;nasi gaplek &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;tiwul&lt;/em&gt; seolah menjadi &lt;em&gt;trendsetter&lt;/em&gt; yang tidak pernah lepas dibicarakan.Nasi gaplek sendiri sebenarnya berasal dari &lt;em&gt;menyok&lt;/em&gt; (singkong.red) yang dikupas bersih, dikeringkan, ditumbuk agak kasar dan kemudian dikukus. Sedangkan tiwul adalah hasil tumbukan yang halus, yang biasanya dikukus dengan gula merah dan dimakan dengan parutan kelapa muda. Dengan rasanya yang  khas dan kandungan karbohidrat yang dimiliki, sepertinya makanan ini memang layak untuk menggantikan nasi. Jadi kurang pas jika banyak orang beranggapan gaplek dan singkong identik dengan &lt;em&gt;"makanan orang susah"&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa empati dengan kesulitan yang menimpa saudara-saudara kita di sana. Meskipun tidak semua, tetapi masih banyak masyarakat desa Clebung sendiri yang telah sejak lama menjadikan tiwul dan nasi gaplek sebagai makanan pokok mereka. Seperti halnya masyarakat madura dengan nasi jagungnya atau masyarakat Irian dengan bubur sagunya. Terutama untuk para generasi tua, karena bagi mereka makanan pokok ini lebih bisa &lt;em&gt;"mendinginkan"&lt;/em&gt; perut. Jadi ketidaksediaan beras bukanlah alasan satu-satunya. Bagi mereka, ketiaadaan beras bukanlah sesuatu yang menjadikan dunia berhenti berputar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru yang paling menyedihkan adalah kekeringan dengan segala akibatnya. Apalagi dengan mata pencaharian yang sebagaian besar adalah petani. Belum lagi harga air yang melonjak, terkadang di luar batas kemampuan keuangan mereka. Alhamdulillah, aku memang tidak tinggal di daerah yang sulit untuk mendapatkan air. Tapi kebetulan nenekku tinggal di daerah yang rawan akan kekeringan.  Jadi aku tahu persis,  kalau disaat seperti ini harga bisa mencapai Rp 3.000/jurigen. Angka yang cukup tinggi jika dilihat dari tingkat kebutuhan air setiap harinya. Untuk masak, mandi, air minum dan sebagainya. Maka jangan heran, jika di daerah sulit air, kebanyakan menggunakan mangkuk kecil (sisa detergen berukuran 250gr), sebagai gayung mandi. Ini adalah salah satu upaya yang mereka lakukan untuk penghematan penggunaan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya bencana-bencana yang lain, kekeringan juga selalu menyisakan berbagai kisah mengharukan. Namun kembali lagi kepada saudara kita yang sedang mengalaminya, mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Selalu bisa mengambil sikap disaat kondisi dan situasi sedang tidak menguntungkan. Mereka tetap mampu bertahan hidup, dengan segala kesederhanaan yang mereka miliki. Allah memang selalu memberi jalan, selama manusia mau berusaha. Semoga kekeringan ini tidak berkepanjangan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115405457919068952?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115405457919068952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115405457919068952&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115405457919068952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115405457919068952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/07/tentang-kekeringan-dan-nasi-gaplek.html' title='Tentang Kekeringan dan Nasi Gaplek'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115371719838603814</id><published>2006-07-24T11:48:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.175+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Anak...</title><content type='html'>&lt;em&gt;Hari anak-anak hari gembira&lt;br /&gt;Mari bersama-sama merayakannya&lt;br /&gt;Kita semua berbahagia&lt;br /&gt;Sebagai putra Indonesia&lt;br /&gt;Kita Semua berbahagia&lt;br /&gt;Sebagai putra Indonesia...&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah bait-bait lagu yang tak henti-hentinya keluar dari bibir mungil para malaikat ini. Agenda rutin setiap tahun, dengan generasi yang berbeda. Malam itu, aku temani  mereka membuat topi kerucut sebagai tanda "kebesaran" untuk merayakan hari mereka tanggal 23 Juli 2006 kemarin. Mereka memang anak-anak yang luar biasa. Mereka berusaha untuk mandiri dan tanpa ingin diganggu orang lain. Kubiarkan mereka berkreasi sekehendak hatinya. Warna warni cerah yang menghiasi topi seolah menggambarkan keceriaan suasana hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bersemangat, tidak sedikitpun terlihat ekspresi jenuh diraut wajah. Seperti tidak sabar lagi menanti datangnya hari yg dinanti. Mereka sibuk menyiapkan semuanya, karena akan banyak hal menyenangkan yang bisa mereka lakukakan dihari bahagia itu. Bernyanyi, menari, mewarnai, baca puisi dan masih banyak lagi, semua berlomba untuk menjadi yang terbaik.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, hari itu adalah hari mereka. Dimana semua seolah memberikan perhatian lebih hak mereka atas kebahagian, kesenangan, kasih sayang, perlindungan, kebebasan untuk berkreasi dan berprestasi dan terbebas dari segala bentuk kekerasan. Semoga peringatan hari anak ini bukan hanya sebuah simbol yang berumur satu atau dua hari, sehingga tidak ada lagi kisah duka tentang mereka...dan mereka pun bahagia sebagai putra Indonesia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Jika Anak dibesarkan dengan celaan,  Ia belajar memaki. Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia belajar rendah diri. Jika anak dibesarkan dengan hinaan, Ia belajar menyesali diri. Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri. Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian, Ia belajar menghargai. Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan. Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, Ia belajar menaruh kepercayaan. Jika anak dibesarkan dengan dukungan, Ia belajar menyenangi dirinya. Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan. (Dorothy Law Nolte)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini untuk semuanya...untuk mereka yang sudah memiliki bidadari-bidadari kecil, untuk mereka yang belum dan akan segera memiliki malaikat kecil, dan untuk  semua yang menyadari, bahwa pendidikan anak bukanlah tanggung jawab keluarga semata, tapi juga lingkungan dan masyarakat secara menyeluruh. Ya untuk semua, semua yang menginginkan lahirnya generasi Rabbani yang tangguh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115371719838603814?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115371719838603814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115371719838603814&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115371719838603814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115371719838603814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/07/selamat-hari-anak.html' title='Selamat Hari Anak...'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115284587866794489</id><published>2006-07-14T08:11:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.109+07:00</updated><title type='text'>Hari ini MY BIRTHDAY??</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/ultah%20cake1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/ultah%20cake1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Satu hari menjelang Hari Lahir Hanum...berarti ada yang berkurang....dah muhasabah??? moga umur yang telah lalu Allah Ridhai dan Allah ampuni segala Khilaf...Met Milad Ya..." Ucapan selamat melalui testimonial di FS, aku terima dari seorang sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah?? Jadi aku hari ini Milad....?? Hei, &lt;em&gt;what's wrong with me&lt;/em&gt;??? Bagaimana bisa &lt;em&gt;I DO NOT REMEMBER&lt;/em&gt; dengan tanggal lahirku sendiri. Pantesan  pagi itu teman2 kantor hilir mudik ke ruanganku menanyakan kue (ga sadar di sindir-sindir..he..he). Lebih parahnya lagi, justru di hari itu aku memberi selamat ulang tahun kepada sahabat yang kebetulan sama2 lahir di bulan Juli. Mana salah tanggal lagi...huuuhhh...malu2in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu memang terasa begitu cepat berlalu. Sepertinya baru kemarin aku berbincang dengan-Nya. Tentang segala rasa yang terpendam di dalam dada, tentang harap dan asa di waktu yang tersisa. Sekarang kembali kenyataan ini harus aku terima. Kenyataan bahwa kontrak hidup dengan sang pemilik alam semesta berkurang sudah. Masih banyak impian yang belum menjadi nyata, masih banyak bintang di langit ingin kugapai, masih berbaris rapi raport nilai merah yang berharap masih bisa berganti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sampai detik ini Sang pemilik waktu masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Yang pasti hanya satu satu yang aku inginkan, agar waktu yang masih ada menjadi cambuk untuk menjadi lebih berarti. Bukan justru semakin menambah tumpukan dosa yang telah menggunung. Ya Rabb... jangan pernah Kau tinggalkan aku. Ampuni segala dosa dan kesalahanku yang telah lalu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115284587866794489?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115284587866794489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115284587866794489&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115284587866794489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115284587866794489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/07/hari-ini-my-birthday.html' title='Hari ini MY BIRTHDAY??'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115226146085782326</id><published>2006-07-07T15:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:59.040+07:00</updated><title type='text'>Jadi Siapa??</title><content type='html'>Jadi Siapa??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11.45 jelang sholat dhuhur. Mr. Piere Siera (klien perusahaan) terlihat santai di depan rumah Joglo ditemani dengan lagu asal negaranya yang mengalun lembut dari Lap topnya. Agaknya rumah yang biasa aku tempati untuk sholat ini lebih menarik baginya sebagai tempat istirahat.  Mungkin karena dari sini pemandangan keluar lebih terbuka, dan langsung mengarah ke hijaunya pepohonan di belakang halaman kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Piere Siera : &lt;em&gt;You going to&lt;/em&gt; sholat? (terbata dia menyebutkan kata ini, sambil mengangkat kedua tangannya, meniru gerakan takbir)&lt;br /&gt;Aku   : Iya (Agaknya dia hafal dengan kegiatanku yang satu ini) &lt;br /&gt;Mr.Piere Siera  : &lt;em&gt;Just turn off my music, You have to&lt;/em&gt; sholat bagus, &lt;em&gt;right&lt;/em&gt;?.&lt;br /&gt;Aku   : Terima kasih Papi (Panggilannya sehari-hari di sini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat ramah, untuk ukuran orang asing yang biasa datang ke sini. Bahkan dia akan lebih senang kalau kita mengajak berbicara dalam bahasa Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 15.30 saat sholat ashar. Jam kerja telah usai, langkah kaki segera terayun ke rumah joglo. Suara musik dari televisi sedikit memekakkan gendang telinga. Kulihat salah satu teman kerja yang asli orang melayu sedang serius di depan televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  : Bisa minta tolong dikecilkan sedikit televisinya?&lt;br /&gt;Temanku  : ....(tidak ada jawaban, hanya sedikit menoleh ke arahku dan terdengar volume televis sedikit menurun&lt;br /&gt;Aku  : Kok masih keras banget ya, bisa ga dikit lagi kecilinnya.&lt;br /&gt;Temanku  : Sholat-sholat aja, kalau masih dengar suara artinya tidak khusuk sholat&lt;br /&gt;Aku  : ....(bengong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa yang muslim ya? Orang Perancis atau orang melayu?? (bingung).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115226146085782326?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115226146085782326/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115226146085782326&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115226146085782326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115226146085782326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/07/jadi-siapa.html' title='Jadi Siapa??'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115163058138001512</id><published>2006-06-30T08:15:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.971+07:00</updated><title type='text'>The 6 Sweet and Worst Memories</title><content type='html'>&lt;strong&gt;The 6 Sweet and Worst Memories&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan kali ini aku mengajak semuanya untuk bernostalgia dengan memoriku yang manies plus yang pahitnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang manies-manies dulu ya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Saat keponakan pertama lahir laki2. Semua saudaraku perempuan. Jadi  ceritanya, harapan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Waktu diterima di 2 Perguruan Tinggi Negeri di  Malang. Dendam terbalaskan, karena sebelumnya pernah gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Dapat bea siswa pas kuliah. Seneng, bisa sedikit meringakan beban orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Pertama kali ketrima nglamar kerja di Malang. Waktu itu belum wisuda, jadi seneng banget ga sempat menyandang status pengangguran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Waktu &lt;em&gt;tour to Java &lt;/em&gt;sama teman-teman kuliah. Sekalian sillaturahmi dengan keluarga mereka. Masih ingat ga &lt;a href="http://mustikadh.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ketika kita terdampar di Sarangan-Magetan?? Kenangan ta terlupakan deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Ketika akhirnya berani memutuskan untuk berhijab. &lt;em&gt;Plongggg&lt;/em&gt; banget, kayaknya sudah tidak ada lagi beban yang sekian lama tertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tinggal yang pahit-pahit deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dulu, di daerahku kalo malam ke 9 Ramadhan biasanya bikin obor. Pada saat main itu lenganku terbakar api. Meskipun tidak membekas, tapi lumayan lama trauma ama api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Waktu gagal ikut ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri di  Jakarta. Hiks, dunia rasanya mau kiamat &lt;em&gt;(hiperbol dikit, he..he)&lt;/em&gt;. Sudah &lt;em&gt;mupeng&lt;/em&gt; pengen kuliah disitu sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Waktu jadi kambing hitam. Menyakitkan banget, teman yang seharusnya bertanggung jawab malah  tidak mau menjelaskan &lt;em&gt;the true story&lt;/em&gt;. Padahal dia tahu persis keadaannya. Sakittttt buanget deh pokoknya. Akhirnya waktu menjawab semuanya dan dia meminta maaf dengan keikhlasan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Selama 3 hari "&lt;em&gt;kos&lt;/em&gt;" di Rumah Sakit gara-gara &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Paratipi B&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (gejala tifus). Sedih banget mana jauh dari keluarga, trus ga kuliah hampir 1 bulan. Penyandang IP terendah eui... Untung cuma middle tes, jadi masih ada kesempatan berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Waktu kakakku nomer 4 menikah. Rumah rasanya sepi. Biasanya kami berdua ke mana-mana selalu bersama. So kini, sendiri lageeee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Saat masih ditempatkan di Bali. Waktu itu Bom Bali I terjadi.  Wah, benar2 seperti orang terasing, nggak berani keluar kos,karna ada &lt;em&gt;swipping&lt;/em&gt; di mana-mana. . Andai katangkep &lt;em&gt;Pecalang &lt;/em&gt;(polisi desa, red), pasti disel di penjara &lt;em&gt;banjar&lt;/em&gt; (desa,red).uughhfff..menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, si enam sudah lengkap kan??  PR selesai &lt;a href="http://danida82.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bu Guru&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, maaf nie, telat postingnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115163058138001512?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115163058138001512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115163058138001512&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115163058138001512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115163058138001512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/6-sweet-and-worst-memories.html' title='The 6 Sweet and Worst Memories'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115087964714375178</id><published>2006-06-21T15:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.908+07:00</updated><title type='text'>Yang Aku Mau dalam hidup Ini</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Yang Aku Mau dalam Hidup Ini&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Hidup? Apa yang dimau dalam hidup ini?? Pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab. "Hhhmm apa ya Mbak, yang enak2 aja deh, bahagia, ga punya hutang, ga nyusahin orang, pokoknya gak hidup susah deh" kata temanku yang terlihat bingung dengan pertanyaanku. Senyum tersungging di bibirku, mungkin itu juga salah satu yang aku mau dalam hidup ini. Yah, semua yang menyenangkan aja deh. Kalau hidup adalah pilihan, kenapa milih yang susah??.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya tujuan hidup manusia sudah digariskan oleh Allah SWT "Dan tidaklah aku ciptakan jin manusia kecuali untuk beribadat kepada-Ku" (QS. Adz Dzaariyaat :56). Tapi kenapa masih bingung juga dengan tujuan hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia memiliki kemampuan, kemauan, dan keinginan sendiri-sendiri, sehingga wajar jika masing-masing pribadi memiliki tujuan hidup yang berbeda-beda. Tak jarang tujuan hidup seseorang terlihat aneh bin unik di pandangan orang lain, meskipun menurutnya adalah hal yang wajar.  Sah-sah aja apa pun itu tujuannya, tetapi kembali kepada jawaban yang telah digariskan, muara dari semua tujuan hidup yang beragam itu adalah ibadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hidup perlu tujuan?. Ada sebuah ungkapan  "Orang-orang yang mempunyai suatu target (tujuan) berhasil mencapai sukses, sebab mereka mengetahui kemana arah langkah mereka".  (mungkin) inilah maksud Allah ketika tujuan manusia ditetapkan. Tujuanlah yang membuat orang bertahan untuk hidup, tergerak untuk mewujudkannya, meredam segala bentuk keputusasaan, dan tidak mudah menyerah pada keadaan. Bukankah kesungguhan dan keseriusan adalah juga sebagai wujud dari sebuah ibadah. Pastilah Allah bukan tanpa maksud menetapkan tujuan hidup kepada makhluk yang diciptakan-Nya. Paling tidak hidup menjadi semakin terarah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama semakin nglantur  ga sih tulisanku, &lt;a href="http://newjurnal.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;King&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; . Nyambung ga nih ama temanya. Biar nggak semakin nglantur,  jadi apa ya yang aku mau dalam hidup ini? Semoga tidak ada yang berubah dengan tujuanku tujuan hidupku . Yang pasti sampai detik ini hanya satu yang aku mau, aku ingin memiliki kehidupan yang bahagia dan tenang dengan cara-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Harapan dan impianlah yang membuat manusia berlomba-lomba dan bergerak menuju yang lebih baik,  tapi takdirlah yang lebih tahu bagaimana manusia menjadi lebih baik dan hanya Allahlah tempat sebaik-baiknya tempat kembali.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115087964714375178?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115087964714375178/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115087964714375178&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115087964714375178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115087964714375178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/yang-aku-mau-dalam-hidup-ini.html' title='Yang Aku Mau dalam hidup Ini'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115041974962203748</id><published>2006-06-16T07:58:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.841+07:00</updated><title type='text'>The Beautiful Soul Was Born</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Cahya3.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Cahya3.2.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;The Beautiful Soul Was Born&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juni 2006. Tidak seperti biasanya, Mbak Savita (kakakku nomer 4) hari itu tidak bersemangat nonton World Cup. Padahal pertandingan antara Brasil - Kroasia sudah dia tunggu-tunggu.  Dia memang sedang hamil dan sudah memasuki bulan ke sembilan. Menurut perkiraan Dokter dan Bidan yang menangani, bayinya akan lahir sekitar tanggal 20 Juni.  Tapi kok sudah mulai terlihat tanda-tandanya ya?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kelahiran keponakan yang pertama memang, tapi baru kali ini aku melihat gimana reaksi orang yang mau melahirkan. Kakakku memutuskan untuk melahirkan anak pertamanya di Bojonegoro, karena kebetulan suaminya sedang bertugas di luar kota. Jadi kalau Semarang khawatir tidak ada yang siaga alias siap antar jaga. Duh, kasihan banget aku melihatnya. Miring ke kanan, balik ke kiri, duduk, tidur, berdiri lagi,   mau nempatin badan aja kok kayaknya susah banget. Ekspresinya menahan sakit itu loh. &lt;em&gt;Hiks&lt;/em&gt;, jadi membayangkan gimana dulu ibu melahirkan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 Juni 2006. Sekitar jam 12.00 WIB setelah diperiksa, ternyata memang bayinya akan lahir lebih awal dari yang diperkirakan. Sore sepulang kerja aku langsung mengunjunginya di klinik. Waduh...dengar suara kakakku nahan sakit aja gak tega rasanya. Andaikata rasa sakit itu bisa dipindahkan, tentulah aku dan ketiga mbakku yang lain ikhlas untuk berbagi. Lha..lha..lha kok aku jadi ikut-ikutan resah gini, perut rasanya ikut mual dan ga doyan makan. Habis maghrib aku memutuskan untuk berdoa saja dari rumah. Ibu yang selalu setia menyambut kehadiran cucu-cucunya, 3 orang kakakku plus dengan suami masing-masing lebih tegar menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 21.15 WIB, telepon masuk dari kakak nomer satu, "Wes lahir, keponakanmu wedok maneh". Alhamdulillah. Setelah masa penantian panjang, akhirnya hadir juga &lt;em&gt;the beautiful soul &lt;/em&gt;yang kami tunggu-tunggu. Sebenarnya semua berharap anggota baru keluarga kami ini berjenis kelamin laki-laki, karena 4 dari keponakan yang aku miliki, hanya satu yang laki-laki. Apalagi saudaraku juga semuanya perempuan. Yah, sudahlah yang penting lahirnya sehat dan tidak kurang suatu apapun. Lucu lho, keponakanku ini mirip banget sama orang Jepang. &lt;em&gt;Welcome to the world &lt;/em&gt;Dek, semoga menjadi pintu syurga buat ayah dan ibumu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB. &lt;em&gt;Special Gift &lt;/em&gt;buat Bapak yang tanggal 13 Juni kemarin MILAD.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115041974962203748?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115041974962203748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115041974962203748&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115041974962203748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115041974962203748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/beautiful-soul-was-born.html' title='The Beautiful Soul Was Born'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115033299708671769</id><published>2006-06-15T07:37:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.773+07:00</updated><title type='text'>Timpukan lagee</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Tweung..tweung...Timpukan lagee Nich&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ini benar-benar rekor kena timpuk bikin tulisan. Untung ga pada benjol he..he. Buat &lt;a href="http://keluargadimyati.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teh Ica&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://dadangjm.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kang Dadang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;domo arigato Gozaimas&lt;/em&gt; atas timpukannya. Kali ini tentang apa ya? &lt;em&gt;Just reading my written below, okey&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 jobs you've event had in your life&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    Join di Tim Konsultan Manajemen Perbankan-Malang. Pekerjaan yang mengharuskan moving dari satu kota ke kota lain. Asyik banget bisa sekalian menyalurkan hobi &lt;em&gt;travelling&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;**   Lembaga Pengembangan Kewirausahaan di Malang. Seneng kalau sudah ketemu dengan pengusaha kecil mikro yang memiliki berbagai macam bidang usaha.&lt;br /&gt;***  Ngisi waktu luang dengan nyambi kasih les Akuntansi. Daripada cita2 jadi guru tak terwujud, he...he &lt;br /&gt;**** Saat ini di bagian Akuntansi dan keuangan Antique Furniture and Wooden House Design Interior Exporter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 places you've  lived&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    Bojonegoro, meskipun panas tetap &lt;em&gt;my lovely&lt;/em&gt; kampoeng halaman. &lt;br /&gt;**   Surabaya. Waktu PKL di sebuah BUMN. Seharusnya cuma 1 bulan, tapi berhubung karyawati di devisi tempat aku magang cuti melahirkan, akhirnya diminta untuk menggantikan sementara waktu. Lumayan loh digaji, buat tambahan uang saku kuliah &lt;br /&gt;***  Malang, hawa sejuknya bikin aku betah kuliah dan pengen menetap di sana. &lt;br /&gt;**** Denpasar. Training selama 3 bulan, sebelum akhirnya ditempatkan di Bojonegoro. Seru banget, karena saat itu terjadi bom Bali I. &lt;em&gt;Swear&lt;/em&gt;...aku bukan teroris "&lt;em&gt;do not look at me like that&lt;/em&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 movies you could watch over and over&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    Perwira Ksatria, film jadul waktu SMP. Gara-gara ini film, aku sempat bercita-cita pengen jadi istri pilot pesawat tempur. &lt;br /&gt;**   God must be Crazy. Film yang bikin aku tersenyum sendiri kalau mengingatnya.&lt;br /&gt;***  About Palestine. Film yang diputar saat acara Daurah di PonPes Darussalam Malang. Hiks jadi pengen nangis.&lt;br /&gt;**** The Patriot nya Mel Gibson. Pengorbanan seorang single parent... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 favour foods&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    Tempe. &lt;em&gt;Have to available every day&lt;/em&gt;. &lt;br /&gt;**   Bakso. Isu formalin ga ngaruh tuh, apalagi bakso Malang...hhhmmm &lt;br /&gt;***  Gudeg Yogya. Alhamdulillah &lt;em&gt;sometimes&lt;/em&gt; ada teman berbaik hati paketin gudeg kendil dari sana.&lt;br /&gt;**** Batagor dan siomay. Adakah orang Bandung yang bersedia mengirimiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 website you visit everyday&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    telkom.net, untuk cek e-mail urusan company.&lt;br /&gt;**   Yang pasti Blog aku sendiri.&lt;br /&gt;***  Yahoo.com, untuk cek account pribadi.&lt;br /&gt;**** Kafe Muslimah.com, untuk nyari yang sejuk-sejuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4 next target&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;*    &lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbakyu hanum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;**   &lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbakyu Ida&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;***  &lt;a href="http://mustikadh.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ummu Iffah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;**** &lt;a href="http://silakanbaca.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teh Risna&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115033299708671769?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115033299708671769/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115033299708671769&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115033299708671769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115033299708671769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/timpukan-lagee.html' title='Timpukan lagee'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-115018166648738512</id><published>2006-06-13T13:47:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.706+07:00</updated><title type='text'>Selimut Jadulku</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Selimut Jadulku&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari ini kena impuk terus nih. Kali ini aku di minta &lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbak Ida Semarang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,  buat bikin cerita seputar barang jaman jadul yang aku miliki. Kayaknya postingan kali ini kayaknya mesti melibatkan ibu nih untuk membantu mengingat-ingat. Ternyata menurut ibu, aku kecilnya ga aneh-aneh sama barang yang aku punya. Maksudnya ga sampai yang  nggak mau kalau nggak itu. Justru, setelah gede (semenjak SMP) aku punya barang jadul alias barang jaman dulu alias jaman &lt;em&gt;bahela&lt;/em&gt;.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selimut kesayanganku. Sebenarnya sih bukan selimut, cuma aku alih fungsikan aja jadi selimut. Bahannya dari handuk tebal, dan ukurannya gede banget (seukuran selimut). Ini pemberian kakakku yang nomer 3 waktu aku masih kelas 3 SMP. Sampai aku kuliah di Malang pun, dia setia menemaniku. Untunglah warnanya coklat, jadi ga begitu kelihatan kalau warnanya sudah pudar dan jauh dari warna aslinya.  Pernah suatu ketika ibu datang ke kos. Mungkin kasihan melihat selimut anaknya kok jauh banget dibandingkan dengan selimut teman sekamarku yang warna dan motifnya bagus-bagus. Belum lagi di Malang dengan hawanya lumayan dingin Akhirnya ibu bikinkan sendiri bed cover  dengan gambar Micky Mouse segede aku, biar selimut jelekku ga begitu kentara. Tapi namanya juga sudah terlanjur cinta ama handuk, &lt;em&gt;bed cover  made in my mom &lt;/em&gt;malah aku pakai sebagai karpet di kamar kos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang aku masih tetap memakainya, meskipun serat-seratnya sudah ada yang menipis mulai lepas. Yang pasti selimut handuk ini fleksibel banget. Di saat dingin dia bisa menghangatkan, di saat panas bahannya tidak bikin gerah.  Seringkali teman-teman waktu kuliah atau kos dulu yang datang ke rumah berkomentar "Ya Allah, ini selimut yang di kos dulu? &lt;em&gt;Kok ijek ono wae&lt;/em&gt;"? he...he, gak ada larangan kan, yang penting tetap wangi dan bikin aku semakin nyenyak tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhhmmm, naga-naganya aku belum ada rencana untuk menggantikannya sebagai teman tidurku. Kalau bisa sampai kapanpun akan terus aku pakai..he..he.  Nah, ada lagi satu amanat dari Mbak Ida, aku mesti lempar kemana ya biar postingan ini terus bergulir. Yuk kita coba cari tahu barang jadulnya &lt;a href="http://mustikadh.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ummu Iffah&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; ama  &lt;a href="http://keluargadimyati.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teh Ica&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-115018166648738512?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/115018166648738512/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=115018166648738512&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115018166648738512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/115018166648738512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/selimut-jadulku.html' title='Selimut Jadulku'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114964691832994223</id><published>2006-06-07T08:36:00.001+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.629+07:00</updated><title type='text'>Secret of My Bag</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Secret of My Bag&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat tantangan nih dari &lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ummu Zaidan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, untuk buka-bukaan isi tas. Siapa takut??? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tas kerja yang aku pakai sehari-hari warnanya putih tulang, sengaja pilih warna yang netral dan ukurannya tidak begitu besar, sekitar 30cm x 18cm x 8cm.  Sesekali saja ganti tas, terutama kalau keluar kota atau kalau pas pengen jalan-jalan aja. Biasanya pakai ransel atau tas yang ukuran yang lebih besar. Tapi untuk masalah isi sih, tetep itu-itu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dompet kulit warna hitam dengan model simple banget. Beli di Tanggulangin-Sidoarjo 5 tahun yang lalu. Masih lumayan bagus, jadi belum ingin menggantinya. Isinya KTP, SIM C, STNK motor, kartu peserta jamsostek, ATM Bank Syariah Mandiri, ATM BNI, Matahari Club Card, duit secukupnya, foto dan beberapa received kalo habis belanja, buat rekonsiliasi di akhir bulan, he..he..&lt;br /&gt;2.Blocknote dan bolpoint.  Buat jaga-jaga, siapa tahu ada yang penting.&lt;br /&gt;3.Al ma'tsurat Wazhifah Sughra dengan yang ukuran mini.&lt;br /&gt;4.Handphone. &lt;br /&gt;5.Tisyu sama hand cleaner,  senjata paling ampuh kalau lagi kepanasan dan makan di tengah perjalanan. &lt;br /&gt;6.Tempat kecil untuk peniti. Biar ukurannya imut, benda ini juga sangat berarti kalau ada kecelakaan kecil dengan jilbab yang aku pakai.&lt;br /&gt;7.Bedak, meskipun jarang dipakai tapi kacanya bisa dimanfaatkan untuk merapikan diri seusai sholat dhuhur dan ashar di kantor &lt;br /&gt;8.Permen.&lt;br /&gt;9.Kunci laci meja kerja. Harus selalu berada di tas. Pernah ada kejadian, karena aku taruh di kantong baju, besoknya ketinggalan karena ganti baju, he..he.&lt;br /&gt;10.Kacamata, kalau ingat. Minusku tidak begitu banyak, kalau yang normal-normal aja sih masih bisa baca, jadi tidak terlalu membutuhkan. Sedikit &lt;em&gt;ndableg&lt;/em&gt;, meskipun tahu akibatnya...&lt;br /&gt;11.Lotre untuk arisan. Aku punya acara rutin bulanan dengan mantan teman-teman SMA yang tidak tentu tanggalnya. Maklum, semuanya punya aktivitas sendiri-sendiri, jadi ga bisa ditentuin tanggal berapa.Biar aman, dibawa aja tiap hari buku plus nama2 yang ada dilotrenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah lho, ternyata isi tasku bejubel juga ya. Tapi kebanyakan sih pernak-pernik kecil gitu. Udah tahu kan barang-barang yang tiap hari aku tenteng ke kantor. Ntar kalau ada anggota keluarga tas yang baru, dikasih tahu deh pasti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114964691832994223?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114964691832994223/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114964691832994223&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114964691832994223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114964691832994223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/06/secret-of-my-bag.html' title='Secret of My Bag'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114870541775244743</id><published>2006-05-27T11:38:00.001+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.280+07:00</updated><title type='text'>Dipun Tunda Rumiyin Dhateng Ngayogyokartonipun</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Dipun Tunda Rumiyin Dhateng Ngayogyokartonipun&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Sabtu tanggal 27 Mei, sepulang dari kantor rencananya aku langsung berangkat ke Sleman, untuk bertemu dengan saudara saudara kita yang berada di kawasan Gunung Merapi. Mumpung hari seninnya aku libur, jadi bisa agak lama di sana. Pagi-pagi sudah aku  siapkan segala bekalku. Saat menyetrika baju, tiba-tiba lantai yang aku duduki bergoyang untuk sekian detik.  Masih antara percaya dan tidak apakah ini benar-benar gempa atau perasaanku saja. Benda-benda di atas juga terlihat berayun-ayun. Aku tinggalkan aktivitasku, dan berlari ke depan rumah untuk memastikan. Beberapa tetangga terlihat sudah ramai di depan rumah masing-masing, ternyata mereka juga merasakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, lewat &lt;em&gt;breaking news&lt;/em&gt; di sebuah televisi swasta  aku ketahui bahwa gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter telah mengguncang daerah Yogyakarta, Bantul pesisir Selatan, dan tidak luput juga kawasan Gunung Merapi selama kurang lebih 57 detik. &lt;em&gt;Wow&lt;/em&gt;, ternyata gempa yang bersumber dari Yogyakarta itu terasa juga getarannya sampai ke Bojonegoro.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku hubungi teman yang berada di Yogyakarta yang rencana akan berangkat bersamaku ke daerah daerah Gunung Merapi.  Aku mencoba pastikan bagaimana keadaannya apakah masih cukup membahayakan atau tidak. Komunikasi ke Yogyakarta memang sedikit terganggu pagi itu. Akhirnya aku tetap bersiap-siap dengan membawa semua perlengkapan yang sudah aku siapkan ke kantor. Jadi bisa langsung berangkat jika memungkinkan untuk aku tetap berangkat ke sana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bongkar-bongkar &lt;em&gt;phonebook&lt;/em&gt; akhirnya terkumpul juga semua nomor telepon teman-teman yang tinggal atau memiliki keluarga di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. &lt;em&gt;Alhamdulillah&lt;/em&gt;, setelah aku telepon satu persatu,  mereka dan semua keluarganya selamat dan tidak terjadi apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak siang temanku mengabarkan, kalau Yogyakarta masih dalam keadaan carut marut.  Dia sendiri juga masih bingung dan belum berani masuk rumah. Semua warga pun masih was-was menanti berita dari Badan Metrologi dan Geofisika akan kemungkinan terjadinya gempa susulan.  SMS larangan untuk berangkat ke Yogyakarta akhirnya dia kirim ke aku.  Ada benarnya juga sih sarannya, daripada di sana malah tidak banyak yang bisa dilakukan. Insya Allah minggu depan saja berangkat ke sananya. Doakan ya kondisinya lebih memungkinkan. Atau syukur-syukur kalau minggu besok sudah bisa berangkat. Tapi yang pasti semoga Allah senantiasa menjaga saudara-saudara kita yang berada di sana dan diberikan kesabaran dalam menghadapi semuanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114870541775244743?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114870541775244743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114870541775244743&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114870541775244743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114870541775244743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/05/dipun-tunda-rumiyin-dhateng_27.html' title='Dipun Tunda Rumiyin Dhateng Ngayogyokartonipun'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114827321053150705</id><published>2006-05-22T08:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.143+07:00</updated><title type='text'>Terima Kasih Mbah....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Terima Kasih Mbah....&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan kakak-kakakku aku memang tidak begitu dekat dengan beliau.  Bisa jadi karena sebelumnya aku lahir, Bapak sudah dipindah tugaskan ke daerah lain. Kasih sayang secara langsung hanya kurasakan sesekali ketika liburan atau mengunjunginya saat lebaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia yang telah lanjut, seiring dengan kesehatannya yang mulai rapuh. Sudah hampir 2 tahun ini beliau tinggal bersama kami. Hanya kadang-kadang saja jika rasa rindu pada kampung halamannya menyapa, kami antarkan ke rumah adik bapak yang kebetulan tinggal tidak jauh dari rumahnya.  4 bulan yang lalu, kesehatan beliau tiba-tiba turun drastis. Menurut Dokter sih tidak ada yang membahayakan, hanya karena usianya yang sudah sepuh saja. Otomatis semua aktivitasnya, sangat tergantung kepada orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur, pada awalnya aku merasa begitu berat melakukakannya. Bagaimana tidak, mimpi indahku seringkali berakhir karena panggilannya di tengah malam. Dinginnya udara pagi harus aku lewatkan dengan memandikan beliau, yang terkadang keinginannya muncul di waktu yang tidak tepat. Memandikan, mencuci rambut, memakaikan baju, menyisir rambut, terkadang berat kaki ini melangkah. Ah, entahlah, aku merasa semua ini sangat tidak adil bagiku. Hanya karena aku anak bungsu? Hanya karena satu-satunya anak yang masih tinggal bersama orang tua?  Hingga aku harus dengan ikhlas melakukan semua ini. Padahal aku merasa, bukan aku cucu kesayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencoba merenung... masa tua adalah pasti (jika Insya Allah kita diberikan umur panjang). Bagaimana dengan keadaan masa tua kita? Siapakah yang menjamin di saat tua nanti kita tetap sehat, gagah dan mampu melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain? &lt;em&gt;No one knows&lt;/em&gt;, kecuali Allah. Siapa kelak yang akan merawat, menyayangi, dan membantu kita di saat menghabiskan sisa-sisa usia kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, jika semua ini adalah kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk lebih bersabar, jika semua ini sebagai untukku belajar mengendalikan diri, jika ini adalah untuk membuatku tahu bagaimana beratnya orang tua merawat dan memelihara anaknya, dan jika ini adalah ladang ibadah yang Engkau berikan kepadaku.  Adakah alasanku untuk tidak bersyukur?. Justru akulah yang seharusnya berterima kasih, karena melalui dialah Allah memberikan kesempatan mutiara ini kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguap sudah rasa bangga atas apa yang telah kita berikan kepada orang tua. Apa yang telah kita berikan kepada orang tua sebagai alih-alih membalas budi semua tidak sebanding dengan apa mereka korbankan.  Merawat, mengasuh, dan memelihara kita dari kecil, bahkan tak terhitung berapa kali beliau terjaga dari tidurnya karena tangisan di tengah malam. Adakah alasan untuk tidak ikhlas melakukakannya??. Semoga tidak terlambat untuk menyadari, betapa luar biasa pengorbanan orang tua dalam membesarkan dan mendidik kita. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, masihkah kita tidak menghargai jerih payah mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sudah dua minggu ini kesehatan beliau berangsur membaik. Selangkah dua langkah mulai bisa berjalan, meskipun dalam beberapa hal masih sangat membutuhkan bantuan. Tapi satu hal yang paling aku rasakan, jika dulu aku  tergantung dengan alarm &lt;em&gt;handphone&lt;/em&gt; untuk bangun malam, sekarang sudah tidak lagi aku butuhkan. Semua ini karena suara panggilan yang setiap malam "mengangguku", hingga akhirnya alarm itu ter-&lt;em&gt;install&lt;/em&gt; dengan sendirinya. "&lt;em&gt;Matur Suwun Mbah&lt;/em&gt;.....juga untuk doa-doanya yang setiap hari kau tujukan padaku, cucu kesayanganmu..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114827321053150705?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114827321053150705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114827321053150705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114827321053150705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114827321053150705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/05/terima-kasih-mbah.html' title='Terima Kasih Mbah....'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114765854280375038</id><published>2006-05-15T08:54:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:58.012+07:00</updated><title type='text'>MASIHKAN HUKUMAN FISIK MENJADI PILIHAN???</title><content type='html'>&lt;strong&gt;MASIHKAN HUKUMAN FISIK MENJADI PILIHAN???&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan yang paling besar adalah memiliki anak yang sholeh dan sholehah.  Yang bisa menerangi kubur kita dengan doa-doanya, yang melapangkan kubur kita dengan amal sholehnya, yang menolak siksa kubur kita dengan bagus akhlaqnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sepasang suami istri yang bekerja dan meninggalkan anaknya Ita yang berusia 3 tahun bersama pembantunya di rumah setiap hari.  Suatu hari, sambil bermain, Ita mencorat-coret tanah di depan halaman rumah dengan lidi, sementara sang pembantu menjemur pakaian di dekat garasi mobil.  Puas dengan mencorat-coret tanah, Ita menemukan sebuah paku berkarat, dan mulailah dia dengan aktifitas barunya menggambar di mobil baru ayahnya yang berwarna hitam.  Maka penuhlah mobil itu dengan lukisan hasil karya Ita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ayahnya pulang, dengan bangganya Ita memberi tahu tentang gambar-gambar yang telah dibuatnya di mobil sang ayah.  Bukan pujian yang diterimanya, melainkan amarah yang luar biasa.  Dipukullah kedua tangan dan punggung tangan anaknya dengan apa saja yang ditemukan di situ. Mulai dari mistar, lidi, sampai ranting pohon, disertai dengan luapan emosi yang tidak terkendali.  "Ampun ayah, sakit...ampun" jerit Ita sambil menahan sakit di tangannya yang sudah mulai mengeluarkan darah.  Sang Ibu hanya diam, seolah merestui tindakan "disiplin" sang ayah yang diterapkan suami kepada sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas menghukum anaknya, sang ayah menyuruh pembantu membawa Ita ke kamarnya.  Sore harinya ketika dimandikan, Ita menjerit-jerit menahan rasa perih di tangannya. Esok harinya tangan Ita mulai bengkak, sementara sang ayah dan ibu tetap bekerja seperti biasa.  Ketika mendapat laporan dari pembantunya, sang ibu hanya menjawab "Oleskan salep saja!".  Hari berganti hari dan suhu badan Ita mulai panas karena luka yang mulai terinfeksi. "Berikan saja obat penurun panas!" jawab sang ibu ketika mendengar laporan dari pembantunya lagi. Hingga suatu malam, panasnya semakin tinggi, bahkan Ita sampai mengigau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dibawalah Ita ke Dokter.  Hasil diagnosis Dokter menyimpulkan bahwa deman tinggi Ita bersumber dari luka ditangannya yang terinfeksi dan membusuk.  Setelah satu minggu menginap di Rumah sakit, sang Dokter mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain..., tangan Ita harus diamputasi karena infeksi yang sudah terlalu parah. Hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa Ita.  Mendengar berita ini, orang tua Ita bagai disambar petir.  Dengan air mata berurai dan tangan yang bergetar, mereka menandatangani surat persetujuan atas amputasi tangan anak yang dikasihinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ita kaget ketika sadar diri dari pembiusan operasinya, begitu melihat tangganya dibalut dengan kain putih.  Apalagi melihat kedua orang tua dan pembantunya menangis di sampingnya.  Dengan menahan rasa sakit, Ita berkata kepada orang tuanya, "Ayah, Ibu, Ita tidak akan melakukannya lagi...Ita sayang ayah, sayang Ibu juga sama Bibi.  Ita minta ampun sudah mencorat-coret mobil ayah!". Sang ayah dan ibu semakin menangis mendengar kata-kata anaknya. "Ayah, sekarang tolong kembalikan tangan Ita...,untuk apa tangan Ita diambil. Ita janji tidak akan melakukannya lagi. Bagaimana kalau nanti Ita ingin main dengan teman-teman? Tangan Ita jangan diambil Ayah...Ibu, tolong &lt;em&gt;kembaliin&lt;/em&gt;, Ita pinjam sebentar saja, Ita ingin menyalami Ayah, Ibu dan Bibi untuk minta maaf...!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(...saat mengikuti pelatihan &lt;em&gt;"The Best Installer for Children" &lt;/em&gt;di Malang 30 Maret 2006)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114765854280375038?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114765854280375038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114765854280375038&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114765854280375038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114765854280375038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/05/masihkan-hukuman-fisik-menjadi-pilihan.html' title='MASIHKAN HUKUMAN FISIK MENJADI PILIHAN???'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114671343575494117</id><published>2006-05-04T10:18:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.758+07:00</updated><title type='text'>Javanese Ceremony</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Istana3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Istana3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Javanese Ceremony&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau makan-makan gratis?? Datang saja ke kantorku, tapi di desa banget loh  ya lokasinya.  Hari ini ada acara makan-makan di kantor. Sudah bukan hal baru sebenarnya acara seperti ini.  Setiap kali orderan wooden house memasuki tahapan berdiri, "&lt;em&gt;ngadek&lt;/em&gt;" kalau orang jawa bilang, pasti ada acara selametan dengan membikin nasi tumpeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, sebagian besar &lt;em&gt;house carpenters&lt;/em&gt; yang bekerja di sini adalah masyarakat desa di sekitar lokasi perusahaan.  Jadi meskipun mereka bekerja di perusahaan,  tetap saja berpegang pada kebiasaan, seperti halnya mereka mendirikan rumah mereka sendiri. Tujuan yang paling utama adalah untuk keselamatan mereka pada saat mendirikan, dan yang kedua agar rumah yang mereka dirikan ini hasilnya bagus.  Bisa kebayangkan kalo upacara ini tidak diadakan, bisa-bisa orderan rumah kayu perusahaanku tidak ada yang mengerjakan, gara-gara tukangnya mogok kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum di kirim ke negeri sebrang, rumah ini masih harus melalui tahapan bongkar pasang lagi.  Tentu saja sederatan acara selamatan lain masih akan dilakukan lagi, sebelum rumah ini masuk ke container untuk dikirim. Apalagi rumah ini nantinya akan didirikan di negara lain, jadi upacaranya harus dilakukan di Jawa.  Kalau tidak,...wah bisa-bisa para carpenter rumah ini tidak jadi bekerja di sana, karena sibuk mencari orang yang bisa melakukan &lt;em&gt;"Javanese ceremony"&lt;/em&gt; ini.  Tapi yang paling menyenangkan, tentu saja masih ada lagi acara makan-makan gratis berikutnya...he...he. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang banyak sekali hal-hal unik yang bisa ditemukan di tempat kerjaku. Jadi Jangan heran, kalau tiba-tiba pada hari tertentu mereka kompak gak masuk kerja, hanya karena tetangganya punya hajat, ada pemilihan kepala desa, musim panen dan lain sebagainya.  Tetapi untunglah, meskipun orang asing tetapi pimpinanku bisa di bilang &lt;em&gt;Njawani&lt;/em&gt; alias Jawa Banget. Jadi tidak terlalu mempersulit dalam menanggapi kemauan mereka. Apalagi selama itu bisa memberikan energi positif bagi mereka. Yang paling penting mereka tetap kreatif dan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114671343575494117?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114671343575494117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114671343575494117&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114671343575494117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114671343575494117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/05/javanese-ceremony.html' title='Javanese Ceremony'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114552234017301835</id><published>2006-04-20T15:28:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.693+07:00</updated><title type='text'>(Kutemukan Kembali) Sahabatku</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts"  border="0" src="http://content21.bigoo.ws/content/gif/comunication/comunication_3.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Kutemukan Kembali) Sahabatku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tampilan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;miscall&lt;/span&gt; di layar HP seusai aku mandi kemarin malam. Sayang sang penelpon menyembunyikan nomornya. Niat untuk menelpon balikpun akhirnya aku urungkan.  Saat sholat Maghrib, kembali terdengar panggilan masuk. Begitu selesai sholat aku cek, ternyata sama seperti sebelumnya, tanpa identitas. Kali ketiga, langsung dengan cepat aku terima telponnya, siapa tahu ada sesuatu yang penting hingga berkali-kali menelponku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Assalamu'alaikum" terdengar suara dari HP yang aku genggam. Subhanallah, sepertinya suara ini aku pernah mengenalnya. Karena lama tidak pernah lagi mendengar, aku meragukan tebakkanku sendiri. "Ini aku...masih ingat?". Ya Allah, benar dugaanku, dia adalah sahabat baik yang sekian tahun menghilang dari kehidupanku. Sahabat yang membuatku tertarik bergelut dengan komputer dan dunia IT (Maaf, ilmunya dah pada ilang, karna ga pernah diasah lagi, he..he). Waktu masih kuliah aku memang dekat dengan beberapa teman dari Fakultas lain. Perbedaan disiplin ilmu, justru membuat kami dekat karena lebih banyak hal yang menjadi topik pembicaraan kami. Bahkan setelah lulus, kamipun sempat bekerja satu kantor meskipun lain devisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pada suatu saat, dia menghilang hanya karena ada kesalahpahaman (bisa dibilang gitu ga ya, aku juga ga ngerti sih kenapa??) diantara kami. Sebenarnya bukan masalah besar, bahkan rasanya tidak sebanding dengan nilai persaudaraan yang telah kami lewati selama bertahun-tahun. Sifatnya yang cenderung melankolis, membuatnya memilih menghindar dan meninggalkan seribu tanya. Aku terus berusaha menghubunginya, baik dengan mengirim sms ketika lebaran, ucapan selamat ketika kelahiran putra pertamanya, ataupun menitipkan salam melalui orang-orang terdekatnya.  Tapi tidak pernah sekalipun aku mendapatkan respon darinya. Aku hanya berpikir, mungkin dia sibuk dengan kehidupannya yang sekarang, apalagi semenjak kelahiran putra pertamanya. Meskipun tidak menyangkal, pada kondisi tertentu aku menganggap dia telah memutuskan sillaturahmi (maafin aku ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan semalam, dia datang melalui teleponnya, menjelaskan alasan kenapa dia menghilang dari persahabatan kami. "Benar kan, masalahnya tidak sesulit yang kau bayangkan". Ah, Tuhan selalu punya rencana yang indah.  Di saat aku sudah mulai melupakan semuanya, mengikhlaskan semua, maaf dan memaafkan atas semua kesalahpahaman yang terjadi, tiba-tiba dia datang dengan sendirinya.  Tidak penting bagiku penjelasan atas apa dan kenapa. Semuanya sudah selesai, dan yang tertinggal hanyalah hikmah, bahwa tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, selama kita mempunyai kemauan untuk melakukannya.  Bagiku ini adalah pertemuan kembali dengan sahabat lama yang sangat aku rindukan kabar beritanya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Thanks God&lt;/span&gt;, akhirnya kau kembalikan sahabat baikku. Dan ceritapun mengalir, tentang segala hal baru yang tlah lama tidak saling berbagi. (Salam untuk bidadari dan pangeran kecilmu ya).   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...bro and sist...moga hati kita dipertautkan karena-Nya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114552234017301835?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114552234017301835/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114552234017301835&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114552234017301835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114552234017301835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/04/kutemukan-kembali-sahabatku.html' title='(Kutemukan Kembali) Sahabatku'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114533363081028389</id><published>2006-04-18T10:52:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.628+07:00</updated><title type='text'>(Kembali) Tentang Ibu</title><content type='html'>(Kembali) Tentang Ibu&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="myspace layout"  border="0" src="http://content16.bigoo.ws/content/gif/love/love_119.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telepon atau bunyi sms masuk di pagi hari sudah tidak asing di rumahku. Kalau tidak kakakku nomor 1, 2, 3, ya 4.  "Tolong dong tanyain ke Ibu, bumbu masakan ini, apa?" Pertanyaan yang sudah bisa aku tebak.  Maklum, keempat kakakku sudah berstatus sebagai istri jadi memasak sudah menjadi aktivitas wajib mereka sehari-hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku berpikir lucu juga mereka ini, jauh-jauh telepon dari luar kota hanya sekedar menanyakan bumbu masakan. Bukan hanya itu saja, tetapi terkadang mereka juga protes, karena hasil masakannya tidak selezat memasak ibu. "Bu, kok hasil masakannya nggak seperti masakan ibu sih, hayoo...ada bumbu yang dirahasiakan ya?". Begitu mereka bercanda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat aku semakin bangga dengan ibu.  Sekolah beliau memang tidak seperti sekolah kami di jaman modern ini.  Tetapi tetap saja ibu memiliki segudang ilmu yang tidak mungkin kami dapatkan di tempat lain. Kesabarannya, ketekunannya, pengabdiannya kepada keluarga, kearifannya, dan kasih  sayangnya telah membuat kami belajar banyak hal kepadanya. Dan yang pasti  bagiku ibu adalah koki terhebat yang ada di dunia ini, yang selalu setia menyajikan karya terbaiknya kepada kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya tidak akan pernah habis kata-kata indah yang menggambarkan pesona seorang ibu ,meskipun semuanya tidak akan mampu menyamai keberadaan yang sesungguhnya.  Satu hal yang pasti, ibu adalah sebuah muara yang selalu setia menanti kedatangan kita anak-anaknya dengan segudang cinta yang tak akan pernah  sirna oleh waktu. Pun ketika seorang anak datang dan bersimpuh hanya dalam kedukaannya. Tidak berlebihan jika ada sahabat yang menyebutmu sebagai madrasah cinta, karena ketulusanmu yang tak tersaingi.Ibu, semoga Allah senantiasa melimpahkan Rahmad-Nya kepadamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114533363081028389?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114533363081028389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114533363081028389&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114533363081028389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114533363081028389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/04/kembali-tentang-ibu.html' title='(Kembali) Tentang Ibu'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114474427039670396</id><published>2006-04-11T15:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.562+07:00</updated><title type='text'>Oleh-Oleh dari Semarang dan Yogja</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts"  border="0" src="http://content32.bigoo.ws/content/gif/butterflies/butterflies_51.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh-Oleh dari Semarang dan Yogja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Liburan 2 hari kemarin, aku dan keluarga memutuskan mengunjungi kakakku nomer 4 yang baru beberapa bulan yang lalu pindah ke Semarang. Maklum, kakakku saat  ini sedang mengandung anak pertamanya. Jadi biar bisa ketemu, kita yang ngalahi pergi ke sana, sekalian berlibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu sehabis sholat subuh Bapak, Ibu, Mbak-Mbakku ama para keponakan sudah berangkat semua, kecuali aku dan keponakanku yang masih duduk di bangku SD, karena masih harus sekolah. Sore harinya sepulang kerja aku menyusul ke sana. Bersamaan dengan berkumandangnya adzan maghrib, aku sampai di Stasiun Tawang Semarang.  Malamnya aku ajak semua my nephew jalan-jalan. Tapi sayang, kedatanganku di sambut hujan deres banget. Jadilah malam itu terjebak di taman bermain anak-anak. Padahal  jauh-jauh hari sudah aku siapkan list buku yang ingin aku beli di Gramedia. Jadi, acara malam itu berubah menjadi terjebak hujan dan keliling kota melihat banjir, kalau ini mah sudah biasa di Bojonegoro, he...he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi, pengennya jalan-jalan ke pasar tradisional Semarang dan sekitarnya, karena siangnya aku janjian mau copi darat ama seseorang, Tapi sayang, berdasarkan aklamasi, akhirnya kita ke Yogyakarta. Maklum, pergi rame-rame, jadi banyak keinginan dan kepentingan yang harus diakomodir. Jam 13.00 kita berangkat ke Yogya. Sampai sana udah sore, karena selama perjalanan hujan turun lumayan deras jadi sedikit extra hati-hati. Akhirnya cuma jalan-jalan aja ke toko Batik di sepanjang Malioboro, sekalian nyari oleh-oleh buat yang di rumah, tetangga dan titipan teman-teman kantor. Yang lumayan lama sih waktu bantu Bapak nyari Wayang Kulit. Ga tau siapa saja tokoh pewayangan yang di cari. Pokoknya kalo urusan wayang Bapak memang hapal dari A sampai Z. Tapi rada sedih juga sih waktu di sini, handphone dan tempat camera digitalku raib di ambil orang gak bertanggung jawab. Tapi Alhamdulillah, saat itu Camera Digital ga berada di dalam tempatnya, padahal di tas itu juga. He..he, tertipu ya, cuma dapat tempatnya aja!!!. Yah, diikhlasin aja deh, mungkin yang ambil lagi butuh duit banget, anaknya sakit atau apa. Atau diingatkan kali ama yang Di Atas kalau shodaqohnya kurang. Jam 22.30, sampai juga di Semarang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari terakhir di Semarang aku ga kemana-mana karena malamnya harus pulang ke Bojonegoro, jadi mesti siapkan segala sesuatunya. Siangnya ketemuan deh ama seseorang yang kemarin sempat tertunda. Maaf ya, kemarin aku sudah merubah jadwal ketemuan kita. Pengennya sih ketemu di rumahnya, tapi sayang ga ada yang nganter, mau berangkat sendiri takut kesasar.  Alhamdulillah, tempat kerjanya dekat dengan rumah kakakku, jadi sepulang dari kerja kerja bisa langsung datang. Duh, ga sabar rasanya ketemu dengannya….gimana ya orangnya?? Selain dengannya aku juga pengen banget ketemu ama baby-nya, yang sering bawain teh ama goring-gorengan ke Blogku, tapi sayang lagi di rumah eyangnya, datang sendiri deh umminya. Akhirnya ketemu juga...kok kita kayaknya udah kenal lama banget ya &lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbak Ida&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, biasalah cerita ini-itu, namanya juga baru ketemu. Trus kita juga sempat foto2an gitu deh, yang lain jangan pada ngiri ya.  Hhhm...ada satu lagi, aku dapat hadiah juga lho, mau tahu?? Rahasia ya, ntar pengen lagi. Ok, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;thanks&lt;/span&gt; ya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sis&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;for your&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kindness&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Insya Allah next time&lt;/span&gt; kita ketemu lagi, biar bisa ketemu Zidan juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114474427039670396?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114474427039670396/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114474427039670396&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114474427039670396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114474427039670396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/04/oleh-oleh-dari-semarang-dan-yogja.html' title='Oleh-Oleh dari Semarang dan Yogja'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114402804575529295</id><published>2006-04-03T08:25:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.497+07:00</updated><title type='text'>Selamat Menempuh Hidup Baru Mbak</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts" border="0" src="http://content32.bigoo.ws/content/saint_valentine/gif_flower/gif_flower_18.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Menempuh Hidup Baru Mbak&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan gelisah, jangan bersedih, jangan gundah, usah lara, usah nestapa, usah merana. Bagi semua yang belum menemukan "pasangannya", Allah telah menjanjikan pasangan bagi setiap hamba yang diciptakan-Nya. Hanya waktu masalahnya.  Ada dua alasan kenapa sampai saat ini Allah masih menahan pertemuan dengan jodoh masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, Allah ingin menguji kita dalam menjalani semuanya. Apakah kita memilih jalan yang sesuai dengan ajaran-Nya, sehingga menjalaninya dengan ikhlas dan sabar? Atau justru tergesa-gesa sehingga memilih jalan pintas yang justru tidak diridhoi oleh-Nya? Alih-alih pengen dapat pasangan hidup yang shalih/shalehah dengan rajin pergi ke masjid, eh..., kok malah dapatnya maling sendal...he2, niatnya salah kali ya. Na'udzubilla. Insya Allah kalau niat dan caranya baik, Allah pasti akan melindungi dari segala keburukan. Alhamdulillah, Allah tidak menilai dari hasil, tetapi lebih pada proses bagaimana usaha kita dalam mendapatkan segala sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya sebelum melakukan tugas mulia sebagai istri, suami, ayah, ibu dan status-status lain yang harus disandang dalam kehidupan sosial masyarakat, sebagai kompensasi dari sebuah pernikahan. Sudah tak terhitung berapa banyak pernikahan hancur hanya karena tidak memiliki cukup ilmu untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Tetaplah bersyukur ketika Allah masih menahan pertemuan dengan sang pujaan hati, karena itu artinya Allah memberikan kesempatan lebih banyak kepada kita.  Jadi harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Percayalah Allah telah menyiapkan rencana paling indah untuk semua hambanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maha besar Allah dengan segala kuasanya menciptakan makhluknya berpasang-pasangan. Dan kembali pada tanggal 2 April 2006 kemarin, Dia tunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya melalui perjanjian agung sepasang anak manusia dalam ikatan pernikahan nan kuat dan suci. Ga salah Mbak, kalau jodoh pasti akan datang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in the right time, right place, with a right persons&lt;/span&gt;. Barakallah &lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbak Hanum&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dengan menjadi istri sholehah dari seorang suami yang sholeh, bukan tidak mungkin Sakinnah, Mawaddah, Warrahmah akan teraih. Sekali lagi  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;congratulations&lt;/span&gt; ya Mbak. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Honey moon&lt;/span&gt;nya  kemana nih??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts" border="0" src="http://content32.bigoo.ws/content/glitter/dividers/dividers_94.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114402804575529295?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114402804575529295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114402804575529295&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114402804575529295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114402804575529295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/04/selamat-menempuh-hidup-baru-mbak.html' title='Selamat Menempuh Hidup Baru Mbak'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114266228564938877</id><published>2006-03-18T12:50:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.436+07:00</updated><title type='text'>SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA (BAG-2)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA (BAG-2)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;...adalah kelanjutan &lt;a href=" http://lativa99.blogspot.com/2006/02/sepenggal-kisah-dari-pulau-dewata.html"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tulisan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; beberapa waktu yang lalu, belum lupa kan dengan cerintanya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunannya tidak begitu besar. Nampak dari luar mushola kecil karena bangunan ini berada di bagian paling depan.  Sekilas kulihat ada sekitar 5 orang jama’ah di dalamnya. Mungkin yang lain sudah pulang seusai sholat subuh.  Bangunan bergaya arsitektur Bali berpadu dengan ornamen khas masjid membuatku ingin masuk melihatnya. Tapi..., sudahlah aku harus segera mandi, sholat dan bersiap-siap, karena jam 9 pagi aku sudah harus sampai di denpasar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya aku masih ingin bernostalgia dengan Lida.  Banyak hal yang ingin kami ceritakan setelah sekian lama tidak ketemu. Aroma sedap melintas, membuat rasa lapar semakin menjadi, maklum semalam hanya makan ala kadarnya di rumah makan tempat bus berhenti. Wow...&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bimesre&lt;/span&gt;, ini dia satu-satunya makanan khas bali yang aku doyan dan ternyata disediakan Lida khusus untukku. Daging ayam yang diiris kecil memanjang, ditumis dengan bumbu merah...hhhmm, jangan ditanya deh enaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembari menikmati sarapan pagi, cerita terus mengalir. keingintahuannku tentang jama'ah subuh di musholanya tadi pagi menjadi diskusi menarik kami berdua.  Menurutnya setiap hari tidak lebih dari 10 orang yang sholat di situ, kecuali kalau anak-anak PonPes sedang tidak libur. Dulu aku mengira, kalau yang disebut kampung muslim itu adalah  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banjar&lt;/span&gt; (desa red) yang penduduknya muslim semua. Tapi ternyata yang aku lihat di sini hanya beberapa rumah yang berada di sekeliling lingkungan masjid.  Kecuali untuk daerah-daerah tertentu seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;negara&lt;/span&gt; (baca &lt;span style="font-style:italic;"&gt;negare&lt;/span&gt; red.) yang secara kuantitas penduduk muslimnya lebih banyak dibandingkan wilayah Bali lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebagai kelompok minoritas, justru ikatan persaudaraan mereka layak untuk diacungi jempol.  Setiap ada peringatan hari besar Islam, mereka melaksanakan di desa-desa lain secara bergiliran. Hal ini dimaksudkan agar perayaan menjadi lebih meriah karena berkumpul dengan lebih banyak saudara muslim dari desa lain. Kita mestinya bersyukur terlahir di tempat di mana Islam menjadi masyarakat mayoritas.  Tetapi sedih rasanya jika mengingat masih saja ada perpecahan di antara sesama saudara muslim.  Harusnya kita belajar banyak dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu cepat sekali berlalu, padahal aku masih ingin istirahat. Iseng kutelpon perusahaan dimana aku melamar untuk mengundur jadwal test menjadi lebih siang dengan alasan aku baru saja sampai di Bali. Alhamdulillah, usahaku berhasil (bandel ya). Akhirnya waktu berjuang tiba juga. Lida memutuskan untuk mengantarku sampai di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Batu Bulan&lt;/span&gt; karena khawatir aku kesasar, sekalian dia berangkat mengajar di sebuah SMP negeri di daerah Karangasem. Pertemuan yang sangat menyenangkan, tapi sayang hanya sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera kuberhentikan taxi yang melintas di depanku. Tidak sulit menemukan alamat perusahaannya . Alhamdulillah test tulis dan interview kulalui dengan baik dan tidak memakan waktu lama. Hari itu juga kuputuskan untuk langsung kembali ke Malang karena besok sudah harus bekerja lagi. Selamat tinggal pulau dewata, jika Allah memberi kesempatan, aku pasti kembali (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Selanjutnya: Terjebak di pulau dewata kala BOM BALI I terjadi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts" border="0" src="http://content32.bigoo.ws/content/glitter/dividers/dividers_94.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114266228564938877?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114266228564938877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114266228564938877&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114266228564938877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114266228564938877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/03/sepenggal-kisah-dari-pulau-dewata-bag.html' title='SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA (BAG-2)'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114178454493829034</id><published>2006-03-08T09:19:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:57.236+07:00</updated><title type='text'>Impianku</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IMPIANKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impian memang indah. Dengan impian ingin kugapai sejuta bintang dan harapan.  Impian membawaku ke  sebuah tempat yang kudambakan, yang takkan pernah kujumpai dalam alam nyata.  Impian adalah alam bebas, tanpa dinding, tanpa batas.  Tidak ada yang bisa melarang, aku ingin terus bermimpi, menggapai harapan dan keinginan, yang tak bisa kutemui saat pejaman mataku terbuka dan mimpiku berakhir.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan impian kita memiliki harapan, dengan impian mendorong kita akan berusaha keras mewujudkannya.  Karena tidak ada yang menginginkan  indahnya impian hanya angan belaka yang berakhir saat terbangun dari tidur. Semoga semuanya akan berubah menjadi kenyataan suatu saat nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mbak Ida&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://dadangjm.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kang dadang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;,lain kali tantangan menulis impiannya yang banyak ya, jangan cuma lima. Soalnya impianku banyak banget. (he..he, kalau nurutin impian ga ada habisnya ya)   Jadi apa aja ya impianku? Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini, ingin itu banyak sekali. Tapi yang sampai kebawa mimpi kayaknya ini deh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.Kalau punya kesempatan pergi ke luar negeri, tujuan pertama kali yang pengen aku kunjungi adalah Mekkah. Aku ingin bisa naik haji. Kalau bisa sih di usia yang masih muda. Apalagi kalau bisa bareng sama kedua orang tuaku, pasti akan lebih menyenangkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Pengen punya adik/anak asuh yang banyak. Aku suka "iri" melihat orang-orang yang sudah mampu punya anak asuh banyak.  Pasti menyenangkan sekali dekat dengan anak-anak kecil. Doakan ya rejekinya banyak, biar bisa menambah adik asuh lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Pada saatnya nanti aku pengen berhenti kerja dan punya usaha sendiri. Aku hobi banget jalan-jalan trus beli pernak pernik ini itu. Jadi daripada dipakai sendiri dan ngabis-abisin duit lebih baik jualan aja. Lumayan, bisa menambah pendapatan. Jadi rencananya kalau punya modal aku pengen punya butik khusus muslimah di rumah, jadi ga perlu jauh-jauh kalau bekerja.  Terus di tempat yang sama aku juga pengen jualan bunga, khususnya anggrek. Butik dipadu dengan  taman anggrek, pasti semakin indah, asri dan alami. Duh...jadi pengen cepet2 bisa mewujudkan, sekarang lagi belajar jahit baju sama ibu dan juga nanam anggrek. Doakan berhasil ya belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Kalau punya rejeki untuk bikin rumah, aku ingin punya rumah minimalis tapi memiliki halaman luas. Karena cita-citaku punya ruangan terbuka khusus untuk membaca. Semacam perpustakaanlah, tapi dengan suasananya yang sejuk dekat dan dengan alam. Siapa aja boleh datang, terutama anak-anak. Belum banyak sih koleksi bukunya, semoga bisa terus bertambah. Atau ada yang bersedia menyumbangkan buku?? (maunya :D)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;5.Wah...yang terakhir ini mah sebenarnya rahasia banget, Tapi gimana ya??? Ga pa apa deh karena ini juga impianku. Ssstt...diem2 ya, dan ga usah tanya ini itu, bisa panjang ntar ceritanya. Aku ingin punya suami shalih, syukur-syukur kalau seneng  berdakwah. Bukan apa-apa sih, tapi karena aku orangnya rada-rada bandel, jadi biar tiap hari ada yang ngomelin, he...he. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga impian, kalau Allah mengabulkan Alhamdulillah, kalau nggak ya tetap saja harus disyukuri. Nah sekarang aku juga pengen tahu impian teman-teman yang lain. Berani ga ya &lt;a href="http://mustikadh.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umminya Ifa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://duaduniaberbeda.blogspot.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dek Andres&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://myhakeem.blogdrive.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dek Hakim&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; mengungkapkan impian mereka??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;img alt="MySpace Layouts" border="0" src="http://content32.bigoo.ws/content/glitter/dividers/dividers_94.gif"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"&gt;&lt;a href="http://www.bigoo.ws"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114178454493829034?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114178454493829034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114178454493829034&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114178454493829034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114178454493829034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/03/impianku.html' title='Impianku'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114136040196432977</id><published>2006-03-03T11:29:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.468+07:00</updated><title type='text'>Membaca Surah Yusuf dan Maryam Agar Anak Ganteng dan Cantik??</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membaca Surah Yusuf dan Maryam Agar Anak Ganteng dan Cantik?? (Sstttt...Edisi Khusus Wanita)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan ini sebenarnya berawal dari teman satu kantor yang beberapa waktu lalu minta tolong dicarikan Surah Yusuf dan Maryam. Jadi ceritanya dia lagi hamil 3 bulan dan berencana menggelar acara tiga bulanan. Kebetulan ada artikel yang mengupas masalah ini. Nah. Lho apa hubungannya dengan menulisnya di sini?? Erat, karena saya sendiri belum pernah menjadi ibu, jadi pengen tahu juga, bener ga sih ini, he..he. Tapi yang pasti semoga bermanfaat buat siapa saja yang membacanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang membaca dua surah Al-Quran ini diyakini oleh kebanyakan orang bisa membuat anak yang dilahirkan cantik dan ganteng.  Siapa yang menyangkal ketampanan Nabi Yusuf As dan kecantikan paras Maryam, Ibunda Nabi Isa As.  Entah darimana asalnya, yang pasti tradisi ini telah berlangsung lama dan dilakukan dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya membaca Al-Quran memang adalah ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT.  Tetapi Islam tidak pernah mengajarkan melaksanakan sesuatu ibadah dengan membaca surah ini atau surah itu, kecuali ada contoh atau hadits dari Rasulallah SAW.  Karena itu sebaiknya jangan membaca surah-surah tertentu dengan keyakinan-keyakinan tertentu pada saat hamil. Tapi bacalah Al-Quran dari awal hingga akhir sesuai dengan kemampuan agar hati semakin tenang dan mantap menghadapi jihad melahirkan generasi Islami. "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan mengingat Allah...".  Menurut dokter kandungan, ketenangan batin adalah suatu hal yang mutlak dibutuhkan oleh wanita yang sedang hamil.  Karena kondisi psikis wanita yang sedang hamil amat berpengaruh pada kandungan yang ada di rahimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, alangkah baiknya juga membaca terjemahan agar bisa memahami artinya, sehingga dapat membantu untuk mengamalkannya.  Apabila pada saat hamil, tentunya bacaan itu diiringi dengan doa dalam hati tentang pengharapan-pengharapan kita, selain tentunya di waktu-waktu khusus untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tidak hanya Surah Yusuf dan Surah Maryam, tapi bacalah seluruh ayat Al-Quran sesuai dengan kemampuan masing-masing.  Lebih baik lagi bila kita membacanya sehabis sholat, utamanya sesudah sholat wajib. Bila kita membaca 1 lembar sehari sehabis sholat, maka berarti dalam 1 hari kita telah membaca ½ juz.  Kalau dalam sehari kita mampu membaca 2 lembar, maka dalam 1 hari kita telah membaca 1 juz.  Dengan demikian selama sebulan kita telah mengkhatamkan Al-Quran.  Subhanallah, sungguh prestasi yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita rajin membca Al-Quran ketika hamil, sertakan dengan doa agar kelak anak kita pun akan cinta kepada Al-Quran.  Allah paling mencintai orang orang belajar Quran dan mengajarkannya. Jadi jangan membaca Al-Quran saat hamil saja. Yang terpenting, Allah tidak menilai keimanan seseorang dari cantik dan ganteng saja.  Bukankah akan lebih membahagiakan jika anak yang nantinya lahir mirip dengan ayah ibunya?? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: Alia Feb, 2006)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114136040196432977?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114136040196432977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114136040196432977&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114136040196432977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114136040196432977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/03/membaca-surah-yusuf-dan-maryam-agar.html' title='Membaca Surah Yusuf dan Maryam Agar Anak Ganteng dan Cantik??'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114102478669120430</id><published>2006-02-27T14:11:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.381+07:00</updated><title type='text'>Sepenggal Kisah Dari Pulau Dewata</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEPENGGAL KISAH DARI PULAU DEWATA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya aku bersyukur. Predikat pengangguran tidak sempat kusandang, karena setelah menyelesaikan kuliah di Malang, ada teman yang menawariku pekerjaan. Sebuah pekerjaan yang menyenangkan, dekat dengan masyarakat, dekat dengan dunia pendidikan, dekat dengan orang-orang yang memberiku banyak ilmu, dan yang pasti berperan serta dalam mengembangkan perekonomiannya rakyat kecil.  Sungguh, kalau toh pada akhirnya aku meninggalkan pekerjaan ini, bukan karena hal yang tidak meyenangkan atau ada masalah dengan orang-orang di dalamnya.  Pada saat itu, keinginanku hanya satu, kembali ke kota kelahiranku dan dekat dengan semua keluarga, selebihnya tidak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah lowongan pekerjaan menawarkan penempatan di kota kelahiran membuatku memiliki harapan untuk mewujudkan impianku. Sedikit ada ganjalan, kenapa surat lamaran harus ditujukan ke Denpasar Bali.  Tetapi seperti yang aku katakan tadi, aku ingin pulang selebihnya tidak penting lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses yang sangat cepat. Empat hari setelah aku melayangkan surat lamaran kerja, ada panggilan ke Denpasar.  Panggilan yang sungguh di luar dugaan. Maklum lamaran yang aku layangkan tidak begitu lengkap datanya, karena batas waktu tidak mungkin untuk melakukannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pelamar kerja yang bawel, mungkin akulah orangnya.  Bagaimana tidak, sebelum berangkat keraguan sempat menyusup di dalam hatiku.  Pulau Dewata, ya sebuah pulau yang baru sekali aku mengunjunginya, itupun karena rekreasi sewaktu masih di SMA dulu.  Berkali-kali aku telepon ke bagian Personalia untuk menanyakan bagaimana peluangku untuk mendapatkan pekerjaan itu.  Dari mulai berapa jumlah pelamar, berapa yang dibutuhkan, siapa dan orang mana pemiliknya, sampai boleh tidaknya seorang muslim yang berjilbab sepertiku.  Yang terakhir ini paling penting bagiku. Jauh-jauh datang ke sana, aku ga mau gagal gara-gara masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah meskipun pemiliknya orang asing, tetapi jilbab bukan menjadi rintangan.  Keputusan untuk berangkat akhirnya aku ambil pada detik-detik terakhir.  Sepulang dari kantor, aku memutuskan untuk berangkat dan ijin sehari esok harinya.  Kali ini dewa keberuntungan tidak berpihak kepadaku. Tiket yang aku coba dapatkan secara langsung di terminal, membawaku pada sebuah bus ekonomi yang tidak menjamin kenyamananku selama dalam perjalanan.  Di dalam bus, pikiranku terus melayang, apa yang harus aku lakukan setibanya di Bali nanti andai waktu tidak sesuai dengan prediksiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat dugaanku. Bus tiba lebih awal dari yang dijadwalkan. Matahari masih belum menampakkan wajahnya, ketika aku menginjakkan kaki di terminal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ubung&lt;/span&gt; Denpasar. pagi masih remang, jam di tangan menunjukkan angka 04.15 waktu Jawa, masih ada waktu untuk sholat subuh, tapi di mana? Masih terlalu pagi untuk datang ke sebuah kantor.  Pandanganku segera menyeruak ke segala penjuru terminal yang belum begitu ramai, tapi semuanya terasa asing bagiku. Bahkan aku merasa tatapan aneh dari orang-orang yang ada di sekitarku. Ah, biarlah, yang penting aku berusaha untuk tetap menunjukkan raut wajah tenang dan bersahabat. Hanya tulisan wartel yang  membuatku tertarik untuk melangkah menghampirinya.  Langkahku sedikit pelan dan berhati hati, karena khawatir menginjak &lt;span style="font-style:italic;"&gt;banten&lt;/span&gt; (Sesaji red), yang terlihat masih segar di sepanjang jalan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya...aku ingat, Maulidati adalah orang yang paling tepat aku hubungi saat ini.  Gadis berdarah Bali asli ini adalah seorang muslimah, dia satu kos denganku sewaktu masih kuliah dulu.  Berawal dari Kakek buyutnya yang memutuskan untuk berpindah keyakinan, begitu dia menceritakan tentang latar belakang keluarganya yang beragama Islam. Sebelum berangkat kemarin kusimpan nomer teleponnya, untuk berjaga-jaga jika aku membutuhkan. Syukurlah, dia ada di rumah, meskipun rumahnya ternyata bukan di Denpasar.  Dia meyakinkanku bahwa setelah dari rumahnya di daerah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Klungkung&lt;/span&gt;, masih cukup waktu kembali ke Denpasar untuk melakukan tes kerja. Bergegas kucari bus bertuliskan jurusan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Padang Bai&lt;/span&gt;. "Jangan tidur di bus, 30 menit sudah sampai di terminal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gianyar&lt;/span&gt;".  Begitu bunyi sms yang dia kirim padaku. Agaknya Lida -begitu aku memanggilnya- ingat betul dengan kebiasaanku tidur di bus.  Rasa capek membuatkanku tertidur juga di dalam bus, tapi untunglah, teriakan kondektur membangunkanku ketika bus telah sampai di terminal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gianyar&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keremangan pagi, sedikit mengejutkanku ketika tiba2 Lida telah berada di depanku.  Hampir 2 tahun kita tidak bertemu semenjak dia lulus kuliah dan memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.  Tidak banyak perubahan dari dalam dirinya, tetap gadis bali yang cantik, dengan senyum yang selalu menghiasi wajah serta jilbab yang melindungi rambut kemanapun ia melangkah.  Matahari Bali agaknya tidak mempu membakar kulitnya yang putih bersih. "Ayo, sebelum sebelum subuhnya habis", sembari menarikku untuk masuk ke dalam angkutan kota. Suasana Bali kental terasa ketika lagu bahasa Bali mengalun pelan di dalamnya.  Tidak sampai 15 menit, sampai sudah di simpang jalan dekat kerajaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Klungkung&lt;/span&gt;. Untuk mencapai rumahnya, kami harus menapaki jalan yang mendaki dan berbelok-belok. Model jalan tangga membantu kami untuk lebih mudah mencapainya. Bentangan tembok di sepanjang kanan kiri jalan dengan sesekali ujung menara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pura keluarga&lt;/span&gt; menyembul dari balik tembok dan teduhnya pohon kamboja  yang menjuntai hingga keluar pagar tembok, terasa seperti melewati terowongan gelap yang panjang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya..."Nah, ini rumahku". Subhanallah, sebuah rumah dengan pondok pesantren di sebelahnya, membuat sedikit menyolok di antara bangunan yang lain. Sungguh pemandangan yang kontras. Inilah cerita yang sering aku dengar dari dia "Kampung Muslim". (Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114102478669120430?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114102478669120430/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114102478669120430&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114102478669120430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114102478669120430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/02/sepenggal-kisah-dari-pulau-dewata.html' title='Sepenggal Kisah Dari Pulau Dewata'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-114040867898903385</id><published>2006-02-20T10:59:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.310+07:00</updated><title type='text'>The 5 Weird things About Me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/the%205%20weird%20things.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/200/the%205%20weird%20things.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The 5 Weird Things About Me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi dapat tongkat estafet untuk nulis tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"the 5 weird things"&lt;/span&gt; dari &lt;a href="http://dadangjm.blogspot.com"&gt;kang dadang&lt;/a&gt; nih.  Kelihatannya sih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;just the 5 weird things&lt;/span&gt;..., ternyata ribet juga menuangkannya dalam bentuk tulisan. Setiap dapat satu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;idea&lt;/span&gt; pasti buntutnya "Masa sih begitu, iya juga sih, tapi ga begitu-begitu amat deh kayakna...". Bingungkan?? He...he.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Finally&lt;/span&gt; setelah 2 hari 2 malam bertapa dan merenung seperti yang dilakukan &lt;a href="http://safirasalsabila.blogdrive.com"&gt;Teh Ica&lt;/a&gt;,ini dia hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1.Durian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aneh, begitu mereka menilai saya, setiap kali saya menolak pemberian durian.  Biarinlah dibilang aneh, yang pasti sampai detik ini, saya tidak pernah tahu di mana letak kelezatan buah penuh duri ini.  Yang ada, buah ini hanya bikin kepala pusing dan perut mual.  Makanya saya sebelll banget kalau didekati orang yang sedang makan duren.  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;So guys&lt;/span&gt;...,menjauhlah dariku kalau lagi makan duren.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2.Cacing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangankan menyentuh si melata kecil mungil ini.  Melihatnya pun saya nggak mau.   Takut sih nggak, Cuma setiap kali melihatnya, saya merasa ini binatang berjalan di sekujur tubuh saya.  Pernah suatu ketika kejadian di kos-kosan. Kebetulan habis hujan, jadi lagi seneng-senengnyanya dia keluar dari sarang. Eh, malah betah banget nangkrong di depan pintu kamar mandi. He..he,akhirnya saya harus rela nggak mandi sore itu.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3.Selang, Pipa dan Semacamnya yang Big Size&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nggak tahu kenapa, saya takut banget kalau melihat sesuatu yang bentuknya seperti pipa, selang dan semacamnya. Pokoknya yang ukurannya gede, terus panjang apalagi melingkar-lingkar.  Imaginasi saya pasti lari kepada bentuk ular naga yang besar yang sewaktu-waktu bisa memakan manusia (kartunis banget ya). Tapi memang begitu sih. Makanya saya nggak suka diajak ke pabrik-pabrik besar, bendungan atau tempat lain yang banyak terdapat benda-benda seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Nyolokin stop contact listrik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang satu ini bisa dikatakan karena trauma. Waktu itu lagi main ke rumah budhe, trus disuruh ngambil bantal yang dijemur di atas atap seng, di belakang rumahnya. Ternyata di atas seng ada kable listrik yang terbuka. Dan...akhirnya,kesetrum, terjatuh dan jari tangan sedikit hangus.  Darah dalam tubuh sepertinya tersedot semuanya. Makanya kalau sekarang terpaksa nyolokin listrik, harus pakai kostum lengkap: memastikan tangan kering, bahkan kalau perlu melapisi tangan dengan kain, dan tak lupa memakai sendal (ribet banget ya mau nyalain lampu aja).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5.Diserobot waktu antri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kalau saya menjadi galak kalau diserobot orang di suatu antrian panjang.  Sampai-sampai ada penjaga SPBU langgananku yang hapal, kalau saya punya hobi menegur orang yang merusak barisan antrian. Gimana ga menyebalkan, saat antri ditengah hujan turun, di bawah panas terik matahari (men-dramatisir banget ya saya) eh, malah seenaknya memotong barisan.  "Pak/Bu/Mas/Mbak/Dek, maaf, antri ya, kasihan yang udah dari tadi nunggu..." Sekali-kali galak kan ga pa pa, demi kebaikan,he..he. Jadi, jangan mencoba nyrobot saya kalau lagi ngantri ya...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah 5 kan? Horeee!!! Akhirnya, selesai sudah tugas saya. Untuk itu, biar merata pusingnya, gimana kalau saya meminta &lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com"&gt;Mbak hanum&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://danida82.blogspot.com"&gt;Mbak Ida&lt;/a&gt;,&lt;a href="http://nietroozz.blogspot.com"&gt;Mbak Yani&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://muhasabahrinataufik.blogspot.com"&gt;Ummi Rina&lt;/a&gt; dan&lt;a href="http://duaduniaberbeda.blogspot.com"&gt;Dek Andres&lt;/a&gt; sebagai pemegang tongkat estafet berikutnya? Pada sibuk ga ya mereka? Sekalian refreshing eui... Ditunggu ya ceritanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-114040867898903385?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/114040867898903385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=114040867898903385&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114040867898903385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/114040867898903385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/02/5-weird-things-about-me.html' title='The 5 Weird things About Me'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113988725050975412</id><published>2006-02-14T10:16:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.238+07:00</updated><title type='text'>Surat untuk Sahabat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Surat untuk Sahabat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Sahabat, namaku Ahmad, aku tinggal di pedalaman Nusa Tenggara Barat, di Dusun Kleteh tepatnya.  Di sini, kami sangat sulit mendapatkan air karena hujan sangat jarang turun. Makanya desa kami disebut desa miskin, karena hasil pertaniannya tidak bagus.  Bagaimana dengan desa kalian? Apakah sering turun hujan? Tentu sangat menyenangkan ya bermain-main saat hujan turun..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kira-kira sepenggal bait surat yang ditulis oleh seorang sahabat kecil yang berada di pedalaman bumi pertiwi ini, yang ditayangkan dalam program surat sahabat oleh sebuah stasiun televisi swasta beberapa minggu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Februari sudah memasuki pertengahan, tetapi hujan masih saja mengguyur kota Bojonegoro tanpa mau berkompromi. Sepertinya pertanyaan di atas sangat tepat ditujukan kepadaku, yang beberapa hari ini sering menggerutu karena hujan. Cucian tidak pernah kering, rumah kotor karena halaman yang becek, baru keluar dari tempat cucian motor hujan sudah turun lagi.  Rasanya seperti tidak mau memberi kesempatan untuk istirahat sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat kecilku, haruskan kujawab pertanyaanmu "Iya...di desa kamu sering turun hujan, dan kami sangat senang karenanya...". Ah, malu rasanya atas ketidakjujuran ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena malas menjemur pakaian berulang-ulang, mencuci motor, membersihkan rumah, kenapa jadi menyalahkan hujan???.  Padahal di belahan lain di negeri ini, begitu banyak saudara kita yang sangat kekurangan air. Jangankan untuk mandi tiap hari, bisa mendapatkan air untuk memasak dan air minum pun sudah cukup membahagiakan bagi mereka.  Menempuh jarak sekian kilo hanya untuk mendapatkan 2-4 jerigen air. Belum lagi ujian kesabaran karena antrian yang tidak pendek. Tetapi tidak sedikitpun terlihat rasa sedih atau capek di raut muka mereka. Justru terlihat mereka sangat bersuka ria dan bersemangat. Tercermin betapa bersyukurnya mereka, karena masih ada sedikit air yang bisa mereka dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Sekian dulu surat dariku sahabat, doakan ya semoga di desa kami segera turun hujan, agar kami bisa bermain hujan sepertimu...". Begitu dia mengakhiri suratnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti Sahabat kecilku, semoga Allah segera menurunkan hujan untuk kalian semua, hingga tak ada lagi tanah kering, sungai dan sawah tanpa air yang mengalir. Dan tentunya kalianpun akan merasakan serunya bermain air hujan seperti halnya saudara kalian di sini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...Ya Allah, kami bersyukur atas segala nikmat yang Engkau curahkan dari langit ke bumi tercinta ini, karena semua ini adalah sebuah bentuk pemahaman bahwa Engkaulah seadil-adilnya keadilan..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113988725050975412?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113988725050975412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113988725050975412&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113988725050975412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113988725050975412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/02/surat-untuk-sahabat.html' title='Surat untuk Sahabat'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113860418408152837</id><published>2006-01-30T13:52:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.106+07:00</updated><title type='text'>Makin Unggul Berkat Muhasabah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makin Unggul Berkat Muhasabah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hari lagi kita akan menyongsong datangnya tahun baru 1427 Hijriyah.  Adalah kesempatan yang baik buat kita untuk menilai amal perbuatan kita selama setahun lalu, serta membuat rencana untuk perbaikan diri di masa yang akan datang.  Untuk Itulah perlunya kita menghisap diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam mengajarkan konsep &lt;span style="font-style:italic;"&gt;quality control&lt;/span&gt; kehidupan yang paling dahsyat dan menyediakan alat pengukur tercanggih.  Pelaksanaan tekun akan menghasilkan pribadi-pribadi tangguh dan sukses yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Evaluation, performance appraisal, quality control&lt;/span&gt;. Kita silau oleh berbagai istilah dan konsep manajemen Barat yang kita kira paling canggih untuk membentuk diri atau organisasi menjadi professional dan berprestasi.  Setiap akhir tahun pembukuan, kita mengira bahwa kalau kita laksanakan performance appraisal, seorang karyawan kemudian akan tercambuk untuk lebih berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap akhir tahun pula, orang melakukan evaluasi, membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;resolutions&lt;/span&gt; dan mengira setahun ke depan mereka akan mengisi hanya dengan hal-hal positif.  Tentu tidak ada salahnya membuat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;new year resolutions&lt;/span&gt;.  Kadang kita malah mengkaitkannya dengan konsep kebiasaan baik, seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;7 habits of highly effective people&lt;/span&gt; ala pakar manajemen Stephen R.Covey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun proses evaluasi mana yang lebih canggih daripada peritah Allah yang satu ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwa kepada Allah dan hendaklah (tiap-tiap) diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk esok (akhirat)".&lt;/span&gt; (QS.Al Hasyr:18.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak memerintahkan kita mengevaluasi diri dan kehidupan kita untuk satu semester atau satu tahun ke depan, tetapi untuk sebuah kehidupan abadi yang baik buruknya ditentukan oleh baik buruknya kehidupan kita saat ini.  Yang luar biasa adalah kita tidak tahu kapan kita mulai kehidupan abadi itu: nanti malamkah kita mati? Besokkah kiamat datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Islam menyediakan alat ukur mulai dari yang paling konseptual ("Seorang mukmin tidak menuhankan apapun selain Allah.  Apakah saat ini aku menganggap pekerjaanku lebih penting daripada pergi sholat demi menyembah Allah? Mengapa aku tidak mau segera menyegerakan sholat?"), hingga yang paling praktis ("Sudahkan aku tersenyum dan berkata baik kepada ibu yang menyambung nyawa dan bermandi darah sewaktu melahirkan aku? Sudahkan aku mencium tangan ayahku sebagai tanda hormatku kepada orang tuaku yang melindungiku sejak kecil? Berapa malam terlewati tanpa aku berusaha menemui Cinta Utamaku yaitu Allah lewat tahajud?")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, teori manajemen diri dan perusahaan mana yang mengajarkan evaluasi dan performance appraisal sedikitnya 5 kali sehari, sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;quality control tools? Call it what you will&lt;/span&gt;, Islam memberi kita konsep evaluasi diri dan quality control yang paling baik yang bisa dilaksanakan akan membentuk pribadi yang bukan saja &lt;span style="font-style:italic;"&gt;highly effective&lt;/span&gt; dan professional sebagaimana kata Stephen Covey, tetapi juga selalu meyesali kesalahan dan bergegas memberikan yang terbaik bagi dirinya sendiri.Konsep itu adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUHASABAH&lt;/span&gt;. (Sumber: Alia-Januari 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah...selamat Tahun Baru 1427 Hijriyah Sahabat. Semoga tahun kemarin menjadi pelajaran dan pengalaman bagi kita untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang, hingga datangnya kehidupan abadi.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113860418408152837?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113860418408152837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113860418408152837&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113860418408152837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113860418408152837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/01/makin-unggul-berkat-muhasabah.html' title='Makin Unggul Berkat Muhasabah'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113780848140150274</id><published>2006-01-21T08:52:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:53.036+07:00</updated><title type='text'>Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427H</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu peristiwa besar dan penting yang selalu kita peringati setiap kali datang bulan Muharram adalah tragedi Karbala. Karena peristiwa itu terjadi pada bulan suci ini. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427 Hijriah, semoga meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karbala, Bumi Penaklukan Darah atas Pedang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Islamic Republic of Iran Broadcasting)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbala. Itulah nama hamparan sahara yang menjadi panggung drama nyata yang menyuguhkan genangan darah dan air mata suci putera-puteri Rasul. Panggung sebuah tragedi yang mengiris sukma dan hati nurani insan dan abdi-abdi sejati Ilahi manakala darah daging suci Rasul itu menjadi mangsa keserakahan, pengkhianatan, kezaliman, dan kebiadaban penguasa serta kepicikan sebagian umat sepeninggal  Rasul. &lt;br /&gt;Karbala. Gurun duka dan nestapa. Gurun tempat matahari dari angkasa malakut mengguyurkan terik cahaya kesaksian atas histeria dan ratap tangis putera-puteri Azzahra saat tercekik dahaga di tengah seringai ribuan pasukan angkara murka, saat mereka terlunta-lunta di tengah ingar bingar ribuan manusia-manusia srigala yang bermandikan air liur dan mabok harta dan kekuasaan, saat mereka mengerang di tengah lingkaran pagar tombak dan betis kuda-kuda perang kaum durjana, saat mereka terkepung gumpalan debu dan semburan api musuh yang melahap tenda-tenda mereka, saat mereka terbantai di tengah gemerincing pedang dan gemertak rahang keangkuhan penguasa Dinasti Umayyah.&lt;br /&gt;Karbala. Samudera pasir yang menikari bagian sungai Eufrat di Irak. Padang tandus tempat kstaria sejati Islam, Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib as, mempersembahkan kesegaran, ketegaran, dan keperkasaan darah altruisme untuk menerjang prahara kemunafikan dan meruntuhkan benteng kebejatan Bani Umayyah terhadap Islam dan umatnya.  Tanah tempat Al-Husain putera Azzahra mengibarkan bendera perang terhadap setiap kekuatan angkara murka di muka bumi yang saat itu diperagakan dengan amat sempurna dan mencekam oleh Yazid bin Muawiyah, Ubaidillah bin Ziyad, Syimir bin Dzil Jaushan, dan aktor-aktor antagonis lainnya. Karbala, tanah tempat Al-Husain menyambut  Asyura tuk melepas bintang berekor tanda datangnya keranda kehancuran para Fir'aunis.&lt;br /&gt;Karbala. Pada akhirnya adalah gurun sejarah abadi penaklukan darah syuhada atas panah, tombak, dan pedang.&lt;br /&gt;"Jikalau raga diciptakan untuk menyongsong kematian, maka kematian di ujung pedang di jalan Allah jauh lebih baik dan mulia ketimbang mati di atas ranjang." (Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib as).&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/sejarah/karbala/index_karbala.htm"&gt;Baca Selengkapnya&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113780848140150274?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113780848140150274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113780848140150274&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113780848140150274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113780848140150274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/01/menyambut-tahun-baru-islam-1-muharram.html' title='Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1427H'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113747269432693191</id><published>2006-01-17T11:32:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.971+07:00</updated><title type='text'>Nikmat yang Sering Terlupakan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nikmat yang Sering Terlupakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, akhirnya masuk kerja juga hari ini. Sejak  Sabtu sampai Senin kemarin saya ijin tidak masuk kerja karena demam yang lumayan bikin badan ga enak semua.  Sejak awal tahun baru, saya memang banyak keluar kota. Maklum bulan besar, jadi banyak orang punya hajat. Belum lagi dengan hujan yang tiap hari mengguyur kota Bojonegoro, yang selalu turun disaat orang pulang kerja. Mau ga mau harus main hujan-hujanan setiap pulang kerja. Jas hujan pun  terkadang tidak banyak membantu kalau lagi hujan deras.  Mestinya sih sabar dengan menunggu sampai reda, tapi dengan mendung yang selalu disertai awan putih, bisa-bisa larut malam baru sampai di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun hanya tiga hari tidak banyak beraktifitas, ternyata banyak sekali pekerjaan yang terlantar. Bukan hanya pekerjaan kantor, tapi juga pekerjaan di rumahpun jadi tidak tersentuh. Belum lagi dengan ikan-ikan yang mulai gerah dengan aquarium yang airnya mulai keruh minta dibersihkan, anggrek-anggrek yang sudah menunggu perawatan. Dan yang jelas kajian ahad pun lewat begitu saja.  Kalau begini jadi menyesal karena tidak pandai menjaga kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesehatan itu mahal, makanya kalau sehat jangan lupa sakit", begitu kata dokter yang memeriksa saya beberapa hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh,...jadi ingat kalau kesehatan itu adalah nikmat Allah yang luar biasa besarnya, tetapi kita sering lupa dengan mengabaikan begitu saja. Padahal sebagai ungkapan syukurpun, kesehatan tidak menuntut banyak, dia hanya meminta dijaga  dengan baik dan digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Doa Ketika Sakit&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;  Yaa Allah, bagimu segala pujian&lt;br /&gt;  Karena tidak henti-hentinya aku bergerak&lt;br /&gt;  Berkat kesehatan badanku&lt;br /&gt;  Bagimu segala pujian&lt;br /&gt;  Karena penyakit yang engkau timpakan pada jasadku&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Aku tidak tahu&lt;br /&gt;  Keadaan yang mana yang patut aku mensyukuri-Mu&lt;br /&gt;  Waktu yang mana&lt;br /&gt;  Yang paling pantas aku memuji-Mu&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Apakah waktu sehat&lt;br /&gt;  Ketika engkau senangkan daku dengan yang baik-baik dari rezeki-Mu&lt;br /&gt;  Engkau bangkitkan semangatku&lt;br /&gt;  Untuk mencari rido dan karunia-Mu&lt;br /&gt;  Engkau kuatkan aku utuk mentaati-Mu&lt;br /&gt;  Pada apa yang telah Kauberikan taufiknya bagi-Ku&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Ataukah waktu sakit&lt;br /&gt;  Ketika Engkau menguji aku&lt;br /&gt;  Dan Engkau anugrahkan kenikmatan kepadaku&lt;br /&gt;  Dengan meringankan dosa-dosa&lt;br /&gt;  Yang memberati punggungku&lt;br /&gt;  Mensucikan kesalahan-kesalahan&lt;br /&gt;  Yang telah menenggelamkan diriku&lt;br /&gt;  Memberikan peringatan&lt;br /&gt;  Untuk memperoleh pengampunan&lt;br /&gt;  Dan menyadarkan akan penghapusan dosa&lt;br /&gt;  Dengan kenikmatan yang terdahulu&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Dalam keadaan demikian&lt;br /&gt;  Apa yang dituliskan oleh dua malaikat bagiku&lt;br /&gt;  Berupa amal yang bersih yang tidak terfikirkan hati&lt;br /&gt;  Yang tidak terucapkan lidah&lt;br /&gt;  Yang tidak dilakukan oleh angota badan&lt;br /&gt;  Tetapi semuanya karunia dari-Mu atasku&lt;br /&gt;  Dan anugrah dari perlakuan-Mu terhadapku&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Ya Allah&lt;br /&gt;  Sampaikan salawat kepada Muhammad dan keluarganya&lt;br /&gt;  Cintakan aku kepada apa yang Kauridhoi untukku&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Ringankan bagiku &lt;br /&gt;  Apa yang telah Engkau timpakan kepadaku&lt;br /&gt;  Sucikan aku dari hal-hal kotor&lt;br /&gt;  Hapuskan dariku kejelekan yang sebelumnya aku kerjakan&lt;br /&gt;  Yang sebelumnya aku kerjakan&lt;br /&gt;  Berikan kepadaku nikmatnya kesehatan&lt;br /&gt;  Datangkan kepadaku sejuknya kesejahteraan&lt;br /&gt;  Jadikan jalan keluarku dari sakitku&lt;br /&gt;  Menuju ampunan-Mu&lt;br /&gt;  Perpindahanku dari kemalanganku&lt;br /&gt;  Menuju maaf-Mu&lt;br /&gt;  Lepaskan aku dari deritaku&lt;br /&gt;  Menuju ketentraman-Mu&lt;br /&gt;  Keselamatanku dari kesusahan ini&lt;br /&gt;  Menuju pertolongan-Mu&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Sungguh Engkau yang mencurahkan anugrah&lt;br /&gt;  Menabur karunia&lt;br /&gt;  Maha Pemberi, Maha Pemurah&lt;br /&gt;  Pemilik keagungan dan kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;{Dicopy dari milis forum pengajian kantor}&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113747269432693191?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113747269432693191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113747269432693191&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113747269432693191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113747269432693191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/01/nikmat-yang-sering-terlupakan.html' title='Nikmat yang Sering Terlupakan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113677311241549761</id><published>2006-01-09T08:39:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.903+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Raya Idul Adha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/4adha_masjid.0.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/4adha_masjid.0.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA MENINGKATKAN KETAQWAAN KITA DALAM BERBAGI DAN SOLIDARITAS ANTAR SESAMA&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113677311241549761?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113677311241549761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113677311241549761&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113677311241549761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113677311241549761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/01/selamat-hari-raya-idul-adha.html' title='Selamat Hari Raya Idul Adha'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113626518920037309</id><published>2006-01-03T12:10:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.659+07:00</updated><title type='text'>Malam Tahun Baru 2006</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun Baru 2006 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, kok di rumah...??" Pertanyaan yang sama dilontarkan oleh semua orang datang ke rumahku pada tanggal 31 Desember 2005 kemarin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang aneh ya kalau malam tahun baru di rumah" tanyaku lagi. (hi...hi, padahal aku paling ga suka kalau pertanyaan dijawab dengan pertanyaan), habis bosen menjawab pertanyaan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak juga sih...!". Jawab mereka semua kompak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dulu, aku memang jarang merayakan tahun baru rame-rame. Seingatku hanya 3 kali saja. Yang pertama tahun 1999, bertepatan dengan ulang tahun  teman kuliah di Malang dulu. Kedua pada waktu acara reuni SMA tahun 2000. Dan yang terakhir tahun 2003, itupun karena teman-teman lama dari luar kota pengen tahu acara malam tahun di Bojonegoro.  Yang paling sering sih menghabiskan waktu sendirian aja di rumah. Atau kalau nggak, muter-muter pakai motor untuk melihat keadaan sekeliling (kayak satpol PP aja ya). Lagian kalau tahun baru, kebanyakan orang keluar rumah jadi sudah pasti jalanan macet, bikin merasa ga nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru kali ini, juga tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Sejak pulang kerja hari Sabtu siang aku tidak keluar rumah sama sekali.  Seharian penuh aku habiskan  buat nonton TV dan baca-baca buku di rumah. Iseng2 aku telp Mbak &lt;a href="http://azayaka2004.blogspot.com"&gt;ini&lt;/a&gt; untuk bertanya seputar ganti Blogskins. Sudah 7 bulan blogskins-ku tidak pernah berubah. Aku mulai merasa jenuh dengan blogskins yang itu-itu saja, makanya pengen banget ganti  Nah setelah utak-atik sana-sini, ini dia hasilnya.  Belum puas sih sebenarnya, masih banyak yang pengen aku rubah. Tapi cukup lumayan lah untuk mengurangi rasa bosanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang berusaha tidak aku lewatkan di setiap tahun baru.  Bikin catatan kecil untuk rencanaku di tahun mendatang, sekaligus evaluasi atas apa yang aku lakukan selama satu tahun ini, baik untuk urusan pribadi, maupun pekerjaan kantor. Sebenarnya untuk menjadi lebih baik sih tidak harus menunggu pergantian tahun.  Setiap hari juga seharusnya begitu.  Tapi tidak ada salahnya juga kan kalau kita tandai dengan evaluasi diri (mungkin karena saya accounting ya, jadi ada istilah tutup buku...he...he). Wah, ternyata masih banyak PR yang belum terselesaikan di tahun 2005 kemarin. Harapannya sih ke depan tidak terulang lagi kesalahan-kesalahan yang sama.  Yup...I will be something new a metamorfhosis (kayak kupu-kupu aja ya)untuk lebih cantik dan cantik lagi. (Doakan ya semoga tidak kalah dalam perjuangan melawan penyakit malas)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113626518920037309?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113626518920037309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113626518920037309&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113626518920037309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113626518920037309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2006/01/malam-tahun-baru-2006.html' title='Malam Tahun Baru 2006'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113584532030989007</id><published>2005-12-29T15:33:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.594+07:00</updated><title type='text'>Termasuk yang manakah kita, Teman??</title><content type='html'>Termasuk yang manakah kita, Teman??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebuah kalimat yang sederhana, namun sangat sarat dengan makna.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mencoba berpikir ke belakang, setelah lebih dari ¼ abad menjalani kehidupan ini, apakah saya telah memberikan manfaat kepada orang lain? adakah hal berarti pernah saya lakukan dalam masyarakat sekitar?. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Dalam sebuah tauziah Aa Gym yang disampaikan di televisi pada bulan Ramadhan beberapa waktu yang lalu, mengatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, manusia harus berani mengakui kekurangan diri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena jika tidak, itu berarti menipu kita telah diri sendiri. “Merasa mulia padahal hina, merasa terhormat padahal murahan, merasa tinggi padahal rendah”. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tanpa bermaksud merendahkan, tetapi untuk mempermudah dalam pemahamannya, beliau mengklasifikasikan tipe-tipe manusia sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;ol style="margin-top: 0in; text-align: justify;" start="1" type="1"&gt; &lt;li class="MsoNormal"&gt;Orang Wajib, yaitu orang yang kehadirannya sangat      dibutuhkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketiadaannya dalam      masyarakat akan membuat orang lain merasa kehilangan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tutur katanya yag bijak, wajah yang selalu tersenyum ramah dan tulus, sungguh bagaikan matahari yang cahaya dan kehangatannya selalu dibutuhkan setiap makhluk..&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Orang Sunnah, yaitu orang yang kehadiran dan      keberadaannya menyenangkan juga.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Namun apabila dia tidak ada, tidak akan berpengaruh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kehadirannya tidak memberikan makna      yang dalam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Orang mubah, yaitu orang yang mubazir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada atau tidaknya orang ini, tidak      memberikan pengaruh apa-apa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak      manfaat tidak pula mudharat.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;Kehidupannya pun biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam menjalani hidup, tidak berani menghadapi tantangan. Baginya hidup adalah hidup, mengalir dan tidak ada artinya. Baginya hidup ini hanya sekedar menghabiskan usia saja.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Orang Ma’ruf, kehadiran orang tipe ini sering      menimbulkan masalah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga      ketika ia tidak ada, malah semakin menyenangkan karena tidak menimbulkan      masalah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari cara bicaranya tidak      ada makna di dalamnya atau sia-sia, tidak ramah dan cenderung menyakiti      hati orang lain.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;Orang Haram, kehadirannya sangat merugikan dan      ketiadaannya sangat diharapkan oleh semua orang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Betapa terhinanya orang seperti ini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena ketidakberadaannya di dalam      masyarakat sangat diinginkan oleh setiap orang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Teman, pernahkan kita berpikir hal berarti apa yang telah kita lakukan untuk orang lain selama ini? Sudahkan kita mencintai orang lain sebagaimana mencintai diri sendiri? Sungguh malu rasanya, begitu banyak kesempatan yang diberikan Allah kepada kita untuk berbuat baik lewat begitu saja, karena kita lebih mementingkan kesenangan pribadi daripada membantu saudara kita yang membutuhkan uluran tangan kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Beberapa hari lagi tahun 2005 akan segera berakhir dan meninggalkan kita semua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maha besar Allah dengan segala kuasa-Nya, menentukan umur makhluk-Nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semoga kita masih diberi kesempatan di tahun mendatang untuk bisa berbuat lebih banyak, selalu beribadah, bertaqwa kepada-Nya dan bersyukur dengan berusaha menjadi lebih baik dengan belajar dari pengalaman yang telah lalu. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah teman, termasuk dalam klasifikasi yang manakah kita, semua tergantung pada diri kita sendiri. Karena itu adalah pilihan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113584532030989007?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113584532030989007/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113584532030989007&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113584532030989007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113584532030989007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/12/termasuk-yang-manakah-kita-teman.html' title='Termasuk yang manakah kita, Teman??'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113496784252231417</id><published>2005-12-19T11:26:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.531+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Ibu, Ibu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Ibu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Ibu.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  Ibu, sesungguhnya kami&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tak mampu untuk mempersembahkan seuntai kata menjadi sebait puisi indah untukmumu. Karena semua itu tidak akan pernah sebanding dengan kasih sayang dan pengorbanan yang telah engkau berikan kepada kami. &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibu, setiap keringat yang engkau teteskan adalah bukti kesungguhanmu dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merawat kami. Setiap nafas yang engkau hembuskan adalah doa tulusmu tanpa syarat untuk keselamatan kami di dunia dan akherat. Setiap sujud panjangmu adalah harapanmu kepada Sang Khaliq agar kami menjadi orang yang selalu berada di jalan-Nya&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibu, betapa mentaripun tak mampu menyamai kehangatan dekapanmu. Betapa berjuta keteduhan di bumi ini, tak satupun yang seteduh tatapan matamu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan ketika kerapuhan menyapa di usia senjamu pun, tak mampu menghalangi aliran cinta dan kasih yang kau berikan kepada kami.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Padahal, berapa banyak air matamu yang mengalir karena kata-kata kami yang menghiris hatimu. Betapa sering degup jantungmu berdetak kencang karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seringkali apa yang kami lakukan selalu menentangmu. Betapa kesabaranmu selalu teruji, ketika acapkali mendengar kami membantah semua nasehat-nasehat mutiaramu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ibu, kami sadar tidak akan pernah kami mampu membalas semua yang telah engkau berikan kepadamu, pun sebesar butir-butir debu di tepian pantai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi ijinkanlah kami untuk tetap merasakan kelembutan belaianmu, merasakan sejuknya biru telaga matamu dan membawa serta senyum tulusmu dalam mengarungi kehidupan ini. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selamat hari ibu, Ibu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sungguh kerinduan ini akan selalu bermuara kepadamu, karena cinta dan kasihmulah yang ampuh mengobati segala segelisahan, keresahan dan segala bentuk ketakutan kami. Hanya doa tulusmu Ibu, yang bisa menuntun kami untuk selalu bersikap lurus.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ya Allah….ijinkan dan berikanlah kami waktu, agar kami bisa berbuat sesuatu untuk membalas kebaikan ibu kami, walaupun itu tidak akan pernah sebanding.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan biarkan kami lalai, hingga penyesalah itu datang ketika tidak ada lagi ibu di sisi kami.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113496784252231417?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113496784252231417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113496784252231417&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113496784252231417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113496784252231417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/12/selamat-hari-ibu-ibu.html' title='Selamat Hari Ibu, Ibu'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113417853425180655</id><published>2005-12-10T08:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.467+07:00</updated><title type='text'>Kamboja Oh Kamboja...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/IMG_4719.0.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/IMG_4719.0.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:18;"&gt;B&lt;/span&gt;unga kamboja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau di daerah tempat tinggal saya bunga ini identik tempat pemakaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini dikarena bunga berwarna putih dengan baunya yang khas ini, hanya bisa didapati di tempat-tempat pemakaman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berbeda halnya ketika kita berada di daerah Bali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di hampir setiap tempat kita dengan mudah mendapatkan bunga ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di Pura-pura, di depan rumah, bahkan di sepanjang jalan yang kita lewati.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Ada cerita menarik yang saya dapatkan dari seorang teman, ketika saya ditempatkan di Bali beberapa waktu yang lalu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menurut sebagian masyarakat sana, bunga kamboja putih yang memiliki mahkota sebanyak 6 helai, ternyata memiliki keistimewaan di bandingkan dengan yang hanya bermahkota 5 seperti pada umumnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan memakan mahkota bunga ini, maka apa yang menjadi keinginan kita akan terkabul.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lucu juga ya...&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagi saya yang lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menarik adalah ketika mencari bunga kamboja berkelopak 6 ini, karena memang sulit sekali mendapatkannya. Kita mesti jeli dan sabar, bahkan terkadang sampai capek menengadah ke atas tapi tidak satupun bunga ini bisa kita dapatkan di satu pohon.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau bisa menemukan, wah…seneng banget, karena dengan kelopaknya yang lebih banyak, bunga ini kelihatan lebih cantik dibandingkan bunga yang lainnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pernah suatu ketika adik teman saya ini akan melakukan test kerja di Pertamina.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian dia mengajak saya untuk menemaninya mencari bunga ini di dekat kantor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebetulan di samping kantor saya ada sebuah pura yang pohon&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kambojanya menjulang tinggi dan melewati tembok kantor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan leher lumayan pegel, akhirnya berhasil juga teman saya ini mendapatkannya, dan itupun hanya 1 bunga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesuai dengan syaratnya, adiknya harus memakan, sehari sebelum test dilakukan.&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saya sebenarnya sudah lupa dengan cerita tentang bunga kamboja ini, kalau saja teman saya ini tidak memberitahukan bahwa saudarnya berhasil diterima di pertamina, dan sekarang di tempatkan di Sulawesi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan wajah penuh dengan keceriaan, dia bilang ke saya…”Thanks ya Mbak, udah menemani mencari bunga kamboja bermahkota 6, adikku akhirnya diterima juga di Pertamina…”&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah lho….boleh percaya boleh tidak. Kalau tidak,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang begitulah seharusnya…. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113417853425180655?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113417853425180655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113417853425180655&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113417853425180655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113417853425180655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/12/kamboja-oh-kamboja.html' title='Kamboja Oh Kamboja...'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113314506006975422</id><published>2005-11-28T08:31:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.387+07:00</updated><title type='text'>Damai Dalam Zikir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/Arifin%20Ilham.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/Arifin%20Ilham.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah.....terwujud juga keinginan untuk mengikuti zikir bersama Ustadz M.Arifin Ilham. Ustadz kondang yang biasanya hanya bisa dilihat di layar kaca ini, akhirnya berkunjung juga ke Bojonegoro pada hari Sabtu, 26 November 2005 kemarin. Antusias masyarakat yang begitu luar biasa, sudah kelihatan dari jam 07.00 WIB, meskipun acara baru dimulai pada jam 15.00 setelah sholat ashar berjamaah di Masjid Agung Darussalam.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa point penting yang beliau sampaikan sebelum acara zikir bersama dilaksanakan:&lt;br /&gt;1.  Pengertian Zikir&lt;br /&gt;Zikir artinya ingat dan disebut. Karena ingat, maka disebut dan disebutnya adalah karena ingat. Dalam kaitannya dengan zikrullah, zikir berarti mengingat dan menyebut asma Allah. Ingat adalah gerak hati, sedangkan sebtan adalah gerak lisan. Zikir terdiri dari zikir lisan (ucapan), zikir qolbu (merasakan kehadiran Allah), zikir akal (kemampuan menangkap bahasa Allah di balik setiap gerakan alam ini) dan yang terakhir adalah zikir amal (Taqwa). Taqwa itu adalah hakikat zikir sebenarnya. Berawal dari kekuatan hati, ditangkap oleh akal dan diucapkan dengan lisan, lalu dibuktikan dengan ketaqwaan, amal nyata di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengapa Berzikir?&lt;br /&gt;Berzikir bagi orang yang taat kepada Allah merupakan kebutuhan, karena zikir adalah penghubung antara hamba dan Khaliqnya. Meninggalkannya sama dengan melepaskan hubungan dengan-Nya. Buah dari zikir adalah ketaatan. Berarti semakin tekun dan khusyu seorang hamba berdzikir diharapkan akan semakin taat (bertaqwa). "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hai orang orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut asma) Allah, zikir yang sebanya-banyaknya. Dan bertabihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang&lt;/span&gt;" (QS.Al-Ahzab: 41-44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Kapan Berzikir?&lt;br /&gt;Pada dasarnya zikir tidak terikat ruang dan waktu, kapan dan dimanapun dapat dilakukan bahkan dalam situasi dan kondisi apapun. Hanya saja ada waktu2 khusus yang lebih diutamakan. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu), dan bacaan di waktu itu lebih berkesan&lt;/span&gt;". (QS. Al-Muzzammil:6). Setiap waktu tersebut memiliki keutamaan masing-masing. Pagi adalah saat sebelum memulai aktifitas. Sore adalah sebagai wujud syukur terhadap apa yang telah diupayakan pada hari itu agar memperoleh keberkahan. Dan malam adalah puncak dari kenikmatan berzikir, terjalinnya hubungan mesra antara hamba dengan Rabb-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Dimana?&lt;br /&gt;Allah adalah Maha (Pemberi) Cahaya. Untuk dapat menyerap cahaya Allah tentulah dengan mendatangi tempat di mana Allah memancarkan cahaya itu. Dan masjid adalah tempat yang Allah perkenankan untuk berzikir. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bertasbihlah kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya didalamnya, pada waktu pagi dan petang&lt;/span&gt;". (QS.An-Nuur:36). Masjid adalah tempat sholat. Adapun sholat adalah rangkaian gerakan yang sarat dengan zikir. Namun demikian, Allah tentu saja tidak hanya diingat pada saat zikir saja. Tetapi di luar sholatpun Allah senantiasa hadir dalam jiwa seorang muslim. Jadi zikrullah secara umum dapat dilaksanakan dimana saja. Tetapi yang terbaik adalah di rumah-rumah Allah. Akhirnya tentu tidak mustahil, jika setiap muslim yang senantiasa berzikir, berkeyakina bahwa buni Allah yang terhampar luas ini adalah masjid baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Bagaimana?&lt;br /&gt;Zikir merupakan proses menujua Allah. Allah Maha Suci. Oleh karena itu, untuk dapat menuju Allah, hendaklah mensucikan lahir dan batin terlebih dahulu. Suci lahir artinya dalam keadaan wudhu, bahkan mandi lebih disarankan. Suci batin artinya niat zikir semata&lt;span style="font-style: italic;"&gt; taqarrub &lt;/span&gt;(mendekatkan diri) kepada Allah. Dan yang tidak kalah penting ialah memakan makanan yang halal dan pakaian yang halal. Rasulullah Saw bersabda "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tentang seorang yang dalam perjalanan jauh, badannya kotor, pakaiannya kumal, kemudian berdoa padahal makanannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan yang didapat secara haram. Maka bagaimana akan dikabulkan&lt;/span&gt;?". Adapun sikap zikir adalah menghadap kiblat dengan keadaan duduk seperti duduk diantara dua sujud. Dengan mata kepala tertutup, diharapkan mata batinnya terbuka. Kemudian materi zikir yang dibaca adalah zikir yang bersumber dari Al-Quran dan yang warid (bersumber) dari Rasulallah Saw. Agar konsentrasi tidak buyar, maka saat berzikir bila terdengar suara-suara di luar zikir, maka anggaplah itu bagian dari zikir. Semua ini kita lakukan agar hidup yang sesaat ini berarti untuk hidup yang tanpa akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syurga dunia adalah kelezatan berzikir, syurga akhirat adalah ampunan Allah SWT dan syurganya syurga adalah liqaa (berjumpa) dengan Allah&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah berikanlah kepada kami kemampuan untuk senantiasa mengingat-Mu dan memperbagus ibadah kepada-Mu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113314506006975422?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113314506006975422/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113314506006975422&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113314506006975422'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113314506006975422'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/11/damai-dalam-zikir.html' title='Damai Dalam Zikir'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113262580756592312</id><published>2005-11-22T09:06:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.322+07:00</updated><title type='text'>Lebih Waspada Terhadap DBD</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/aedes.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/aedes.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah daripada itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Adapun orang- orang yang beriman, maka mereka yakin perumpamaan itu benar-benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apa maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan perupamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan tiada orang yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.&lt;/span&gt;” (Al-Baqarah, 26)   &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Musim hujan telah tiba.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seperti tahun-tahun sebelumnya, curah hujan yang tinggi selalu disertai pula dengan mulai mewabahnya penyakit demam berdarah atau yang biasa kita kenal dengan DBD &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Deman berdarah Dengue)&lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Miris sekali rasanya melihat pemberitaan di media massa seputar wabah penyakit ini, apalagi lebih dari 50% korbannya adalah anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Belum lagi dengan keterbatasan fasilitas kesehatan yang memaksa mereka harus rela dirawat di lorong-lorong rumah sakit. Bahkan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;wabah ini juga telah banyak merenggut korban jika dan penyebarannya sangat luar biasa&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Masih jelas dalam ingatan saya beberapa tahun yang lalu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seorang sahabat saya harus kehilangan ibu dan saudaranya karena virus mematikan ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lebih mengharukan lagi, pada saat yang bersamaan dia sendiri sedang dalam rawat inap di rumah sakit karena penyakit yang sama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga kematian kakak dan ibunya baru ia ketahui setelah ia keluar dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rumah sakit.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;DBD adalah virus akut yang disertai sakit kepala, nyeri di seputar otot dan persendian, penurunan sel-sel darah putih yang dapat mengakibatkan kegagalan sirkulasi darah, dan berakhir dengan kebocoran plasma atau biasa disebut dengan DSS (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengue Shock Syndrome&lt;/span&gt;).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Virus ini berasal dari nyamuk “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aides Aigypti&lt;/span&gt;”, yang biasanya berkeliaran pada siang hari antara jam 8 – 12 dan pada sore hari antara jam 15 – 18 petang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sungguh luar biasa, nyamuk yang memiliki ciri khas warna hitam putih ini, dengan panjang tubuh yang tidak lebih dari 1cm ternyata mampu membunuh manusia sebesar apapun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Virus mematikan ini dibawa oleh nyamuk betina melalui ludahnya. Pada saat nyamuk betina akan bertelur, maka ia sangat membutuhkan zat protein, dan darah manusia banyak sekali mengandung zat yang ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Itulah mengapa manusia menjadi sasaran yang tepat untuk mendapatkannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi pada saat menggigit manusia itulah, virus berbahaya ini berpindah pada manusia.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tidak semua manusia yang terkena virus ini akan terjangkit DBD, semua tergantung kepada daya tahan tubuh masing-masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun tidak ada salahnya jika kita waspada terhadap tanda-tandanya, sehingga kita tidak terlambat dalam bertindak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gejala awal adalah suhu badan yang tiba-tiba bisa mencapai 39 – 40&lt;span style=""&gt;°&lt;/span&gt;C, yang disertai dengan lemas dan rasa sakit pada sekujur badan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisa jadi selama tiga hari gejala ini, hasil pemeriksaan dokter belum menunjukkan kita positif DBD.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ciri berikutnya yang dapat kita kenali adalah perembesan plasma, biasanya ini disertai dengan mimisan, gusi berdarah dan juga bercak-bercak merah di badan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah, biasanya pada hari keempat, darah kita akan mulai mengental yang dapat menghambat aliran darah dalam tubuh kita, padahal seperti kita ketahui bahwa seluruh organ tubuh kita sangat membutuhkan darah dan cairan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini mengakibatkan panas dalam tubuh kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk menggantikan cairan dalam darah kita yang keluar ini, kita bisa menggantinya dengan mengkonsumsi oralit, air putih, susu, infus dan sebagai pengganti sel-sel darah putih, kita bisa mengkonsumsi juice jambu biji yang disinyalir mampu menormalkan kadar sel darah putih dalam tubuh dalam waktu yang relatif cepat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Hingga saat ini memang belum diketemukan vaksin atau obat yang bisa membasmi virus mematikan ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun kita tidak perlu larut dalam kekhawatiran yang berlebihan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masih ada upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegahnya, yaitu melalui 3M: Menguras bak mandi, Menutup tempat-tempat yang berpeluang untuk perkembangbiakan nyamuk dan Mengubur baramg-barang bekas yang bisa menampung air.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bisa juga dengan menaburkan bubuk abate di bak mandi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini juga akan sangat membantu kita dalam menghentikan perkembangbiakan nyamuk untuk beberapa waktu. Yang paling penting adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan sampai kita kalah dengan rasa malas, yang justru berujung pada membahayakan kehidupan kita, terutama anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukankan kebersihan adalah sebagian daripada iman?? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(dari berbagai sumber)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113262580756592312?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113262580756592312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113262580756592312&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113262580756592312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113262580756592312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/11/lebih-waspada-terhadap-dbd.html' title='Lebih Waspada Terhadap DBD'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-113055801140307358</id><published>2005-10-29T10:03:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.252+07:00</updated><title type='text'>Lebaran Tanpa Berlebihan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/idul-fitri02s.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/idul-fitri02s.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebaran memang selalu dinantikan kedatangannya oleh seluruh ummat Muslim sedunia. Dari mulai orang kaya sampai orang miskin, dari anak-anak sampai orang tua, dari dengan cara paling mewah sampai cara yang paling sederhana. Semuanya tidak dilarang, karena itu semua juga sebagai salah satu wahana syiar Islam. Tetapi yang paling penting, batasan apa yang perlu kita perhatikan sehingga kebaikan kita lakukan tidak berubah menjadi sesuatu yang tidak disukai Allah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;1. Niatkan dengan hati yang Bersih.&lt;br /&gt;Luruskan niat dalam merencanakan segala acara penyambutan hari kemenangan ini. Dari mulai kebutuhan pribadi, keluarga, penyediaan suguhan untuk para tamu, pembagian hadiah untuk tetangga ketika sillaturahmi ke kampung dan sebagainya. Semua mesti kita kita cermati. Kalau perlu kita tanyakan berulang-ulang pada hati nurani kita, apakah semuanya benar-benar didasari niat tulus, tanpa terselip di dalamnya rasa iri, dengki, riya, apalagi sombong ingin menunjukkan kelebihan kita kepada orang lain, bahkan hanya untuk sekedar mendapatkan pujian "wah" saja. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan selama satu bulan untuk mengendalikan hawa nafsu, hilang begitu saja hanya karena kesenangan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rayakan Idul Fitri sebatas kemampuan&lt;br /&gt;Yang paling penting adalah, tidak membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan orang lain. Syukuri apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Rayakan pesta sesuai dengan kemampuan kita. Apalagi sampai mempersulit diri dengan mencari pinjaman ke sana-sini. Islam tidak menganjurkan sesuatu yang berlebih-lebihan. Semua ini bukan berarti kita bersifat batil, tetapi mengajarkan kita untuk bersifat sederhana. Kelebihan uang akan lebih bermanfaat bila disalurkan kepada mereka yang lebih membutuhkan, sehingga kebahagian lebaran bisa dirasakan pula oleh orang lain. Bukankan ini akan menambah kemeriahan pesta kemenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Mempersiapkan rumah dan keluarga&lt;br /&gt;Hari istimewa akan lebih bermakna jika beberapa hari sebelum lebaran kita sudah mempersiapkan rumah kita. Tidak harus dengan mengganti perabotan rumah tangga. Tetapi minimal rumah kelihatan lebih bersih dan indah. Islam sangan mencintai kebersihan dan keindahan. Yang paling penting, apa yang terdapat di dalam rumah, bukanlah sesuatu yang dilarang di dalam Islam, seperti patung-patung atau gambar-gambar yang mengumbar aurat dan sejenisnya. Usahakan nuansa Islam bisa dirasakan oleh tamu yang bersilaturrahmi ke rumah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mempersiapkan Ibadah Hari Raya&lt;br /&gt;Karena ibadah Sholat ID dilaksanakan pagi-pagi sekali, maka seyogyanya kita sudah persiapkan semua pada malam hari. Apalagi kalau anggota keluarga kita banyak. Alat-alat sholat seperti tikar, sajadah, mukena dll akan lebih membantu jika sudah disiapkan ditempatnya. Hindangan untuk tamu lebih baik disiapkan sebelum berangkat Sholat ID, karena kebanyakan orang biasanya selesai sholat ID langsung berkunjung untuk sillaturahmi. Yang tidak kalah penting, ibadah sholat wajib tetap dijaga waktunya. Jangan sampai kegembiraan Idul Fitri membuat kita lupa mengerjakannya. Apalagi kalau bertepatan dengan Hari Jum'at, jangan sampai terlewat ibadah sholat wajib bagi kaum adam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Persiapan Sillaturahmi&lt;br /&gt;Bermaaf-maafan dan saling bersillaturahmi memang sangat dianjurkan dalam hari raya ini. Inilah momen yang paling ditunggu-tunggu. Penampilan tidak perlu berlebihan, yang penting sopan dan bersih. Ingatkan anak-anak untuk selalu bersikap sopan selama berkunjung ke rumah orang lain dan tidak sekedar mengharapkan pemberian uang dari tetangga. Kalau ada keluarga kita yang berada di luar kota, usahakan acara mudik tidak melanggar syariat. Meskipun harus berebut kendaraan umum, usahakan tetap menjaga aturan hijab. Jangan sampai terabaikan keselamatan anak dan istri.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;ooOoo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk semua Sahabatku,... "Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin"&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-113055801140307358?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/113055801140307358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=113055801140307358&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113055801140307358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/113055801140307358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/10/lebaran-tanpa-berlebihan.html' title='Lebaran Tanpa Berlebihan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112995428115624211</id><published>2005-10-22T10:22:00.001+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.186+07:00</updated><title type='text'>Antara tarawih, tugas sekolah dan anak-anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/orphan_of_islam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/orphan_of_islam.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan dan Sholat Tarawih, adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ada yang tidak berubah dari ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar lebih dari 10 tahun yang lalu, hingga saat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap ramadhan tiba, tarawih menjadi salah satu aktifitas yang tidak bisa saya tinggalkan, karena ada kewajibkan mengisi buku kegiatan selama bulan Ramadhan yang diberikan oleh sekolah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak hanya merangkum materi kultum, tetapi saya juga harus mendapatkan tanda tangan pengisi materi dan imam sholat, sebagai bukti otentik telah mengikuti sholat tarawih. &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Ternyata kegiatan yang bertujuan membiasakan anak agar rajin beribadah ini masih berjalan sampai saat ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi, seringkali justru jama’ah di masjid terganggu dengan kehadiran anak-anak kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masjid menjadi seperti arena bermain baru bagi mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau biasanya bermain hanya siang hari, pada saat ramadhan mereka dapat bertemu kembali saat ikut dalam menjalankan ibadah sholat tarawih malam harinya. Namanya juga anak-anak, meskipun sudah diingatklan berkali-kali tetap juga masih terdengar suara mereka tertawa dan bercanda dengan teman-temannya. Apalagi saat kultum, bisa dipastikan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Saya jadi ingat kejadian yang sama waktu Ramadhan tahun kemarin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pernah suatu ketika, imam sholat tarawih memberikan peringatan kepada anak-anak,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bahwa siapa pun yang ramai tidak akan mendapatkan tanda tangan dari imam yang bertugas..&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Awalnya bagus juga, mereka menurut dan saling mengingatkan satu sama lain. Tetapi itupun tidak bertahan lama, ujung-ujungnya tetap saja mereka bikin keributan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akibatnya para imam malah semakin dibuat bingung, siap yang berhak mendapatkan tanda tangan dan siapa yang tidak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka bingung untuk membedakan yang mana selama sholat berlangsung menjadi anak manis dan mana yang hanya bermain-main saja. Anak-anak ini saling menyalahkan satu sama lain, dan membela diri bahwa mereka tadi telah bersikap baik.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Hari berikutnya, peraturannya berubah. Apabila masih terdengar suara becanda pada saat sholat , Iman tidak akan memberikan tanda tangannya kepada satu orangpun. Tidak perduli siapa yang ramai dan siapa yang tidak. Tidak adil memang, tapi mau bagaimana lagi, siapa yang bisa mengontrol pada saat semuanya sedang sholat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Keesokan harinya, di luar dugaan, anak-anak ini mempunyai cara lain untuk mendapatkan tanda tangan sang imam. Mereka datang bersama orang tuanya justru datang secara langsung ke rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;imam sholat. Uniknya lagi, semua orang tua mereka menyayangkan kejadian itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai orang tua mereka merasa anaknya telah menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi “korban”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nah…semakin bingungkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menilai, siapa yang salah.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Untuk menghindari kejadian seperti tahun kemarin, pelaksanaan sholat tarawih kali ini sedikit berbeda. Kalau dulu, anak-anak diharuskan berada pada shaf-shaf belakang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekarang tidak lagi. Sebaliknya, anak-anak disarankan untuk sholat di dekat orang tuanya masing-masing.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang pertama supaya apabila mereka ramai, orang tuanya dapat langsung mengingatkan. Selain itu juga untuk menghindari kesalah pahaman antar orang tua, apabila anaknya ditegur oleh orang lain .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang kedua, sengaja memisahkan anak-anak, agar tidak ada teman yang bisa diajak bicara dan bercanda.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Intinya, setiap anak-anak sebisa mungkin didampingi oleh orang tua masing-masing.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Lumayan juga hasil dari strategi kali ini, meskipun belum maksimal. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Namanya juga anak-anak masih saja ada yang tidak mengindahkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya berusaha dan berdoa….semoga untuk masa mendatang, anak-anak ini bisa menjadi lebih patuh dan taat dalam menjalankan ibadah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Atau teman-teman ada saran lain untuk kejadian seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112995428115624211?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112995428115624211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112995428115624211&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112995428115624211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112995428115624211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/10/antara-tarawih-tugas-sekolah-dan-anak.html' title='Antara tarawih, tugas sekolah dan anak-anak'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112934420573890244</id><published>2005-10-15T09:13:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:52.031+07:00</updated><title type='text'>Kaya Namun Sederhana (Sebuah Teladan Ummar Bin Abdul Aziz) - Tamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ummar Bin Abdul Aziz telah mengembalikan harta umat pada fungsi yang sebenarnya, yaitu melayani kebutuhan umat dan memenuhi kebutuhan mereka. Ia menetapkan bahwa baitul maal merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk itu. Segala tindakan itu disampaikan kepada para gubernurnya seperti di bawah ini, bahwa setiap muslim harus memiliki:&lt;br /&gt;1.  Sebuah rumah sebagai tempat tinggal&lt;br /&gt;2.  Seorang pembantu untuk meringankan pekerjaannya.&lt;br /&gt;3.  Seekor kuda untuk berjihad menghadapi musuhnya.&lt;br /&gt;4.  Perabot rumah tangga seperlunya.&lt;br /&gt;5.  Memenuhi semua kebutuhan mereka&lt;br /&gt;6.  dan barang siapa mempunyai hutang, maka bayarlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah memerintahkan kepada para gubernur untuk melaksanakan program tersebut di wilayah masing-masing dan biaya diambil dari Baitul Maal setempat. Sedangkan kelebihannya disimpan atau dikirimkan ke pusat. Sementara wilayah-wilayah yang minus dan tidak mampu memenuhi kebutuhannya, mendapat bantuan secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam sebuah amanatnya, sang khalifah ini berkata:&lt;br /&gt;"Pendapatan hendaklah dihimpun dan dibagikan secara adil. Kalau mencukupi untuk semua warganya, itulah yang paling baik. Kalau tidak cukup, segeralah kirim berita kepada saya agar secepatnya saya kirim bantuan untuk memenuhi kebutuhan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Khalifah juga membangun wisma-wisma di seluruh negeri yang diperuntukkan bagi para musafir dan ibnu sabil. Para karyawan memperoleh gaji yang cukup. Bagi mereka yang gajinya tidak mencukupi, dinaikkan. Ulama dan cerdik pandai mendapatkan jaminan kebutuhan hidup, agar mereka dapat memusatkan perhatian dalam bidang mereka tanpa harus mengharapkan uluran tangan orang lain sebagai upah. Para gubernur mendapat gaji dan tunjangan yang layak, sehingga mereka tidak lagi terpikat untuk korupsi atau terlibat dalam suap dan pungutan yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang buta diperintahkan agar disediakan seorang penuntun atas biaya negara. Semua anak yatim yang tidak mempunyai saudara, ditampung dan dibiayai hidupnya oleh negara. Ia juga memerintahkan agar setiap bayi lahir diberi tunjangan dan baru dihentikan setelah tidak disusui lagi oleh ibunya, sehingga para ibu tidak ingin cepat-cepat menyapih penyusuan anaknya. Karena itu bayi pun dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat, kuat dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau menggalakkan hidup sederhana bagi para pejabat, Khalifah Ummar Bin Abdul Aziz adalah teladan. Yang dia pikirkan hanya bagaimana mensejahterakan rakyat dan orang lain, sedang kepentingan pribadinya masuk daftar yang terakhir. Itulah zuhud sejati, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Pada jamannya, amanah rejeki Allah benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk menikmati kehidupan dunia yang sederhana tapi bahagia. Ia tidak hanya memenuhi kebutuhan secara materiil belaka, tetapi juga mengisi jiwa mereka dengan harga diri dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;qana'ah&lt;/span&gt; (merasa cukup dengan apa yang ada). Mereka tidak lagi iri, tamak dan tergiur dengan harta orang lain. Kehidupan qana'ah seperti inilah yang diajarkan dalam Islam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Ar-Rohmah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112934420573890244?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112934420573890244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112934420573890244&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112934420573890244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112934420573890244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/10/kaya-namun-sederhana-sebuah-teladan_15.html' title='Kaya Namun Sederhana (Sebuah Teladan Ummar Bin Abdul Aziz) - Tamat'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112908190425084036</id><published>2005-10-12T08:48:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.961+07:00</updated><title type='text'>Kaya Namun Sederhana                                     (Sebuah Teladan Umar Bin Abdul Aziz) - 1</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Zuhud tidak berarti anti duniawi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi seringkali kata ini ditafsirkan bahwa umat Islam anti kepada keduniawian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hal ini sebenarnya justru menguntungkan orang-orang kafir dan tentu saja merugikan kaum muslim sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena penafsiran yang salah bisa mengakibatkan dunia dikendalikan oleh orang-orang kafir.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoBodyText"&gt;Umar Bin Abdul Aziz, seorang Khalifah Bani Umaiyah, menjawab semua itu melalui sejarah kepemimpinannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia bisa meletakkan dirinya dengan tepat ditengah kepentingan pribadi dan kepentingan umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia bukan anti harta, semua ini dilakukannya agar selamat dari malapetaka dunia dan akherat, serta tercapainya kesejahteraan umat yang dipimpinnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia bukan menolak untuk menikmati harta dengan dasar syukur kepada Allah dan Ia juga tidak pernah mengharamkan harta yang halal bagi dirinya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia bahagia dengan kesederhanaan meskipun kekayaan itu sebenarnya ada.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebagai seorang Khalifah, tentu saja dia ingin memberikau teladan kepada penguasa-penguasa di bawahnya, agar dalam kesederhanaannya selalu tersimpan cita-cita dan keinginan luhur untuk menghantarkan mereka selamat di dunia dan di akherat. Ia sangat memegang prinsip, bahwa harta adalah amanah Allah yang harus dihormati, dijaga, dihambur-hamburkan untuk kepentingan pribadi dan tidak memberikan manfaat sama sekali kepada masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Untuk mengurus negara, Umar seringkali kerja lembur hingga larut malam. Karena untuk kepentingan negara, ia menggunakan fasilitas yang dibiayai oleh negara (Baitul Maal).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi jika ada salah satu anggota keluarganya datang untuk membicarakan masalah yang bukan kepentingan negara, Umar akan mematikan lampu penerangan negara, dan menggantikannya dengan lampu pribadi yang telah ia sediakan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bagi kebanyakan orang, menilai bahwa tindakan umar terkesan pelit dan ketat terhadap pemakaian kekayaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi jika melihat negara yang ia pimpin adalah negara yang besar dan kaya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi yang menjadi persoalan bukanlah masalah besar atau kecilnya biaya negara atau pelitnya seorang penguasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi terletak pada kesucian harta kekayaan yang mesti dipelihara dengan rasa tanggung jawab.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Umar yakin bahwa pemborosan yang semula hanya penggunaan kertas, tinta dan hal-hal kecil lainnya, pada akhirnya akan berkembang tidak terkendali.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ia tidak peduli ketika orang menilai dirinya adalah Khalifah yang pelit, asalkan demi alasan anti pemborosan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukankah hal itu akan lebih mulia daripada pemborosan yang tidak beralasan? Lebih-lebih hanya untuk kepentingan pejabat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lalu usaha nyata apa yang telah dilakukan Umar dalam mengemban tugas mulianya sebagai pemimpin umat? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Ar-Rohmah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112908190425084036?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112908190425084036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112908190425084036&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112908190425084036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112908190425084036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/10/kaya-namun-sederhana-sebuah-teladan.html' title='Kaya Namun Sederhana                                     (Sebuah Teladan Umar Bin Abdul Aziz) - 1'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112873441516470337</id><published>2005-10-08T08:17:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.902+07:00</updated><title type='text'>Demi Masa</title><content type='html'>Demi masa sesungguhnya manusia kerugian&lt;br /&gt; Melainkan yang beriman dan beramal sholeh&lt;br /&gt; Demi masa sesungguhnya manusia kerugian&lt;br /&gt; Melainkan nasehat kepada kebenaran dan kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gunakan kesempatan yang masih diberi moga kita takkan menyesal&lt;br /&gt; Masa usia kita jangan disiakan kerna ia takkan kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ingat lima perkara sebelum lima perkara&lt;br /&gt; Sihat sebelum sakit&lt;br /&gt; Muda sebelum tua&lt;br /&gt; Kaya sebelum miskin&lt;br /&gt; Lapang sebelum sempit&lt;br /&gt; Hidup sebelum mati&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Raihan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mumpung lagi bulan Ramadhan, yuk kita perbaiki segala kesalahan dan dosa-dosa kita di masa lampau.  Semoga kita tidak termasuk dalam golongan orang yang merugi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112873441516470337?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112873441516470337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112873441516470337&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112873441516470337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112873441516470337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/10/demi-masa.html' title='Demi Masa'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112746077126693871</id><published>2005-09-23T14:00:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.829+07:00</updated><title type='text'>Sambut Ramadhan dengan Hati yang Bersih...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Assalamu'alaikum.wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan sebentar lagi.....&lt;br /&gt;Beberapa hari ini, Handphone saya ramai dengan sms dari teman-teman. Senang sekali,ternyata teman-teman masih mengingat dan perhatian kepada saya -melalui sms-, sekedar untuk menyampaikan permintaan maaf dan selamat menunaikan ibadah di bulan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa rasa syukur kepada Allah, karena Insya Allah masih diberikan kesempatan menyambut bulan penuh ampunan dan maghfiroh yang akan datang beberapa hari lagi. Alhamdulillah, Allah masih memberikan waktu kepada kita untuk memperbaiki diri. Yah....semoga disisa umur yang diberikan ini, membawa kita ke arah yang lebih baik. Menyadarkan kepada kita bahwa umur adalah sebuah amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan oleh setiap diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu pula, saya ingin menyampaikan juga kepada semua teman dan tamu di blog saya ini. Maafkan lahir batin ya, walaupun mungkin kita belum diberikan kesempatan oleh Allah untuk bertemu secara langsung. Semoga persaudaraan kita tetap terjalin, semoga kita tetap saling kasih mengasihi dan mencintai karena Allah. Dengan Ramadhan kita coba untuk menggali cinta antar sesama yang mungkin telah lama mati di dalam hati kita. Dan semuanya itu akan terwujud hanya jika kita mengawalinya dengan hati yang putih dan bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya sekali lagi....MAAF LAHIR DAN BATIN YA....SEMOGA AMAL IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN DITERIMA ALLAH SWT....AMIEN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum.Wr.WB&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112746077126693871?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112746077126693871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112746077126693871&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112746077126693871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112746077126693871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/09/sambut-ramadhan-dengan-hati-yang.html' title='Sambut Ramadhan dengan Hati yang Bersih...'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112554474791198241</id><published>2005-09-09T10:12:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.592+07:00</updated><title type='text'>Katakan TIDAK (untuk ABORSI)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"RUU tentang legalitas aborsi sedang dirapatkan di DPR. SMS ketidaksetujuan anda ke SBY no. 9949. Dibutuhkan 3 juta SMS...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;SMS dengan nada yang sama, lebih dari satu kali saya terima dari teman-teman, beberapa waktu yang lalu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sepenggal kalimat di atas mengingatkan pada seorang teman lama saya yang pernah melakukan aborsi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika itu saya  benar-benar kaget mendengar penuturannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya mengenal dia ketika ditempatkan di kantor cabang di Bali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Teman saya ini orang Bali. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dengan darah Belanda yang mengalir di tubuhnya, tidak mengherankan jika dia memiliki wajah yang cantik dan kulit yang bersih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pertama kali melihatnya saya menilai dia sosok yang tertutup, dan cenderung menyendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya memang baru mengenalnya, itupun tidak lama, hanya 3 bulan, karena memang cuma sebentar di tempatkan di Bali.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun yang mengherankan, dia dengan tanpa beban membacakan lembaran hidupnya di hadapan saya, seperti menemukan tempat untuk berkeluh kesah.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dulu, sebelum dia menceritakan tentang pengalamannya melakukan aborsi, saya sering diskusi dengan dia tentang pergaulan bebas dengan segala &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tetek bengeknya&lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua itu kerap kali menjadi bahan perdebatan karena pandangan kami yang selalu berseberangan. Dia mengatakan kalau saya ini orang kuno dan munafik karena tidak mengakui indahnya pergaulan bebas. Satu kalimat dia yang sampai sekarang masih terekam dengan baik di dalam memori saya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang ini jaman modern Fa &lt;/span&gt;(Tifa begitu dia memanggil saya)&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, orang juga nggak bakalan bisa bedakan mana yang virgin mana yang nggak&lt;/span&gt;".&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di luar dari semua itu, ada hal yang menarik perhatian saya setiap kali dia curhat pada saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari cara bicaranya kelihatan sekali dia memiliki rasa khawatir yang berlebihan. Bahkan bisa dibilang orangnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cenderung selalu merasa takut dan cemas. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hingga suatu hari saya mendengar dari seorang teman kalau dia masuk RS karena Over Dosis. Beberapa hari kemudian saya mencoba menghubunginya sekedar untuk mengetahui keadaannya. Dari sinilah pertanyaan atas rasa takutnya yang berlebihan sedikit mulai terjawab. Akhirnya ceritapun mengalir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternyata dia berusaha bunuh diri karena ditinggalkan oleh kekasihnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan itu bukan kali pertama dia melakukannya. Semua dia lakukan dengan harapan sang kekasih kembali kepadanya. Berlebihan memang, tetapi itu yang terjadi sebenarnya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebelum kejadian itu, beberapa bulan sebelumnya dia baru saja melakukan aborsi. Dan ternyata pengaruh terhadap kesehatan dan mentalnya sungguh luar biasa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hingga dia harus mondar-mandir ke dokter minimal 3 kali dalam 1 bulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Saya memang tidak paham secara medis bagaimana, tapi yang pasti dia mengatakan kepada saya bahwa setelah peristiwa itu, lambungnya menjadi sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sensitive&lt;/span&gt;, bahkan terakhir dia mengatakan kepada saya, ginjalnya mulai bermasalah karena terkena racun akibat obat-obatan yang harus dia konsumsi pasca aborsi. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Belum lagi rasa berdosa, rasa takut dan khawatir kalau-kalau kekasihnya akan meninggalkan selalu menghantui perasaannya. Bahkan dia sendiri mengakui kalau sifatnya banyak berubah, dan yang paling terasa adalah emosinya yang tidak stabil. Semua perasaan itu memacu produksi asam lambungnya, hingga membuat kesehatannya benar-benar turun secara drastis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beberapa kali dia pingsan di kantornya hanya gara-gara ditegur oleh atasannya. Bahkan masalah kecil saja tidak sangguh dia menerima dan menyelesaikannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kadang-kadang saya kasihan setiap kali mendengar dia mengeluh harus mengeluarkan biaya banyak untuk pengobatannya. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ternyata benar, aborsi tidak hanya membahayakan secara fisik. Tetapi lebih daripada itu, yang paling fatal adalah trauma pasca aborsi yang tidak mudah bisa hilang begitu. Bahkan kepada orang yang mengganggap dirinya sebagai seorang modern dan menjunjung tinggi pergaulan bebas. Tetap saja perasaan itu datang dan menghantui, pun ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dia sudah berusaha untuk menghindar dan mengabaikannya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;Yah....semoga partisipasi saya melalui SMS ada manfaatnya. &lt;/span&gt;Memang hanya satu kali SMS, tetapi tetap berharap semoga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa memberikan pengaruh terhadap hasil rapat wakil-wakil kita. Walaupun mungkin hanya sebesar butir-butir pasir di hamparan pantai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukankah semua berawal dari yang kecil?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112554474791198241?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112554474791198241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112554474791198241&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112554474791198241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112554474791198241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/09/katakan-tidak-untuk-aborsi.html' title='Katakan TIDAK (untuk ABORSI)'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112555728595302626</id><published>2005-09-05T13:44:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.705+07:00</updated><title type='text'>Kekalahan Romawi atas Muslim Athokia-2</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;…Tiba-tiba berdirilah seorang dari mereka yang sudah tua, ia tampak lusuh, pakaiannya pun compang-camping lalu berkata, “Karena mereka bangun pada waktu malam dan puasa di siang hari”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan mantap orang tua tadi melanjutkan, “Mereka menepati janji yang telah dibuat, mereka memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran, mereka saling melayani sesamanya”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Sebaliknya kita”, lanjutnya sambil menunjuk kawan-kawannya, “Kita meminum &lt;i&gt;khamar,&lt;/i&gt; berzina dan memakan yang haram”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terdengar suaranya semakin melengking dan hampir tak terdengar, jantungnya berdegub semakin kencang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Kita melanggar janji, kita merampok hak orang lain, menzalimi orang lain, menyuruh berbuat jahat dan membuat kerusakan di muka bumi”, lanjutnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Itulah bedanya mereka dengan kita”, tutupnya sambil kembali ke tempatnya semula.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka Heraklius berkata “Engkau benar!”  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;kemudian sang raja bertanya kepada seorang tentaranya yang pernah ditawan oleh kaum muslimin, “Jelaskan kepadaku tentang mereka”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan penuh penjiwaan sang terntara tadi menjawab, “Tuan! Saya akan gambarkan kepada Tuan seakan-akan Tuan melihat mereka”. “Mereka adalah penunggang kuda liar di waktu siang dan &lt;i&gt;rahib&lt;/i&gt; (ahli ibadah, pendeta-red) di waktu malam”, tuturnya dengan wajah berbinar-binar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian dia melanjutkan, “Mereka tidak akan memakan makanan di daerah kekuasaannya melainkan dengan membayar sesuai harganya dan tidak memasuki suatu daerah kecuali dengan perdamaian”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan mereka tidak menyerang sebelum diserang”, lanjutnya menutup pembicaraan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mendengar perkataan tentaranya itu Heraklius sang raja berkata, “Kalau yang kau katakan itu benar, niscaya mereka akan menduduki tempat berdirinya kedua kaki ini.” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Disadur dari Al Bidayah Wannihayah, Ibnu Katsir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112555728595302626?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112555728595302626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112555728595302626&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112555728595302626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112555728595302626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/09/kekalahan-romawi-atas-muslim-athokia-2.html' title='Kekalahan Romawi atas Muslim Athokia-2'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112555706160005205</id><published>2005-09-04T13:42:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.649+07:00</updated><title type='text'>Kekalahan Romawi atas Muslim Athokia - Bagian 1</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bizantium gempar!!! Kekaisaran Romawi mendapat pelajaran yang amat menyakitkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada berita bahwa pasukan Romawi dikalahkan oleh Muslimin di Athokia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Demi mendengar berita tersebut Heraklius sang raja geram dan terlihat amat marah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sambil meremas-remas jari jemarinya ia berjalan mondar-mandir mengelilingi istana megahnya.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wajahnya mengernyit hingga tulang pipinya terlihat menonjol.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak habis pikir dengan kejadian yang baru menimpa pasukannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana mungkin pasukannya dikalahkan oleh musuh, padahal jumlah mereka jauh lebih kecil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana mungkin bala tentaranya mundur, padahal strateginya dibuat dengan perhitungan super cermat. Apa gerangan yang menyebabkan kelemahan anak buahnya di lapangan?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diambilnya tongkat kerajaan dan ditunjukkan kepada seorang hulubalang sebagai isyarat untuk memanggil pasukannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tak lama berselang sang komandan lapangan dan sebagian pasukannya masuk istana. Mereka terlihat amat malu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dengan wajah merah padam sang raja membentak pasukannya, “Celakalah kalian, kalian kabarkan tentang pasukan yang memerangi kalian, bukankah mereka juga manusia seperti kalian?”. “Benar Tuanku” jawab mereka dengan kepala tertunduk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Heraklius semakin terheran-heran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sambil menunjuk salah seorang di antara mereka ia bertanya lagi, “Apakah kalian yang lebih banyak atau mereka?”. “Maaf Tuan, bahkan jumlah pasukan kita selalu berlipat ganda dari mereka di setiap negeri yang kita duduki”, jawabnya dengan sedikit takut dan minder.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;“Lalu apa yang menyebabkan kalian kalah?”, tanyanya sambil memainkan tongkat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sang tentara membisu tidak tahu harus menjawab apa, demikian pula yang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semua diam lantaran takut, cemas, dan tidak tahu harus ditaruh di mana muka mereka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tiba-tiba berdirilah seorang dari mereka yang sudah tua, ia tampak lusuh, pakaiannya pun compang-camping lalu berkata, “……” &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Disadur dari Al Bidayah Wannihayah, Ibnu Katsir)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ingin tahu penyebab kekalahan Romawi? Tunggu aja kelanjutannya…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112555706160005205?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112555706160005205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112555706160005205&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112555706160005205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112555706160005205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/09/kekalahan-romawi-atas-muslim-athokia.html' title='Kekalahan Romawi atas Muslim Athokia - Bagian 1'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112553939455555944</id><published>2005-09-01T08:49:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.530+07:00</updated><title type='text'>Dilema  Red Date (Dihari Jum’at)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap pergantian bulan selalu saya awali dengan menghitung tanggal merah di kalender. Maklum karyawan swasta yang kerjanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;full time&lt;/span&gt; dari hari senin sampai sabtu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Senyum bahagia selalu terpancar begitu melihat ada tanggal merah selain hari minggu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi kalau jatuhnya pas hari Sabtu atau Senin.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wow&lt;/span&gt;....sudah pasti semakin panjang waktu untuk  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;refreshing&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt; &lt;div&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tetapi sejak beberapa waktu terakhir ini saya mengamati, setiap kali ada peringatan hari besar keagamaan atau peristiwa bersejarah yang jatuh pada hari kamis atau sabtu selalu berpindah menjadi hari jum’at.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti halnya hari ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Peringatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Isra’ Mi’raj&lt;/span&gt; yang semestinya jatuh tepat pada hari ini kamis, 01 September 2005, tetapi kita baru akan libur besok pada tanggal 02 September 2005.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Memang tidak semua kalender sama dalam setiap memberikan penjelasan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi cobalah untuk mengamati kalender yang dikeluarkan oleh dinas-dinas yang terkait dengan pemerintah. Kebanyakan di situ dituliskan : 01 September 2005 (27 Rojab) Hari Isra’ Mi’raj diperingati tanggal 02 September 2005.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Berawal dari penuturan kakak saya yang bekerja di Kantor Departemen Agama dan ditugaskan mengajar di sebuah Madrasah Aliyah. Beberapa kali dia mengeluh kepada saya kalau bidang pelajaran yang dia ajarkan sering ketinggalan. Jadwal pelajaran yang jatuh pada hari sabtu seringkali menjadi hambatan penyampaian materi, karena banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muridnya yang ikut-ikutan meliburkan diri dengan alasan malas. "Hari Kejepit Nasional" begitu mereka mengistilahkannya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Belum lagi dengan fasilitas pelayanan yang terganggu karena beberapa pegawai sekolah yang notabenenya juga PNS, sehingga mendapatkan juga fasilitas tanggal merah ini. &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dilema memang. Tetapi bukan tidak mungkinkan untuk membuat kebijakan yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair&lt;/span&gt; bagi semua pihak?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sungguh sangat disayangkan, ketika beberapa pihak yang menikmati libur panjangnya, tetapi disatu sisi secara tidak sadar sudah memberikan proses pembelajaran yang tidak baik.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Namanya juga kebijaksanaan, sudah pasti harus bijaksana bukan bijaksini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kasihan kan kalau generasi kita harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tulalit&lt;/span&gt; hanya karena kebijakan yang tidak bijak.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Saya memang bukan orang yang merasa sangat terganggu dengan kebijakan pemindahan tanggal merah ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toh&lt;/span&gt; tetap saja saya harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngantor&lt;/span&gt; pada hari sabtu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi sebagai warga negara Indonesia, saya kan juga pengen semua diperlakukan adil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau memang liburnya jatuh pada hari sabtu ya hari sabtu saja, tidak perlu dipindah-pindah.... ya itu yang mungkin namanya rejeki.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kecuali kalau libur yang seharusnya hari Sabtu, dipindah menjadi hari Jum’at, baru saya merasa kecewa karena sudah pasti akan merugikan saya…he…he….&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112553939455555944?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112553939455555944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112553939455555944&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112553939455555944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112553939455555944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/09/dilema-red-date-dihari-jumat.html' title='Dilema  Red Date (Dihari Jum’at)'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112510494395438449</id><published>2005-08-27T08:06:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.460+07:00</updated><title type='text'>Saya Bersyukur Menjadi Wanita</title><content type='html'>"Seandainya kamu terlahir kembali, pengennya jadi laki-laki atau perempuan?".&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan itu sewaktu saya masih duduk di bangku SMA, sering menjadi bahan perdebatan antara teman laki-laki dan perempuan di sekolah. Dan hasil akhirnya, saya dan teman-teman wanita yang lain mengakui bahwa menjadi orang laki-laki jauh lebih menyenangkan. Alasan yang sangat lucu..., karena sebagai wanita nggak bisa main bebas sebagaimana halnya teman-teman laki-laki, yang bisa lebih malam acara di luar rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian adalah alasan beban fisik. Wanita hamil harus tersiksa selama 9 bulan 10 hari dan kemudian harus pula merasakan sakit sewaktu melahirkan. Sedangkan bagi kaum laki-laki hanya merasakan sakit karena dikhitan, itu saja paling hanya beberapa hari. Nah...cukup beralasankan ketika saya dan teman-teman wanita yang lain lebih memilih menjadi laki-laki daripada perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana memang, sesederhana ketika mengesampingkan semua kemuliaan yang ada di balik semua itu. Iya...jadi wanita memang ribet. Harus memakai jilbab, mengandung, melahirkan, kemana-mana selalu dikhawatirkan, harus taat pada suami, dalam pembagian warisan harus selalu mengalah dengan kaum adam. Duh...kok kayaknya merasa hidup paling menderita sedunia. Tetapi pernahkah kita mencoba untuk berpikir sebaliknya. Mengurai semua rahasia dibalik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penderitaan&lt;/span&gt; yang diberikan Allah kepada kaum hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama ketika wanita menjadi seorang anak. Sudah pasti akan diperlakukan beda dengan anak laki-laki. Selalu dijaga dengan penuh kelembutan oleh orang tua, diberikan pakaian yang istimewa sebagaimana harta yang tak ternilai harganya. Dalam hal pembagian warisan memang anak perempuan tidak mendapatkan sebagaimana hak seorang anak laki-laki, tetapi bukankah semua itu sebanding dengan hak sepenuhnya atas penghasilan suami?. Adapun harta waris yang didapat orang laki-laki, kemana lagi perginya kalau bukan untuk menghidupi istri dan anak-anaknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua wanita sebagai istri, dengan segala peraturan yang mengharuskannya taat dan patuh pada suami. Tetapi ketika seorang wanita melakukan semua itu, maka hal lain yang harus dilakukan suami adalah harus 3 kali taatnya kepada ibu dibandingkan kepada bapaknya. Bukankah ibu juga seorang wanita???. Bahkan seorang wanita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hanya &lt;/span&gt;dengan menjalankan sholat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, menjadi istri yang taat kepada suami dan bisa menjaga kehormatannya, Allah menjanjikan surga dari arah pintu manapun yang ia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga wanita sebagai ibu. Mengandung dan melahirkan memang berat, tetapi pada saat itu malaikat dan seluruh makhluk Allah akan mendoakannya. Dan jika meninggal, maka adalah syahid tanpa harus memanggul senjata di medan perang. Kemudian seperti halnya diatas, bahwa sebagai ibu akan mendapatkan ketaatan anak 3 kali lipat dibandingkan kepada seorang bapak. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Seorang anak pernah bertanya kepada Rasulallah,"Siapa orang yang wajib berhak diperlakukan dengan baik?" Rasulallah menjawab, "Ibumu, ibumu, ibumu, lalu Bapakmu...."&lt;/span&gt; (HR.Muslim). Dan Bukankah surga juga terletak di bawah kaki ibu? Ini berarti seorang wanita adalah orang yang berpengaruh terhadap seleksi calon penghuni syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi dengan keistimewaan kelak di akherat. Ketika tanggungjawab atas dirinya akan ditanggung oleh 4 orang laki-laki. Suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya dan saudara laki-lakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hal yang lebih penting adalah, Allah tidak pernah menilai kemuliaan seseorang atas dasar jenis kelamin, tetapi berdasarkan atas ketakwaan dan kepatuhan kepada-Nya. Perbedaan tidak selalu harus diartikan dengan nomer 1 atau nomer 2. Ketika semuanya menyadari akan tugas, tanggung jawab dan kewajiban masing-masing, maka sebenarnya disitu tidak akan kita temukan mana yang berkuasa mana yang dikuasai. Allah telah menetapkan semua sesuai dengan fitrahnya masing-masing. Yang semuanya berfungsi sebagai alat keseimbangan, agar kehidupan manusia berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang belum menjalani semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jabatan&lt;/span&gt; itu, tetapi paling tidak saya sudah dan sedang merasakan bagaimana berharganya menjadi anak perempuan. Masya Allah, ternyata begitu besarnya kasih sayang dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;penghargaan&lt;/span&gt; Allah kepada kaum hawa. Ah.....semoga saya belum terlambat untuk menyampaikan kepada-Nya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya Allah....saya bersyukur menjadi seorang wanita"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112510494395438449?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112510494395438449/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112510494395438449&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112510494395438449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112510494395438449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/08/saya-bersyukur-menjadi-wanita.html' title='Saya Bersyukur Menjadi Wanita'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112452369618854507</id><published>2005-08-20T14:40:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.331+07:00</updated><title type='text'>Syirik Membawa Sengsara</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa hari yang lalu, teman satu ruangan saya ijin tidak masuk kerja, karena harus ta'ziah ke seorang tetangga yang anaknya meninggal karena kecelakaan kerja. Ada cerita menarik yang dia sampaikan ke saya setelah masuk kerja lagi keesokan harinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Kasihan banget tuh Mbak, tetangga saya yang anaknya meninggal itu" cerita teman saya ketika mengawali percakapan kami di kantor pagi hari itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Emangnya kenapa Bu...", tanya saya sambil terus memainkan jari-jari di atas keyboard komputer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Iya Mbak,....tetangga saya itu sudah janda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anaknya banyak banget lagi...5 orang, Mbak, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semuanya dari kecil sudah harus membantu dia jualan nasi di pasar."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Nah yang meninggal ini, baru 2 tahun yang lalu lulus SMP, terus kerja di pabrik di Surabaya......,eh kok malah sekarang meninggal gara-gara kena mesin di pabriknya..." cerita teman saya dengan semangat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Wah, menarik juga kehidupan tetangga teman saya ini. Saya yang dari tadi hanya menanggapi ceritanya tanpa mengalihkan pandangan dari layar komputer, perlahan mulai memutar kursi ke arahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Lho...memangnya dia jadi janda karena suaminya meninggal, kok gak ada yang memberi nafkah ke anak-anaknya" tanya saya ingin tahu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Nggak Mbak, suaminya di penjara sudah 5 tahun yang lalu,.....makanya dia minta cerai"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Walah...denger penjara langsung nih pikiran saya melayang kemana-mana, biasa... saking banyaknya acara kriminal di TV.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Duh...lha kok sampai di penjara kenapa Bu..."? tanya saya yang semakin tertarik dengan story tetangga teman saya ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Suaminya membunuh orang, tetangganya sendiri lagi...." kata teman saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Duh.....masalahnya apa, wong sama tetangganya sendiri kok sampai separah itu..." mrinding juga saya mendengar ceritanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;"Lucu Mbak...hanya gara-gara percaya ama omongannya kyai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;edan&lt;/span&gt;...." ruapanya teman saya ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ikut gregetan juga dengan suami tetangganya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Ooh, ternyata singkat cerita...., ternyata suami tetangga teman saya ini orangnya hoby banget yang namanya sillaturrahmi ke "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kyai&lt;/span&gt;".&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perlu digaris bawahi ya...sudah membudaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di daerah tempat saya kerja ini, semua yang berbau "orang pintar" pasti dipanggil kyai, padahal sebenarnya hanya untuk menghaluskan kata "dukun"Yah.... mungkin juga karena mereka orang awam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Pada waktu konsultasi spiritual ke gurunya, sang suami ini dikasih tahu sama beliaunya kalau ada seorang laki-laki yang suka dengan istrinya. Nah orang yang suka dengan istrinya itu, pada saatnya nanti akan merusak rumah tangganya. Hanya dengan bermodal keterangan dari sang guru itulah, akhirnya suami tetangga teman saya itu menghabisi nyawa tetangganya sendiri. Astaughfirullah......&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Nah alasan tidak masuk akal itulah yang sudah pasti membawanya ke penjara selama 10 tahun dan menjadi hari-hari gelap yang harus dia lewati. Lucu memang, pada akhirnya rumah tangganya berakhir, tetapi bukan karena alasan yang seperti dia khawatirkan....... Ah, andai saja dia tidak mempercayai semua itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yah.....dia harus membalas semua perbuatannya di penjara. Belum lagi dosa-dosanya karena menelantarkan anak dan istrinya. Istri dan anak-anaknya yang sudah menderita masih juga harus terbebani dengan rasa malu akibat perbuatannya. Ditambah lagi jika keluarga korbanpun tidak dengan mudah memaafkan segala kesalahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;     &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Duh...ternyata banyak rahasia Allah di balik larangan kenapa kita tidak boleh syirik dengan mempercayai kata-kata dukun, paranormal dan segala macam jenisnya. Semoga ada hikmah dari kisah tetangga teman saya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Barangsiapa mendatangi dukun dan membenarkan ucapannya, sungguh dia telah mengingkari wahyu yang diturunkan kepada Muhammad&lt;/span&gt;". (HR Ahmad, Hakim dan Baihaqi, dishahihkan oleh syekh al-Albani dalam shahihul jami' no. hadits 5939).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112452369618854507?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112452369618854507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112452369618854507&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112452369618854507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112452369618854507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/08/syirik-membawa-sengsara_20.html' title='Syirik Membawa Sengsara'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112363864430908383</id><published>2005-08-10T08:29:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:51.042+07:00</updated><title type='text'>Cantik Luar Dalam (Harus)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari Sabtu kemarin saya mendapat undangan pernikahan seorang teman di Ponorogo. Seperti biasa karena daerah saya berada di paling barat dari Jawa Timur, dengan rela harus mengalah transit ke Surabaya dulu untuk kemudian esok harinya berangkat bersama-sama teman yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Bojonegoro ke Surabaya saya tempuh dengan bus umum. Dari dulu saya memang termasuk orang yang pilih-pilih dalam menentukan tempat duduk dan siapa yang menjadi teman perjalanan saya selama di kendaraan umum. Seperti halnya hari itu, saya memutuskan teman duduk saya seorang ibu setengah baya yang dari cara berpakainnya pastilah beliau seorang muslim. Duduk di bangku belakang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;driver&lt;/span&gt; deretan nomer dua  memang favorit saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena besoknya hari libur, banyak juga orang yang bepergian. Belum lagi keluar dari kota Bojonegoro, bus sudah mulai banyak terisi penumpang. Uggfffhh...mulai sudah hawa sesak penumpang yang berjubel. Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang tiba-tiba meyuruh saya untuk duduk di bangku tengah. Sekilas saya menoleh ke orang yang duduk di sebelah saya. Sedikit deg-degan juga melihat sosok di sebelah saya, seorang laki-laki berpakaian serba hitam dengan kaos &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you can see&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;-nya&lt;/span&gt; lengkap dengan asesoris dan tatoo di lengannya. Tanpa sadar saya sudah mulai memeluk erat barang bawaan saya dan merapatkan diri ke ibu yang duduk di sebelah kanan saya. Sempat dia menanyakan rumah dan tujuan saya. Sengaja hanya saya jawab dengan satu kata setiap pertanyaan yg dia sampaikan, khawatir kalau menjawab panjang lebar malah pembicaraan melebar kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kota Lamongan sudah tidak ada lagi bangku kosong, beberapa penumpang terpaksa berdiri. Sesaat kemudian masuk seorang ibu dengan bayi di dalam pelukannya dan tangan kanan menggandeng anak kecil sekitar 5 tahunan. Begitu melihat ibu itu masuk ke bus, dengan sigap laki-laki yang duduk di sebelah saya berdiri dan mempersilahkan dengan sopan ibu itu untuk menempati bangkunya....Aihh,ternyata di balik dandanan seramnya, masih memiliki kelembutan hati juga. Sekarang ini sudah jarang ada orang yang rela melakukan hal seperti ini. Sudah salah berprasangka nih....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya dengan ibu yang ada di sisi sebelah kiri saya. Secara tidak sengaja ketika membuka botol minum, setetes air mengenai bajunya. "Maaf Bu...", spontan kata itu keluar dari mulut saya. Tidak terdengar satu katapun dari beliau, hanya pandangan matanya yang tidak ramah tertuju ke arah saya sambil terus mengusap satu tetes air yang mengenai bajunya dengan selembar tisyu. Duh...saya memang bersalah....tapi kok sebegitunya ya. Padahal saya yakin hanya dengan satu usapan, sisa tetesan air itu tidak akan membekas di pakaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, hari itu saya bertemu dengan dua orang yang dua-duanya saya telah salah menilai. Mungkin ini adalah salah satunya mengapa Allah menyuruh kita agar kebaikan yang ada di dalam hati terpancar juga melalui cara berpakaian dan bersikap yang sopan. Demikian juga dengan penampilan di luar yang kita tampilkan, harus di dukung juga dengan kecantikan dari dalam hati. Hhhmm..sudah seharusnya ya kita cantik di luar, cantik juga di dalam. Bukan saja agar orang lain merasa nyaman di dekat kita, tetapi juga membantu orang lain untuk tidak berburuk sangka. Termasuk untuk orang seperti saya ini.....he...he...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112363864430908383?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112363864430908383/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112363864430908383&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112363864430908383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112363864430908383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/08/cantik-luar-dalam-harus.html' title='Cantik Luar Dalam (Harus)'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112288100363971500</id><published>2005-08-01T14:20:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.976+07:00</updated><title type='text'>Jangan Ragu Untuk Mencoba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya cita-cita saya dulu pengennya menjadi guru. Alasannya pada saat itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;simple&lt;/span&gt; saja, karena menurut saya mengajar itu ladang amal yang cukup menjanjikan dan yang pasti nggak cepat bosen dengan pekerjaan karena bertemu dengan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Mungkin karena niatnya baik…&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ehm&lt;/span&gt;, Allah mendengar doa saya ini. Belum sampai  wisuda atas kelulusan saya,  tawaran mengajar datang dari teman ayah saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebetulan sebuah sekolah menengah atas di tempat beliau mengajar membutuhkan guru Akuntansi. Jadi dia meminta saya untuk mengisi posisi kosong itu, meskipun hanya sebatas guru tidak tetap.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Yah...namanya juga baru lulus, perasaan malu, tidak percaya diri dan lain-lain masih melekat kuat di dalam diri saya.&lt;span style=""&gt; Selain itu juga karena sekolah saya bukan kategori "kependidikan", meskipun jurusannya sesuai dengan yang dibutuhkan.   &lt;/span&gt;Dengan berat hati akhirnya tawaran itu saya tolak.  Saya khawatir tidak mampu mengemban tugas itu.&lt;span style=""&gt;  T&lt;/span&gt;etapi  hati saya tetap berharap  suatu saat nanti jika saya sudah punya ilmu yang cukup, saya akan menerima tawaran itu.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Setelah menolak tawaran itu, sebenarnya saya sendiri juga bingung, bagaimana saya bisa belajar mengajar tanpa ada medianya. Ditawarin mengajar nggak mau... belajar mengajar nggak tau mesti belajar kemana..... Akhirnya secara perlahan-lahan saya mulai melupakan “cita-cita” itu, karena kebetulan saya diterima di tempat kerja lain.&lt;span style=""&gt;  Dan selain itu&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;,  &lt;/span&gt; tawaran mengajar untuk kedua kalinya juga tidak pernah lagi datang menyapa saya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Bukannya menyesali, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong&lt;/span&gt; mungkin memang jalan saya bukan menjadi guru. Hanya saja kalau mengingat kejadian itu, membuat saya berpikir kenapa dulu saya menolak tawaran baik itu? Kalau hanya masalah tidak percaya diri, merasa belum mampu dan sebagainya bukankan bisa kita pelajari sembari kita melakukannya, yah...istilahnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;learn by doing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doing by learn&lt;/span&gt;... begitu kira-kira. Harusnya pada saat tawaran itu datang saya berpikir positif saja. Ketika seseorang memberikan sebuah kepercayaan kepada kita, pastilah adalan alasan tertentu mengapa dia menawarkannya kepada kita . Hanya sayanya saja yang tidak mempunyai keberanian untuk mencoba. Padahal tidak ada salahnya kan mencoba sesuatu yang baru, minimal kita punya pengalamanlah....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dan pada akhirnya saya menyadari bahwa sesuatu tidak akan muncul begitu saja di dalam diri kita tanpa kita mau menggali dan mencoba potensi yang sudah kita miliki .&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Tidak mungkin menjadi seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;expert&lt;/span&gt; dalam suatu bidang, kecuali dengan memulai dari angka nol.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Segalanya memerlukan keberanian, ketelatenan, dan kemauan yang kuat untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sayang sekali rasanya jika kita  menyia-nyiakan kesempatan yang ada.&lt;span style=""&gt;   Jika &lt;/span&gt;Allah telah memberikan anugerah-Nya melalui kelebihan pada setiap umatnya. Maka, urusan mengembangkan dan memanfaatkannya adalah menjadi tugas kita. &lt;span style=""&gt; T&lt;/span&gt;inggal bagaimana niat dan usaha  kita untuk menjadikan semua itu menjadi sesuatu yang berharga.&lt;span style=""&gt;  Karena k&lt;/span&gt;eberhasilan seringkali menghampiri orang-orang  yang memiliki kemauan, bukan kemampuan.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112288100363971500?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112288100363971500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112288100363971500&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112288100363971500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112288100363971500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/08/jangan-ragu-untuk-mencoba.html' title='Jangan Ragu Untuk Mencoba'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112271718103480608</id><published>2005-07-30T15:22:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.916+07:00</updated><title type='text'>Senyumlah...Senyumlah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sebel Mbak aku hari ini..., nggak bakalan deh aku balik ke sana lagi..., orang kok nggak ada ramah-ramahnya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Waduh...teman saya ini, pagi-pagi kok sudah bawa udara nggak segar di kantor. Selidik punya selidik, ternyata hari ini dia kesal sama seorang pemilik toko yang ada di dekat perusahaan tempat saya bekerja. Orang kantor yang nggak tahu apa-apapun harus dengan rela menikmati ungkapan kekesalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian beberapa hari yang lalu itu memang mengingatkan saya pada sebait lagu dari Raihan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"...Senyum tanda mesra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyum tanda mulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyuman sedekah yang paling mudah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hati yang gundah terasa tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bila melihat senyum hati kan tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Senyumlah...senyumlah..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kok kayaknya sekarang senyum menjadi sesuatu langka ya? Bayangin aja kalau kebanyakan orang berpikiran seperti teman saya tadi... bisa-bisa nggak ada yang mau mampir ke tokonya...udah nggak dapat rejeki, disumpahin orang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah...jangan-jangan saya selama ini juga seperti itu?. Duh...jadi kepikiran nih,sudah berapa banyak ya rejeki dari Allah yang hanya lewat di depan mata, hanya karena saya menyambutnya dengan muka masam?. Sudah berapa banyak ya teman yang malas bertemu dengan saya hanya karena saya mahal senyum? Atau lebih parah lagi, masih cukupkah jari ini untuk menghitung banyaknya teman-teman yang sakit hati gara-gara kita menanggapi ucapannya dengan wajah tidak ramah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa mesti senyum menjadi susah ya...?&lt;br /&gt;Padahal sudah pasti bikin kita semakin cantik, bikin orang lain betah berteman dengan kita, rejeki Allah juga nggak bakalan takut lagi datang menghampiri kita. Dan yang pasti ada pahala tersendiri. Berbuat baik ternyata nggak susah kalau saja kita punya kemauan. Bayangkan, andai kita mau tersenyum satu kali saja dalam satu hari, berarti 365 kali kebaikan sudah kita lakukan dalam satu tahun. Lumayan kan untuk tambahan bekal perjalanan kita kepada-Nya..... Jadi jangan ragu lagi, senyumlah...senyumlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112271718103480608?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112271718103480608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112271718103480608&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112271718103480608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112271718103480608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/senyumlahsenyumlah.html' title='Senyumlah...Senyumlah'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112226651400968204</id><published>2005-07-25T11:34:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.797+07:00</updated><title type='text'>Duh...Susahnya Bilang Maaf</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kata "maaf" memang hanya terdiri dari 4 huruf. Mudah dieja, gampang dibaca, tetapi benar-benar sukar untuk diungkapkan. Kita lebih memilih tidak bisa tidur nyenyak karena tersiksa dengan rasa bersalah kita kepada orang lain daripada mengungkapkan kata maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya orang berpikir bahwa permintaan maaf tidak harus diungkapkan dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan nyata. Semua itu tidak salah dan tidak juga dilarang. Tetapi kalau mau jujur itu hanyalah sebuah alasan, ketika kata maaf tidak mampu kita ungkapkan. Yang sebenarnya terjadi adalah hanya karena kita kelewat &lt;i&gt;gengsi&lt;/i&gt; untuk mengakui kesalahan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau sedikit saja mengabaikan perasaan gengsi, ada banyak kebaikan yang bisa kita ambil dari kata maaf. Yang pertama, dengan kata "maaf", orang yang dimintai maaf akan merasa senang karena tahu orang yang berbuat salah itu telah menyesali perbuatannya. Mereka yang tadinya akan marah, bisa jadi mengurungkan niatnya setelah mendengar permintaan maaf yang dari orang yang berbuat kesalahan. Di antara kita pasti pernah merasakan bagaimana rasanya jika orang yang berbuat salah pada kita bukannya minta maaf tapi malahah &lt;i&gt;cengar-cengir&lt;/i&gt;. Jengkel bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, bagi orang yang berbuat kesalahan. Ada perasaan &lt;i&gt;plong&lt;/i&gt; dalam hati ketika berhasil dikeluarkan kata maaf dari mulutnya. Perasaan malu, gengsi dan lain sebagainya seringkali mengiringi, tetapi semua itu tidaklah seberapa jika pada akhirnya terbayar dengan perasaan hati yang lega luar biasa. Karenanya buang jauh-jauh perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, tidak selalu perasaan bersalah bisa ungkapkan dengan perbuatan nyata. Karena belum tentu kita mempunyai kesempatan untuk melakukannya. Bisa jadi sebelum kita melakukan apa-apa, ternyata kita sudah tidak bertemu lagi dengan orang itu?. Yang ada hanya rasa sesal karena tidak sempat meminta maaf. Berbeda halnya dengan kata maaf, yang sudah pasti bisa kita ucapkan seketika seusai kita berbuat kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, dengan kata maaf minimal kita sudah  menunjukkan keberanian diri untuk mengakui sebuah kesalahan. Menerima dengan lapang dada resiko ditolak atau diterima permintaan maaf kita. Dimaafkan atau tidak adalah wilayah kewenangan Allah. Yang pasti kita sudah berusaha dan berbuat yang terbaik dari yang kita bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bukankah &lt;i&gt;hanya&lt;/i&gt; dengan kata maaf, kita bisa merubah dunia yang suram menjadi tersenyum.  Masihkan kita &lt;i&gt;gengsi&lt;/i&gt; untuk mengungkapkannya?&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112226651400968204?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112226651400968204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112226651400968204&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112226651400968204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112226651400968204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/duhsusahnya-bilang-maaf.html' title='Duh...Susahnya Bilang Maaf'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112192189614309749</id><published>2005-07-21T10:27:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.546+07:00</updated><title type='text'>Marahlah Sebagaimana Mestinya Amarah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau ada pemilihan Miss “&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak Bisa Marah&lt;/span&gt;” di perusahaan tempat saya bekerja, saya mempunyai peluang yang cukup untuk memenangkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kompetisi&lt;/span&gt; ini. Bukan karena saya tergolong mampu mengendalikan emosi, hanya saja saya orangnya tidak tegaan kalau orang jawa bilang “&lt;i&gt;nelongsoan&lt;/i&gt;”. Dengar orang ribut saja jantung saya bisa berpacu lebih cepat. Orang lain dimarahi, bisa jadi mata saya yang berkaca-kaca. Lebih baik mengalah daripada ribut....&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya sudahlah, sudah terlanjur, mau gimana lagi...yang penting jangan terulang"&lt;/span&gt;. Paling hanya itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;senjata&lt;/span&gt; saya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi sepertinya saya harus ikhlas melepaskan &lt;i&gt;mahkota&lt;/i&gt; ini kepada orang lebih berhak.&lt;span style=""&gt; Beberapa hari yang lalu&lt;/span&gt; memang hari yang tidak menyenangkan buat saya. Semua ini berawal ketika saya memerlukan data dari deparment lain. Meskipun saya sudah mengingatkan berkali-kali, tetapi tidak saja pekerjaan itu disentuh oleh yang bersangkutan. Karena kelalaian teman saya itu, operasional perusahaanpun ikut sedikit terhambat. Saya yang tadinya hanya berniat mengingatkan dia dengan berat hati harus bicara dengan raut muka masam, tidak ramah, dan bicara sedikit keras, karena teman saya dengan nada tinggi terus berkelit dengan alasan yang (menurut saya) mengada-ada dan bahkan keluar dari apa yang seharusnya dibicarakan. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Memang amarah tidak mutlak dilarang, karena itu adalah salah satu dari nikmat Allah yang harus kita syukuri. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengolah amarah itu menjadi suatu berkah dan atau bukan amarah yang mendatangkan musibah dan kebencian antar sesama. Karena marah yang tidak pada tempatnya bisa merusak keimanan dan menghilangkan sifat lemah lembut yang ada pada setiap diri manuasia. Jadi dengan kata lain kita harus pandai memilah-milah, amarah yang seperti apa yang bisa kita &lt;span style="font-style: italic;"&gt;amarahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Berbahagialah orang yang memiliki kesanggupan untuk menahan diri dari amarah. Bukannya tidak boleh marah, tetapi sebisa mungkin menahan amarahnya. Karena yang dikatakan sebagai juara sejati adalah orang yang mampu menguasai diri dan hawa nafsunya ketika sedang marah. Dan yang paling baik adalah orang adalah yang paling lambat amarahnya, tetapi cepat pula redanya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan bergeraklah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun waktu sempit dan orang-orang yang suka menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain...."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untunglah, semuanya segera berakhir dengan manis. Saya hanya berharap, semoga amarah ini tidak membawa luka mendalam pada orang lain, tetapi yang bisa mendatangkan kebaikan untuk ke depan. Ketika saya keluar dari ruangan, seorang teman menyapa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Bisa marah juga to Mbak?''&lt;/span&gt;, dengan senyum tersungging di sudut bibirnya. Wah...semakin malulah saya, berarti  sudah satu orang meragukan predikat "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;miss&lt;/span&gt;..." saya. "Andai saja saya bisa lebih bersabar...."  Semoga tidak terulang untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112192189614309749?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112192189614309749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112192189614309749&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112192189614309749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112192189614309749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/marahlah-sebagaimana-mestinya-amarah.html' title='Marahlah Sebagaimana Mestinya Amarah'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112182171574025694</id><published>2005-07-20T07:54:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.425+07:00</updated><title type='text'>Agar Air Mata Tidak Sia-Sia</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pernah suatu ketika, saya merasakan galau hati yang menyiksa. Ada rasa sakit, perih, kecewa, amarah, putus asa dan lain sebagainya, yang semuanya berkecamuk di dalam dada. Hingga semuanya itu berakhir dengan air mata yang mengalir membasahi pipi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoBodyText"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalau ditanya alasannya, sudah pasti saya tidak bisa menjawab. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ya pengen nangis aja...karena lagi ga enak hati"&lt;/span&gt;. Jawaban yang selalu membuat saya tersenyum apabila mengingatnya. Jika sudah tidak ada lagi air mata yang bisa saya keluarkan &lt;i&gt;alias&lt;/i&gt; capek menangis, yang terlintas kemudian adalah menyesal karena sudah membuang air mata sia-sia. Padahal tangisan adalah hadiah pertama Allah yang menemani saya ketika pertama kali lahir di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Sesungguhnya tangisan adalah rahmat Allah yang letaknya di hati..." Maka sudah seharusnya saya berterima kasih dengan memanfaatkan sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika memang demikian, bukankah setiap tetes air mata yang kita keluarkan harus memiliki arti? Dengan kata lain, tangisan dan air mata yang terjadi haruslah semata-mata karena Allah. Tangisan karena memohon diberikan tempat di surga, tangisan karena takut jika kelak kita menjadi salah satu penghuni neraka, dan air mata yang menetes karena mengingat dosa-dosa kita yang sudah menjulang setinggi gunung. Hanya air mata seperti inilah yang akan menanamkan rasa cinta dan kasih sayang di dalam hati manusia, yang mampu melembutkan hati keras dan membeku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Semoga Allah memberikan kesanggupan kepada kita semua untuk meneteskan air mata yang dapat mendekatkan diri kita kepada-Nya. Sehingga tidak ada rasa sesal karena sudah tidak mampu lagi menghitung berapa banyak air mata yang bermuara tanpa makna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112182171574025694?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112182171574025694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112182171574025694&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112182171574025694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112182171574025694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/agar-air-mata-tidak-sia-sia.html' title='Agar Air Mata Tidak Sia-Sia'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112147442532326451</id><published>2005-07-16T07:25:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.355+07:00</updated><title type='text'>Jangan Meremehkan Pekerjaan (Orang lain)</title><content type='html'>&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa hari terakhir ini saya menjadi lebih sibuk, karena harus menjalankan &lt;i&gt;double function &lt;/i&gt;di perusahaan&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Sudah satu minggu ini satu-satunya teman saya di departemen keuangan &lt;i&gt;resign&lt;/i&gt; dari pekerjaannya. Kalau biasanya sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;accounting&lt;/span&gt; saya betah duduk di belakang meja, sekarang mesti banyak keluar ruangan untuk menggantikan pekerjaanya sebagai kasir. Mulai dari mengurus pembayaran gaji, hutang piutang vendor, &lt;i&gt;wira-wiri&lt;/i&gt; ke Bank, semuanya memaksa saya untuk keluar dari 'sangkar'. Dan yang lebih tidak menyenangkan lagi, kalau dulu saya hanya melihat angka, kini saya harus &lt;i&gt;berhubungan&lt;/i&gt; langsung dengan yang namanya duit.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dulu saya sering &lt;i&gt;cemburu&lt;/i&gt; dengan pekerjaan teman saya ini, yang saya nilai hanya itu-itu saja...menghitung uang.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Eh ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan. Setelah mengalami sendiri, ternyata menghitung uang itu ribet, apalagi bukan uang kita sendiri. Nominal yang tidak kecil seringkali menyiksa, karena harus bekerja berulang-ulang menghitungnya. Belum lagi kalau waktunya bayar gaji karyawan, uangnya sering terselip ke sana-sini, mesti cek lagi amplop satu persatu. &lt;i&gt;Finally&lt;/i&gt; kalau udah nggak bisa menemukan di mana bersembunyinya, dengan berat hati terpaksa harus mengeluarkan uang dari kantong sendiri alias &lt;i&gt;tekor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malu rasanya kalau dulu saya pernah menganggap remeh pekerjaan ini. Ternyata semua pekerjaan itu punya tantangan tersendiri, yang kita tidak akan pernah menyadari sebelum kita mengerjakannya. Sudah seharusnya kita menghargai pekerjaan orang lain, sekecil apapun itu. Karena terkadang sesuatu yang kita anggap &lt;i&gt;sepele&lt;/i&gt; ternyata kita sendiri tidak mampu mengerjakannya. Semuanya membutuhkan keahlian terntentu, sentuhan orang-orang khusus yang paham dan mengerti sesuai dengan bidangnya masing-masing. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini saya hanya mencoba belajar untuk bekerja dengan cinta, agar tidak lagi merasa tersiksa dalam melakukan pekerjaan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sementara &lt;/span&gt;&lt;font&gt;ini&lt;/span&gt;. Dengan tetap berharap semoga manajemen perusahaan segera mendapatkan penggantinya&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if !supportEmptyParas]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112147442532326451?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112147442532326451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112147442532326451&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112147442532326451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112147442532326451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/jangan-meremehkan-pekerjaan-orang-lain.html' title='Jangan Meremehkan Pekerjaan (Orang lain)'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112123075056351515</id><published>2005-07-13T11:55:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.186+07:00</updated><title type='text'>Sebuah Renungan</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya Umur Bagaikan Dedaunan yang Runtuh, Ia Takkan Kembali pada Pohonnya, * HAPPY BIRTHDAY* May All Your Dreams Come True dan Mendapat Ridho-Nya dalam Setiap Langkah"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebait kalimat saya terima dari seorang teman melalui sms tepat jam 12.00 WIB tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, hari ini berkurang satu tahun sisa usia saya. Tadi malam saya mencoba merenung kembali, apa yang sudah saya lakukan selama satu tahun terakhir ini. Ada semacam komitmen tak tertulis yang saya berlakukan pada diri saya, setiap kali memasuki usia baru yaitu berusaha menjadi lebih baik dari hari yang kemarin, mencoba untuk lebih cantik dan cantik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mengajak saya untuk berjalan menelusuri semua yang telah berlalu, jari-jari tangan ini bermain-main untuk menghitung berapa banyak kebaikan yang telah saya lakukan dan atau justru keburukankah yang menjadi penguasa dalam setiap tingkah laku saya?. Seberapa besar rasa syukur saya selama ini ataukah sebaliknya, begitu banyak limpahan nikmat yang telah di berikan Allah saya sendiri bahkan tidak mampu menghitungnya, lewat begitu saja tanpa makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa sesal dalam hati ini, ketika menyadari betapa pun saya sudah berusaha memenuhi "target" yang saya bikin dan untuk diri saya sendiri, tetapi tetap saja masih ada pekerjaan rumah yang tidak mampu saya selesaikan. Jika mengingat itu semua, kadang kala saya membenci diri saya sendiri. Menyalahkan diri ini yang sering kali terpedaya dan terpenjara oleh keinginan yang menggebu-gebu. Sungguh, kenapa diri ini tidak mampu menjadi penjaga hati untuk selalu terkendali. Hingga yang tertinggal hanya sesal yang kadang kala semakin membawa saya pada keterpurukan. Jika sudah begini, sadarlah diri ini mengapa Allah menyikapi waktu sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"kerugian"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun ternyata mampu memberikan berbagai warna dalam kehidupan ini, ada kalanya tenggelam dalam samudera kebahagiaan, terlena dalam buaian indahnya kesenangan semu, terpuruk dalam kepedihan. Bahkan ketika air mata tak lagi tertahan ketika hidup tidak berjalan sesuai keinginan. Semuanya timbul tenggelam seperti buih yang berenang di lautan lepas. Dari semuanya itu saya coba untuk mengambil hikmahnya. Mengambil makna dari semua yang telah Allah berlakukan dalam diri saya, mencoba untuk selalu berkhusnuzon akan segala ketentuan-Nya. Karena saya percaya tidak ada yang sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kini hanya satu pintaku kala menapaki usia baru ini, bimbinglah selalu hati ini untuk tetap melangkah di jalan-Mu, hingga tak ada lagi sesal dikemudian hari. Karena saya sadar, tidak akan pernah mampu diri ini kembali ke belakang dan merubah semua yang telah terjadi, sebagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;dedaunan runtuh yang tidak akan kembali pada pohonnya&lt;/span&gt;. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112123075056351515?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112123075056351515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112123075056351515&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112123075056351515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112123075056351515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/sebuah-renungan.html' title='Sebuah Renungan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-112055310780519691</id><published>2005-07-05T15:35:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.128+07:00</updated><title type='text'>Tidak Ada Alasan (lagi) Untuk Takut</title><content type='html'>"Berani banget kamu!!"..."Ga takut apa ketemu hantu??"..."Gimana kalau diganggu ama orang jahat??"... "Pohon di dekat Taman Makam Pahlawan itu angker lho',, kamu jangan menoleh ke kanan ya..." bla...bla...bla berbagai macam komentar selalu saya dapatkan dari teman-teman ketika setiap kali saya pulang agak malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang jam 20.00, belumlah dikatakan terlalu malam bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Tapi bagi saya itu sudah "cukup malam" karena kebetulan rumah saya berada di perumahan di pinggiran kota. Jarak sekitar 17 km harus saya tempuh setiap hari untuk mencapai tempat kerja. 5 (lima) kilometer terakhir untuk sampai di rumah harus saya tempuh dengan melalui jalan yang sepi, tidak ada rumah penduduk, hanya ada persawahan, beberapa tempat pemakaman umum, dan lebih parah lagi tidak ada satupun lampu penerang yang menemani perjalanan saya. Pohon-pohon besar di sepanjang tepi jalan, seakan-akan membawa saya memasuki lorong gelap yang menyeramkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saya dulunya adalah penakut kelas berat, apalagi dengan yang namanya setan, hantu blawu dan saudara-saudaranya. Di dalam rumah sendiripun rasa takut itu selalu menyelimuti perasaan saya. Bahkan sekedar ke kamar kecil ketika saya terjaga dari tidur malampun tidak berani saya lakukan. Saya selalu merasa ada yang mengikuti di setiap langkah kaki saya, selalu merasa ada yang mengawasi di semua sudut ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu perlahan-lahan mulai luntur. Bermula ketika saya bertemu dengan teman yang mengajar di sebuah Pondok Pesantren Putri di Mojokerto. Kalau dilihat dari penampilannya yang bersahaja, kalem dan sedikit pemalu, orang tidak akan percaya kalau dia sebenarnya sosok yang tegas mandiri dan pemberani. Di manapun, kemanapun dan kapanpun dia tidak pernah "merepotkan" orang lain untuk menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah saya bertanya tentang keberanian dia ini. "Saya tidak sendiri kok Dik" singkat dia menjawabnya pertanyaan saya. Saya sempat heran, mengapa setiap kali saya tanya jawabnya selalu seperti itu. Suatu hari dia menceritakan pengalamannya yang lumayan "mencekam" ketika dia pulang ke rumahnya di daerah Tarik Sidoarjo seusai mengajar di PPnya. Pada kesempatan itulah rasa penasaran itu saya ungkapkan. "Saya tidak pernah takut karena selalu ditemani sama Yang Di Atas" jawabnya sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah atas. Sebuah jawaban yang tidak saya duga sebelumnya. Malu rasanya....bagaimana bisa saya tidak memahami maksud dari jawaban-jawaban dia selama ini. Bagaimana bisa saya melupakan Sang Maha Segala yang selalu Melindungi hari-hari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya masih mengingat jelas semua yang dikatakannya. Jangan pernah merasa takut pada apapun sejauh kita melewati waktu tidak untuk sesuatu yang melanggar perintah Allah. Perasaan takut itu ada karena kita selalu membayangkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi dan atau melakukan sesuatu yang dilarang oleh-Nya. Jangan sampai perasaan takut itu menjadi raja dalam diri kita sehingga mejadi alasan bagi kita untuk diam di tempat tanpa melakukan suatu kebajikan. Tanamkan selalu rasa percaya diri bahwa Allah akan selalu menjaga kita. Lakukan sesuatu yang hanya karena-Nya, sehingga tidak ada lagi rasa takut yang tidak beralasan. Takut dan beranilah hanya karena Allah, begitu dia mengakhiri percakapan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi....tidak ada lagi rasa takut yang bisa menjadi alasan bagi saya untuk menginap di kantor karena kemalaman pulang. Bagi saya Gelapnya malam laksana indahnya temaram kala bulan bersembunyi di balik awan....ehm. Ternyata kalau di nikmati kesendirian dan kegelapan itu bisa menjadi sesuatu yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya dari Engkaulah pagi dan petang ini segala kenikmatan, perlindungan dan penjagaan, maka sempurnakanlah kenikmatan perlindungan dan penjagaan yang Engkau berikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Mbak Izzul.....semoga tetap Istiqomah dalam mengajar santriwatinya di Pondok Pesantren.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-112055310780519691?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/112055310780519691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=112055310780519691&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112055310780519691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/112055310780519691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/07/tidak-ada-alasan-lagi-untuk-takut.html' title='Tidak Ada Alasan (lagi) Untuk Takut'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-111995128427410761</id><published>2005-06-28T16:32:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:50.016+07:00</updated><title type='text'>Keisya Namanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/1600/IMG_0025.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5610/1209/320/IMG_0025.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keisya namanya…Menurut sang bunda nama itu diambil dari kata “Keyza” yang artinya bidadari surga yang cantik.  Keisya Fidina nama lengkapnya. Kata terakhir diambil dari gabungan nama ayah dan Bundanya. Hampir setiap pagi suaranya yang riang selalu menghiasi hari-hari kerja kami di kantor. Cantik…,Gendut…, kriwul…., tembem…. dan berbagai macam julukan ditujukan kepadanya yang kesemuanya cukup untuk menggambarkan sosok mungil Keisya ketika kita membayangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak usianya 3 bulan, Keisya sudah terbiasa ikut kerja dengan bundanya dari jam 7 pagi hingga jam 4 sore. Bulan April tanggal 14 kemarin Keisya genap berusia 2 tahun.  Pernah suatu ketika saya bertanya kepada Bundanya, alasan kenapa keiysa tidak ditinggal saja di rumah, karena saya kasihan melihatnya tiap pagi harus ikut berdesakan di kendaraan umum. Alasannya hanya satu karena sang Bunda tidak tega meninggalkannya di rumah dengan pembantu. “Biar saya bisa mengawasi langsung perkembangannya” begitu sang bunda menjawab pertanyaan saya.  Memang bukan pilihan yang gampang bagi seorang ibu yang juga harus bekerja. Jika harus dihitung berarti sudah lebih dari 2 tahun Keisya menghabiskan masa kecilnya di kantor tempat saya kerja. Bermain, berkomunikasi, belajar, dan lain sebagainya semua dia lakukan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pasti kami semua ikut mengikuti perkembangannya. Dari mulai bayi yang hanya bisa menangis, mulai belajar berjalan, mengenal kami teman-teman kerja bundanya, hingga tangannya yang mungil mampu meraih pengangan pintu untuk membuka dan mendatangi bundanya di ruangan kerja kala di merindukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Keisya sudah mulai pandai bicara. Bahkan menyanyipun sudah menjadi salah satu hobinya kala dia sedang bermain, walaupun kata-kata yang dia keluarkan kadang-kadang saya sendiri tidak mampu menangkap maksudnya. Bunda itu panggilan dia kepada ibu kandungnya, mama adalah panggilan sayangnya kepada saya, ibu adalah panggilan manis dia kepada pengasuhnya.  Hampir kepada semua dia berikan panggilan sayangnya. Iya...kami semua memang menyayanginya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak kata yang sekarang bisa dia keluarkan dari mulutnya yang mungil. Begitu banyak benda-benda di kantor kami yang sudah bisa tunjuk, ketika kami menanyakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kemarin ada satu kejadian yang mengusik perasaan saya. Namanya juga berada di lingkungan kerja dengan berbagai macam sifat manusia. Saya tahu, mungkin maksudnya hanya bercanda. Ada seorang teman yang sengaja mengajarkan kata-kata “kotor” kepada Keisya. Tapi yang saya heran, Keisya hanya diam dan kemudian mengucapkan “emoh..emoh” yang artinya “nggak mau” Subhanallah…Allah telah menjaga hati dan lidahnya. Padahal biasanya dia selalu mengucapkan apa saja yang orang ajarkan ke dia. Saya yakin Keisya sendiri bahkan tidak mengetahui artinya “kata” itu. Maha Suci Engkau Ya Allha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya satu do’a saya saat itu, semoga kata-kata itu tidak pernah terekam dalam memorinya hingga akan memudarkan lembaran putih dan kepolosannya hatinya hanya karena dia mengucapkan kata-kata itu kelak di kemudian hari. Semoga.  Dan untuk “temanku” jangan terulang untuk  kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Keisya…..semoga Allah selalu menjagamu. Jadilah Bidadari kecil surga yang cantik untuk ayah dan bunda…sesuai dengan harapannya ketika memberikan nama KEISYA untukmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-111995128427410761?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/111995128427410761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=111995128427410761&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111995128427410761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111995128427410761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/06/keisya-namanya.html' title='Keisya Namanya'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-111959933156703908</id><published>2005-06-24T12:00:00.001+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:49.831+07:00</updated><title type='text'>Kebebasan</title><content type='html'>Kau hanya Dapat Bebas Sepenuhnya&lt;br /&gt;Pabila Kau Dapat Menyadari&lt;br /&gt;Bahwa Keinginan Untuk Bebaspun&lt;br /&gt;Merupakan Sebentuk Belenggu Bagi Jiwamu&lt;br /&gt;Hanya Jika Kau Pada Akhirnya&lt;br /&gt;Berhenti Berbicara Tentang Kebebasan&lt;br /&gt;Sebagai Suatu Tujuan Dan Sebuah hasil Pencapaian&lt;br /&gt;Maka Kau Akan Bebas,&lt;br /&gt;Bila Hari-Hari Tiada Kosong dari Beban Pikiran&lt;br /&gt;Dan Malam-Malamu Tiada Sepi Dari Kekurangan dan Kesedihan&lt;br /&gt;Bahkan Justru Kebebasanmu &lt;br /&gt;Berada Dalam Rangkuman Beban Hidup Ini&lt;br /&gt;Tetapi Yang Berhasil Engkau Atasi&lt;br /&gt;Dan Jaya Kau Tegak Menjulang Tinggi&lt;br /&gt;Sempurna, Terlepas Dari Segala tali Temali&lt;br /&gt;(Khalil Gibran)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-111959933156703908?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/111959933156703908/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=111959933156703908&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111959933156703908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111959933156703908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/06/kebebasan.html' title='Kebebasan'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-13658580.post-111931576610731437</id><published>2005-06-21T07:59:00.000+07:00</published><updated>2006-10-18T10:25:49.551+07:00</updated><title type='text'>Arti Seorang Teman</title><content type='html'>Apakah Arti Seorang Teman?&lt;br /&gt;Ia adalah seseorang yang memberi kamu keberanian dalam menampilkan diri apa adanya&lt;br /&gt;Jiwamu bebas telanjang dengannya.&lt;br /&gt;Dia meminta kamu untuk tidak berbaju dengannya&lt;br /&gt;Ia tidak ingin kamu lebih sedih atau bahagia&lt;br /&gt;Jika kamu bersamanya, kamu adalah seorang pidana yang telah dinyatakan bebas&lt;br /&gt;Kamu tidak perlu membatasi diri, kamu dapat berbicara apa yang ada di pikiran selama itu adalah kamu yang sebenarnya.&lt;br /&gt;Ia mengerti kontradiksi yang ada di tindak lakumu yang kadang kala disalah tafsirkan oleh orang lain.&lt;br /&gt;Dengannya kamu dapat membuka segala kesombongan, keirian, kebencian dan amarah api, kejahatan dan keanehan dalam benak hatimu.&lt;br /&gt;Di dalam segala keterbukaan itulah segalanya menghilang dan mencair dalam laut kesetiaannya.&lt;br /&gt;Dia mengerti, kamu tidak harus berhati-hati, kamu dapat menyakiti, tidak memperdulikan dan menerima dia.&lt;br /&gt;Yang paling membahagiakan adalah kenyataan di mana kamu tetap hadir di sampingnya dengan segala kekurangan dan kelebihan.&lt;br /&gt;Sebenarnya semua itu tidaklah penting&lt;br /&gt;Dia suka padamu&lt;br /&gt;Dia bagaikan air jernih yang mengalir terus agar jiwamu bersih dan segar.&lt;br /&gt;Dia mengerti kamu&lt;br /&gt;Kamu dapat menangis, tertawa dan berdoa dengannya&lt;br /&gt;Melalui semua itu,semakin dalam dia melihat, mengerti dan mencintaimu.&lt;br /&gt;Seorang teman?&lt;br /&gt;Apa arti seorang teman?&lt;br /&gt;Hanya ada satu. Ia adalah seorang yang memberi kamu keberanian diri apa adanya&lt;br /&gt;(Dari seorang sahabat, Akhistin)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/13658580-111931576610731437?l=lativa99.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lativa99.blogspot.com/feeds/111931576610731437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=13658580&amp;postID=111931576610731437&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111931576610731437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/13658580/posts/default/111931576610731437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lativa99.blogspot.com/2005/06/arti-seorang-teman.html' title='Arti Seorang Teman'/><author><name>Ida Latifa Hanum</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_CTeMfWxPmMs/ScGca4BReaI/AAAAAAAAABw/lbmt1owODt4/S220/FB1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
